
Setelah bertemu dengan Kinar, Dimas bukan pulang, ia memilih menenggelamkan dirinya dengan alkohol, hingga akhirnya ia harus pulang dengan di papah oleh Damar.
Damar sangat marah mendapati kalanya malah mabuk-mabokan disaat masalah Edang genting seperti saat ini, bukan berfikir logis dan mencari jalan keluar, tapi malah hanyut dalam pikirannya sendiri, sungguh memalukan.
Damar sengaja tidak membawa Dimas ke rumah mereka, namun membawanya ke rumah Dimas sendiri, ia tak mau mamanya tahu tentang kelakuan buruk Dimas yang malah akan menambah beban pikiran mamanya.
Setelah pintu di bukakan oleh mbok Iyem, Damara langsung memapah tubuh Dimas yang tak sadarkan diri di bantu security ,
Ternyata ketika Damar keluar dari dalam kamar, dari arah belakang rumah ,Bella muncul dengan santainya, seolah tak terjadi sesuatu
"Buat apa loe disini??? sebaiknya loe keluar dari rumah ini, sebelum gue..."
"Sebelum apa?? apa??? loe berani sama gue??? gue kakak ipar loe Damar!!!"
"Huh mimpi, sampai kapanpun gue gak akan pernah ngakuin wanita rendahan loe kakak ipar gue, mungkin kakak gue buta bisa jatuh cinta sama loe, tapi bagi gue kakak ipar gue cuma kak Kinar" ucap Damar
"Hahahaha" tawa Bella menggema
Membuat damar melotot tak senang,
"Damar, damar, masih aja gak nyadar.
Kinar palingan sebentar lagi di ceraikan sama Dimas, terus cuma gue istri Dimas yang artinya......
cuma gue istri kakak loe, sampai disini loe paham???"
"Najis" cibir Damar tak Sudi
"Susah ya ngomong sama anak kemarin sore, masih belum paham juga???? Kinar , kakak kesayangan loe itu bentar lagi membusuk di penjara, kecuali...." Bella tidak meneruskan ucapannya, ia melangkah menuju kamar dimana Dimas tergeletak tak sadarkan diri karena pengaruh alkohol
"Kecuali apa??? mau kemana loe???” teriak Damar penasaran
"Rahasia, loe diem duduk manis aja tunggu berita, ahahha" tawa Bella kembali pecah, ia lalu menutup pintu kamar, tinggal damar yang berdiri menatap pintu yang tertutup dengan emosi yang meluap
"Dasar perempuan gila" ucpa Damar lalu melangkah keluar rumah.
Sementara di dalam kamar, Bella tertawa senang karena berhasil membuat adik iparnya tersebut kesal
"Kecuali, kakak loe yang bodoh ini menceraikan Kinar dan menikahi gue secara sah, gue akan pertimbangkan untuk mencabut gugatan itu, ya mungkin... hahaha"
__ADS_1
"Kamu mas, ini semua karena kamu jua aku begini, andai saja kamu bisa bersikap manis padaku dan mencintaiku lagi, menceraikan wanita bodoh itu, aku gak mungkin bertindak sendiri, ya jadi semua salahmu, y salahmu!!!!" ucap Bella yang kini duduk di tepi ranjang membelai wajah Dimas yang mabuk berat
"Kinar, Kinar....." panggil Dimas tanpa sadar
Bella menghentikan gerakan tangannya, ia mengepalkan tangannya kesal, bahkan sebuah tamparan keras mendarat di wajah Dimas
"Bisa-bisanya kau masih memikirkan wanita sialan itu mas????, apa kurangnya aku?????” teriak Bella mulai meraung, ia menangis histeris
mbok Iyah yang mendengar dari luar tak berani menghampiri karena takut dengan kelakuan Bella yang tak segan main tangan pada pembantunya, seperti yang terjadi pada Dian,
Setelah menangis meraung-raung tiba-tiba Bella tertawa terbahak-bahak, entah apa yang terjadi di dalam, namun tawa Bella berhasil membuat mbok Iya merinding disko.
Mbok Iyah langsung menghubungi Kinar , melaporkan apa yang terjadi di rumah ini, tak lupa ia juga mengabarkan Damar yang beberapa saat lalu baru saja pergi dari rumah ini.
"Mbok pokoknya amati dan laporkan terus ya, saya on the way kembali ke rumah kak Dimas" ucpa Damar yang mendengar suara ketakutan mbok Iyah
"Iya den, cepetan ya, mbok merinding ini, perasaan mbok gak enak, kaya Bu Bella sedikit...."
