Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Cinta Yang Hilang


__ADS_3

Kristian duduk di tepi tempat tidur, wajahnya terlihat masam karena Kinar mengabaikannya, sepanjang hari ini Kristian sudah mencari kesana kemari , namun Bella tidak di temukan, bakhan ia sampai ke rumah sakit mencari Bella, berfikir jika kekasihnya itu sakit, namun ia tidak juga menemukan Bella di sana, dan kini Bela pulang hampir tengah malah dengan wajah kuyu, mengabaikannya seolah tak terjadi apa-apa. Kristian sangat marah.


Kristian masih berkutat dengan pikirannya sendiri dan menduga-duga kemana Bella pergi, sejak bertemu dengan Dimas kembali, sikap Bella berubah.


Terakhir kali ia meminta Kristian untuk menghubungi Dimas dengan alasan akan membuat Dimas kembali padanya dengan mengancam Dimas bunuh diri.


Kristian awalnya menentang, namun demi cinta ia membantu Bella berbohong, hingga akhirnya Bella melakukan apa yang ia katakan, tapi ada yang salah di mata Kristian, saat itu terlihat Bella benar-benar putus asa


Saat Bella tersadar ia makin terlihat frustasi karena Dimas tidak juga datang untuk dirinya, hingga ia menolak dan memberontak membuat jahitan ditangannya terbuka kembali, setelah Dimas datang ia malah terlihat bersyukur.


Sebenarnya apa yang terjadi pada Bella??


apakah kekasihnya itu beneran jatuh cinta pada Dimas????


Kristian menggelengkan kepala, berusaha menghalau pikiran buruk dalam otaknya, ia kini merasa terancam, hubungannya dengan Bella semakin tak tentu arah.


Kristian masih t


larut dalam pikirannya , hingga tak menyadari pintu kamar mandi terbuka dan Bella.sudah keluar dari kamar mandi, tubuh sintalnya hanya terbungkus handuk kecil


”Sayang apa yang kamu lakukan disini, aku sedang tidak mau berbicara apapun". ucap Bella lirih sambil mengeringkan rambutnya, namun Kristian tidak bergeming, ia masih larut dalam lamunannya.


Bella memegang bahu Kristian dan menggoncang nya


"Aku lelah,. bisa kita bicara besok?” tanya Bella pelan namun berhasil membuat Kristian kembali sadar


"Ah ya apa sayang???”


"Aku lelah Kris, boleh aku istirahat dan kamu tidak menanyaiku sekarang? tanya Bella pelan lalu berjalan menuju lemari pakaian,, membiarkan handuknya jatuh ke lantai dan bersiap memakai pakaiannya.


Kristian yang sudah hampir sebulan tak menyalurkan hasratnya, tiba-tiba gairahnya muncul melihat pemandangan indah di depannya, ia bangkit dan memeluk Bella, menciumi tubuh kekasihnya dari belakang

__ADS_1


”Kristian, aku lelah” desah Bella, karena tangan Kristian sudah aktif menggerayangi tubuh sintal Bella, Kristian tidak menjawab, ia terus merangsang titik sensitif Bella, membuat gadis itu yang awalnya memberontak jadi pasrah dan melengkung tanpa ia sadari


Bella yang awalnya menolak karena pikirannya sedang kacau, mendapat perlakuan Kristian yang lembut jadi terhanyut, akhirnya mereka melakukan penyatuan, saling berlomba mencapai kepuasan hingga akhirnya tercapai dan mereka terbaring dengan nafas tak beraturan.


Kristian langsung tertidur, ia membawa Bella dalam pelukannya, sedang Bella masih terjaga, ia menatap wajah Kristian, entah mengapa ia tak merasa tenang.


Kristian membuka matanya saat merasa Bella melepaskan pelukannya


"Aku mau mandi , tubuhku lengket" ucap Bella bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, sementara Kristian tersenyum samar melihat kepergian kekasihnya yang menghilang di balik pintu kamar mandi


"Aku tak tahu apa yang menggangu pikiranmu Bell, tapi aku pastikan kamu tidak akan bisa lepas dariku.


Aku tak ingin kehilangan dirimu” ucap Kristian tersenyum masam, ia melihat sorot mata Bella yang biasanya bergairah saat mereka melakukan hubungan suami istri terlihat ada kekosongan di sana.


