Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Winda Terusir


__ADS_3

Kinar tiba di rumah mertuanya, ia mengumpulkan energinya dan mencari alasan apa yang akan ia katakan jika mama mertua nya bertanya, ia melihat mobil Dimas sudah terparkir rapih di bagasi rumah.


Seperti dugaan ya, Mariska sedang duduk di ruang tamu, wajahnya terlihat cemas sambil melirik jam di dinding dalam ruangan tersebut.


”Assalamu'alaikum ma”


"Wa'alaikum salam, sayang kamu dari mana saja? Dimas bilang kamu izin kerumah mamamu, tapi tadi mama telepon kamu gak ada di sana, sebenarnya kamu kemana sampai malam begini??" tanya Mariska


"Maaf ma, tadi Kinar gak jadi kerumah mama, Kinar ada perlu sama teman, jadi Kinar kerumah teman, Kinar sudah lama cuti kuliah, jadi Kinar minta bahan mata kuliah yang tertinggal."


"Baiklah,. setelah semua normal, kembalilah kuliah. Mama yakin Dimas tak akan menghalangi kamu menuntut ilmu, asal kamu tidak meninggalkan kewajiban kamu sebagai istri" ucap Mariska tersenyum


"Beneran ma?? apa mas Dimas akan setuju??” tanya Kinar


"Nanti mama bantu kamu bicara, sekarang kamu mandi dan setelah itu turun kita makan malam"


"Siap ma, makasih, cup" Kinar mengecup pipi Mariska lalu berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Mariska menggeleng sambil tersenyum, setelah Kinar hadir dalam hidupnya, ia merasa bersemangat, ia kini bisa merasakan bagaimana memiliki anak perempuan, Kinar yang memberi warna dalam masa tua Mariska


langkah kaki Kinar terhenti saat berpapasan dengan Winda, Ia lebih memilih menundukkan kepala enggan berdebat dengan tantenya itu


"Hei, berhenti, dari mana kamu pulang semalam ini??” tanya Winda sinis


”Maaf Tante, Kinar lelah” ucap Kinar melangkah meninggalkan Winda, belum tiga langkah, Winda sudah menarik tangan Kinar


"Saya sedang berbicara dengan kamu, mau kemana kamu, gak sopan" ucap Winda murka


"Tante bisa lepasin tangan Kinar? Kinar sedang tidak ingin berdebat dengan Tante. Bukankah Tante dan mas Dimas yang meninggalkan Kinar di jalan, kenapa Tante harus bertanya?? apa Tante lupa???"


"Apaaaa???? kamu sama Dimas ninggalin Kinar di jalan???” teriak Mariska yang entah sejak kapan sudah berada di dekat mereka


Winda langsung gelagapan, ia melepaskan cengkraman tangannya pada Kinar.


"Mama, mama salah dengar" ucap Kinar menghampiri Mariska

__ADS_1


"Mama belum tuli, mama dengan ucapan kamu.


Dan kamu Winda, saya minta kamu keluar dari rumah ini sekarang, saya tidak bisa menerima kamu jika kamu saja tidak bisa menerima mantu kakak”


"Kak, kakak keterlaluan,, hanya demi wanita kampung ini kakak melupakan hubungan persaudaraan kita" teriak Winda kesal, ia menangis dan berlari ke kamarnya


"Maa, maafkan Tante Winda, Kinar...."


"Cukup , mama lelah, mau mau istirahat"ucap Mariska lalu berjalan menuju kamarnya.


Ia sebenarnya ingin menuju kamar Damar, namun malah melihat kejadian barusan dan menjadi emosi, Kinar tak mungkin memberitahu kelakuan Winda dan Dimas padanya, ia lebih baik menyimpan semuanya sendirian demi kebahagiaan semua orang


Kinar masih diam mematung, hari ini terlalu berat ia lewati.Kiamr berjanji dalam hati tidak akan membuat Mariska sedih lagi.


"Ngapain kamu disini seperi orang bodoh? tahu pulang juga kamu?" sindir Dimas ketika melihat Kinar berdiri mematung


Kinar menatap Dimas sekilas , menghela.nafas pelan dan berjalan menuju kamar.


