
"Sayang, kamu kemana saja??" tanya Dimas mendongakkan kepalanya, terlihat pria itu menangis, namun hati Kinar kini sedang membeku
"Cari udara segar"ucap Kinar tanpa menoleh pada suaminya, ia membersihkan luka Dimas lalu memberinya obat antiseptik setelah itu membalutnya
Dimas terus memandang istrinya yang tak mau melihat padanya, Kinar jelas sedang memendam perasaannya, sikapnya Kinar jelas berubah
Kinar yang banyak bicara kini sedingin es
"Sayang, kemana kamu pergi sejak pagi? aku khawatir padamu dan anak kita" ucap Dimas.
"Terima kasih sudah khawatir padaku, tenang saja aku masih tahu jalan pulang kerumah
"Kinar, mas sedang berbicara padamu, tidakkah kamu bisa menghargai lawan bicaramu saat bicara tatap mas!"ucap Dimas tak sengaja meninggikan suaranya
"Jikapun aku keluar, aku tak akan pernah merugikan dan mengkhianati pasanganku, Karen bagiku ikatan pernikahan adalah janjiku pada sang pencipta dan akan berat dosa yang harus ku tangguh" ucap Kinar langsung bangkit namun tangannya di tarik oleh Dimas.
Dimas sangat terkejut tak menyangka jika istrinya bisa berkata seperti itu, Apa Kinar sudah tahu semuanya???? ia menyindir tentang kesetiaan????
"Apa maksud ucapan mu???” bentak Dimas menatap tajam pada istrinya
"Apa aku masih harus menjelaskannya pada mas??? sepertinya mas sangat tahu maksudku" ucap Kinar menepis tangan Dimas
"Ah sayang, maafkan mas bersikap kasar padamu, mas sungguh tak mengerti” ucap Dimas melunak karena melihat air mata menetes di pipi putih Kinar
"Kamu pura-pura tak mengerti atau kamu masih mau menyembunyikan semuanya dariku mas???? mau sampai kapan kamu bohongi aku mas???
Aku seperti orang bodoh yang percaya padamu”gumam Kinar dalam hati
"Kinar please katakan sesuatu sayang, jangan hanya menangis, bagaimana mas bisa tahu kesalahan mas jika kamu tidak mengatakannya" ucap Dimas frustasi melihat istri yang ia cintai menangis.
"Apa yang mas sembunyikan dariku??? tidak bisakah mas sedikit saja hanya sedikit aku minta pada mas untuk menghargai ku, meskipun mas tidak pernah mencintaiku, aku juga masih punya perasaan mas, aku bukan batu"
"Sayang, aku mencintaimu, kamu salah menilai ku, aku selalu akan menghargai mu, maafkan mas sudha membuatmu terluka, namun mas berani bersumpah bila mas sangat mencintaimu dan anak kita" ucap Dimas menggenggam tangan istrinya
"Kamu gak bisa jujur kan mas??? kamu hanya mencintai anak dalam kandunganku, bukan aku.
Jika aku tak sedang mengandung, mana mungkin kamu bisa berkata itu.
jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan pernah memperkosa Bella, jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan menikah dan membohongiku" Teriak Kinar dalam hati
__ADS_1
"Ceraikan aku" ucap Kinar lirih masih menitikkan air mata. Dimas sangat terkejut istrinya berkata demikian
"Sayang, jangan berkata seperti itu, please jangan tinggalkan mas" ucap Dimas langsung jatuh terduduk di kaki Kinar
Kinar membuang pandangannya ke arah lain, ia tak mau hatinya goyah, seharian sudah ia berada di pinggir danau itu merenung.
Awalnya ia masih ingin memberi Dimas kesempatan. Jika saja Dimas bisa sedikit jujur padanya, Memberi satu saja alasan yang bisa membuatnya tetap bertahan dan juga membuatnya memaafkan kesalahan fatal yang di lakukan Dimas.
Karena jujur saja, Kinar sangat mencintai suaminya itu.
ia sangat berat berpisah darinya, namun berapapun asa yang ada jika hubungan tak di landasi oleh kejujuran semua akan hancur pada akhirnya.
Hingga Kinar memilih meminta perpisahan, itu lebih baik dari pada terus membohongi diri dan berharap sesuatu yang tak pasti.
