Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Nekad


__ADS_3

Dian kini sudah berada di kamar Mariska, ia meletakkan teh hangat di meja , lalu Mariska memintanya duduk di sofa yang berada di depannya


"Dian. Saya mau bertanya sedikit padamu nak.


Karena kamu ikut dengan anak saya, kamu pasti tahu apa yang terjadi dalam rumah ini" ucap Mariska lembut


Dian terlihat bingung harus mengatakan apa, ia membuka mulutnya kemudian menutupnya lagi, ia takut apa yang ia ucapkan salah


"Apa kamu sayang dengan Kinar??? saya hanya ingin membantu menantu saya dan ingin tahu apa yang terjadi. Melihat keadaanya saat ini saya merasa sedih, bisakah kamu membantu saya menceritakan semuanya???"


"Itu Bu, waktu itu Bu Bella pernah datang ke rumah pura-pura berteman dengan mba Kinar, beberapa waktu kemudian ternyata Bu Kinar tahu jika pak Dimas sudah menikahi Bu Bella saat mba kinar di rawat karena kehamilannya.


Itu terjadi ketika ibu masih koma, mba Kinar kekurangan cairan karena mual muntah hebat yang di sebabkan kehamilannya, lalu setelah itu mba Kinar menghilang seharian dan kembali malam harinya.


Ketika kembali wajah mba Kinar sedih dan tertekan bahkan matanya sembab karena terlalu banyak menangis,


Pak Dimas mencari mba Kinar namun tidka ketemu, trus dia emosi memecahkan kaca sampai tangannya terluka, saat mba kinar pulang, ia merawat luka pak Dimas tanpa berkata apa-apa, namun terlihat sekali perasaanya yang hancur berkeping-keping karena pengkhianatan pak Dimas,


Tapi besoknya pak Dimas pergi, bukan menjelaskan ke mba Kinar, pak Dimas malah menemui Bu Bella, kemudian Bu Bella menelpon mba kinar untuk memanas-manasi, ia sengaja video call dan menampilkan pak Dimas yang tidur di sisinya, lalu...." Dian tak meneruskan ucapannya, ia menyeka air matanya, kini ia sesegukan.


"Lalu Kinar jatuh??? dan keguguran?" tanya Mariska menebak dengan mimik tegang, ia tak mau dugaanya benar. namun melihat Dian mengangguk pelan, hati Mariska hancur.


Awalnya ia ingin meminta Kinar membatalkan tuntutan cerainya, namun saat ini Mariska merasa tak berdaya, anaknya kembali membuat sebuah kesalahan fatal, jika ia di posisi Kinar, ia pasti juga akan melakukan hal yang sama.


Kesengsaraan Kinar berawal dari dirinya, yang memangsa Kinar menikahi putranya, harusnya ia membantu Kinar tanpa pamrih, toh Kinar sudah dua kali menyelamatkan dirinya, uang yang ia berikan bukan berarti apa-apa buat dirinya yang memiliki harta melimpah. tapi justru ia picik dan memanfaatkan kesulitan Kinar.


Sayang?? justru sikap Marikaa menunjukkan keegoisannya bukan sayang.


"Ya Allah, ini semua karena salahku, harusnya aku langsung membereskan wanita itu. Harusnya aku tak memaksa Kinar menikahi putraku yang kurang ajar dan bodoh itu, harusnya...."ucap Mariska bergumam sendiri lalu i menangis , mengigit bibir bawahnya agar tak bersuara.


Sebagai sesama wanita ia memahami apa yang sedang di rasakan Kinar. Sebagi seorang ibu dia gagal,


"Kamu boleh keluar, tolong panggilkan Kinar ya" ucap Mariska berusaha tegar, ia menghapus air matanya, memejamkan matanya sejenak lalu menarik nafas panjang.


Mariska meminum teh hangat yang di bawakan Dian, teh yang terasa manis namun bagi Mariska pahit, sepahit kenyataan yang ia dapati.


Ia merasa frustasi, ternyata selama ia tak sadarkan diri terlalu banyak yang terjadi, ia menyesali keputusannya tidak memberitahu Dimas dari awal, dan anaknya kembali membuat kesalahan dengan wanita yang sama.


Yang fatalnya ia menyeret Kinar dalam lingkaran kebodohan Dimas.


Tok Tok Tok


"Maaa" Suara Kinar di balik pintu


”Masuklah sayang" ucap Mariska parau, hatinya bergejolak, namun ia berusaha tetap tenang

__ADS_1


"Mama memanggilku?" tanya Kinar begitu masuk kedalam kamar Mariska


"Duduk sini dekat mama, ada yang mama mau bicarakan padamu" ucap Mariska


Kinar menurut, ia lalu duduk di samping Mariska


"Maafkan mama ya nak, maafkan mama yang egois ini.


Mama tidka tahu begitu berat penderitaan mu menikah dengan Dimas, maafkan mama yang egois ini.


Mama hanya berfikiran untuk menjadikanmu anak mama, tanpa berfikir bagaimana nasibmu, mama..."


"Ma, apa yang sudah terjadi Kinar Ikhlas.


Kinar tak pernah menyesalinya ma, Kinar bahagia punya mama mertua seperti mama" ucap Kinar memotong ucapan Mariska


"Mama yang terllau bodoh berfikir akan bisa menyelesaikan semua, mama tahu Bella hamil, namun mama juga tahu itu bukan anak Dimas" ucap Mariska


"Maksud mama, mama punya bukti jika itu bukan anak mas Dimas???" tanya Kinar tak percaya,


Mariska mengangguk pelan


Saat sebelum kecelakaan, mama yang sudah mendapatkan bukti, ingin memperingati Bella terkahir kali dengan bukti di tangan mama, namun wanita itu merampas bukti mama hingga mama kehilangan keseimbangan dan... Sisanya kamu tahu sendiri"


"Jadi kecelakaan itu???” Kinar shock, ia tak menyangka sama sekali bahwa Bea terlibat di dalamnya


"Astaghfirullah mama" Kinar sontak memeluk mama mertuanya, ia tak tahu jika musibah itu karena Bella.


