Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Restu


__ADS_3

Setelah menyuapi sarapan yang di buat Anggi, suasana hati Freya sangat baik, ia sangat bahagia karena untuk pertama kalinya ia memiliki Oma, bahkan Omanya membuatkannya sarapan pagi untuknya


"Ma, apa Oma menyukaiku???" tanya Freya penuh semangat


"Siapa yang tidak menyukai gadis cantik nan menggemaskan sepertimu sayang.


Mama saja sangat menyukaimu" ucap Kinar mencubit pipi gembil Freya


"Mamaaaaa...


pipi Freya nanti kendor" gerutu Freya sambil menaikan pipinya dengan telapak tangannya


"Nanti kan kita bisa ke spa sekalian perawatan bareng"


"Ya udah ma, mama bebas cubit pipi Freya" ucapnya malah memajukan wajahnya ke arah Kinar membuat Kinar justru menciuminya dengan gemas


"Kok Freya aja yang di cium sayang, papa nya enggak???" tanya Michael dengan wajah tanpa malu.


Kinar merasa wajahnya memanas, ia merona.


"Ih papa ngiri aja sih" ucap Freya kesal membuat Kinar tertawa


"Ma, jauh-jauh dari papa Freya, dia laki-laki mesum" ucap Freya dengan kejam membuat Michael sampai tersedak air liurnya sendiri


Kinar tertawa melihat ekspresi Michael


Namun ia menjadi tak tega, segera mengambilkan segelas air putih untuk Michael.


setelah mandi dan berganti pakaian, wajah Michael yang awalnya terlihat letih kini kembali segar.


Bu Tumini juga membawakan sarapan pagi untuk mereka, Kinar menyimpannya untuk mereka makan nanti akrena ia sendiri sudah kenyang.


Michael lebih memilih maskara buatan calon mama mertuanya, ia makan dengan lahap sementara matanya tak lepas memandang Kinar dan putrinya yang terlihat sedang bercengkrama.


Setelah kelelahan akhirnya Freya tertidur.


Kini tinggal Michael dan Kinar yang terlihat malu-malu


"Sayang, apa kau tidak merindukanku???" tanya Michael tiba-tiba


"Enggak, biasa aja" ucap Kinar mengerjai Michael.


Kinar terlalu malu mengakui bahwa ia juga merindukan Michael.


"Ya Tuhan mengapa calon istriku kejam begini???" keluh Michael


"Siapa yang mau jadi istrimu??" tanya Kinar menggoda Michael namun wajah Michael malah muram karena ucapan Kinar.


Kinar jadi merasa bersalah karena keterlaluan menggoda Michael


"Jadi kamu tidak mau menjadi nyonya Wide??? tanya Michael sedih.


"Aku bukan tak mau, tapi aku tak sabar" ucap Kinar membuat Michael menatapnya tak percaya

__ADS_1


"Sayang?????..."


"Ehmmm"


"Beneran???" tanya michael tak percaya.


Kinar mengangguk malu-malu


"Sayang terima kasih" Michael memeluk Kinar reflek bertepatan dengan pintu terbuka.


"Astaghfirullah" pekik semua orang membuat Kinar dan Michael terkejut.


Kinar langsung mendorong Michael menjauh, wajahnya memerah


"Kaliaaaan...." Satria nampak tak senang melihat putrinya di peluk oleh pria lain, terlebih status mereka belum menikah


"Pa..." tegur Anggi mencoba menenangkan suaminya


"Pa, itu kami...." Kinar bingung harus mengatakan apa, ia nervous dan takut kedua orangtuanya marah


"Maaf saya om, ini kesalahan saya" ucap Michael menundukkan kepala, Kinar tak berani melirik, ia menunduk malu


"Kalian.... Ah sudahlah, jangan ulangi lagi.


Kalian bukan muhrim"ucap Satria menatap tajam keduanya


"Mama....." Freya terbangun karena mendengar keributan di kamar tersebut, matanya menatap bingung dan langsung memanggil Kinar sambil menangis.


Kinar.langsung mendekati Freya memeluknya.


"Sayang, oma datang" ucap Anggi mendekati Freya


Freya hanya mengintip dari pelukan Kinar tanpa mau melepaskan pelukannya


"Tadi Oma sudah buatkan sarapan untuk Freya, Freya bilang apa?"