Namun sepertinya Dimas memang tak pernah mencintainya, kenyataan itulah yang membuat hati Kinar terluka.
Kinar tak butuh kata cinta, ia bukan anak labil yang baru menginjak dewasa, ia butuh tindakan mencerminkan perasaan.
"Sayang, aku mohon ubah pikiranmu. Aku sungguh minta maaf, aku tak pernah bermaksud menyakitimu”
ucap Dimas memohon
Aku akan ada di kamar tamu jika kamu mencari ku" ucap Kinar langsung bangkit dan meninggalkan Dimas yang kini seperti orang kehilangan akal,
Kinar masuk ke dalam kamar dan menguncinya, ia jatuh terduduk sambil menangis.
"Jika dengan perpisahan kita bisa membuatmu bahagia, aku ikhlas mas" ucap Kinar lirih, ia tak memperdulikan suara Dimas yang memanggil namanya dari balik pintu, saat ini ia ingin sendiri
Sementara di luar kamar
"Mas, Dian mau bicara sedikit jika mas Dimas punya waktu" ucap Dian yang melihat majikannya itu frustasi karena istrinya memilih pisah kamar
"Saya sedang pusing Dian, maaf" ucap Dimas melangkah pergi
"Tapi mas ini menyangkut tamunya mba Kinar" ucap Dian ragu
"Apa maksud kamu Dian???" ucap Dimas menghentikan langkahnya, ia memandang asisten rumah tangga yang usianya masih belia itu
"Anu mas, waktu tamu mba Kinar datang, mas sama mba Kinar pergi, tamu itu saya lihat memiliki gelagat aneh, dia menguping di depan pintu ruang kerja mas Dimas, lalu sorot matanya sangat menakutkan, penuh kebencian, ia juga sampai mengepalkan tangan.,
__ADS_1
Dian sih hanya mendengar tidak banyak.
Dia mengatakan akan menghancurkan, entah apa yang dia maksud. Tapi menurut Dian itu ada sangkut pautnya sama maslaah mba Kinar sekarang” ucap Dian
Dimas terdiam, benar dugaannya.
Dimas segera mengambil kunci mobil dan pergi.
Ia harus menemui Bella untuk meminta penjelasan.
Setelah Dimas pergi, Kinar baru keluar kamar, ia melihat rumah sepi dan di kamarnya tak ada Dimas.
Kinar keluar rumah karena ia sangat kelaparan,
Sudah pukul sebelas malam, Dian sudah kembali ke kamarnya.
Kinar membuka tudung saja dan melihat masakan yang di masak oleh Dian, ia lalu duduk dan mulai memakannya.
Ia sebenarnya males, namun kasihan anak dalam kandungannya tak bersalah, jangan karena keegoisannya anaknya menjadi korban
"Loh mba Kinar belum tidur toh???" tanya Dian tahu-tahu muncul sudah memakai baju tidur nya
"Belum, saya laper Dian" ucap Kinar pelan
"Mau dian buatkan teh hangat atau wedang jahe??? atau coklat hangat???" tanya Dian yang tahu kegemaran Kinar, coklat hangat
"Gak usah Diana, kamu istirahat saja" ucap Kinar
"Sepertinya mas Dimas belum pulang Bu, Biar Dian saja yang tunggi untuk bukakan pintu nanti"
"Loh, emangnya mas Dimas kemana Dian?
" Gak tahu juga kemana, tadi pas mba Kinar masuk kamar tamu, mas Dimas pergi setelah Dian bilang keanehan pada tamu mba Kinar yang tempo hari datang itu”
"Emang apa yang aneh??” tanya Kinar penasaran, ia tahu jika yang dimaksud Dian adalah Bella
"Uhm, aneh aja , dia nguling ruang kerja terus matanya itu Dian sampai merinding, penuh kebencian, Dian sih cuma denger dia ngomong menghancurkan, gak tahu maksudnya apa, setelah itu ia pergi dengan marah tanpa pamitan, padahal ada Dian disana lagi nyapu lantai" ucap Dian
"Oh " jawab Kinar singkat
__ADS_1
"Bella membenciku, apa ini semua jebakan dia agar aku tahu jika mas Dimas adalah pria yang ia ceritakan???”