Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Calon mantu idaman


__ADS_3

Semua orang sudah mulai sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke Bandung, karena acara dadakan pernikahan Adam, maka mahar dan yang lainnya di serahkan pada Aisya untuk mengurusnya.


Adam berada di mobil yang sama dengan kedua orangtuanya, sementara Satria dan Anggi dan si bungsu Amera satu mobil, Kinar, Reyhan, Amanda dan Aisya mereka memilih naik satu mobil.


Wawan, Miko dan si kembar Raffa dan Raffi mereka memutuskan ikut dalam satu mobil.


Dua mobil box berisi barang seserahan ikut dalam konvoi rombongan tersebut menuju Bandung.


Ridwan yang tak mau ketinggalan, langsung meluncur ketempat acara. ia memilih turun di bandara internasional Husein Sastranegara, Bandung.


Sebuah unit mobil beserta supir sudah siap menjemput mereka di bandara dan langsung menuju tempat acara.


Sesampainya di Bandung, mereka berkumpul di kediaman Adji, orangtua Wawan.


Nugraha yang merupakan sahabat adji semasa kecil sangat senang dengan kabar gembira bahwa Adam akan menikahi Amanda, walau bukan putranya sendiri , namun Adam anak sahabatnya.


Acara berlanjut menjadi reuni antra kedua orangtua Adam dan adji serta istrinya


Sementara Wawan mengantar Miko dan Amanda kembali ke rumah nya.


Rencananya besok pagi mereka akan melakukan lamaran simbolis , dan keesokan harinya acara pernikahan yang di majukan harinya.


Kedua orangtua Adam maupun Amanda sudah saling mengenal memalui video call mereka sepakat acara pernikahan Adam setelah acara lamaran.


Gedung dan semua keperluan acara di siapkan secara dadakan. masih menggunakan event organizer yang sama yang Arfan dana Amanda pakai, hanya pengantin prianya yang berbeda.


Rumah adji yang biasanya sunyi kini ramai orang.


Satria dan keluarganya memilih menginap di hotel yang tak jauh dari perumahan Adji, mereka tak leluasa menginap di sana karena sudah ada keluarga Adam


Sementara Ridwan juga hanya mampir lalu ia juga memilih hotel yang sama dengan Satria.


Sinta yang jatuh hati sejak pertama kali melihat Kinar, meminta Kinar menginap di kediaman mereka.


setelah meminta izin pada kedua orangtuanya, Kinar akhirnya menginap di kediaman Adji.


Suasana yang ramai kini sudah mulai sepi karena semua orang memilih masuk ke dalam kamar untuk istirahat.

__ADS_1


Kinar yang belum bisa tidur memilih berjalan menuju dapur membuat coklat hangat kesukaannya, kebetulan ia selalu membawa minuman coklat sachet di dalam kopernya.


"Ngapain kamu malam-malam begini belum tidur?" tanya seorang pria dengan suara bas nya yang sedikit serak


"Eh mas Arfan, belum bisa tidur, jadi nyeduh ini" ucap Kinar mengacungkan gelasnya


"Kebiasaan buruk"


"Apa???" tanya Kinar mempertegas ucapan Arfan, bukan tak dengar hanya saja ingin memastikan


"Tak ada" ucap Arfan cuek langsung duduk di depan Kinar


Kinar yang merasa baru kenal dengan pria ini merasa canggung, dari cerita Reyhan, ia tahu jika pria ini yang seharusnya menikah dengan Amanda, namun ia merelakan Amanda bahagia dengan Adam, pria yang di cintanya.


Terdengar heroik sih, hanya saja....


"Jadi..... kamu wanita yang selama ini di kejar Adam??? aneh saja gak ada yang menarik dari kamu.


kenapa Adam baru menyadari perasaanya setelah lama dikejar wanita secantik Jui"


"Sorry??? ulang Kinar


"Bukan, bukan itu point yang aku tanyakan.


Apa aku bisa mengatur orang suka atau tidak padaku??? perasaan tidak bisa di paksakan, aku rasa kamu tahu itu.


seperti halnya kamu yang tidak suka dengan keberadaan ku, itu hak mu, bukan menajdi urusanku.