Dimas sangat kesal karena diabaikan oleh istrinya itu, ia belum selesai memberi pelajaran pada Kinar, namun gadis itu malah mengabaikannya


Menarik tangan Kinar hingga Kinar tertarik kearahnya dan menabrak tubuhnya, dengan cepat Dimas mendorongnya hingga Kinar jatuh kelantai


"Suami lagi bicara kamu kacangin??? bagus, sungguh bagus, dari mana keberanian itu timbul? apa karena kamu sudah bertemu mantanmu yang gila itu sehingga kamu berfikir untuk lari dengannya?? jangan mimpi”


”Mas,, aku lelah” ucap Kinar berusaha bangkit, namun Dimas menendang kaki Kinar hingga mengenai tulang kering Kinar


”Awwww" pekik Kinar kesakitan


Dimas sebenarnya tak bermaksud menendangnya, ia hanya menakuti Kinar, namun ternyata malah kena tulang kering. Kinar membuat wanita itu meringis memegangi kakinya


”Itu karena kamu ga menghargai suamimu" Dimas memegang wajah Kinar


"Aku peringatkan padamu, jangan pernah menemui pria itu lagi, atau keluargamu akan tahu perbuatan mu, mungkin mamamu akan shock jika tahu putrinya menjual diri untuk biaya pengobatannya" Dimas tersenyum licik, ingin sekali Kinar menampar wajah nya yang menyebalkan itu, namun ia tak bisa melakukannya, ia hanya bisa mengumpat dalam hati


Kinar bangkit, ia mengigit bibirnya agar ia tak merintih karena merasakan nyeri di kakinya, ia tak mau terlihat lemah di depan Dimas, dengan kekuatan yang tersisa ia menuju kamar mandi, membasuh tubuhnya dengan air hangat lalu berendam dalam bathtube, entah berapa lama ia berada di sana, ia tertidur hingga suara ketukan pintu membangunkannya

__ADS_1


Kinar meraih handuk di samping wastafel, menggulung rambutnya yang basah lalu memakai kimono, membuka pintu kamar mandi


"Kamu bener-bener ya? menyebalkan, karena kamu kami semua belum makan.Kamu mandi apa pingsan di kamar mandi??? sok cari perhatian kamu ya sama mama.


Oh iya,apa yang kamu perbuat dengan Tante Winda sampai mama mengusirnya???Dasar wanita pembawa sial, setelah kamu masuk ke keluarga kami, ada saja masalah" cerocos Dimas


Kinar mendorong tubuh Dimas ia melewati Dimas begitu saja lalu masuk ke dalam ruangan walk in closet, tak lama kemudian Kinar sudah keluar dengan pakaian santai, ia melewati Dimas begitu saja, belum jauh langkahnya Dimas menarik pergelangan tangannya dengan kasar, membuat langkah Kinar terhenti


"Aku peringatkan kamu, jangan pernah membuat ku marah, atau aku tak perduli lagi dengan hidup orangtuamu"ucap Dimas menyentil kening Kinar lalu berjalan keluar kamar


Lagi dan lagi Dimas menggunakan orangtuanya untuk menekannya, Dimas sangat tahu kelemahan Kinar.


Kinar berusaha berjalan dengan sewajarnya, walau ia merasa nyeri, namun tak sesakit tadi karena ia sudah memijitnya dan merendamnya dengan air hangat saat ia mandi tadi


Setelah mengucapkan maaf pada mertua dan adik iparnya mereka lalu makan malam, tanpa seorangpun membuka suaranya.


Keesokan paginya Kinar meminta izin pada Dimas karena siang nanti operasi mamanya, walau Dimas tak pernah perduli dengan ucapan dan keberadaan Kinar, Kinar merasa harus tetap meminta izin suaminya tersebut,


Kinar juga pamit pada Mama mertuanya, lalu Mariska meminta supir untuk mengantar Kinar kerumah orangtuanya, sebenarnya Kinar menolak, ia ingin mengendarai mobilnya sendiri demi efesien waktu, namun Mariska bersikeras Kinar harus diantar dan nanti di jemput dengan pertimbangan Kinar akan kelelahan karena menunggui orangtuanya.


Sesampainya di kediaman orangtuanya, Kinar langsung menuju kamar orangtuanya, nampak Anggi sangat senang atas kedatangan putrinya, entah sudah berapa kali ia ke kamar mandi karena tegang menghadapi operasinya siang ini.


"Ma, jangan takut, kamu semua mendoakan mama, mama yang kuat, mama pasti sembuh. Kami butuh mama"ucap Kinar lirih sambil memeluk Anggi


"Terima kasih sayang, insha Allah mama kuat, kalian kekuatan mama"ucap Anggi merentangkan tangannya


Kinar, Reyhan, Aisya, si kembar dan si kecil juga tak mau ketinggalan memeluk mama mereka


Anggi, Satria, Kinar dan Reyhan sudah berada di dalam mobil, sementara Aisya dipercaya untuk menjaga adik-adiknya di rumah


"Aisya, kakak percayakan si kembar dan si kecil padamu, kakak akan menghubungimu lewat ponsel, jangan jauh-jauh dari ponselmu"ucap Kinar memberi arahan Aisya


"Baik kak, titip mama ya kak, kabari aku "


Kinar mengangguk, mobil yang mereka kendarai meninggalkan kediaman menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2