
Setelah mengetahui Kinar hamil, terjadi kehebohan tiap hari di kediaman Mariska.
Mariska selalu melarang Kinar untuk melakukan apapun, termasuk memasak yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari Kinar.
panjang kali lebar wejangan Mariska membuat kepala Kinar berdenyut, namun ia tetap tersenyum enuruti semua perkataan mama mertuanya itu.
Mariska juga berubah menjadi sangat over protektif, awalnya Dimas dan Kinar bisa menerima itu, namun lama kelaman Kinar merasa sedikit tertekan, walau ya semua itu karena antusias Mariska yang ingin kandungan Kinar baik-baik saja, namun malah efeknya membuat Kinar sedikit stress.
Dimas yang melihat keadaan istrinya menjadi kasian, ia terbiasa dengan cerewetnya Mariska, namun Kinar????
setelah menimbang dan berfikir masak-masak, akhirnya Dimas memutuskan akan tinggal terpisah dari mamanya, Kinar awalnya ragu, ia kasihan pada Mama mertuanya itu, namun juga risih dengan semua larangan mama mertuanya, akhirnya ia setuju dengan usulan Dimas. Itu demi kebaikan Kinar dan juga dirinya.
Sudah seharusnya ia belajar mandiri.
Sebenarnya Dimas sudah memiliki rumah yang awalnya akan di berikan pada Bella setelah mereka menikah, surat rumah tersebut saja sudah atas nama Bella, namun karena ia tak jadi menikah sehingga rumah itu tidak menjadi milik Bella.
Dimas menutupi kenyataan jika rumah itu sudah ada dan dipersembahkan oleh Dimas untuk Bela sebagai tanda cintanya, Sekarang tinggal bagaimana caranya menyampaikan maksud mereka pada Mariska, Dimas maupun Kinar tidak mau menyakiti perasaan mariska.
Dimas meminta Kelvin mengurus semua keperluannya untuk pindah ke rumah tersebut. Kelvin juga sudah mempekerjakan dua asisten rumah tangga, mengiri semua isi rumah tersebut dari sofa, bangku, elektronik serta beberapa dekorasi ruang.
Kelvin sampai menyewa seorang design interior, ia meminta konsep rumah tersebut bertema clasic modern.
Sementara di halaman ia juga meminta di percantik dengan bunga dan beberapa pohon hias sebagai pemanis.
Flash Back on
Bella membanting barang yang ada di depannya, pagi itu Bella berjalan menuju apartemen Dimas, sudah empat hari sejak ia terakhir kali ke apartemen itu, Kristian seakan mencurigainya, sehingga Bella memilih diam dirumah karena Kristian tiba-tiba mengambil cuti.
Mauntidak mau Bella menahan diri untuk menemui Dimas.
Kristian membuntutinya kemana saja seperti anak bebek yang mengekor padanya, bahkan saat Bella berbelanja kebutuhan sehari-hari, Kristian tanpa diminta menawarkan diri ikut dengannya.
Kini Kristian sudah kembali bekerja, Bella langsung menuju apartemen Dimas begitu melihat kekasihnya itu sudah berangkat kerja.
Bella sudah menenteng sekeranjang parcel buah untuk Dimas, ia sangat tahu buah kesukaan Dimas, dengan membawa ini setidaknya Dimas akan tersentuh karena Bella masih ingat apa yang ia suka.
__ADS_1
Namun langkah Bella membeku di tempat saat melihat di kejauhan Dimas sedang berjalan menuntun seorang wanita yang seumuran dengannya, namun wajah dan pakaian wanita itu terlihat sangat biasa saja.
Belle makin menaikan alisnya tak kala Dimas membuka apartemennya dan membawa wanita itu,
"Tunggu, tunggu, gak mungkin kan wanita kampung itu istrinya Dimas???? bukan selera Dimas banget dan lagi pakaiannya seperti pembantu gue.
Tapi siapa wanita itu??? kenapa Dimas tak keberatan wanita itu masuk ke apartemennya??” gumam Bella melihat dari kejauhan
”Kalau benar wanita itu istrinya, betapa kasian ya kekasihku, punya istri seperti itu, ya walau gak bisa di bilang jelek sih, tapi.....” senyum mengejek terpasang di wajah Bella
Bella.memilih kembali kerumah, ia akan datang kembali jika waktunya tepat.
Hari ini jadwal ia cek up, Bella.harus segera terbebas dari penyakit ini agar bisa mengejar cinta Dimas kembali
Keesokan harinya Bella datang kembali ke apartemen Dimas, setelah mengetuk lama akhirnya terbukalah pintu apartemen Dimas, nampak wajah Dimas kusut
”Mau apa lagi kamu kesini" ucap Dimas langsungembut Bella terdiam.
