
"Aku akan kesana" ucap Sandra tiba- tiba langsung bangkit dan berjalan ke arah Kinar
"Sandra, Sandra...." panggil Carl namun gadis itu tak mengindahkan ya
"Hai Bu, kita ketemu lagi" sapa Sandra sambil melirik ke arah Rasya
"Hai Sandra kamu juga kesini??? sama siapa?" tanya Kinar mengedarkan pandangannya dan akhirnya pandangan matanya bertemu dengan Carl, Carl melambaikan tangannya
"Sama kakak Bu, ibu lagi kencan ya?" tanya Sandra ceplas-ceplos membuat Rasya mengerutkan alisnya, ia sangat tidak suka dengan wanita yang tak tahu etika macam Sandra, karena di kampusnya hampir semua wanita bersikap seperti itu padanya.
"Ah kamu ada-ada saja dia ini..."
"Ya Kami berkencan, ada masalah???" tanya Rasya sinis
"Ah maaf kak, aku mengganggu kencan mu dengan Bu Kinar, Bu Kinar adalah dosenku, aku hanya datang menyapanya" ucap Sandra menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Ih pacarnya Bu Kinar jutek bener, untung ganteng, kalau jelek udah ku balas omongan dia"gerutu Sandra dalam hati,
"Rasya???" ucap Kinar tak suka
"Maaf ya Sandra, Rasya memang suka becanda" ucap Kinar tak enak hati takut Sandra tersinggung
"Eh gak apa-apa Bu, memang saya yang ganggu kalian" ucap Sandra tak enak hati
"Gak ganggu kok, dia itu adik saya, namanya Rasya, ayo Rasya Kenan sama Sandra," ucap Kinar tersenyum lebar.
Sekali-kali mengerjai Rasya boleh kan???
"Kak..."
"Sudah cepet" ucap Kinar setengah berbisik, lalu keduanya berjabat tangan sekilas.
"Sandra apa kalian mau makna juga?? ayo gabung di meja kami, banyak orang lebih seru" usul Kinar membuat bola mata Rasya melotot meminta penjelasan kakaknya
"Itu...,itu..."
"Sandra mengapa lama sekali" ucpa Carl menyusul adiknya yang terus mengobrol
"Carl aku mengajak adikmu dan kamu bergabung dengan kami, ayolah, lebih ramai lebih asik" ajak Kinar yang tak perduli dengan tatapan protes Rasya
"Ah saya merasa menganggu..."
"Tidak sama sekali, please.
Oh ya kenalkan di adikku" ucap Kinar memperkenalkan Rasya
"syukurlah pria ini adiknya, jika kekasihnya rival yang berat" gumam Carl tak percaya diri. entah mengapa sejak pertama melihat Kinar ia sudah jatuh hati pada gadis sederhana dan terlihat smart ini
"Baiklah, maaf menggangu makan siang kalian, aku Carl"
"Rasya" ucap Rasya singkat
__ADS_1
Mereka lalu mulai memesan makanan dan makan sambil di selingi obrolan ringan, hanya Rasya yang masih diam tak perduli, ia hanya fokus menikmati makanannya
"Jadi kak Rasya kuliah dimana???" tanya Sandra berusaha akrab.
Rasya hanya menoleh tanpa mau menjawab
"Universitas x, sama dengan kita jurusan kedokteran" jawab Kinar katena melihat Rasya enggan menjawab
"Wow keren, calon dokter muda dong?" ucap Sandra menyanjung namun Rasya hanya memutar bola matanya malas
"Iya, dia mungkin setahun lagi wisuda" jawab Kinar sambil mengelus kepal Easy. membuat pemuda itu kaget dan malu
"Kak Kinar" protesnya, namun Kinar tak perduli, ia malah tertawa puas sudah menggoda Rasya
"Kian so sweet banget sih, aku iri jadinya.
tapi sayangku kakakku ini terlalu sibuk dengan dunianya sendiri dan tak punya waktu untukku" ucap Sandra sedih
"Adik kau membuat kakak malu, kakak janji akan banyak waktu untukmu ok?" ucap Carl menutupi malu adiknya membuka aibnya depan wanita yang ia cintai.
"Janji ya kak" ucap Sandra manja yang di balas anggukan Carl, setelah makan Kinar juga mengajak mereka nonton yang membuat Rasya makin gondok di buatnya, saat perjalanan pulang Rasya hanya diam menekuk wajahnya
"Hei kenapa adik kakak yang tampan dari tadi cemberut aja?" goda Kinar
"kak aku gak suka, kencan kita malah bermatakan gara-gara dua orang pengganggu" gerutu Rasya
"Hahaha adik kakak ini belum juga dewasa, sekali-kali ramai-ramai tak masalah sayang, apa kau tak pernah bosan sendirian??? kakak hanya rindu Aisya dan Rey.
jadi kakak anggap saja itu mereka.
