Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Pertemuan


__ADS_3

"Gue mau tanya sama loe, bukan sebagai anak buah loe, tapi sebagai sahabat.


Apa yang akan loe lakukan setelah ketemu Bella?????” tanya Kelvin tanpa Tedeng aling-aling


"Gue, gue...” Dimas terdiam, ia tersudut dengan pertanyaan sahabatnya itu


"Loe aja gak tahu apa yang akan loe lakukan setelah ketemu wanita sialan itu”


"Kelvin, tolong jaga ucapan loe" ucap Dimas tak suka Bella di hina sahabatnya


"Kenapa? loe masih belain wanita itu walau dia udah nyakitin loe sampai ke sumsum???


come on bro, loe lagi gak amnesia kan sama perbuatannya ke elu????


atau mungkin loe udah maafin wanita itu???” Kelvin nampak kecewa


"Bukan begitu maksud gue, gue kecewa sama Bella, tapi gue juga harus tahu kenapa dia ninggalin gue "ucap Dimas lirih


Terdengar tawa Sinis Kelvin, sungguh ia tak tahu kemana jalan pikiran sahabatnya itu, apa dia sudah kehilangan akal sehat atau kah sahabatnya ini benar-benar sudah dibutakan oleh obsesinya memiliki si model yg gila uang itu.


”Gue yakin loe masih punya perasaan sama dia ya kan???


Dim, gue sahabat loe , sebagai sahabat gue cuma mau bilang, hentikan semuanya sebelum loe masuk dalam lingkaran tak berujung dan akan membuat loe menyesali semuanya.


lupakan Bella, gue datang kesini bukan karena gue peduli Bella, tapi gue gak mau loe salah jalan.


Lupakan dia dan hidup tenanglah dengan Kinar, walau loe belum cinta Kinar, tapi gue sangat yakin Kinar lebih baik seratus persen daripada Bella.


Kinar wanita yang baik, jangan pernah loe sakiti hatinya” ucap Kelvin menekankan kata-kata di setiap kalimat yang ia ucapkan


”Gue gak akan menyakiti Kinar, kue jujur mulai sayang sama dia, tapi gue mau tahu alasan Bella meninggalkan gue. itu seperti sesuatu yang terus membayangi hidup gue.


percaya kelvin, gue cuma ingin tahu.


Setelah itu gue akan melupakan masa lalu gue dan memulai lembaran baru, hidup dengan Kinar"


”Gue gak tahu harus percaya sama loe atau gak, Bella wanita ular, ia akan melakukan apapun bahkan berbohong, apa loe gak ingat itu?” cibir Kelvin

__ADS_1


"Gue tahu..., tapi ada yang mengganjal...”


"Terserah loe. ini kali terakhir gue bantu loe tentang urusan Bella. Kalau di kemudian hari loe terjebak dalam permainan Bella, gue angkat tangan" ucap Kelvin memotong ucapan Dimas, ia merasa sangat amat kecewa dan kesal.


Kelvin bangkit tanpa berbicara apapun pada Dimas


"Kelv gue belum selesai ngomong" teriak Dimas, namun Kelvin tak menoleh, ia hanya mengangkat sebelah tangannya, meninggalkan cafe tersebut dan langsung menghentikan taxi menuju hotel yang sudah di persiapkan oleh Dimas.


Kelvin menatap kosong jalanan yang nampak Indah, ia beberapa kali menghela nafasnya yang berat.


Ia menyandarkan tubuhnya yang letih dan memejamkan matanya.


Sementara di cafe Dimas menatap kepergian sahabatnya itu, ia tahu Kelvin orang yang sangat perhatian dan sangat mengerti dirinya, Dimas juga menyadari jika apa yang akan ia lakukan bisa berdampak buruk bagi hubungannya dengan Kinar, namun ia tak bisa memungkiri jika pertanyaan mengapa Bella meninggalkannya selalu mengganggunya.


Dimas berfikiran jika ia sudah memberikan segalanya pada Bella, namun apa yang kurang pada dirinya sehingga kekasihnya itu pergi.


Bodohnya Dimas terlalu naif, ia percaya jika Bella setia, dan kepergiannya karena sesuatu yang membuatnya harus pergi. sungguh ironis.


