Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Adam


__ADS_3

”Kamu.....?????” ucap Amanda tak percaya melihat seseorang yang ia rindukan sedang berdiri di depannya


"Surprise...." teriak orang tersebut sambil tersenyum lebar dan membentangkan kedua tangannya, berharap Amanda lari ke dalam pelukannya


”Kau seperti hantu datang tak di jemput pulang tak diantar, tiba-tiba datang dan pergi sesuka hatimu"gerutu Amanda bersedekah dada alih-alih berlari ke arah pria tersebut.


Walau air muka Bella kentara ia sangat senang dan tak bisa membohongi pemuda tampan di depannya itu, jika Amanda saat ini sangat bahagia melihat dirinya, namun ia memilih memasang muka marah merajuk padanya.


Ia memang selalu datang dan pergi sesuka hati, terakhir kali ia meninggalkan negara itu, tepat dua jam sebelum janji makan malam mereka, siapa yang tak kesal jika Amanda di beri kabar setelah pemuda itu sudah berada di atas pesawat menuju Indonesia dan akan lepas landas, dan kini setelah satu bulan lebih pemuda itu tiba-tiba muncul kembali mengacaukan hatinya.


”Ah , ku kira dari bandara langsung kesini kamu akan tersanjung karena aku mengingatmu lebih dulu di banding lucky kucing kesayangan ku" gerutu pemuda tersebut memasang wajah sedih


menyandarkan tubuhnya di pintu apartemen Amanda


”Adaaaaammm, aku sedang marah, bisa-bisanya kamu menyamakan aku dengan kucingmu yang gendut itu" ucap Amanda kesal tak terima di samakan dengan lucky kucing kesayangan Adam


”Sama-sama kucing tapi tak mau di samakan hufh” ucap Adam lirih sambil menggelengkan kepala


"Aduh ampun-ampun” pekik Adam memegangi pinggangnya yang jadi sasaran cubitan Amanda yang kesal


"Apa kamu bilang??? aku dan lucky sama??? seenaknya kalau ngomong.


Aku cantik dan manusia , dan lucky kucing gendut, jelek.


Adam kenapa kamu sungguh menyebalkan sekali"teriak Amanda makin mengencangkan cubitannya membuat Adam merintis kesakitan


”Kamu kucing galak,haha"ucap Adam sambil tertawa kencang membuat Amanda makin kesal di buatnya.


Namun kali ini Adam mengelak, ia lari memasuki apartemen Amanda


"Siapa yang menyuruhmu masuk kedalam rumahku, dasar menyebalkan"teriak Amanda kesal melihat Adam lari ke kamarnya

__ADS_1


"Apa kau sudah tidak punya sopan santun, dasar gila" maki Amanda, namun Adam tetap cuek


"Brugh" tubuh Amanda menabrak tubuh Adam yang terdiam kaku


”Adam kamu sungguh menyebalkan, keluar dari kamarku" teriak Amanda yang lupa akan keberadaan Kinar


” Ki..Kinar" ucap Adam terkejut membuat ingatan Amanda kembali, ia melupakan Kinar yang sedang tak sadarkan diri


”Astaga aku lupa jika sahabatku sedang pingsan, ini semua gara-gara kamu. eh tu..tunggu, kamu tahu namanya??? apa kamu kenal dia??”tanya Amada heran, ia belum sempat memberitahu nama Kinar, namun sepertinya ia mendengar Adam mengucapkan nama Kinar


Adam tak memperdulikan ucapan Amanda, ia langsung berlari mengambil kopernya, mengeluarkan stetoskop dari sana dan mulai memeriksa Kinar, dahinya berkerut dan langsung terlihat panik, tanpa basa basi ia mengangkat tubuh ramping Kinar


"Woi mau dibawa kemana sahabatku, Adam aku sedang tak mau bercanda" teriak Amanda yang terkejut dengan tindakan Adam


Sebaiknya kau ikuti aku segera, pak min mungkin sudah di parkiran membawa mobilku,kita harus segera membawa Kinar ke rumah sakit" ucap Adam terlihat sangat khawatir memandang lekat wajah Kinar


sesampainya di parkiran pak Min, supir Adam sudah menunggu, ia meletakkan Kinar di belakang, sebelumnya ia menyuruh Amanda masuk untuk menopang kepala Kinar, setelah itu ia mengambil kunci mobil dari tangan pak Min.


