
Jangan loe bilang kalau Adam kerumah Manda" ucap Wawan menatap sahabatnya dan ia melihat Reyhan yang serba salah
"Ya ,Allah Reyhan, loe tahu gak kalau kakak Amanda itu guru taekwondo, gue harap Adam masih punya nyawa cadangan kalo sampai ketemu Miko!!!!" pekik Wawan membuat Reyhan langsung menelan Saliva nya susah.
Adam dalam bahaya!!!!!!
"Ini... gue yakin ini makin runyam urusannya kalau kita ke sana malam ini, sekarang sudah pukul dua pagi, dan kakak gue udah tidur" ucpa Wawan gelisah
"Apa hubungannya kakak loe sama masalah ini???
Tenang wan, gue gak kan seret loe kedalam Masalah ini, dan gue minta maaf sudah melibatkan loe dalam pencarian Amanda.
Adam sahabat kental kakak gue, wanita di sukai Adam sejak kecil adalah kakak gue, Kinar, walau gue yakin kakak gue hanya menganggap Adam kakaknya saja.
kalau terjadi sesuatu pada Adam, gue bisa di gantung kakak gue wan" ucap Reyhan langsung bergidik membayangkan Kinar melotot marah padanya
"Maaf gue belum kasih tahu yang sebenarnya,
Kakak gue sebenarnya adalah calon mempelai pria nya"
"Apaaaaa???" teriak Reyhan terkejut hingga ia berdiri dari duduknya
"Pstttt, loe mau kita kena omel mama sama papa gue???
"Maaf wan, sumpah gue kaget, kok bisa????"
"Iya, mereka di tunangkan, di jodohkan.
Amanda adalah teman main masa kecil kami, dan kak Arfan menerima perjodohan papa dan mama gue karena tak mau mengecewakan mereka" ucap Wawan
"Bagaimana menerima begitu saja, apa kak Arfan mencintai Amanda????"
"Cinta datang seiring waktu" ucap Wawan santai
"Whaaaattt, apa ini jaman Siti Nurbaya??? ah maaf, kak Arfan seorang yang berfikiran modern kenapa???"
"Karena kak Arfan di tinggal kekasihnya saat sudah akan menikah, sehingga ia memasrahkan urusan pernikahannya pada papa mama, lagi pula kak Arfan tahu siapa Amanda, jadi ia tak khawatir ketika orangtua kami menyodorkan nama Amanda"
"Gue ngerasa bersalah dan gak enak sama kak Arfan" ucap Reyhan serba salah
"Tenang aja, kakak gue berfikiran terbuka, kalau belum ada janur kuning masih belum milik karena jodoh siapa yang tahu, sudah menikah pun bisa gak berjodoh dan cerai, so, santai aja.
Sekarang mending loe molor, besok pagi-pagi kita meluncur ke sana"
"Loe bisa santai gitu, gue gak bisa tenang" ucap Reyhan
"Gue bilang, santai.
Adam gak akan mati, percaya sama gue.
lagi pula ini waktunya dia berjuang untuk wanita itu, gantian.
__ADS_1
selama ini Amanda yang berjuang untuk dia.
seseorang akan menyadari perasaanya saat Ia kehilangan. Biar Adam belajar itu, sehingga ia bisa menghargai nya"
"Hufh, tetap saja kakak ku akan menggantung ku jika Adam kenapa-napa” desah Reyhan
"Apa kau lupa dia dokter???"
"Malih, dokter gak bisa mengobati dirinya sendiri," Dengus Reyhan yang di balas tawa Wawan, dia dengan santai malah merebahkan diri di kasur Reyhan
" woi, kebooo, awas Lo , gue mau pingsan tidur" teriak Reyhan kesal yang melihat Wawan langsung telungkup dan tak lama kemudian dia mendengkur kencang.
Reyhan dengan wajah di tekuk langsung menendang Wawan dan tidur di samping Wawan sambil menutup kupingnya dengan bantal.
Akhirnya ia tertidur
Sementara di kediaman Amanda
Sinta terlihat kelelahan setelah hampir satu jam ia menceramahi putrinya hingg akhirnya ia lelah sendiri
"Ma, maafkan Manda" ucap Manda lirih melihat wajah kecewa Sint
"Nak, mama tidak pernah melarang mu menentukan siapa pria yang kan mendampingi hidupmu, kami tidak memaksakan mu, saat mama mengatakan Arfan gagal menikah kamu justru yang menerima usulan papamu untuk menikah dengan Arfan, kamu yang mengajukan diri bukan kami, jadi mama harap kamu bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah kamu putuskan, jangan kecewakan kami sayang" ucap Sinta khawatir
"Ma, Manda tau ma" ucap Amanda lirih.