"Mama tahu kamu sudah mengajukan cerai dengan Dimas, dan mama serahkan keputusan itu padamu, mama tak akan menentangnya nak.


Awalnya sebelum mama tahu semua kebenaranya, mama ingin kamu rujuk, namun melihat penderitaan mu, mama mendukung semua keputusanmu" ucap Mariska mantab, ia tak mau melihat Kinar lebih menderita lagi.


"Ma, maafkan Kinar , Kinar sudah berusaha, namun rasanya kini saatnya Kinar menyerah" ucap Kinar menundukkan kepala


"Angkat kepalamu nak, bukan salahmu, tapi ini salah Dimas dan dia harus menerima konsekuensi dari perbuatannya"


"Apa bisa setelah cerai kamu masih menganggap mamamu??" tanya Mariska lirih, ia tahu permintaannya sangat tak etis, namun ia sudah terlanjut menyayangi Kinar seperti putrinya sendiri


"Ma, walau Kinar telah bercerai, mama tetap mama Kinar, tak ada namanya mantan mama" ucap Kinar tersenyum lebar, mencoba menghibur Mariska dan dirinya sendiri


"Terima kasih nak, terima kasih.


Mama tahu ini keputusan yang sulit untukmu, karena mama yakin kamu mencintai Dimas"


Kinar tak menjawab, ia mengigit bibirnya

__ADS_1


"Sekalipun aku mencintai dia, Dia tak akan pernah mencintaiku ma. Jika ia mencintaiku, ia tak akan pernah tega menyakitiku walau sedikit saja.


Aku ikhlas melepaskannya bahagia dengan wanita yang ia cintai, aku sudah bulat ingin menceraikannya ma,”


Braaalkk


Pintu kamar Mariska di dobrak Dimas, rupanya Dimas mendengar ucapan Kinar dari luar


"Sayang, aku sungguh mencintaimu, aku khilaf sayang, aku sungguh-sungguh mencintaimu, please beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Dimas mencoba meraih tangan Kinar, namun wajah Kinar datar, hanya air mata yang menetes di pipinya


Dimas bersimpuh di kaki Kinar, membuat Kinar terkejut dan bangkit, ia menjauh dari Dimas, bagaimana ia merendahkan dirinya di depan mamanya dengan bersimpuh di kakinya???


"Mas, lepaskan aku, aku hanya ingin bebas mas"


"Enggak Kinar, aku gak bisa hidup tanpamu, aku akan menebus semua kesalahanku, aku mohon padamu.


aku mohon sayang, aku bersedia melakukan apapun demi kamu.


Dua bulan, ya dua bulan beri aku waktu dua bulan untuk membuktikan cintaku padamu, aku mohon.


Mama bantu aku ma, aku tak mau kehilangan Kinar ma.


aku sungguh mencintai Kinar" ucap Dimas seperti orang gila mengguncang-guncang tubuh mamanya, namun mariska memilih memalingkan muka, air mata membanjiri wajah tuanya


Dimas membenturkan kepalanya ke lantai sebagi kesungguhan perkataan maafnya, membuat Kinar terpekik dan langsung menghampiri Dimas, darah segar keluar dari kepala Dimas, ia tersenyum senang Kinar masih perduli padanya, rasa sakit di kepalanya tak seberapa di banding harus kehilangan Kinar


"Mas, hentikan, hentikan mas, jangan menyiksaku seperti ini huhuhu


Aku Memaafkanmu mas, jauh sebelum kamu meminta maaf"


"Aku mencintai kamu sayang, apa kamu masih meragukan perasaanku??" tanya Dimas menangkup wajah Kinar. Kinar menggeleng , ia percaya Dimas mencintainya, tapi....


Beri aku kesempatan sekali saja, aku ...."


"Mas kit obati kepalamu ya"


"Aku tak perduli, jawab aku, apa kita bisa mencoba lagi?? aku akan menjadi suami yang terbaik bagimu, bahkan nyawa aku rela, aku sungguh mencintai kamu sayang, aku tahu kamu mencintaiku," Dimas menatap wajah istrinya,Kinar masih menangis, membuang pandangannya ke arah lain, ia tak mau Dimas tahu betapa besar cintanya pada lelaki itu


"Apa aku harus bunuh diri agar kamu percaya bahwa aku menyes.dan sangat mencintaimu???" lirih Dimas, membuat Kinar langsung menatap Dimas, melihat netra hitam suaminya yang penuh penyesalan


"Aku percaya mas, aku percaya" tangis Kinar, mereka berpelukan di depan Mariska.


Mariska hanya bisa menghapus air matanya, ada rasa senang dan sedih


Namun di balik tembok, seorang wanita yang tak lain Bela di liputi perasaan marah, ia benci mendengar Dimas mencintai Kinar, ia benci kalah dengan wanita kampung itu, ia benci pria yang ia cintai di rebut darinya, walau kenyataanya Dimas memang telah lama bukan miliknya, namun keegoisan membutakan matanya.

__ADS_1


Sifat manja dan semaunya sendiri yang tertanam dalam dirinya, membuatnya menolak kalah. Bea selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, walau sekalipun terkadang ia dapatkan dengan cara gila.


__ADS_2