Di perjalanan beberapa kali Adam menengok kebelakang memastikan kondisi Kinar, wajahnya seperti seorang pria yang mendapati kekasihnya sakit, sungguh Amanda tak mengerti, ia ingin bertanya , namun situasi saat ini tak memungkinkan, Amanda memilih menyimpan pertanyaannya dalam hati.


Saat ini Amanda juga merasakan ketegangan yang Adam rasakan juga.


"Ada hubungan apa Adam dengan Kinar??? siapa Kinar sebenarnya??? mengapa aku tidak pernah melihatmu memandang penuh kasih seperti itu padaku??? apa kamu pernah memiliki hubungan dengan Kinar???” gumam Amanda yang menangkap sorot mata yang terpancar dari mata Adam


Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah sakit, kebetulan rumah sakit itu tempat Adam sebelumnya bekerja.


para perawat langsung membawa Kinar untuk di periksa, Adam terus mendampingi Kinar sambil menggenggam tangan Kinar, tak lama dokter keluar dan memeriksa, Adam menjelaskan sesuatu pada dokter tersebut, terlihat dokter itu mengangguk dan menepuk bahu Adam lalu kembali menangani Kinar.


Sungguh Amanda di buat bingung dan bertanya-tanya, pria yang selama ini ia cintai, kini terlihat sangat perhatian dengan wanita yang baru beberapa Minggu ia kenal, ada rasa sakit yang mendera di hati Amanda.


Amanda bisa melihat jelas jika Adam sangat mencintai wanita ini, terlihat sekali dari sorot mata lembut yang Adam berikan sambil membelai rambut Kinar, iri dan sakit hati yang kini Amanda rasakan.

__ADS_1


Setelah setengah jam kemudian Kinar sudah selesai di periksa, selang infus terpasang di tangan Kinar, wajah Kinar masih pucat, namun tak se pucat tadi.


Adam duduk di samping tempat tidur Kinar, tangannya menggenggam tangan Kinar, seolah takut kehilangan, pandangannya sendu menatap sosok yang tertidur pulas di depannya


”Mas Adam” panggil Amanda lirih, sepertinya Adam sedang hanyut dalam pikirannya sendiri, sehingga tidak mendengar panggilan Amanda


”Mas Adam" panggil Amanda kembali, kali ini ia menyentuh bahu Adam, membuat pemuda itu akhirnya kembali ke alam sadarnya dan menolah


"Amanda, ah maaf, maaf, mas gak dengar" ucap Adam


”Gak apa-apa mas, apa Kinar baik-baik saja???” tanya Amanda pelan


”Alhamdulillah mereka berdua baik-baik saja" ucap Adam, ada kesedihan di dalam kalimatnya


"Maksud mas Adam???” tanya Amanda tak mengerti


"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan Kinar???” tanya Adam mengalihkan pembicaraan, ia lebih tertarik untuk tahu bagaimana caranya Kinar bisa berada di kota ini, karena sejauh yang Adam tahu, ia sudah menikah.


Apakah laki-laki brengsek itu berada disini??? gak mungkin rasanya Kinar sendirian disini.


Lalu bagaimana Kinar bisa berkahir bersama Amanda??? beribu pertanyaan melintas dalam otak Adam, membuatnya pening, sementara Amanda belum menjawab pertanyaannya, terlihat Amanda justru memandangnya dengan tatapan curiga.


"Aku akan menjelaskan padamu,, bagaimana aku bisa mengenal Kinar, tapi sebelumnya kamu katakan dulu bagaimana bisa Kinar di apartemenku??” tanya Adam lagi.


Amanda menghela.nafas pelan baru kemudian ia menjawabnya


”Aku bertemu Kinar saat ia tersesat lalu mampir ke mini market kita, aku hanya kasian karena ia senegara denganku dan terlihat ia sedang sedih dan kebingungan, kebetulan waktu itu malam, aku takut ia bertemu dengan orang jahat, jadi aku membawanya ke rumah.


tentang bagaimana ia bisa di jalan dan tersesat, rasanya lebih baik kamu tanyakan pada Kinar, lalu bagaimana kamu bisa kenal Kinar?” Amanda balik bertanya, karena rasa penasarannya membuat ia gila


"Kinar, dia.......

__ADS_1


__ADS_2