
Kehidupan rumah tangga Kinar dan Dimas kini harmonis, Dimas juga sudah mulai menunjukkan perasaanya tanpa malu-malu, Kehamilan Kinar sudah menginjak lima bulan, membuat ia sudah mulai merasa kelelahan karena perutnya yang makin membesar, beruntungnya mual muntah Kinar sudah mereda, hanya terkadang ia masih merasa mual dan muntah terlebih jika ia mencium aroma yang tajam, namun tidak sering, Kinar mengatasi mual ya dengan memakan buah pear yang sedikit masam.
Siang ini Dimas tidak pulang untuk makan siang, ia sudah mengabarkan pada Kinar bahwa ia akan ada meeting sampai malam dan meminta Kinar untuk tidur dan jangan menunggunya, namun Dimas tak melepaskan pengawasannya dari istrinya, ia meminta asisten rumah tangga melaporkan keadaan rumah satu jam sekali, dan ia juga mengirim pesan singkat beberapa kali pada istrinya.
Karena jadwal hari ini begitu padat, ia sampai harus mandi di kantor untuk menghadiri meeting lain selepas jam pulang kantor.
Setelah meeting dengan seorang klien besar selesai, Dimas meminta Kelvin pulang lebih dulu.
"Kelvin, kau pulang saja lebih dahulu, besok kita akan ada meeting pagi-pagi sekali, pastikan semua berkas yang kita butuhkan besok siap.
Aku harus menemani Mr Kato makan malam"ucap Dimas menghela nafas pelan, ia sebenarnya enggan pergi, Dimas sudah sangat merindukan istrinya Kinar, namun kerjasamanya dengan Mr Kato adalah proyek besar bernilai triliunan dan sudah berlangsung beberapa tahun silam, Dimas tak mau hubungannya dengan Mr Kato kurang baik karena ia menolak permintaan kecil orang tersebut.
Setelah makan malam, ternyata Mr Kato malah mengajak Dimas ketempat karoke, ia sudah menolak dengan berbagai alasan, namun Mr Kato bersikukuh mengajak Dimas, akhirnya ia dengan terpaksa ikut, walau akhirnya Mr Kato membolehkan Dimas sebentar saja.
Mr Kato pria yang sudah menginjak usia kepala lima, namun ia pria yang sangat enerjik
Walau di usia yang tidak muda lagi, ternyata Mr Kato menyukai dikelilingi wanita cantik, Dimas hanya bisa menggelengkan kepala melihat kolega bisnisnya ini, Dimas tak mau berlama-lama berada di tempat ini, ia merasa tak nyaman.
Setelah meminum lemon tea pesanannya,
Dimas merasa tubuhnya terasa sangat panas, ia merasa sangat tidak nyaman, Dimas menduga lelaki tua itu sudah memberikan sesuatu pada minumannya, terlihat ia tersenyum-senyum memandang Dimas yang terlihat mulai tak bisa diam.
Sementara di depannya tanpa malu, Mr Kato sudah melancarkan aksinya pada wanita yang menemaninya, Dimas merasa malu dan jengah melihat hal itu.
__ADS_1
ia merasa seperti orang bodoh jika terus berada disana, Anehnya ia merasa libidonya tiba-tiba tinggi, Dimas segera bangkit dan berpamitan. jika saja orangtua itu bukan kolega penting, Dimas sudah menghadiahkannya bogem mentah, namun ia tak mau merusak kerjasama yang sudah ia bangun dengan Mr Kato, karena Mr Kato orang yang profesional jika menyangkut pekerjaan, di luar itu, baru hari ini Dimas melihat kebobrokan pria tua tersebut.