"Ya udah sekarang kamu tidur, mama mau menemui papamu, mama takut papamu main tangan dengan kakakmu " ucap Sinta lalu bangkit meninggalkan kamar Amanda
Adam hanya menghindari dari Miko tanpa mau xx melawan, namun tetap saja Miko lebih gesit karena selain guru taekwondo, Miko atlit juga
Setelah hampir satu jam, Amanda masih tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya melayang memikirkan Adam yang kini sedang terbaring di ruang tamu dengan luka kebab karena ulah kakaknya, ia merasa sangat bersalah pada Adam, karena dirinya, Adam harus menerima bogem mentah Miko.
Akhirnya Amanda memberanikan diri untuk memeriksa kondisi Adam, ia tahu jika Adam di rawat di ruang tamu, dokter Haris sudah memeriksa Adam beberapa waktu lalu.
Dengan berjinjit Amanda menuju kamar Adam, ia membuka perlahan pintu kamar Adam, terlihat Adam memejamkan matanya
Amanda menghampiri Adam, ia menunduk melihat luka Adam, Mengulurkan tangannya ingin membelai wajah pria yang ia cintai itu, namun ia mengurungkan niatnya, tiba-tiba sebuah tangan kekar menariknya, hingga ia terjelembab diatas tubuh pria tampan itu
"Mas Adam" pekik Amanda terkejut
"Pstttt, apa kau mau semua orang tau kamu mendatangiku???" tanya Adam berbisik
"Mas lepaskan" ucap Amanda lirih
"Biarkan seperti ini, please...
Mas sungguh menyesal Amanda, sangat menyesal.
Mas baru menyadari jika mas mencintai kamu"
Amanda terkejut dengan ucapan Adam, ia menatap mata Adam mencari jawaban
__ADS_1
"Mas sangat menyesal, mas mencintai kamu, tapi mas terlambat menyadarinya.
kini mas harus menerima konsekuensinya kehilangan kamu selamanya, penyesalan ini akan mas bawa selamanya"
"Mas, aku....."
"Berbahagialah dengan suamimu kelak, mas ikhlas jika itu yang terbaik untukmu.
Besok mas akan kembali ke Paris" ucap Adam melepas pelukannya
kini justru Amanda yang memeluknya erat
"Mas,.kamu bodoh" Isak Amanda memukul dada Adam, Adam menariknya dalam pelukannya membuatkan Manda menangis di dalam dekapannya, sesekali ia mencium kening Amanda, ternyata gadis manja yang selama ini membuatnya risih, justru telah mencuri hatinya secara diam-diam.
Setelah berpelukan lama, Amanda lalu melepaskan pelukannya. tak ada penyesalan, ia sudah cukup bahagia tahu Adam mencintainya
"Selamat tinggal mas, aku gak akan mengantarmu pergi besok, semoga kamu bahagia dengan wanita lain" ucap Manda lalu berlari keluar dari kamar Adam.
Keesokan Harinya
Wawan sudah menceritakan semuanya pada Arfan, lelaki itu terlihat mengangguk masih dengan wajah Datar, saat mereka bersiap akan menuju kediaman Amanda, Adam tiba dengan diantar supir keluarga Amanda, ia terlihat lesu dan kusut dengan wajah penuh luka lebam
"Adam, loe baik-baik aja???? tanya Reyhan panik, Adam hanya bisa mengangguk pelan.
"Rey ayo kita pulang, urusan gue dah selesai" ucap Adam lirih
"Makan dulu bro, sarapan" sela Wawan
"Thanks bro, gua harus balik segera gak bisa lama-lama.makasih banyak udah mau bantu and nampung gue dan Rey di rumah loe" ucap Adam menolak
Arfan hanya diam dan waktu Adam bersalaman dengan Arfan, ia menatap Adam lekat
"Apa sudah bertemu Amanda?" tanya Arfan yang di balas anggukan lemah Adam
"Apa loe rela dia menikah dengan orang lain???" tanya Arfan menyelidik
"Manda berhak untuk bahagia, dan gue ikhlas, penyesalan terdalam gue adalah, menyia-nyiakan wanita yang begitu tulus mencintai gue, mungkin gue akan menyesalinya seumur hidup, ini karma atas perbuatan gue dulu sama dia"
"Gue pamit ya bro, makasih banyak"
"Eh nak Adam sama nak Rey mau kemana???" tanya Adji melihat mereka sedang berjabat tangan
"Om, Tante kami mau pamit, ada urusan mendadak jadi kami harus kembali secepatnya" ucap Reyhan menyela
"Loh, wajah kamu kenapa Adam??" tanya Adji
"Jatuh om, saya pamit ya om, Tante, terima kasih,.maaf sudah merepotkan" ucap Adam lalu ia mencium punggung tangan Adji dan Lilis, mereka segera menuju mobil mereka dan meninggalkan Bandung
sepanjang perjalanan Adam hanya diam menatap kosong kedepan.
Reyhan yang paham suasana hati Adam hanya bisa diam seribu bahasa.
__ADS_1