Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Terjebak Masa Lalu


__ADS_3

"Ma..mas Dimas??"ucap Bella terkejut menyilang kan kedua tangannya di dadanya, sadar jika kondisinya sekarang tak berpakaian, wajah Bella langsung merona merah karena malu,


Sementara Dimas buru-buru membelakangi Bella yang masih berdiri disana


”Maaf" ucap Bella kemudian berlari masuk ke dalam kamar.


Tak selang beberapa saat kemudian Bella keluar sudah berpakaian santai, celana pendek dengan kaus oblong, wajahnya yang biasa selalu bermake-up kini polos, namun tidak mengurangi kecantikannya, baru pertama kali Dimas melihat wajah polos Bella.


Dimas terpana sejenak, lalu kemudian ia berusaha senormal mungkin


"Makan dulu, aku mau pulang.


Sebaiknya secepatnya kamu mendapat pekerjaan, aku tak mau istriku salah paham dan berfikiran aku memiliki simpanan wanita lain” ucap Dimas bangkit


"Apa kamu mencintai istrimu??" tanya Bella memberanikan diri, membuat langkah dima terhenti, Dimas terdiam dan berfikir sejenak, ia juga tak tahu apakah ia mencintai Kinar atau hanya rasa sayang, namun kini perasaanya sedang kacao karena kehamilan Kinar yang masih menyisakan ragu di hati Dimas.


"Itu bukan urusanmu,"ucap Dimas melanjutkan langkahnya meninggalkan apartemen itu


sementara Bella menatap punggung mantan kekasihnya yang menjauh, tersubgging senyum licik di bibir Bella


"Aku tahu mas kamu masih punya rasa padaku dan dengan wanita itu, aku sangat yakin kamu blm mencintainya" ucap Bella lirih


Bella mendekati meja ruang tamu lalu membuka bungkusan di plastik hitam, Dimas membelikannya nasi goreng cumi asin kesukaannya, Dimas tidak pernah melupakannya, terbukti makanan kegemarannya pun Dimas tak lupa.

__ADS_1


Dengan semangat Bella memakan nasi goreng tersebut, ia makan dengan lahap nya sambil menangis, bahagia campur sedih jadi satu.


bahagia karena Dimas masih perduli padanya dan sedih karena ia merasa sangat bodoh melepas lelaki yang sempurna seperti Dimas.


Sementara Dimas masih berada di parkiran apartemen. Dimas menyalahkan rokoknya, ia menatap gedung apartemennya, lalu menghela nafas, memejamkan matanya sejenak.


"Apakah aku salah jika hanya ingin membantu Bella? Aku harap keputusanku hari ini tidak merusak rumah tanggaku, bagaimanapun aku mulai menyayangi Kinar dan aku tak mau rumah tanggaku hancur.


setelah anak itu lahir, aku akan memastikan apakah anak itu anakku atau bukan, dan saat itu, aku akan mutuskan apa yang akan aku lakukan pada Kinar.


Dimas membuang puntung rokok, menyalahkan starter mobil , melajukan kendaraannya meninggalkan apartemen tersebut menuju rumah.


Sesampainya di rumah, terlihat Kinar sedang menyirami tanaman, ada rasa bersalah di hati Dimas karena ia membiarkan Bella tinggal di apartemen nya.


Dengan cekatan Kinar mengambil jas Dimas, meletakkannya di cucian kotor, ia lalu masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air untuk Dimas mandi.


Dimas memandangi istrinya yang Sholeha itu, ada rasa bersyukur karena Kinar lah yang menjadi istri pengganti saat Bella pergi, istri yang tahu bagaimana memperlakukan suaminya dan melayaninya sepenuh hati. Kinar wanita yang sempurna.


"Mas airnya sudah siap, mas mandi dulu sana biar sehat"ucap Kinar lembut


Dimas hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamar mandi, tak lama kemudian terdengar suara shower di nyalakan.


Kinar menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.

__ADS_1


Kinar menatap bayangan wajahnya di cermin, sudah beberapa hari ini nafsu makannya hilang, ia sangat ingin sekali makan gudeg, tapi dimana??? gak mungkin kan ia harus ke Jogja, secara kehamilan membuatnya tidak nyaman bepergian jauh.


"Mas Dimas sepertinya sedikit berubah padaku, atau hanya perasaanku saja ya??? kini ia irit sekali bicara.


ah mungkin hanya perasaanku saja, kata orang jika hamil emosi tidak stabil, semoga mood ku tidak naik turun"gumam Kinar lalu keluar dari kamarnya menuju dapur, ia ingin mempersiapkan masakan untuk makan malam mereka.


Rupanya Mariska sudah berkutat di dapur, wajahnya di penuhi keringat.


”Ma, mama ngapain? " tanya Kinar mendekati mama mertuanya


"Ini mama lagi buat garang asam ayam, kamu kan suka, mama perhatikan kamu lagi susah makan" ucap Mariska penuh perhatian


"Makasih ma,” ucap Kinar memeluk Mariska dari belakang


"Sudah cepat duduk sana, tadi siang kamu gak makan kata si mba, jadi sekarang kalau kamu gak makan pakai nasi ga apa, sebentar lagi makan malam.


mama gak mau cucu mama kelaparan di dalam sana" ucap Mariska membelai purut rata Kinar


"Kinar bantu ma"


"Sudah, sana duduk. ini sudah selesai" ucap Mariska membawa piring berisi satu bungkus daun pisang diatasnya, Mariska membuka nya dan semerbak aroma wangi, sungguh menggoda selera


"Mama gak makan juga?" tanya Kinar yang melihat Mariska duduk di sampingnya sambil memperhatikannya

__ADS_1


"Mama sudah kenyang, sudah cepat makan"ucap Mariska menyangga dagunya di meja, ia terlihat senang sekali melihat mantunya itu menyukai masakannya.


__ADS_2