"Iya kak, maafkan Rasya"
"Adik kecil kakak yang tampan, kenapa minta maaf?? kamu harus membuka dirimu, kamu sesekali juga perlu bergaul walau kamu sedang fokus sama cita-citamu.
jangan sia-siakan masa mudaku demi ambisi"
"Baik kak" ucap Rasya mengerti maksud Kinar
"Sandra cantik ya???" goda Kinar melirik Rasya
"Bisa aja"
"Ah berarti kamu gak memperhatikannya, lain kali kakak akan ajak dia gabung jalan sama kita"
"Kak Kinar gak lucu.....!!!!!" teriak Easy kesal
K****eesokan Harinya
Kinar berjalan turun dari kamarnya menuju meja makan dengan malas, pagi ini semangatnya hilang terlebih karena hari ini ia di tugaskan untuk merawat Albert di rumahnya sesuai perintah Ridwan tadi malam.
Jika bisa memilih ia lebih senang jika di beri tugas lembut di rumah sakit, namun Ridwan bersikukuh agar ia menepati janjinya merawat si tuan bawel itu di rumahnya.
__ADS_1
"Kak, kenapa mukamu di tekuk begitu??" tanya Rasya melihat Kinar datang
"Semangat sayang, hanya seminggu saja kok" goda Ridwan yang melihat cucu keponakannya dengan muka di tekuk
"Janji ya pa hanya seminggu" Rajuk Kinar
"Iya hanya seminggu, jadi kuat-kuatin ya??? papa tahu sikap Albert kadang keterlaluan, papa dapat informasi dari suster yang bertugas.
Tapi papa sudah berjanji pada om Lucky jadi tolong ya sayang" ucap Ridwan merasa bersalah
"Baik pa, serahkan pada Kinar" ucap Kinar bersemangat, ia tak akan mau mengecewakan dan membuat malu Rifan, terlebih Ridwan adalah orang tua keduanya di negara ini.
Setelah selesai makan Kinar langsung menuju kediaman orangtua Albert, sepanjang jalan ia sudah mempersiapkan diri terutama mentalnya menghadapi anak manja seperti Albert.
Kinar melihat lagi alamat yang tertera dalam kartu nama yang ia pegang, ia tak salah rumah, ternyata rumah kediaman orangtua Albert seperti istana, megah dan elegan.
Di depan gerbang Kinar di periksa dan di tanyai maksud kedatangannya,sampai harus mengeluarkan paspor serta surat izin prakteknya. setelah itu pun ia harus menunggu di luar, seperti ingin bertemu orang penting saja, sebenarnya siapa om lucky??? apa dia orang penting di negara ini???
sejak Kinar menginjak negara ini, ia hanya fokus belajar dan memikirkan bagaimana secepatnya menyelesaikan pendidikannya, ia tak pernah membaca atau melihat berita di televisi sehingga mungkin ia tergolong orang yang tidak tahu apa-apa
Setelah menunggu setengah jam lebih akhirnya ada seorang pria tua yang memakai pakaian rapih menghampirinya
"Maaf dokter Kinar anda menunggu lama.
Perkenalkan nama saya Hans, saya adalah kepala pelayan di kediaman tuan lucky, silahkan ikuti saya" ucapnya membungkuk sopan
"Terima kasih Hans" ucap Kinar bingung harus menjawab apa
Hans mengantarkan Kinar masuk ke dalam bangunan megah tersebut, nampak beberapa pelayan menunduk memberi hormat
"Sayang, maaf ya kamu menunggu lama di luar, Hans lain kali kalau Kinar datang tak perlu prosedur keamanan seperti itu, mengerti???" ucap Amara kesal
"Tapi nyonya saya hanya menjalankan perintah tuan"
"Saya bilang A ya A" ucap Amara tambah kesal
"Itu gak apa kok Tante,Kinar juga gak nunggu lama" ucap Kinar tak enak hati melihat pelayan itu kena marah
"Sebaiknya Kinar memeriksa Albert, dimana kamarnya?" tanya Kinar langsung
"Ah maafkan Tante ya, sejak Albert sakit pikiran Tante usut, ayo biar Tante yang antar" ucap Amara langsung menggandeng tangan Kinar
Kinar menoleh sekilas ke arah pelayan bernama.Hans tersebut, terlihat pria paruh baya itu menghela.nafas lega.
Mereka akhirnya sampi di sebuah pintu kamar, Amara mengetuknya dan tak lama Mikhayla yang membuka pintu tersebut
"Kamu lagi apa di kamar Albert?" tanya Amara menatap putri angkatnya
"Itu ma, aku..."
"Sudah buatkan dokter Kinar minum ya," ucap Amara masih menggandeng tangan Kinar masuk ke dalam melewati Mikhayla begitu saja, nampak Mikhayla menatap penuh benci pada Kinar
__ADS_1
"loh, kenapa itu cewe?? sejak pertama ketemu otaknya udah sakit, masa benci tanpa sebab sama aku, dasar aneh.
Kakak sama adiknya sama-sama aneh." gumam Kinar dalam hati