Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Ditinggalkan Demi Dia II.....


__ADS_3

Kinar menunggu Dimas hingga ia terlelap sambil duduk, terlihat kedua matanya yang sembab karena menangis, sementara tangan kanannya masih memegang ponsel di pangkuannya.


Dimas sampai di apartemen, lampu masih menyala terang, sudah beberapa hari lalu mereka memutuskan menyewa apartemen daripada hotel karena Kinar lebih senang menikmati kebersamaan mereka tanpa ada gangguan dan berperan sebagai istri sesungguhnya, ia ingin memasak dan menghidangkannya untuk suaminya tercinta.


Dimas memanggil Kinar namun tak ada jawaban, langkahnya terhenti diruang tamu, Kinar sedang tertidur sambil duduk, Dimas merasa bersalah.


Dengan hati-hati Dimas membopong istrinya, ponsel Kinar jatuh namun Dimas membiarkannya, ia terus membawanya menuju kamar mereka, membaringkan tubuh istrinya perlahan agar ia tak terbangun, lalu menyelimutinya.


Dimas segera membersihkan diri setelah itu berganti pakaian santai, Dimas sampai lupa jika ia belum mkn sejak siang tadi. Dimas teringat ponsel Kinar yang terjatuh, lalu ia kembali ke ruang tamu lalu menuju dapur, matanya membulat sempurna, ia melihat meja makan yang di penuhi lauk pauk, ada lilin disana yang sudah terbakar setengahnya, dan dua piring yang di tata cantik oleh Kinar, air mata Dimas menetes, betapa ia sangat menyesal membuat istrinya menunggu makan malam mereka. Kinar sudah mempersiapkan mkn malam romantis untuk mereka, namun Dimas menghancurkannya begitu saja.


Dimas menggeser kursi lalu duduk, menyendok nasi dan lauk pauk, ia makan sambil menangis.


ia sudah membuat Kinar kecewa, Dimas malu pada dirinya sendiri, ia yang mengajak Kinar menapak hari esok berdua namun kaki sebelahnya masih berada di belakangnya, di dalam bayang-bayang masa lalunya.


Dimas menghangatkan lauk yang masih tersisa, ia yakin Kinar juga belum makan, saat ingin membuang sisa makanan, ia melihat tempat sampah banyak makanan, sepertinya Kinar siang tadi juga menyiapkan makan untuk mereka berdua


"Maafkan aku sayang, maafkan suamimu ini yang tak tahu diri dan jahat" ucap Dimas sesegukan


Setelah makanan hangat, Dimas membawanya ke dalam kamar berniat membangunkan Kinar, ia meletakkan baki berisi makanan di meja sebelah tempat tidur, mengelus lembut pipi istrinya dan mengecupnya


"Bangun sayang, ini mas” bisik Dimas lembut di telinga Kinar


"Uhmm" Gumas Kinar malah makin mengeratkan guling ya


Dimas mencium kening istrinya dan berbisik lagi membangunkannya


"Bangun sayang, kamu pasti belum makan" ucap Dimas lembut.


Perlahan Kinar membuka matanya yang mengantuk


"Mas, maaf aku ketiduran, kok aku ada di kamar? perasaan...”


"Mas yang mengangkat mu, cepat bangun mas suapi dulu” ucap Dimas mendekatkan piring berisi nasi dan lauk yang sudah ia hangatkan


”Mas sudah makan belum?” tanya Kinar malah mengkhawatirkan suaminya, membuat Dimas makin merasa bersalah

__ADS_1


"Maafkan mas" ucap Dimas lirih


"Kenapa mas minta maaf?? aku tak keberatan mas bertemu dengan siapapun di luaran asal mas jangan lupa mengajarkanku.


Aku percaya mas tidak akan macam-macam.


Aku selalu percaya jika aku tidak berbuat macam-macam dan setia, Insha Allah mas juga akan demikian” ucap Kinar tersenyum lebar


"Maafkan mas” ucap Dimas lirih lalu memeluk Kinar, Kinar menepuk punggung Dimas membuat Dimas merasa nyaman dalam pelukan wanita yang tanpa ia sadari sudah merebut hatinya dan menggantikan posisi Bella di dalam hatinya.


