
Semalaman Adam tidak bisa tidur nyenyak, pikirannya melayang mengingat Amanda, entah mengapa sebagian hatinya merasa kehilangan Amanda dan tak rela ketika mendengar Amanda dijodohkan oleh orangtuanya.
Selama ini Adam bukan tidak tahu jika Amanda menyukainya, namun Adam hanya berfikir jika suatu saat perasaan Amanda akan hilang, karena ia hanya menganggap Amanda adiknya saja, nyatanya perasaan itu bukan hanya sekedar adik, baru kini ia merasa artinya hampa sejak kepulangan Amanda ke Indonesia
Adam tak terima jika Amanda di jodohkan, gadis itu berhak bahagia, bukan menyerahkan hidupnya pada pria yang tidak ia kenal dan tidak ia cintai, tapi.... siapa Adam hingga berhak mengatur Amanda?????
Adam uring-uringan, ia hanya tertidur selama satu jam, bahkan setelah sholat subuh, ia masih tak bisa memejamkan matanya, hingga pagi ini ia berada di ruang makan dengan mata sayu dan lingkaran hitam mata panda
"Astaghfirullah, kamu kenapa nak??? apa kamu sakit???" tanya Caroline yang terkejut pagi-pagi melihat muka kusut putranya
"Enggak kenapa-napa ma, cuma kurang tidur" ucap Adam menjatuhkan kepalanya di meja makan,
tak bersemangat.
"Kenapa mas?? tumben, biasanya paling jago tidur" goda Kinar meletakkan sup Ayam di meja makan
"Huhmm" saut Adam malas, ia tak punya tenaga membalas ejekan Kinar
"Sepertinya ada seseorang yang lagi merindukan seseorang tanpa sadar" ucap Nugraha memainkan alisnya dengan pandangan ke arah Adam
"Apa sih papa, aku cum lagi insomnia" ucap Adam berkilah
"Biasanya kalau lagi kasmaran gitu sih tanda-tandanya, susah tidur, terus teringat selalu si dia, bahkan sampai ke bawa mimpi, ya kan Satri??" tanya Ridwan mengompori
"Iya begitulah, cuma kadang cinta datang tak terduga dari orang yang kita tidak duga, setelah orang itu pergi, kita baru merasa kehilangan dia, merindukan dia" ucap Satria mendramatisir membuat semua orang tertawa
"Papa lebay" ucap Kinar sambil melirik ke arah Adam.
Adam tahu jika semua orang sedang mengolok-oloknya, namun ia memilih diam meresapi ucapan Satria
" Apa bener gue jatuh cinta sama Amanda??? semalam sampai kemana aja gue lihat dia , parahnya sampai mimpi juga dulu gentayangin wajah dia, Aaaarrrggghhh gue bisa gila kalau gini, sebenarnya apa yang terjadi sama gue????
"Nak ayo dimakan, kalau tk enak badan gak usah berangkat kerja, lebih baik kamu istirahat" ucap Caroline membuat Adam kembali ke dari lamunannya
"Ah iya ma" jawabnya singkat
semua mata memandang kearah Adam, bukan rahasia lagi jika mereka semua tahu perasaan Amanda pada Adam,itu terlalu kentara sekali.
Bagaimana wanita itu memandang Adam, tersenyum, berbicara, semua terukir dengan sangat jelas hanya orang buta saja yang tidak akan tahu, seperti Adam yang dibutakan oleh obsesinya untuk memiliki Kinar.
Semua orang menikmati sarapan pagi mereka di selingi obrolan santai, sementara Adam sibuk dengan pikirannya sendiri, memikirkan Amanda.
entah mengapa ia sungguh tak rela Amanda dengan pria lain, mengapa????
__ADS_1
Adam langsung pamit masuk ke kamar, semua orang hanya menggeleng melihat kebodohan Adam, sudah jelas ia mencintai Amanda hanya saja ia tak sadar, ia sekarang seperi orang bodoh yang linglung
"Tante, apa perlu Kinar ke kamar Adam???
sepertinya ia baru menyadari kehilangan Amanda"
"Pergilah nak" ucap Caroline tersenyum
Kinar langsung menuju kamar Adam, mengetuk pintu kamar sahabat kecilnya itu, setelah terdengar si empunya kamar mempersilahkan masuk, ia membuka pintu kamar Adam, terlihat Adam sedang duduk bersandar di tepi tempat tidurnya dengan wajah bingung
"Ada apa??? apa mama memintamu kesini???" tanya Adam
"Apa aku harus meminta izin jika menemui sahabat kecilku yang tampan ini???" goda Kinar berhasil membuat Adam tersenyum
Adam menggeser posisinya, menepuk kasur di sebelahnya untuk Kinar duduk.
Kinar sengaja membuka pintu kamar Adam karena tidak baik mereka bukan muhrim berduaan di kamar akan menimbulkan fitnah.
Kinar memberikan soft drink yang ia bawa pada Adam, satunya ia buka dan teguk
"Apa tidak terlalu pagi minum ini???" cibir Adam namun tetap membuka soft drink tersebut dan meneguknya
"Tak apa sekali-kali, gak setiap hari juga"
"Sepertinya ada yang mau kamu omongin??? ngomong aja langsung, aku bukan orang yang suka berbelit-belit" ucap Adam to the point
"Apa kamu baik-baik saja???, apa gara-gara Amanda sehingga kamu tidak bisa tidur, maksudku apa ku merindukan gadis centil itu???"
