Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Berita Bahagia


__ADS_3

Dimas apa yang kamu lakukan pada Kinar? mengapa mantu mama sampai pakai kursi roda?? apa yang terjadi????”cerocos Mariska khawatir


",Ma,Kinar gak apa-apa” ucap Kinar tersenyum canggung


"Gak apa-apa gimana??? pantes kamu ya Dimas, setiap mama telepon selalu ada saja alasan kamu bilang Kinar mandi lah apa lah” ucap Mariska marah


”Maa...." Dimas ingin menjelaskan, namun mamanya langsung memotong ucapan Dimas


" Mama sangat kecewa sama kamu" ucap Mariska membuat Dimas yang membuka mulutnya, kembali mengatupkan lagi rahangnya, ia tahu sifat mamanya, semakin di bantah semakin dia marah.


"Ma, Kinar benar tak apa-apa, Kinar hanya sedikit mabuk selama perjalanan” ucap Kinar tersipu malu


"Astaga sayang, mama sangat khawatir, apa benar hanya mabuk??? kenapa kamu sampai pakai kursi roda? apa kamu mabuk parah?" ucap Mariska melembut


"Iya mas, Kinar mual muntah, ditambah perjalanan jauh jadi Kinar kelelahan" ucap Kinar tersenyum


"Mual muntah??, ternyata kamu mabuk udara ya, ah mual muntah??? apa, apa????” Mariska tidak meneruskan ucapannya, ia menatap wajah Kinar yang tersenyum sambil mengangguk


"Benarkah???” tanya Mariska lagi, membuat Dimas bagai dalam kuis, tak mengerti apa yang sedang di kodekan oleh mama dan istrinya


Tiba-tiba Mariska berteriak dan memeluk mantunya membuat sebelah alis Dimas naik, sungguh keduanya sangat kompak membuat Dimas bingung


"Ayo, ayo pulang, kamu sedang mau makan apa??? katakan mama akan masakan" ucap Mariska antusias, dalam hati Mariska sangat senang, jika tak malu dengan usianya, Mariska rasanya ingin meloncat kegirangan, namun ia tak mau hilang wibawa di depan anak dan mantunya


"Terima kasih ya Allah, engkau telah meniupkan ruh dalam rahim mantuku, semoga dengan adanya anak ini membuat anak hamba makin menyayangi Kinar" gumam Mariska dalam hati.


"Kinar mau makan kepiting saus Padang ma” ucap Kinar malu-malu


"Baik, baik, mama akan masakan" ucap Mariska langsung menelpon orang rumah untuk membeli bahan sekaligus kepiting fresh untuk mantunya tersayang

__ADS_1


Dimas hanya menggeleng dan menghela nafas.


Keduanya seakan mengabaikan keberadaannya


Mariska tersenyum dan menepuk punggung putranya, ia gengsi untuk mengucapkan maaf karena salah paham, sebenarnya itu luapan kekesalannya tempo hari karena sulit sekali berbicara dengan Kinar.


Sesampainya di dalam mobil, Dimas duduk di bangku sebelah supir, sementara mamanya sudah menawan istrinya duduk di bangku penumpang, terlihat keduanya sedang berbincang santai, menanyakan tentang bulan madu mereka.


Dimas memasang kupingnya baik-baik, ia khawatir Kinar akan mengatakan kebenaran jika dua Minggu sebelumnya ia pernah di tinggalkan begitu saja di restoran saat makan malam, namun sepanjang yang Dimas dengar, Kinar pandai mengarang cerita walau selebihnya adalah kebenaran. Dimas menghela nafas lega.


Sesampainya di rumah, Mariska menuntun Kinar menuju kamarnya, ia takut jika Kinar terjatuh, seolah Kinar adalah benda yang mudah retak, mereka berjalan perlahan.


Kinar merasa sangat canggung, berita kehamilannya


membuat mertuanya sangat bahagia sekaligus menjadi over protective padanya.


Setelah mengantar Kinar dan berbicara panjang lebar dengan Dimas di depan kamar, Mariska langsung menuju kamarnya untuk mengganti bajunya dan bersiap memasak kepiting saus Padang permintaan Kinar.


