Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Restu


__ADS_3

Kinar meminta michy meneruskan tidurnya, ia ingin kembali kerumah terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya.


Sejak kemarin Kinar tak mengganti pakaiannya, selain ingin mengganti pakaiannya, ia juga harus pamit langsung pada kedua orangtuanya.


Kinar tahu mereka mengkhawatirkannya.


Setelah berpamitan Kinar langsung melajukan kendaraanya pulang ke kediaman Ridwan, di teras rumah terlihat Anggi yang menunggunya dan juga Satria yang sedang berolah raga.


Kedua orangtuanya tak pernah berubah selalu memperhatikan dan mengkhawatirkan walau ia sudah dewasa


"Assalamu'alaikum pa, ma"


"Wa'alaikum salam sayang, bagaimana keadaan Freya???" tanya Anggi Menggenggam tangan Kinar


"Susah lebih baik ma, dia masih tidur waktu Kinar meninggalkan nua.


Kinar mau mandi dan ganti pakaian, lalu kembali lagi ke rumah sakit, Apa mama dan papa tidak keberatan???


"Enggak dong sayang,, kenapa harus keberatan.


Mama senang kok kamu bisa bersikap seperti seorang ibu, itung-itung belajar jadi seorang ibu" goda Anggi pada putri sulungnya


"Mama apaan sih, rese deh"


"Tumben anak papa malu gitu??? mama mu benar tuh sayang" ucap Satria menimpali membuat wajah Kinar kian merona


"Oh ya sayang, Freya begini karena adikmu. Siang nanti kami mau menjenguknya"


"Ma, Freya hanya takut aku tidak menyayanginya"


"Itu karena dia menyayangimu nak,


Anak kecil tak akan bersuara dengan perasaanya.


Freya merasa nyaman di dekatmu" Ucap Anggi di balas anggukan Kinar


"Aku juga menyayanginya mas, sejak pertama melihatnya, dia gadis kecil yang malang"


"Mama tahu, cepat kamu mandi dan ganti pakaian, mam kaan siapkan nasi goreng kesukaanmu"


"Makasih ma, Lope you full" ucap Kinar mengecup pipi Anggi lalu berlari ke kamarnya


"Pa, apa kah setuju hubungan anak kita dan pria bule itu???" tanya Anggi menatap suaminya


"Sejauh ini pria itu baik, aku sudah mencari tahu latar belakangnya. Dia termasuk pria yang sukses di negara ini" ucap Satria ada rasa kagum di ucapannya


"Sejak kapan seorang Satria melihat seseorang dari karirnya??? Ini menyangkut masa depan putri kita pa" gerutu Anggi kesal


"Sayang aku mengerti, itu hanya nilai lebih Michael.


Papa lihat dia pria yang dewasa dan bertanggung jawab dan sopan"


"Mama kali ini harus setuju dengan papa" ucap Anggi


"Michael mengatakan ia serius pada putri kita dan meminta papa memberinya waktu, papa gak mengerti maksudnya, tapi mari beri mereka kesempatan membuktikan cinta mereka.


Kinar sudah tahu konsekuensinya dan papa yakin ia sudah mempersiapkan diri dan hatinya untuk kemungkinan terburuk.


Jika memang pada akhirnya putri kita tak berlabuh ke pelaminan dan patah hati, tugas kita yang harus menghiburnya.


Biarkan Kinar jatuh dan bangun dalam hidup, namun jangan biarkan dia sendirian.


Tugas kita sebagai orangtuanya untuk memberi dorongan dan menghiburnya"


"Kali ini mama setuju lagi sama papa" ucpa Anggi mencubit hidung suaminya


"Ih mama gak kreatif, jangan setuju-setuju aja sih" gerutu Satria membuat Anggi terkekeh, ia langsung masuk ke dalam rumah


"Ma, mau kemana kok ninggalin papa sih???" rajin Satria manja

__ADS_1


"Ih dasar tua-tua bucin.


Ingat Amera masih jomblo loh" ucap Amera yang berpapasan dengan Satria


"Kamu masih kecil, jomblo juga gak kenapa-napa" ucap Satria lalu berjalan menyusul istrinya


"Amera udah sekolah menengah pertama pa, bukan anak kecil lagi" protes Amera kesal, namun Satria tak menggubris.


Ia mengekor Anggi sampai dapur.


"Mama, papa belum selesai..."


"Pstttt mandi sana, papa bau.


mau sarapan bareng gak??? kalau mau cepat mandi" usir Anggi membuat Satria mendengus kesal tapi dengan patuh menuju kamarnya untuk mandi.


Setengah jam kemudian Kinar sudah turun dengan pakaian Rapih.


Ia juga membawa tas kecil berisi pakaiannya


"Mau menginap di rumah sakit???" tanya Anggi melihat bawaan putrinya


"Boleh kan ma??? maaf ya mama.di sini Kinar malah sibuk sendiri"


"Boleh dong sayang, lagian yang sakit kan calon cucu mama" ucap Anggi


"]Makasih ma...


Eh ma, mama bilang apa?? " ucap Kinar baru tersadar ucapan mamanya


"Mama mu setuju dengan hubunganmu dan Michael "


"Beneran ma???" tanya Kinar tak percaya.