"Apa kamu sedang bergosip denganku pagi-pagi begini??? come on Kinar yang benar saja!!!!" bantah Adam tak mu mengakui
"Amanda gadis yang baik, dia pernah menolongku ketika terlantar di jalan waktu aku ...
Ah, jika tak da dia entah bagaimana aku kini.
Dua Minggu perkenalan kami membuatku tahu satu hal, Amanda sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang. hanya kamu terlalu sibuk dengan dirimu sendiri sehingga menutup mata setiap signal dari Amanda,Tak banyak wanita yang tulus seperti Amanda, mau memperjuangkan cintanya hingga lebih dari lima tahun"
"Entahlah" Adam enggan membahas Amanda dengan Kinar, ia hanya mengangkat bahunya cuek
"Seperti halnya kamu yang memperjuangkan ku, Amanda juga, namun disini kasusnya berbeda, aku masih trauma untuk berumah tangga, bahkan jika saat ini datang tiga pria sekaligus melamarku, aku belum siap terikat komitmen dengan seseorang" ucap Kinar menoleh ke sahabatnya lalu kembali meneguk soft drink di tangannya
"Mungkin saat aku ikut denganmu, Amanda berfikir jika aku dan kamu akan menikah, sehingga ia pelan-pelan menjauh dan akhirnya menyerah.
Adam, beri Amanda kesempatan, aku yakin jauh di lubuk hatimu, ada Amanda di sana, hanya saja kamu tak menyadarinya
__ADS_1
Ini, alamat rumah orangtua Amanda, sebelumnya aku pernah meminta alamat rumahnya di Jakarta jika kami bertemu disana, kejar dan temui dia, jangan kamu sia-siakan wanita sehebat Amanda"
"Kinar ini...." Adam menatap kertas di tangannya tak tahu harus menjawab apa, saat ini ia sedang bimbang
"Kejarlah ia sebelum kamu menyesal karena kehilangan Amanda selamanya, pernikahannya seminggu lagi, semalam aku habis menghubunginya dan menjelaskan semuanya padanya, jika saja aku sedikit peka pada keadaan, aku seharusnya mengatakan lebih awal sebelum Amanda salah paham dan memilih pergi meninggalkanmu, namun jika ia tak pergi, kamu tak pernah tahu perasaanmu yang sesungguhnya.
Aku menyayangimu sebagai saudara, kamu kaku yang terbaik di dunia mas Adam" ucap Kinar menyenderkan kepalanya di bahu Adam, sementara Adam diam, anehnya ia tak merasa sakit hati lagi saat Kinar mengatakan hanya menganggapnya kakak.
"Ok lah yang mau ku sampaikan sudah ku sampaikan, pikirkan baik-baik apa yang kita bicarakan lagi, sebelum penyesalan datang, karena masa kalau tak bisa di putar kembali." Kinar menepuk pipi Adam lembut lalu bangkit dari kasur dan meninggalkan Adam yang terdiam.
Tak berapa lama kemudian Caroline yang hendak berganti pakaian melihat kamar Adam terbuka dan anaknya terlihat sedang duduk di bibir ranjang sambil meremas rambutnya,
"Nak, boleh mama masuk????"
Adam hanya mengangguk kecil dan mencoba tersenyum walau terlihat lebih mirip meringis
"Pergilah...."
"Maksud mama???"Adam bingung dengan perkataan mamanya
"Pergilah, selamat kan Amanda dari keputusannya yang salah, mama tahu kamu menyayangi Amanda, selama ini ia yang mengejar mu, tak ada salahnya kamu sekarang gantian yang mengejarnya.
Mama merestui hubungan kalian"
Adam masih melongo diam membuat Caroline gemas, sifat Adam seperti suaminya tercinta, papa dari Adam, Nugraha
"Anak bodoh, tunggu apa lagi??? apa kamu mau Amanda menikah dan kamu akan menyesal seumur hidup, cepat pergi" ucap Caroline memanyunkan bibirnya
Adam lalu memeluk mamanya sekaligus pamit, hari ini juga ia akan pulang ke Indonesia
"Adam akan menyelamatkan Amanda dari keputusan yang salah, Adam pamit ma" ucap Adam Yangs secepat kilat merapihkan tas ranselnya dan paspor serta visa nya, setengah berlari ia menuruni tangga, Caroline hanya memperhatikan putranya yang sedang berpamitan dari lantai dua rumahnya
"Aku yakin kamu malah mau menikahi Amanda jika sudah bertemu dengannya nak, ah sungguh anak yang kaku seperti papanya" ucap Caroline menghela nafas
"Apa yang seperti aku sayang???"
suara basis pria mengejutkan Caroline
"Ya ampun mas, bikin kaget aja"omel Caroline
"Kemana anak itu??? apa sudah jalan?? kenapa dia lambat sekali bergerak keburu mantuku di ambil orang" ucap Nugraha menggerutu
"Buah tak jauh dari pohonnya" ucap Caroline meninggalkan Nugraha meneruskan tujuannya menuju kamarnya mengganti bajunya yang berkeringat sehabis olah raga
__ADS_1
"Sayang, sayang apa maksudnya??? Sayang tunggu" ucap Nugraha membuntuti istrinya
"Ah pasangan bucin tua" ucap Kinar kembali menutup kamarnya sambil tersenyum senang