Aku gak punya hak membuat kamu senang padaku juga.


Jadi jika Adam baru menyadari perasaanya , mungkin karena Allah membuka hatinya atas doa-doa yang Amanda panjatkan.


Allah maha membolak balikan hati manusia, tak terkecuali anda saudara Arfan.


Awalnya aku penasaran seperti apa pria yang memiliki hati besar bisa melepas orang yang di cintai untu bahagia dengan pria lain, aku salut dengan pria itu, namun nyatanya aku harus menarik pemikiran ku tentangmu, kamu tak sebaik yang ku kira.


Jangan pernah menilai seseorang dari luarnya, anda tidak kenal siapa saya, bisa jadi suatu hari anda akan jatuh cinta pada saya, permisi" ucap Kinar langsung bangkit membawa gelas coklatnya masuk menuju kamarnya. Untuk pertama kalinya dalam hidup Kinar, ia mengucapkan banyak kata di awal perkenalannya dengan seseorang, biasanya ia lebih memilih diam.

__ADS_1


Namun Arfan sudah menyentil harga dirinya.


Apakah ia bisa memilih dengan siapa ia jatuh cinta atau siapa yang boleh jatuh cinta padanya??? pemikiran dangkal.


Kalaupun kita bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta, itu akan lebih mudah.


Nyatanya sekian tahun Adam mengejarnya, cinta itu tak pernah datang padanya, hanya sayang itu berbeda dan tak cukup kuat membawa hubungan mereka ke jenjang serius.


Kinar pernah gagal, dan ia tak mau mengecap pahitnya kegagalan itu lagi. Buktinya hubungan dengan cinta saja masih bisa kandas jika tak ada kejujuran.


Emosi Kinar meluap, ia menatap coklat panas di gelasnya yang awalnya menggiurakn kini rasanya hambar, dengan kesal ia merebahkan tubuhnya di kasur dan mencoba untuk memejamkan matanya.


"Mengapa ada pria menyebalkan seperti dia ???? walau wajah ku tak cantik apa perlu di bandingkan dengan orang lain, aku cukup bersyukur dengan apa yang kumiliki.


pria itu otaknya sangat dangkal, semoga dia merasakan apa yang nanya jatuh cinta tanpa dia bisa pilih dengan siapa, dan rasakan saya itu tiba" gerutu Kinar kesal.


Sudah bertahun-tahun ia tak merasakan kesal akibat seorangx pria dan akhirnya ia tertawa sendiri


"Ah benar-benar pria yang menyebalkan, merusak mood ku saja. Semoga aku tidak bertemu lagi di kemudian hari dengan pria itu, bakalan apes"ucap Kinar sudah kembali mendapatkan ketenangan ya.


ia berusaha memejamkan matanya karena besok mereka akan menuju kediaman calon mertua Adam untuk melamar.


Keesokan paginya


Setelah sholat subuh, Kinar bangun dan menuruni tangga, ia selalu terbiasa bangun pagi dan sibuk berkutat di dapur, Terlihat Sinta sudah berada di dapur dengan beberapa asisten rumah tangga yang membantunya


"Pagi Tante, ada yang bisa Kinar bantu Tan??"


"Eh pagi sayang, gak usah sayang nanti bajumu kotor"


"Gak apa-apa Tan, Kinar udah biasa masak kok, ini buat Kinar bantu" ucap Kinar.


seorang asisten rumah tangga memberikan sebuah celemek lalu Kinar mulai membantu Sinta buat sarapan pagi untuk semua.


Satu setengah ja. kemudian, beberapa menu sudah terhidang di meja, dan sebagian adalah masakan Kinar.


Sinta tak henti-hentinya memuji masakan Kinar, ia kagum wanita muda dan calon dokter spesialis ini pandang memasak, karena sangat jarang sekali anak muda sekarang yang mau turun ke dapur untuk memasak.

__ADS_1


Sinta jadi berharap Kinar bisa menjadi menantunya kelak.


__ADS_2