Dimas bangkit dengan tubuh terhuyung, pandangan matanya sedikit berkunang, ia berjalan sambil sedikit goyah, satu yang pasti ia harus segera keluar dari ruangan ini atau sesuatu yang buruk akan terjadi, di pikirannya hanya satu, ia harus melampiaskan hasratnya hanya pada Kinar, istrinya, sampai di lobby tempat hiburan malam, ia merasa kepalanya makin berat, seorang pelayan menghampirinya dan membantu Dimas berjalan, hingga mereka menabrak seorang wanita yang berjalan tergesa ke arah mereka
Bruuughhh
Tubuh Dimas terjatuh karena bertabrakan dengan wanita itu, lalu si pelayan mencoba membantu Dimas, alih-alih minta maaf wanita itu malah membentak si pelayan tersebut
"Kamu kalau jalan pakai mata, gak liat apa orang Segede gini main tabrak aja, sengaja ya kamu???" bentar wanita itu marah
Si pelayan yang sedang membantu Dimas berdiri, terus meminta maaf, ia tak mau memperpanjang masalah, walaupun wanita ini yang berjalan tergesa-gesa kearahnya
"Maaf, maaf kamu pikir dengan maaf bisa beres, sakit badan aku tertabrak pria mabuk ini"tunjuk wanita itu pada pria yang sudah berhasil berdiri kembali, namun tangan wanita tersebut tiba-tiba kaku dengan bola mata membulat sempurna, ia segera memegang wajah Dimas yang memerah
"Mas Dimas???, hei kamu apakan kekasihku" ucap wanita itu yang tak lain adalah Bella, ia terkejut melihat Dimas yang di papah
"Ah ya, bantu dia masuk ke dalam mobilku" ucap Bella, si pelayan membantu Bella membawa Dimas ke mobilnya, Bella menghubungi seseorang di ponselnya
"Hallo, maaf aku tak bisa datang, lain kali aku pasti akan menemanimu mabuk"ucap Bella singkat lalu mengakhiri panggilannya, ia memperhatikan Dimas yang wajahnya memerah, tiba-tiba Dimas memeluknya membuat Bella terpekik kaget
"Mas, mas Dimas, sadar" ucap Bella
Bella langsung menduga jika Dimas dalam pengaruh obat perangsang, namun dosisnya tinggi, sehingga ia setengah sadar
__ADS_1
"Astaga , siapa yang mengerjai mu mas, untung aku yang menemukanmu, kalau orang lain, kamu bisa melakukan itu dengan orang tersebut, pasti kamu tersiksa ya" ucap Bella membiarkan Dimas bersandar padanya, Bella melajukan kendaraannya, namun di dalam mobil, Dimas terus bergerilya di tubuhnya membuat Bella tak konsentrasi, ia akan sulit juga membawa Dimas ke apartemen atau hotel, bisa-bisa Dimas malah marah dan menudingnya jika ia sudah menjebaknya, Bella mengendarai mobilnya menuju jalan tol entah apa yang ia pikirkan, Bella mencari tempat yang sepi, ia tak tahu dimana lagi harus membawa Dimas yang sedang dalam pengaruh obat perangsang.amun itu adalah tempat yang memungkinkan, ia melirik jam di pergelangan tangannya sudah jam dua belas , artinya jalan tol sudah sepi karena Dimas sudah menyingkap pakaian bella.
Dimas sedang asik memainkan bukit kembar Bella membuat Bella mendesis, menjambak rambut Dimas, ia yang awalnya bisa tahan, karena perbuatan Dimas akhirnya jebol juga pertahannya, Dimas makin buas ******* bibir mungil Bella, lalu tangan satunya berusaha membuka pakaian dalam Bella, sedang rok mini Bella masih berada di tempatnya
Dengan sigap, Dimas mengangkat tubuh Bella, diatas pangkuannya, entah sejak kapan Dimas sudah tak memakai celananya, lalu mereka melakukan penyatuan, Bella sangat bahagia karena akhirnya ia bisa merasakan keperkasaan Dimas, pria yang kini ia cintai, Bella terus melenguh menikmati Hujaman Dimas, entah beberapa kali mereka melakukannya, hingga akhirnya mereka kelelahan.
Dimas terus memanggil nama istrinya membuat Bella sakit hati, namun ia tak perduli asal Dimas bisa jadi miliknya.
mereka tertidur di bangku masing-masing.
Dimas merasa kepalanya pening, ia membuka matanya perlahan dan terkejut melihat Bella yang tertidur di kursi supir tanpa pakaian, tubuhnya yang putih mulus penuh dengan bekas kecupan, Dimas frustasi, ia tak tahu apa yang terjadi, satu yang ia yakini, ia sudah berhubungan badan dengan Bella, namun bagaimana bisa ada Bella? yang ia ingat terakhir kali, ia dijebak Mr Kato, lalu berusaha kembali.
Dimas segera memakai pakaiannya lagi, ia menutupi tubuh Bella dengan jas nya
Dimas membuka dashboard mobil dan menemukan rokok yang biasa Bella hisap, tanpa ragu ia mengambilnya dan menyalahkannya.
Dimas berjalan mondar mandir, kini rumah tangganya diambang kehancuran karena kesalahannya.
Ia ingat jika semala ia menikmati namun ia mengira ia sedang melakukannya dengan Kinar istrinya, karena dalam pandangannya hanya wajah Kinar, namun kenyataanya adalah Bella.
Bagaiman Dimas bisa mempertanggung jawabkan kesalahannya, apa yang harus ia lakukan??? Dimas merasa telah mengkhianati Kinar, ia merasa sangat bersalah.
Bella menggeliat, ia membuka matanya perlahan, tubuhnya terasa sakit semua, Dimas sangat brutal menggagahinya semalam walau mereka didalam mobil.
__ADS_1
"Bella aku ingin kamu katakan yang sejujurnya, bagaimana aku bisa berakhir denganmu" ucap Dimas begitu masuk ke dalam mobil
Bella yang baru terbangun dari tidurnya sedikit terkejut, ia mengeratkan jas untuk menutupi tubuhnya, Bella bisa melihat api kemarahan di mata Dimas