Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Rumah Baru


__ADS_3

Setelah semua furniture dan semua keperluan lengkap, Dimas dan Kinar meminta izin mamanya untuk pindah, Mereka hanya membawa diri dan koper berisi pakaian mereka.


Mariska ikut mengantar anaknya pindah, rencananya ia akan bermalam di rumah baru yang akan ditempati Dimas dan Kinar


Semuanya di tata ulang sesuai selera Kiran, Mariska tersenyum lega, pasalnya ia tahu tentang sejarah rumah itu, rumah yang awalnya akan di berikan oleh Dimas untuk Bella


Setelah membereskan pakaian di bantu oleh asisten rumah tangga mereka, Kinar keluar dari kamar menghampiri suami dan mama mertuanya yang sedang asik duduk di pinggir kolam renang.kamar.


karena kehamilannya Kinar dan Dimas memutuskan akan tinggal di lantai bawah, kamar yang mereka persiapkan untuk tamu, mereka sulap menjadi kamar mereka untuk sementra waktu, Dimas tak mau jika Kinar harus naik turun dari tangga.


Mereka berbincang-bincang di gazebo yang memang di buat di pinggir kolam renang.


Terlihat wajah bahagia Kinar dan Dimas, kini Mariska bisa sedikit lega, walau ia belum sepenuhnya percaya pada Dimas, namun setidaknya putranya itu sudah bisa move on dari wanita siluman itu, siapa lagi kalau bukan Bella.


Mariska menginap di rumah mereka selama dua hari, lalu kembali ke rumah, membiarkan putranya mandiri.


Dua bulan sudah berlalu, kini kehamilan Kinar sudah menginjak empat bulan, perutnya pun sudah mulai kelihatan buncit, Namun sayang mual muntah Kinar masih parah, beberapa hari lalu ia malah sempat di larikan kerumah sakit karena kekurangan cairan dan dehidrasi akibat mual muntah yang parah, di tambah ia tidak suka dekat dengan Dimas.


Entah mengapa , Kinar membenci Dimas, namun Dimas memakluminya , karena menurut teman-temannya efek hormon kehamilan bisa sangat memusingkan para calon ayah.


Pagi ini Kinar sudah rapih, ia memakai dress terusan berwarna nabi, dengan sepatu kets, rambutnya di biarkan tergerai, Dimas. menatap tak berkedip melihat istrinya yang makin cantik, ia terlihat sangat fresh, mereka lalu pergi menuju rumah sakit karena hari ini jadwal celup Kinar.


Setelah kejadian tempo hari, Dimas tak mau salah lagi atau di salahkan mamanya, apa yang di ucapkan mamanya membekas di hati Dimas yang paling dalam, sehingga ia tak mau melakukan kesalahan yang sama, setelah antri cukup lama, mereka masuk dan melakukan pemeriksaan umum, mereka juga mengabadika. perkembangan bayi dalam kandungan Kinar melalui USG empat dimensi, Dimas tersenyum bahagia melihat anaknya sehat, walau kondisi Kinar bisa dikatakan ngidam parah, namun setiap ia muntah, ia akan makan lagi, begitu seterusnya, sehingga asupan ke janin tidak terganggu.


Selesai pemeriksaan dan menebus obat di apotik, mereka segera pulang, namun di lobby mereka berpapasan dengan Adam, wajah Dimasl langaung berubah kelam, ia membenci pria ini tanpa alasan

__ADS_1


"Hai Kinar, habis periksa??? bagaimana kandungan kamu???" tanya Adam menyapa


"Eh mas Adam, Alhamdulillah baik" jawab Kinar


"Ngapain nanya-nanya anak orang, bukan anak kamu kan?" celetuk Dimas tak senang


"Masss" ucap Kinar lirih, ia tak suka ucapan Dimas pada Adam seperti menyindir


"Kenapa? emang benar kan aku bilang" ucap Dimas kesal karena Kinar masih bersikap baik pada laki-laki lain di depannya


"Maaf ya mas Adam, mas Dimas gak ada maksud lain" ucap Kinar tak enak hati


"Loh kok kamu minta maaf? dia yang seharusnya tahu diri, kamu itu istri aku, gak usah sok ramah sama laki-laki lain" ucap Dimas kesal lalu meninggalkan mereka


"Sudah aku tak apa-apa, suamimu hanya cemburu padaku, cepat kejar dia" ucap Adam tersenyum lebar, Kinar mengucap maaf lalu menyusul suaminya kearah parkiran, Dimas awalnya ragu Kinar akan mengejarnya, ia yakin Kinar akan memilih bersama Adam, namun saat ia melihat Kinar berlari kearahnya, ia sangat senang sekaligus takut, karena Kinar seolah lupa jika ia sedang hamil, membuat Dimas merasa bersalah dan khawatir. namun ego Dimas begitu besar, ia tak mau mengaku salah,.


Dimas memasang wajah marah saat Kinar membuka pintu mobil, membuat Kinar menelan Saliva nya.


"Mas, maafin Kinar ya, Kinar gak ada hubungan apapun sama mas Adam,


Kinar berani sumpah kok" ucap Kinar takut-takut jika emosi Dimas makin besar


"Hmm" jawab Dimas tanpa menoleh, ia melajukan kendaraannya keluar dari area rumah sakit


"Mas masih marah ya?" tanya Kinar namun Dimas diam saja

__ADS_1


"Mas pasti masih marah, soalnya jawabnya cuma m aja" Dimas melirik sekilas,.lalu kembali fokus menyetir


"Tuh kan de, papa marah sama mama" ucap Kinar seolah anak dalam kandungannya mengerti, Dimas tersenyum melihat kekonyolan istrinya itu


"Tuh kan de, papa ganteng kalau tersenyum" goda Kinar


"Aku memang sudah ganteng dari sananya” ucap Dimas bangga


"Wo pede” ucap Kinar tersenyum karena akhirnya Dimas mau bicara,


"Tentu dong, kalau gak tampan mana mu kamu sama.aku”


”Masa sih pede banget si papa tuh de”


"Harus itu"ucap Dimas lalu mereka tertawa.


"Mas gak suka kamu dekat dengan lelaki lain"


"Apa mas cemburu?" goda kina


"Siapa yang cemburu, itu cuma rasa gak suka aja" kelit Dimas tak mau mengakui, membuat Kinar tersenyum lembut, ia tahu jika suaminya itu malu mengakui


"Mas, aku cinta kamu, dan kamu papa anakku, aku gak akan mungkin melirik pria lain, apalagi menggoda mereka” ucap Kinar .


Dimas menghentikan kendaraannya di tepi jalan, ia sangat bahagia mendapat pengakuan istrinya, Dimas menari Kinar mendekat, lalu ******* bibir istrinya itu,membuat kinar terkejut sekaligus malu karena.mereka berciuman di muka umum, walau di dalam mobil namun ini siang dan banyak orang yang berlalu lalang

__ADS_1


__ADS_2