”Katanya mas mau menyuapiku? aku sudah kelaparan menunggu mas dari tadi" ucap Kinar merajuk memanyunkan bibirnya, membuat Dimas ingin sekali mengecupnya


"Maaf sayang" ucap Dimas merapihkan anak rambut Kinar kebelakang kupingnya


"Mas dari tadi maaf terus, ini bukan lebaran mas" goda Kinar membuat Dimas menggaruk kepalanya yang taaj gatal


Dengan telaten Dimas menyuapi Kinar sesendok demi sesendok, hingga nasi diatas piring yang ia ambil ludes tak tersisa


"Apa kamu kelaparan??” goda Dimas


"Sangat, aku menunggumu dari makan siang"ucap Kinar merajuk


"Aku tak bisa makan jika belum tahu mas makan atau belum" Ada perasaan hangat dan senang dalam hati Dimas, ia mengecup kening istrinya dan membawanya dalam dekapannya.


Setelah mereka selesai makan, mereka langsung istirahat karena sudah mengantuk.


Tiga hari kemudian


Dimas dan Kinar memilih menikmati kebersamaan mereka sebelum mereka besok kembali ke tanah air, sudah hampir dua Minggu mereka tinggal di sana, itu sudah cukup lama. Dimas dan Kinar merindukan aktivitas masing-masing, Kinar akan kembali kuliah setelah mendapat izin Dimas, dan malam ini ia akan mengutarakannya pada Dimas.


Sebagai permintaan maaf Tetang kejadian beberapa hari lalu, Dimas akan mengajak istrinya makan malam.


Ia sudah membooking tempat di sebuah restoran mewah di kota itu.


Setelah waktunya tiba, Dimas mengajak Kinar makan malam, ponselnya terus berdering sepanjang perjalanan, Kinar melirik pada suaminya yang seolah tidak mendengar ponselnya berbunyi atau memang tidak mau mengangkat panggilan telepon itu

__ADS_1


”Mas, ponselmu berbunyi sejak tadi" ucap Kinar mengingatkan suaminya


"Biar saja, aku sedang tidak ingin di ganggu” ucap Dimas cuek membiarkan ponselnya berdering lagi dan lagi.


"Mas tepi kan kendaraan mu, angkat telepon mu, sepertinya itu penting. Aku akan menunggumu di mobil" ucap Kinar lembut.


Dimas menatap istrinya meminta penjelasan, Kinar mengangguk pelan, dengan kesal Dimas akhirnya menerima telepon itu


Bella calling.......


"Ah sial, mau berpa kali lagi dia mengganggu kehidupanku, ini tidak lucu, ia seperti menteror ku, terus menghubungiku dan berusaha membuatku bertemu dengannya, wanita sialan”Maki Dimas dalam hati


”*Hallo???” bentak Dimas kasar


"Mas, mas jangan meninggalkanku. Aku mengaku salah, ini semua karena aku takut kamu meninggalkanku karena penyakitmu, please mas percaya padaku" ucap Bella menangis sesegukan di ujung telepon


"Please Bella , aku sudah memaafkan mu, Anggap saja kita tak berjodoh, lupakaan aku, kini aku punya istri yang sangat mencintaiku" ucap Dimas


"Tapi apa kamu punya perasaan yang sama mas??? aku yakin kamu masih mencintaiku”


"Itu urusanku, aku tidak akan mau menyakitinya, aku sayang dia” ucap Dimas membuat dada Bella teras di iris, ia juga tak tahu mengapa ia sangat sakit mendengar pengakuan Dimas di ujung telepon


”Aku tak mau kehilanganmu, jika kamu meninggalkanku, aku akan bunuh diri" ancam Bella


Dimas menggeleng pelan dan mematikan ponselnya, ia berjalan ke arah mobilnya, tersenyum melihat istrinya yang setia menantinya*


"Maaf sayang lama"


" Gak masalah mas" ucap Kinar pelan


"Terima kasih, kamu memang istri ku yang pengertian" ucap Dimas mengecup punggung tangan Kinar, mereka langsung menuju restoran.


Sesampainya di sana, Dimas sudah mempersiapkan semua, sepanjang makan malam keduanya terlihat saling melempar pandang malu-malu, makan malam di iringi dentingan suara piano yang merdu


Tiba-tiba suasana yang romantis terganggu dengan suara ponsel Dimas yang berdering, Kinar menatap suaminya memberi isyarat agar Dimas mengangkatnya, dengan kesal ia kembali mengangkat teleponnya, masih dengan orang yang sama, yang menelponnya beberapa saat lalu, Bella

__ADS_1


Bella calling......


”Mau apa lagi sih wanita ini????….


__ADS_2