Anggi mengangguk sambil tersenyum.


Kinar bangkit dari duduknya dan memeluk Anggi, Tak ada yang lebih bahagia daripada restu orangtuanya.


Selalu senang jika mendapatkan sesuatu yang ia inginkan" goda Irine membuat wajah Kinar merona merah


"Mama Irine bikin aku malu"


Ketiga wanita beda generasi itu tertawa kecil bersama


"Ada apa ini tumben ramai sekali" tegur Ridwan yang berjalan menuju ruang makan beriringan dengan putranya.


"Biasa , mereka lagi ngomongin mantu" celetuk Amera yang ternyata mendengar perbincangan mereka


"Mantu??? mantu siapa???" tanya Ridwan bingung


"Ah sayang ini sarapan mu, mama sudah siapkan" ucap Anggi langsung menduduki putri bungsunya, Amera hanya cemberut.


Itu Artinya ia harus diam dan duduk manis memakan sarapan pagi nya.


"Wow sudah kumpul semua, kebetulan aku sudah lapar" Ucap Arjuna langsung duduk di samping Anggi.


Mereka tak membahas Kinar lagi, obrolan mereka seputar keluarga dan aktivitas mereka.


Setelah selesai makan, Kinar langsung bangkit dan pamit, Arjuna menatap heran putrinya


" Kamu mau kembali ke rumah sakit???"


"Iya pa" ucap Kinar lirih takut Satria tak mengizinkan.


Ia tak pernah menentang papanya, jika satria melarangnya ia dilema saat pergi nanti.


"Mama sarapan untuk Michael dan Freya sudah di siapkan belum??" tanya Satria membuat Kinar terkejut tak menyangka, papanya justru mendukungnya


"Pa...." Kinar merasa suaranya serak, matanya memerah ingin menangis karena terharu

__ADS_1


"Papa sebagai orangtua hanya bisa mendukungmu, apa yang bisa kami lakukan jika kamu yakin maka jalani saja, masalah kalian akan menikah atau tidak, serahkan semua pada Allah"


"Papa...." Kinar menitikkan air mata bahagia di pelukan Satria


"Cengeng" ucpa Amera membuat semua orang tertawa tak terkecuali Kinar.


"Anak kecil, suatu saat kau akan mengerti" ucap Rasya mengacak-acak rambut Amera


"Kak Rasya, berantakan rambut aku" teriak Amera kesal.


Semua orang lalu tertawa melihat kelakuan Amera.


Setelah Anggi menyerahkan bekal sarapan pagi untuk michy dan Freya, ia mengantar putrinya sampai halaman rumah


"Salam buat Michael dan Freya ya sayang"


"Siap ma.


Kinar jalan dulu ya ma, pa, assalamu'alaikum"


"Wa'Alaikum salam" ucpa semua orang.


Amera mendekati mobil Kinar, ia terlihat ragu dan ingin mengatakan sesuatu


"Kak, kak kinar tolong sampaikan maaf Amera pada Freya ya???"


"Kamu harus sampaikan sendiri ya sayang.


Mama sama papa nanti siang jenguk Freya kok.


kami ngomong langsung aja pas jenguk nanti" ucap Kinar mengelus puncak kepala adiknya penuh kasih sayang


"Amera juga minta maaf sama kak Kinar" ucapnya lirih


"Kakak sudah memaafkannya, kakak jalan dulu ya?" Amera mengangguk dan melambaikan tangan mengantar kepergian kakaknya.


Kinar menatap arlojinya, sudha jam delapan pagi, ia terlalu lama di rumah tadi, Kinar takut Freya sudah terbangun dan ngamuk karena tak mendapati dirinya di rumah sakit dan benar saja saat tiba di rumah sakit, Freya melempar semua bantal di kasurnya dan menangis.


Suaranya sampai hilang karena mungkin terlalu lama menangis


"Sayang??? kamu kenapa??? kok nangis???" tanya Kinar langsung meletakan barang bawaannya dan memeluk Freya menenangkannya


"Mama kenapa jahat ninggalin Freya???


Freya takut mama gak kembali" ucap Freya sesegukan


"Maafkan mama ya sayang, tadi mama mau pamit sama Freya tapi Freya ya bobo.


Mama kan belum ganti pakaian sejak kemarin, jadi mama pulang dan mandi sama ambil pakaian buat ganti, tuh lihat" ucap Kinar sabar.


Freya melihat barang bawaan Kinar yang banyak dan menghapus air matanya


"Maafin Freya ya ma"


"Gak apa-apa, lain kali gak boleh gitu lagi.


Lihat papa sampai kewalahan ngadepin Freya.


Papa kan baru sampai di rumah sakit menjelang pagi, kasian dong papa kelelahan dan masih mengantuk eh udah dapat amukan Freya" ucap Kinar memberi penjelasan pada gadis kecil itu


"Papa maafin Freya ya" ucap Freya menunduk


"Gak apa-apa, lain kali jangan begitu lagi.


Mama Kinar kan sudah janji gak akan meninggalkan Freya"


"Kita sarapan yu, tadi Oma Anggi buatkan freya sarapan"


"Beneran Oma yang buat???" tanya Freya berbinar

__ADS_1


Kinar mengangguk, terlihat mata Freya berbinar senang


__ADS_2