Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Introgasi


__ADS_3

"BERHENTIIIIII!!!!!!!!"


Suara Gilang yang penuh kemarahan membuat semua orang langsung diam membeku, tak terkecuali Miko yang terkejut melihat papanya dengan muka marah dan berkacak pinggang menatapnya tajam


"Pa...papa" ucap Miko dan Amanda lirih terkejut melihat papa mereka sudah berdiri di dekat mereka dengan wajah murka


"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini??? apa kalian sudah gila?????" teriak Gilang penuh emosi


"Amanda kau calon pengantin apa yang lakukan malam-malam begini di luar dan kau Miko, apa kau preman??? kenapa kau pukuli pria itu seperti kesetanan.


Masuuukkk!!!!!!!" Suara Gilang penuh emosi, ia tak habis pikir dengan tingkah laku anak-anaknya, baik Amanda maupun Miko, yang lebih membuatnya kecewa, Miko putra sulungnya bersikap seperti preman main hakim sendiri, ia menatap kasian pada Adam yang babak belur hingga tubuhnya akhirnya ambruk ke tanah


Amanda yang sudah berjalan agak jauh, menoleh karena mendengar Badrun terpekik tertahan melihat Adam yang ambruk, sontak Amanda berbalik arah, berlari ke arah Adam, Miko berusaha menghentikan adiknya, ia menarik tangan Amanda, namun dengan kesal Amanda menghempaskan ya


"Amanda, buat apa kamu peduli dengan pria itu, dia pria yang sudah menyakitimu. Apa kau sudah lupa????" ucap Miko kesal dengan sikap adiknya itu


"Mas Adaaammm, huhuhu, bangun mas, bangun.


kenapa jadi begini mas" teriak Amanda sambil menangis.


Gilang yang melihat putrinya begitu terpukul dengan keadaan pria itu di liputi pertanyaan besar, siapa sebenarnya pria itu??? mengapa putrinya terlihat sangat sedih melihat keadaan pria tersebut???


"Badrun, angkat pria itu masuk ke dalam, dan Manda telepon dokter Haris minta beliau untuk datang ke rumah" ucap Gilang langsung berjalan masuk ke dalam rumah


"Pa, papa ada apa ini, kemana Amanda???" tanya Sinta celingak celinguk karena melihat suaminya kembali masuk namun dengan wajah marah


Gilang tak menjawab pertanyaan istrinya, ia hany menoleh kebelakang, lalu menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya kesal.


ia menduga bahwa putrinya memiliki hubungan special dengan pria itu, karena melihat reaksi Amanda yang menangis tersedu-sedu sambil menggenggam tangan pria asing itu.


Kini Gilang duduk dengan wajah tanpa ekspresi, rahangnya mengeras mengadakan hatinya yang sedang marah, Sinta yang bingung dengan situasi yang terjadi, hanya mengekor suaminya lalu duduk di samping Gilang setelah mengambilkan air putih untuk menurunkan emosi Gilang.


"Duduk!!!!!" bentaknya membuat semua orang langsung duduk tanpa membantah, tak terkecuali Badrun yang dengan polos duduk di lantai


"Pak Badrun, bapak kembali ke pos saja, biar kami menyelesaikan urusan kami" ucap Gilang berusaha menahan amarahnya, karena Gilang tahu Badrun terlalu lugu dan tak bersalah untuk di bentak.


Setelah Badrun meninggalkan ruangan tersebut, kini tinggal Sinta, Amanda dan Miko.


Gilang memindai satu persatu wajah anaknya, namun keduanya makin menundukkan kepalanya takut


Walau takut,. Amanda terlihat masih menangis sambil Menggenggam tangan Adam erat, seolah tak rela ia lepaskan

__ADS_1


"Apa tanganmu ada lem nya Manda??? tidakkah kamu malu pada dirimu sendiri????


kamu sebentar lagi akan menikah Amanda, pantaskah kamu masih Menggenggam tangan pria lain seperti itu????” tanya Gilang dengan suara dingin membuat Amanda dengan gugup melepaskan genggaman tangannya dari Adam


"Maaf pa, ma" ucap Amanda lirih


"Apa tidak ada yang mau menjelaskan pada mama, siapa pria ini??? mengapa wajah Miko terluka???" teriak Sinta kesal karena merasa diabaikan


"Apa kalian tak mu menjelaskan pada papa???Apa papa perlu bertanya pada pria itu????” bentak Gilang sudah tak bisa menutupi emosinya, ia sampai membanting vas bunga di sampingnya hingga Sinta terkejut, sementra Amanda mulai menangis tersedu-sedu.


Miko memejamkan matanya, ia tak mau melawan papanya, ia tahu jika apa yang ia lakukan salah.


