
Seminggu kemudian Kinar sudah di perbolehkan pulang, ia di haruskan memakai kursi roda selama masa pemulihan karena kakinya patah, namun ia memaksa memakai tongkat saja selaain melatih kakinya, ia juga rajin terapi untuk pemulihan kaki dan tangannya.
Sementara Ridwan sudah kembali ke negaranya, ia tak bisa terlalu lama meninggalkan istri dan anaknya. yang terutama rumah sakitnya di sana.
Setelah memastikan keadaan Kinar baik-baik saja ia bisa lega.
Sementara Bagus baru tiba setelah mendengar kabar Kinar siuman, ia tak bisalangsung terbang di karenakan Prapti melahirkan, mereka menyambut kelahiran anak Bagus yang berjarak cukup jauh dengan si sulung.
Kini keluarga besar mereka berkumpul, Kinar terlihat sangat bahagia kembali keluarganya, sedangkan berkas persidangan perceraian mereka sudah sampai di meja pengadilan agama, hanya tinggal menunggu mediasi, jika berjalan lancar maka langsung sidang
Walau terlihat bahagia, namun Anggi maupun Satria tahu putri mereka sedang menangis dalam hati, meratapi pernikahannya yang gagal.
"Sayang, setelah putusan keluar sebaiknya kamu ikut kami ke Bali, ya sekalian refreshing dan berkunjung menemui sepupumu yang nakal itu" ucap Prapti kala mereka berkumpul di ruang keluarga
"Apa kita semua akan ke Bali ma???"tanya Aisya berharap ikut diajak ke Bali
"Tidak sayang, kakakmu saja" ucap Anggi tersenyum tipis.
Mungkin dengan berganti suasana dan pemandangan baru, Kinar bisa move on dari kesedihannya, waktu yang mengobati luka.
"Ehmm papa pikir gak ada salahnya kita sekali-kali buat rusuh cottage kakek Bagus, kapan lagi ya kan??" ucap Satria yang membuat Anggi menoleh pada suaminya
"Beneran pa kita ke cottage kakek??" tanya si kembar Raffa dan Raffi yang kini sudah menginjak sekolah menengah atas.
"Mama juga setuju kali ini" ucap Anggi yang melihat mata putra dan putrinya penuh harap
"Yeaaaayyyy, asikkkk" teriak Raffa dan Raffi, serta si bungsu, sementara Reyhan dan Aisya hanya menggeleng melihat kelakuan adik-adik mereka.
"Ma, Ais nyusul aja ya, masih ada mata kuliah penting yang gak bisa ditinggalkan" ucap Aisya membuat mata saudaranya meredup.
mereka yakin jika perjalanan mereka akan ditunda menunggu kakak mereka bisa, karena mereka selalu kompak dan perduli sesama
"Ya sudah nunggu kak Aisya ya , baru kita jalan"
"Ma, kalian jalanlah , aku tak apa-apa dirumah. lagi pula ada bibi dan juga pak mang Ujang serta mbok Iyah" ucap Aisya tak mau rencana liburan keluarganya gagal hanya karena dirinya
"Kamu yakin ??" tanya Anggi yang di balas anggukan mantab Aisya
__ADS_1
"Baiklah, kita pergi besok" ucap Satria yang membuat melongo semuanya.
Rencana itu kan setelah sidang putusan cerai Kinar keluar, kenapa jadi Satria yang ngebet besok terbang???
Bagus menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sudah setua ini ia masih tak mengerti jalan pikiran keponakannya
"Astaga Satria, kami mengajak Kinar biar setelah masalahnya selesai ia bisa refreshing, bukan mengajak kalian tamasya sekeluarga" Dengus bagus membuat Satria terkekeh
"Pelit sekali” ucap Satria menggoda membuat Prapti hanya menggelengkan kepala sudah sama-sama tua tapi kelakuan anak ABG
"Baiklah besok kita berangkat" ucap Prapti
"Tapi sayang???" protes Bagus yang tak setuju dengan keputusan sepihak Prapti
”Asik, terima kasih ,nenek paling baik" ucap Raffa dan Raffi serta si bungsu memeluk Prapti
Kinar hanya menggeleng sambil tersenyum, setidaknya bersama keluarganya bisa sedikit mengobati kesedihannya karena kehilangan anak dan perceraiannya.