Dimas berjalan menuju Hotel, ia melihat istrinya tertidur di sofa yang berada di balkon sambil meringkuk, udara Dingin menerpa wajahnya hingga wajah Kinar yang cantik terasa Dingin.


Ada rasa bersalah yang entah datang dari mana menyergap hati Dimas


Membopong tubuh mungil Kinar menuju tempat tidur.


Ia meletakkan Kinar perlahan karena takut Kinar akan terbangun, Kinar hanya menggeliat dan masih terpejam , sangat imut, Dimas ikut tiduran di tempat tidur, memandang lekat wajah Kinar memeluknya dan akhirnya ia ikut tertidur.


Tiga Hari Kemudian


Dimas sengaja memperpanjang acara bulan madu mereka, awalnya Kinar menolak karena sudah rindu dengan orangtua dan mertuanya, namun setelah menelpon mereka justru kedua orangtua dan mertua Kinar sangat senang, mereka malah menyuruh Kinar berada disana beberapa hari lagi.


Sementara pertemuan terakhir Kelvin dan Dimas, Kelvin langsung mencari keberadaan Bella, ia sebenarnya sungkan, namun demi persahabatan ia terpaksa meluluskan permintaan Dimas, dan akhirnya titik terang ia dapatkan


Kini Bella sedang menjalani pengobatan di rumah sakit, ia menderita kanker kandungan stadium awal.


Kelvin segera mengabarkan keberadaan Bella pada Dimas,


Dimas yang kala itu sedang berada di museum langsung pamit dengan Kinar, meninggalkan Kinar menuju rumah sakit, Dimas beralasan jika ada kawannya yang sedang dioperasi dan ia harus segera kesana.

__ADS_1


Kinar dengan polosnya memberikan izin, ia malah sibuk mengelilingi museum.


Melihat kedatangan Dimas , Kelvin berwajah kecut, pasalnya ia melihat guratan kesedihan dan kekhawatiran pada sahabatnya itu.


Kelvin tahu sahabatnya itu pasti masih menyimpan perasaan pada Bella.


"Bagaimana keadaanya???” tanya Kelvin gugup


"Dia belum mati" ucap Kelvin santai membuat Dimas melotot tak senang


”Kel, ini bukan waktunya bercanda” Dengus Dimas kesal


"Yea, gue ngomong sesuai fakta, gue cabut dulu. Besok gue balik ke indo"ucap Kelvin melangkah sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong selamanya, ia tak menggubris lagi panggilan Dimas, hingga Dimas kesal dan berhenti memanggil sahabatnya itu


"Maaf Kelvin, gue tau loe kecewa. Tapi izinkan gue mengakhiri semuanya agar Tak ada penyesalan " gumam Dimas lirih


Sementara Kelvin tidak langsung kembali ke hotel, ia menelpon anak buahnya, mengabarkan jika besok mereka akan kembali.


Kelvin berjalan menuju bar, ia memesan wiski dan meneguknya sekaligus, lalu memesan lagi.


”Dasar bodoh, apa yang loe cari lagi?????” gerutu Kelvin di sela-sela minumnya.


Kelvin merasa kepalanya pusing karena terlalu banyak minum, pelayan bar memesankan taxi untuk Kelvin.


Sementara Di rumah sakit, Dimas senang menunggui Bella yang sudah selesai operasi, ia bingung mengapa ada seorang laki-laki yang terlihat panik masuk ke dalam ruangan perawatan Bella


Bella membuka matanya perlahan, ia melihat Dimas dan Seseorang di sana sedang berjabat tangan saling memperkenalkan diri.


"Ma..mmmaass Dimas?????” ucap Bella terkejut mendapati Dimas berada di ruangan itu, ia langsung pucat pasi, bukan karena operasi saja, ia seperti maling yang ketangkap basah dan siap untuk di eksekusi.


Sedangkan pria yang di samping Dimas mengerutkan dahinya bingung


"Bagaimana keadaan kamu" ucap kedua pria itu berbarengan.


"Mas Dimas aku mohon keluar dulu, aku mau berbicara dengan Kristian" ucap Bella lirih.


Dengan terpaksa Dimas keluar dari ruangan itu, menutup pintunya. Kini tinggal Kristian dengan Bella

__ADS_1


"Siapa pria itu???? apa dia mantanmu?" selidik Kristian


__ADS_2