Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Terjerat Hukum


__ADS_3

Semua mata menatap benci pada Kinar, kini ia seperti seorang penjahat, semua menghakiminya, padahal ia tidak melakukan apapun, ia tak pernah mendorong Bella, rupanya ini rencana Bella untuk menjebaknya.


Bella segera di larikan ke ruang operasi karena pendarahan hebat, Kinar mengigil ketakutan, ia menyesali tindakannya datang ke rumah sakit ini, rupanya Bella sudah gila, mengorbankan dirinya sendiri untuk selamat, Kinar bergidik ngeri.


Bella mister berwajah cantik yang pernah Kinar kenal.


Terlihat di kejauhan Dimas datang tergesa-gesa setelah menerima telepon Kinar, ia langsung menghampiri Kinar yang terlihat shock dan ketakutan


"Sayang ,tak apa-apa itu semua kecelakaan, bukan salahmu" bujuk Dimas


"Dia, dia melepaskan dirinya sendiri" ucap Kinar tergagap, kinar menangis


"Sudah, sudah, mas percaya padamu" ucap Dimas mengelus puncak kepala Kinar mengenakan Kinar yang terlihat shock,


Traumanya seakan kembali, ia jadi teringat kejadian dimana ia terjatuh dari tangga dan kehilangan anaknya.


Tubuh Kinar bergetar hemat, ia sangat ketakutan.


Adam tiba-tiba muncul bersama Reyhan adik lelaki Kinar , melihat adiknya datang, Kinar langsung bangkit dan berlari ke arah Reyhan


"Rey kakak takut" ucap Kinar lirih


"Tak akan ada yang terjadi pada wanita itu kak, dia itu iblis, kematian cepat bukan jalan suratannya, percaya padaku.


Wanita iblis seperti dia punya nyawa seribu" ucap Reyhan menatap tajam ke arah Dimas.


Semua gara-gara pria plin plan seperti Dimas yang memelihara seorang iblis wanita di dekatnya.


"Sudah Rey, Kinar pasti shock, lebih baik kita duduk dan menunggu hasil operasinya. Tak perlu khawatir, dokter yang menanganinya temanku" ucap Adam menenangkan


"Apa dia akan baik-baik saja???"


"Tentu, dokter Alfin dan Brian adalah sepasang dokter luar biasa, mereka kakak adik" ucap Adam


Kinar merasa sedikit lega, dengan Bella selamat ia bisa membuktikan dirinya tak bersalah,


"Reyhan, tolong kamu dapatkan CCTV rumah sakit dimana Bella jatuh, bagaimanapun caranya itu bukti ketidak bersalah ku" ucap Kinar teringat sesuatu


"Dengan kejadian ini membuka diri ku yang terlalu naif, percaya bahwa wanita itu bisa berubah, nyatanya aku salah besar" gumam Kinar dalam hati


"Aku yang akan membereskannya, kamu tenang saja" ucap Adam


"Mas Adam, aku tak mau melibatkan mu, tapi terima kasih ya" ucap Kinar lirih

__ADS_1


"Sebaiknya kau menjauh, atau aku harus mengingatkan jika Kinar istriku" ucap Dimas yang tak senang melihat interaksi antara Adam dan Kinar


"Aku sedang tidak mau berdebat mas.


istri mu yang membuat masalah ini, aku tahu setelah ia siuman, ia akan memulai sandiwaranya dan kita lihat siapa yang kamu bela.


Jika kamu memilih dia maka itu akhir dari semua.


aku tak akan pernah menengok kebelakang lagi.


Jika kamu memilihku, maka ceraikan Bella dan masukkan ke rumah sakit jiwa" ucap Kinar membuat Dimas terbelalak


Kinar mengancamnya, tentu saja ia akan memilih Kinar, masalah Bella ia akan pikirkan nanti.


"Tentu aku memilihmu,"


"Aku sangsi kan itu" cibir Kinar.


Tiga Jam kemudian


Operasi berjalan lancar, Bella sekalian menjalani operasi pengangkatan rahim, ia kehilangan bayinya dalam kecelakaan itu.


Saat tubuh lemah Bella di dorong dari ruang operasi Dimas mengikutinya hingga ruang perawatan. sementara Kinar di bawa pulang oleh Reyhan.


sementara Adam langsung bertemu dengan teman semasa kuliahnya Brian dan Alfian, duo tangan Dewa, begitu mereka menyebutnya di kampus mereka dulu.


"Rey, please jangan ceritakan kejadian tadi pada mama papa" ucap Kinar begitu turun dari mobil, sepanjang perjalanan, wajah Reyhan muram, sehingga Kinar memilih diam


"Kak, mau sampai kapan kakak akan menyembunyikan ini semua?? sampai kapan???.