"Mbok Iyah, mbooook, kemana sih orangtua satu ini???" teriak Bella mendekat
"den udah dulu ya itu orangnya keluar"
Mbok Iyah langsung memutuskan panggilan tanpa menunggu jawaban Damar, ia takut Bella akan murka
"Iya nyonya, ada apa" jawab mbok Iyah berlari kecil dengan kaki tuanya mendekati Bella
"Kamu tuh ya mbok, sampai putus pita suara saya , gak datang-datang, ngapain aja sih lama bener di panggilnya" Dengus Bella
"Maaf nyonya, maklum say kan sudah tua, jadi sudah gak bisa jalan cepat"
"Oh jadi mbok maksudnya mau pensiun gitu???, bilang aja sih" cibir Bella
"Bu..bukan nyonya, saya masih butuh pekerjaan ini karena..."
"Sudah,sudah malah drama lagi, cepat buatkan teh hangat sama ambilkan baskom kasih air jangan dan handuk kecil, saya mau lap mas Dimas mabok" ucapnya lalu kembali masuk ke kamar sebelum mbok Iyah menjawab
"Ya,Allah, Gusti, beri kesabaran" ucap mbok Iyah lirih
Mbok Iyah berjalan menuju dapur, tak berapa lama kemudian sudah datang membawa baskom berisi air hangat dan handuk kecil.
__ADS_1
Ia mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kamar utama
Terlihat Bella sedang duduk, sementara Dimas sudah tak berpakaian lagi, hanya memakai celana boxer
Mbok Iyah kembali ke dapur membuatkan teh hangat dan memasak SOP ayam jahe untuk menyebarkan Dimas yang mabuk.
mbok iyah kembali mengetuk pintu kamar utama, tak ada jawaban, hanya terdengar suara aneh dari dalam kamar, kebetulan pintu kamar terbuka sedikit, sehingga mbok iya bisa mengintip apa yang terjadi di dalam, perasaannya makin tak enak.
Terlihat Bella sedang melakukan sesuatu, kepalanya naik turun, dan pakaiannya sudah tanggal menyisakan hanya underwa** nya saja, ia sedang mengor*l Juni*r Dimas
"Astaghfirullah....." pekik mbok iya terkejut, ia sampai.mau jatuh karena mundur tiba-tiba dan terselimpat rok kainnya
Mbok iya bergegas menjauhi kamar utama, ia berjalan gemetaran menuju dapur dengan wajah pucat berkeringat
"Mbo, mbok sakit????" tanya Damar yang baru saja datang
"Engg..enggak den" ucap mbok Iyah masih sulit berbicara
"Duduk dulu mbok, saya ambilkan minum dulu" ucap Damar menuntun mbok Iyah duduk, ia segera mengambilkan minum untuk mbok Iyah, membiarkan mbok Iyah tenang
"Itu, itu den, ya Allah, mata mbok kotor jadinya,"
"Ada apa sih mbok??? apa terjadi sesuatu???" tanya Damar panik dan hendak bangkit, mbok Iyah langsung menarik tangan Damar dengan wajah merona merah.
Seumur hidup, mbok Iyah baru kali ini malu sendiri, ia belum pernah melihat orang seperti itu, ditambah ia sudah menjadi janda lebih dari dua puluh lima tahun lalu , suami mbok Iyah meninggal waktu anak mereka masih kecil-kecil.
"Loh kenapa mbok???, saya jadi bingung" ucap Damar bingung
"Anu, aduh gimana ngomongnya ya, pak Dimas lagi di service bawahnya sama nyonya Bella" ucap mbok Iyem kini wajahnya tambah merah, Damar yang awalanya tak mengerti melihat wajah mbok Iyah dan mengaitkan dengan ucapannya, ia jadi paham
"Serius mbok??? tapi kan Bella baru melahirkan ah maksud saya Bella keguguran, yang saya tahu ada masa nifas dan haram berhubungan badan dalam Islam saat wanita masih nifas, karena kotor"
"Aduh den, itu bukan lewat itu, tapi lobang atas" ucap mbok Iyah tak berani menatap Damar
"Astaghfirullah, beneran mbok???"
"Ya Allah gak percaya bener, udah kamu disini saja dulu, mbok aneh, masa orang habis kehilangan anak, habis operasi gak ada sedih-sedihnya malah gatel, nauzubillah, amit-amit" ucap mbok Iyah ngedumel sendiri
Damar juga menggeleng pelan tak percaya, ia jug arak habis fikir dengan jalan pikiran Bella, bisa-bisanya ia memanfaatkan kakaknya yang masih dalam pengaruh alkohol untuk memuaskan dirinya sendiri, orang yang aneh!!!! lebih tepatnya Gila!!!!!!!
__ADS_1