Ada aura kemarahan di wajah Dimas, Bellaenduga jiga Dimas sedang marah pada istrinya, itu hanya dugaan Bella karena ia melihat wajah lesu Dimas yang seakan tidak istirahat dengan baik
”Aku hanya menjengukmu mas. Bagaimana keadaanmu?" tanya Bella berbasa basi, ia lebih penasaran dengan sosok wnaita yang kemarin ia lihat, matanya menyelusuri keadaan dalam apartemen Dimas
Sebaiknya segera kamu pergi sebelum istriku melihatmu. Saat ini kondisinya belum pulih”ucap Dimas
"Jadi dia sudah pulang??? bagaimana dia sungguh tak punya malu? sudah menikah tapi pergi begitu saja dan kini kembali tanpa rasa malu" cibir Bella
"Tutup mulut kotormu Bella. Kinar pergi karena aku pergi begitu saja setelah ada wanita bodoh mengancam bunuh diri, ah bukan justru sudah berakting bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya sendiri" ucap Dimas sinis
"Sial Dimas menyalahkan gue karena istrinya menghilang" gumam Bella
Bella kesal dan langsung mendorong parcel buah ditangannya, ia berharap Dimas akan memanggilnya setelah melihat apa yang dia berikan, namun Dimas malah memberikan keranjang buah itu pada seorang security yang melintas membuat Bella mengepalkan tangannya menahan kesal.
Seminggu kemudian i kembali ke apartemen itu, namun setelah lama ia menekan bell pintu, tak ada seorangpun yang keluar membukanya,
Setelah lama ia menekan bell tak ada juga yang membukanya, Belle memilih duduk di depan pintu apartemen, hingga seorang penghuni berusia paru baya menegurnya dan memberitahukan padanya jika penghuni apartemen yang dimaksud sudah meninggalkan apartemennya dengan membawa beberapa koper, sepertinya mereka sudah kembali ke Indonesia.
__ADS_1
Bella menendang pintu apartemen tersebut, ia marah karena rupanya Dimas benar-benar sudah melupakannya hingga ia tak memberitahu Bella jika ia kembali ke Indonesia.
"Aku harus segera sembuh dan kembali ke tanah air. Aku harus bisa meyakinkan Kristian untuk membantuku dekat dengan Dimas lagi. Dulu aku salh mengira jika Kristian cintaku, namun setelah bertemu dengan Dimas lagi, aku yakin sudah jatuh cinta pada Dimas, lelaki yang lemah lebih juga sangat pengertian.
Flash Back Off
Seminggu Kemudian
Semua orang sedang menikmati sarapan paginya, namun tidak dengan Kinar, ia terus mual muntah, karena takut mengganggu dan menghilangkan selera semua orang, Kinar pamit menuju kamarnya.
Mariska merasa kasian, ia meminta asisten rumah tangganya membuatkan segelas coklat hangat dan beberapa potong buah-buahan.
Setelah itu Mariska membawanya menuju kamar Kinar.
Mariska melihat Kinar masih mual dan muntah hingga wajahnya pucat pasi, Kinar sampai memegang tembok untuk berjalan karena kakinya terasa lemas
"Ya Allah sayang, apa kamu baik-baik saja???, masih mual???” tanya Mariska mengelus punggung mantunya
”Masih ma, " ucap Kinar lirih
"Mama Balur minyak kayu putih ya badan kamu biar hangat.”tawar Mariska
"Gak usah ma, nanti juga hilang sendiri” ucap Kinar menolak
"Ya sudah mama bawakan kamu coklat hangat biar perutmu hangat, walau mual paksa makan ya, agar bayimu semakin sehat”
"Makasih ma,”ucap Kinar menerima gelas yang di sodorkan mama mertuanya
"Dihabiskan ya, kalau perlu apa-apa beritahu mama atau mba nya"
"Iya ma, makasih " ucap Kinar menatap kepergian mertuanya
Kinar meneguk coklat hangat di tangannya perlahan, sepertinya coklat hangat ini tak membuatnya mual.
Kinar lalu meminum coklat hangat itu sampai habis.
__ADS_1
"Kamu suka coklat ya sayang??? jadi anak baik ya, mama dan kamu juga butuh makan"ucap Kinar lalu menusuk potongan buah yang di bawa mertuanya.
Kinar sangat bersyukur memiliki mertua yang baik hati dan sangat pengertian. Kinar jadi merasa sedih jika harus tinggal terpisah dari mama mertuanya itu..