Rey yakin badan sebentar lagi akan datang, apa jadinya jika kita gak terbuka sama mama papa??? apa sampi mereka tahu-tahu tahu dan shock.


Setidaknya sepahit apapun, kita harus katakan pada mereka sehingga kita bisa antisipasi" ucap Reyhan bijak


"Baiklah" ucap Kinar pasrah.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah.


Reyhan langsung menghubungi papa nya, sementara Anggi nampak tegang setelah Reyhan mengatakan ada hal penting yang akan anaknya sampainya, ia sudah menanyakan pada Kinar namun putrinya itu juga diam seribu kata.


Satri sampai rumah lalu mereka langsung berkumpul di ruang keluarga. Reyhan lalu menyampaikan kejadian beberapa waktu lalu, terlihat wajah Anggi khawatir, sementara Satria terlihat serius.


Satria langsung menghubungi pengacara keluarga mereka dan juga Bagus, untuk merundingkan masalah ini.

__ADS_1


Keesokan harinya


Bagus tiba dengan pengacara mereka, mereka langsung bergerak cepat mengumpulkan bukti, termasuk CCTV, juga saksi-saksi, sayangnya sakti memberatkan Kinar karena dari titik pandang mereka terlihat Kinar mendorong Bella, kamera CCTV pun tak banyak membantu.


Seperti yang di duga, Bella meminta sepupunya untuk mengajukan berita acara penganiayaan dirinya hingga kehilangan janin dalam kandungannya, dan tersangka utamanya adalan " Kinar"


Kinar langsung di mintai keterangan pihak berwajib, statusnya saat ini masih saksi belum naik ke tersangka,


Sementara di kediaman Dimas


Mariska menampar wajah anaknya, ia juga sampai membanting vas bunga di depannya begitu mendengar Kinar tersandung Maslah hukum yang diakibatkan Bella.


Mariska murka, hingga dada nya naik turun karena emosi


"Kamu, benar-benar anak tak berguna, bagaimana bisa kamu membuat Kinar dituntut??? dimana otak kamu?? hanya mengurus wanita setan itu tak becus, apa mama harus turun tangan???" teriak Mariska menunjuk-nunjuk wajah Dimas.


Mariska merasakan darahnya mendidih mendengar kabar dari Damar,


"Damar kita pulang dan segera hubungi pak Rizal, kita harus memenangkan kasus ini, jangan sampai wanita setan itu menang" ucap Mariska langsung bangkit, ia tak perduli lagi kesehatannya, ia langsung berjalan hingga pintu keluar


Tubuhnya oleng, beruntung Dimas mengikutinya


"Lepaskan tanganmu, mama sungguh menyesal punya anak seperti kamu, jangan pernah menemui mama sebelum tuntutan Bella di cabut. Jika terjadi sesuatu pad Kinar, mama tidak akan mengakui kamu sebagai anak mama, camkan itu!!!" teriak Mariska bergetar.


"Ma, mama tenang, semuanya pasti baik-baik saja" ucap Damar mencoba menenangkan Mamanya


"Mama harus hidup menanggung malu memilki anak seperti dia , mama hanya punya kamu Damar" ucap Mariska menangis.


Damar tidak menjawab, ia langsung memapah mamanya menuju mobilnya dan segera meninggalkan rumah itu.


Setelah menenangkan mamanya, damar langsung menuju kediaman orangtua Kinar ditemani pengacara keluarga mereka, kasus ini harus segera di selesaikan.


Sesampainya di kediaman orangtua Kinar, Mereka di sambut oleh Reyhan lalu mereka masuk menuju ruang keluarga, Damar melihat Kinar yang terlihat pucat karena kurang tidur, sementara mama Kinar tak tampak di sana, mungkin mamanya shock mendapati putrinya tertuduh dalam kecelakaan Bella


"Kak, maafkan kakak harus mengalami musibah seperti ini, tapi damar janji akan membersihkan nama baik kakak" ucap Damar menggenggam tangan Kinar


"Bagaimana mama?" tanya Kinar mengkhawatirkan Mariska


"Mama baik kak, kakak tak perlu khawatir" ucap Damar mencoba tersenyum menenangkan Kinar


"Seharusnya kakak tak perlu datang ke sana, sehingga musibah ini tidak terjadi" ucap Kinar lirih


"Kamu tak perlu menyalahkan dirimu sendiri nak, cukup jadikan pelajaran berharga kedepannya.

__ADS_1


Kita boleh bersikap baik, namun juga harus waspada, karena kota tak pernah tahu hati manusia." ucap Satria


"Sudah sekarang bukti apa yang kita telah peroleh??? apa ada bukti yang terlewat?" tanya Bagus memecah kecanggungan


__ADS_2