Sementara di kamar mandi


Bella menyalahkan kran air. , ia membiarkan tubuhnya di basahi air shower, entah mengapa ada perasaan benci yang menyeruak, ia membasuh tubuhnya dengan sabun, membilasnya namun kemudian membasuh lagi, ia benci pada dirinya dan tubuhnya, ia mandi sambil menangis. suara gemericik air membuat suara tangisnya samar.


Rasanya Bella sangat lelah hari ini, pikirannya dan tubuhnya terasa amat lelah, hingga akhirnya ia terjatuh dalam mimpi.


Tiba-tiba mata Kristian terbuka, ia menatap Bella yang tertidur membelakangi dirinya, wajahnya terlihat sulit untuk di tebak, ia lalu mendekati Bella, memeluknya dari belakang, keduanya lalu tertidur dengan membawa pikirannya masing-masing.


Sementara di tempat lain


Sejak kepergian Bella, Dimas tidak beranjak dari tempat duduknya, ia menjambak rambutnya kesal, Dimas sungguh tak mau lagi berhubungan dengan Bella, semakin ia berfikir, semakin ia kesal.


Namun juga ia harus berterima kasih walau ia enggan mengakuinya, Bella sudah merawatnya selama ia sakit.


Dimas merasa perutnya perih dan kepalanya berdenyut, ia mengambil bubur buatan Bella yang sempat ia tinggalkan di kamar nya.


Dimas membuang semua gengsinya jauh-jauh, dalam pikirannya hanya satu, ia harus sehat agar bisa fokus mencari Kinar.

__ADS_1


Setelah kenyang dan meminum obat, Dimas merebahkan tubuhnya di sofa, ia tak bisa tertidur jika di tempat tidur karena terbayang wajah Kinar, bahkan ia seolah melihat sosok Kinar yang tersenyum manja kepadanya.


"Sayang, mas pasti akan menemukanmu bagaimanapun caranya" gumam Dimas dalam hati.


Dua Minggu kemudian


Kelvin sudah dua Minggu lalu kembali ke Indonesia, sementara Dimas memilih menetap di Paris sampai ia menemukan Kinar, i juga beralasan pada mamanya jika Kinar menyukai suasana di sana dan menolak untuk kembali, berkali-kali Mariska ingin berbicara dengan anak mantunya , namun Dimas memiliki seribu satu alasan membuat Mariska curiga pasti ada sesuatu yang terjadi, ia sampai menugaskan orang kepercayaannya menyusul putranya


Di apartemen Amanda


Sejak seminggu lalu Kinar tak enak badan, rencana ingin mengurus suratnya yang hilang pun tertunda, kini ia sudah memiliki uang yang cukup, Kinar sangat bersyukur bertemu dengan Amanda.


Amanda juga membantunya mencari apartemen suaminya, namun karena petunjuk tak ada dan mereka hanya bisa keluar saat libur kerja membuat Kinar sampai saat ini belum bisa menemukan apartemen Dimas.


Kinar mencari Dimas hanya semata-mata agr mertuanya tidak khawatir, selain itu tidak ada. Kinar sudah mengubur perasaannya pada Dimas, ia tak mau sakit hati lagi karena berharap suaminya akan mencintainya.


"Apa masih mual??? sejak semalam kamu belum masuk makanan" ucap Amanda khawatir dengan keadaan sahabatnya itu


”Entah kenapa akau sangat mual dan tak henti-hentinya muntah, sebenarnya aku lapar, namun lambungku seolah menolak semua makanan yang masuk" ucao Kinar lirih.


Amanda membantu Kinar berbaring kembali di tempat tidur, ia ragu meninggalkan Kinar dalam kondisi seperti ini, akhirnya ia memutuskan untuk tidak bekerja. Amanda tak ingin terjadi hal yang buruk pada sahabatnya itu.


Amanda berjalan ke dapur dan membuatkan bubur untuk Kinar, saat bubur sudah masak ia bermaksud memberikan bubur tersebut pada Kinar, namun setelah menepuk pelan pipi Kinar, Kinar tak merespon, Amanda menempelkan jarinya pada hidung Kinar, masih bernafas.


Amanda menduga jika Kinar tak sabaran diri , Amanda panik dan bingung bagaimana caranya membawa Kinar ke rumah sakit.


Tiba-tiba bell apartemennya berbunyi


Amanda bergegas bangkit dan membuka pintu apartemennya


"Kamu...?????”

__ADS_1


__ADS_2