"Terima kasih Oma" ucap Freya lirih


"Hai Freya, aku mau minta maaf, maafkan atas perbuatannya sebelumnya ya?" ucap Amera dengan kepala menunduk.


Freya menatap Kinar, Kinar mengangguk sambil tersenyum


"Tak masalah, aku sudah melupakannya" ucap Freya membuat semua orang tersenyum.Gadis kecil itu ternyata memiliki hati yang besar.


Bisa kita main, biarkan para orangtua berbicara"ucap Amera yang mengerti maksud kedatangan kedua orangtuanya dan kakeknya


"Oke, oke, tapi aku tak tahu mau main apa" ucap Freya lirih


"Tenang, aku bawa ini"ucap Amera menunjuk tas nya, lalu ia mengeluarkan isinya membuat Freya berbinar senang


"Yeay ular tangga" ucap freya bersorak senang


"Ayo ambil mau warna apa???" tanya Amera semnagat, kedua anak kecil itu langsung sibuk bermain tak memperdulikan wajah para orang dewasa yang terlihat tegang

__ADS_1


Michael menelan ludah beberapa kali, ia terlihat nervous


"Kami ingin memberitahumu bahwa kami memberi Restu pada kalian, kalian jalani saja apa yang menurut kalian baik, tapi harus kembali saya ingatkan bahwa saya tidak akan pernah mengizinkan putri saya pindah keyakinan" ucap Satria tegas


"Om, Tante, saya serius dengan anak om dan Tante.


Saya serius dengan Kinar dan ingin menjadikanya pendamping hidup saya"


"Tante mengerti, jalani saja, jika pada akhirnya kalian tak bersama kalian bisa menjadi teman" ucap Anggi tersenyum hangat.


"Seminggu lagi kamu akan kembali ke tanah air.


Saya hany berharap hubungan kalian tak mempengaruhi pendidikan Kinar.


nak Michael harus tahu jika cita-cita Kinar adalah menjadi dokter spesialis.


Tante harap kamu bisa mendukungnya ya"


"Saya akan sellau mendukungnya Tante, om.


Saya bangga memiliki kekasih cerdas dan cantik seperti Kinar" puji Michael membuat Kinar merona merah karena malu.


"Saya senang putri saya dekat dengan kamu, tapi jangan pernah khianati kepercayaan saya atau walau kamu di lobang semut sekalipun akan saya kejar" ucap Satria tegas membuat Anggi tak enak hati.


Kedatangan mereka hanya untuk mendukung hubungan Kinar dan Michael tapi Satria malah mengancam seakan masih belum ikhlas putrinya menemukan pacar.


"Saya berjanji om" ucap Michael tak keberatan.


Michael maklum atas sikap Satria, papanya Kinar.


Semua itu karena mereka menyayangi Kinar.


Saat semua orang sedang asik berbincang, Anggi mendekati Freya yang sedang asik bermain, sementara Amera sedang di akar mandi


"Anak cantik, bagaimana keadaanmu??" tanya Anggi lembut


"Oma, Freya baik-baik saja.


Oma, masakan Oma juara, Freya suka.


Makasih banyak ya Oma" ucap Freya tulus


"Sama-sama.sayang, cepat sembuh ya"


Anggi mengelus puncak kepala Freya


"Oma, bisakah Oma jangan memisahkan mama Kinar dan papa??? Freya sangat menyayangi mama Kinar, Freya ingin mama Kinar jadi mamanya Freya. Freya tahu kalian tak setuju sama papa karena papa punya anak. Dan Freya tahu papa tak cukup baik, tapi Freya hanya punya papa dan mama Kinar.


Freya mohon izinkan mama kinar menjadi mamanya Freya " Anggi tertegun, anak sekecil itu memiliki pemikiran yang .....


"Sayang, ada beberapa masalah orang dewasa yang belum saat nya kamu tahu, Oma sama opa menyetujui hubungan papa mu Dangan anak kami, tapi semua tergantung yang diatas. Jika tuhan mentakdirkan mereka bersatu, maka itulah yang terjadi, namun jika tidak mama Kinar akan tetap menjadi mama untuk Freya.


Kamu mengerti sayang???"

__ADS_1


"Uhm" ucap Freya mengangguk pelan


__ADS_2