Kinar bangkit dari tempat tidur, ia berjalan menuju kamar mandi, dengen segera Dimas mengikuti Kinar dari belakang


"Mas mau apa??? aku mau mandi dulu, tubuhku lengket" ucap Kinar bingung melihat suaminya ikutan masuk ke kamar mandi.


Walaupun mereka pernah mandi bareng, namun saat ini mereka sedang kelelahan, tidak mungkin kan suaminya meminta jatah???


terlebih Kinar kini sedang hamil muda, dokter menyarankan Dimas puasa dulu karena kandungan Kinar yang lemah, dan juga Kinar merasa malu jika harus mandi bareng walau mereka sudah menikah dan pernah melakukannya.


"Aku hanya menjalankan apa yang mama perintahkan.


Aku tak mau kena omel mama lagi karena takut kamu kenapa-napa.

__ADS_1


Nanti aku juga yang kena imbasnya" desah Dimas tak senang


"Mas, aku bisa mandi sendiri tanpa kamu awasi.


Aku bukan anak kecil mas, aku akan berhati-hati" ucap Kinar


"Terserahlah, aku sudah menjalankan apa yang mama minta, tapi kamu sendiri yang tidak mau, jadi jangan salahkan aku jika kamu terjatuh dan kenapa-napa dengan anak dalam kandungan mu" ucap Dimas cuek lalu kembali keluar, ia merebahkan tubuhnya di kasur


Kinar hanya menggeleng melihat kelakuan suaminya, ia sungguh tak mengerti jalan pikiran Dimas.


Terakhir kali saat mengetahui ia hamil, Dimas hanya dengan wajah murah dan terkejut, seolah mendengar berita duka, sekarang seperti ini...


"Ya Robb, berikan hamba kesabaran, Hamba mohon, lunakanlah hati suami hamba" ucap Kinar mendesah pelan.


Kinar mengisi bathtube lalu masuk kedalamnya, tak lupa ia mebubuhkan aroma teraphy dan memasang lilin aroma teraphy agar lebih relax.


Satu jam kemudian Kinar keluar dari kamar mandi, ia melihat Dimas melepaskan jaketnya dan sepatunya kesembarang arah. Kinar berjalan memunguti semuanya, lalu meletakkannya di tempatnya, sedang pakaian kotor mereka ia taruh di tempat cucian kotor, Kinar langsung berpakaian, setelah itu ia menghampiri suaminya, Dimas nampak sudah tertidur pulas, Kinar membuka kaus kakinya dan membangunkan Dimas pelan, namun Dimas hanya menggumam pelan dengan psosisi masih memejamkan mata.


Kinar tersenyum dan membelai kepala suaminya


"Aku harap kehadiran buah hati kita bisa membuatmu mencintaiku mas, tapi nyatanya kamu malah makin menjauh, aku kecewa mas.


Tapi aku tak pernah menyesal hamil anakmu.


Aku akan merawatnya dan membesarkannya dengan atau tanpa kamu, anak ini simbol cintaku padamu, percaya atau tidak, aku mencintaimu" ucap Kianr mengecup puncak kepala Dimas, lalu berbaring di samping suaminya menatap lekat wajah pria yang akan menjadi ayah anaknya, pria yang amat ia cintai, walau Dimas sudah menyakitinya sebegitu dalam, namun rasa cintanya membuat ia bisa memaafkan Dimas.


Karena kelelahan akhirnya Kinar tertidur, sepasang mata did epannya kemudian terbuka lebar, rupanya Dimas sudah terbangun tepat saat Kinar mengungkapkan perasaanya, ada kegetiran terasa dinhati Dimas, bagaimana Dimas tidak mempercayai Kinar bahwa anak itu adalah anaknya??? Dimas tahu dengan jelas Kinar sangat setia, namun kecemburuan membutakan matanya.


Dimas membelai wajah pucat istrinya, sejak kehamilannya Kinar jadi susah makan, terkadang hanya makan sesuap nasi lalu ia muntahkan kembali.

__ADS_1


Namun kemudian ia makan kembli dan keluar kembali, Dimas melihat tekad dalam diri Kianr, Kinar tak mau anaknya kelaparan dalam kandungannya karena ia mengalami morning sick parah


__ADS_2