Keesokan Harinya
Satria mendapatkan telepon dari pengacara mereka yang mengurus perceraian Kinar, pihak pengadilan akan melakukan mediasi lebih dahulu, dan sepertinya putusannya bisa turun dalam dua sampai tiga bulan, mengingat Kinar baru saja keguguran dan ada masa nifas.
Kinar yang melihat perubahan papanya segera menghampiri Satria, menanyakan apa yang terjadi, setelah mendengar berita yang di sampaikan pengacara, wajah Kinar tetap datar sehingga tak bisa ditebak isi hatinya.
Mereka sekeluarga langsung bertolak menuju Bali.
Tujuan utama mereka cottage baru yang di bangun oleh Bagus, namun mereka hari pertama memilih tinggal di kediaman uyut mereka sekaligus nyekar ke maka. Putu dan Ayu, buyut mereka.
Sesampainya di sana mereka langsung istirahat sejenak, sore harinya langsung menuju makan khusus keluarga di sana,
Putu merupakan orang yang di hormati di pulau itu, walaupun bukan pribumi asli, namun ia ikut melestarikan budaya dan memajukan provinsi tersebut.
Pada malam harinya mereka berpesta di pinggir pantas sambil BBQ, saat semua orang sedang asik menikmati sajian laut dan daging BBQ, seseorang yang tak terduga datang, siapa lagi jika bukan Dimas yang mengikuti mereka.
Setelah mendengar kabar keluarga besar Kinar menuju pulau B, Dimas segera tahu jika mereka menuju salah satu rumah kerabat Kinar,
Dimas tidak tahu dimana letaknya, ia meminta anak buahnya yang berada di Bali untuk mengikuti istri dan keluarganya, sehingga ia tahu keberadaan Kinar.
__ADS_1
Dimas membawa beberapa orang dan langsung melumpuhkan penjaga yang menjaga villa besar tersebut yang dulunya adalah tempat tinggal Putu dan Ayu.
”Kak Dimas??" teriak Raffi yang melihat kedatangan pria tersebut, membuat Reyhan dan Aisya yang sedang bernyanyi berhenti, Susana langsung berubah hening karena kedatangan pria itu
Satria dan Bagus langsung bangkit dari duduknya, mereka menghadang Dimas yang hendak mendekati Kinar
"Mau apa kamu kesini?" tanya Satria tak senang
"Pa, biarkan saya bertemu dengan istri saya pa" ucap Satria berusaha memberontak.
Dua pria yang menahannya walau sudah berumur namun tubuh mereka bisa dikatakan tidak kalah dari anak muda, masih berbentuk atletis karena bagus maupun Satria gemar berolah raga
"Sebaiknya kamu harus membiasakan diri mulai dari sekarang Dimas, jangan panggil aku papa, karena kamu bukan lagi anak mantuku
Proses persidangan sebentar lagi, aku harap kamu menghargai itu keputusan itu"
"Saya tidak akan pernah menceraikan Kinar, om tidak seharusnya memaksa Kinar bercerai dari saya.
om sebagai orangtua harusnya memberi nasihat agar Kinar tidak bercerai" ucap Dimas yang terlihat frustasi
Plaaaakkk
Sebuah tamparan kencang mendarat di wajah Dimas hingga ia terhuyung ke belakang
"Saya sebagai kakeknya justru senang Satria mendukung perceraian putri mereka.
Kamu tidak bisa menghormati orangtua, bagaiman kamu bisa menghormati dan menghargai pasanganmu. Keluar dari kediaman saya sekarang atau polisi akan menangkap mu karena membuat gaduh di tempat orang" teriak Bagus sangat marah
"Kinar, Kinar, katakan pada mereka Kinar, jika kamu masih mencintaiku" teriak Dimas seperti orang gila saat Bagus dan Satria mendorongnya.
tercium bau minuman keras saat Bagus dan Satria mencoba mengusirnya.
para bawahan Dimas sudah berhasil di bekuk oleh anak buah Bagus, sehingga dengan mudah mereka di usir keluar.
Dimas masih berteriak-teriak tak tahu malu, sehingga akhirnya Kinar bangkit dari duduknya dan berteriak.
"Aku menyesal nikah denganmu mas" ucap Kinar menahan marahnya, ia memang masih mencintai Dimas, namun melihat sikap kurang ajarnya pada papanya membuat rasa itu terkikis sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Kinar berfikir ia akan berpisah secara baik-baik namun Dimas semakin arogan dan membuatnya menyesal telah mencintai pria itu. Bagi Kinar kedua orangtuanya segalanya untuknya.