" Pria itu datang untuk menemui Amanda" ucap Miko lirih


Alis Gilang naik, ia masih belum puas dengan jawaban Miko


"Maksud kamu apa Miko???" bentak Sinta tak sabaran


"Ma, diam" ucapan Gilang lirih namun Sinta dapat merasakan tekanan dalam ucapan suaminya, Sinta langsung menutup rapat mulupnya, hilang keberaniannya untuk bertanya


"Dia pria yang Amanda cintai, ketika ia di Paris, tapi pria itu tidak pernah mencintai Amanda.


Alasan itulah kenapa ia kembali ke tanah air dan menerima perjodohan yang papa ajukan" ucap Miko lirih


"Apa kamu tahu jika pria itu kesini???" tanya Gilang


"Iiya" ucap Amanda terbanta-bantah


"Lalu kamu mau menemuinya??? apa kamu masih mencintai pria itu Amanda Juita Pratama???” tanya Gilang, kesal


"Maaf pa,"


"Maaf apa??? apa kamu maish mencintai pria itu??? Amanda kamu sendiri yang menyetujui perjodohan ini, kami tidak pernah memaksamu.


Dan sekarang kamu mau membatalkan pernikahan kamu setelab prianitu datang??? apa kamu pernah memikirkan bagaimana orangtuamu?? apa kamu mau membuat kami mati karena malu Amanda ????" kini suara Gilang menggelegar, ia sudah tak bisa menutupi kecewanya pada kedua anaknya


Amanda langsung bersimpuh di kaki Gilang tangisnya makin kencang


"Papa, maaf papa, Manda gak akan melakukan itu, mafkan manda pa, tolong tarik kembali ucapan papa.


Manda akan menuruti semua perkataan papa dan mama, maafkan Manda huhuhu"

__ADS_1


"Pa..." sintabyang tak tega melihat putrinya ketakutan merasa terenyuh


"Kau urus anak gadismu yang tak tahu malu itu.


Dan kamu Miko, mulai besok papa akan melarang mu mengajar taekwondo ataupun pergi keluar setelah pulang kantor.


papa gak perduli jika kamu tak suka diatur papa karena sudah dewasa, jika kamu mengaku sudah dewasa, pakai otakmu, jangan kau taruh di dengkul.


Kalau pria itu sampai lewat, apa kau mau mendekam di penjara??? apa kau pikir kami masih bisa hidup melihat itu semua???? bodoh" bentak Gilang lalu bangkit dan masuk ke ruang kerja, Gilang sampai membanting pintu ruang kerjanya karena sangat emosi.


Sinta hanya bisa menghela nafas, ia tak mau membela anaknya karena memang mereka bersalah.


Amanda ayo masuk ke kamar" ucap Sinta menuntun tangan Amanda yang lemah.


"Kamu.... tunggu dokter Haris dan obati pemuda itu.


Mama tidak mau tahu, pastikan kondisinya membaik.


Siapkan ruang tamu untuk orang itu, sisanya besok kita bahas.


Ingat Miko, mama sangat kecewa sama kamu" ucap Sinta menggeleng pelan tak habis mengerti tindakan ektrem Miko, yang Sinta tahu Miko awalnya mungkin mau membalas sakit hati Amanda, namun itu masalah hati, siapa yang bisa mengaturnya????


Tak lama setelah Sinta masuk ke kamar Amanda, dokter Haris datang, ia terlihat terkejut melihat pria yang tergeletak tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka


"Dokter Adam????" ucap Haris lalu langsung memeriksa Adam tanpa menghiraukan Miko, Miko hanya menaikan sebelah alisnya tanpa mau bertanya.


Setelah di obati, Adam lalu di bawa istirahat di ruang tamu, sementara dokter Haris sudah pergi dari kediaman Gilang.


Sementara di kediaman Adji , Reyhan tak bisa memejamkan mata, ia berjalan mondar- mandir menunggu kedatangan Adam, ini sudah jam tiga malam, dan Adam belum kembali.


Reyhan mengutuk dirinya yang ceroboh mendorong Adam pergi saat hari sudah larut malam


"Rey loe belum tidur???" tanya Wawan yang sedang mengambil air minum Karena haus


"Itu, gue...


"Katakan.....!!!!" ucap Wawan langsung merasa ada yang tak beres dengan sahabatnya ini


"Adam belum kembali"


"Jangan loe bilang kalau Adam kerumah Manda" ucap Wawan menatap sahabatnya dan ia melihat Reyhan yang serba salah

__ADS_1


"Ya ,Allah Reyhan, loe tahu gak kalau kakak Amanda itu guru taekwondo, gue harap Adam masih punya nyawa cadangan kalo sampai ketemu Miko!!!!" pekik Wawan membuat Reyhan langsung menelan Saliva nya susah.


Adam dalam bahaya!!!!!!


__ADS_2