
"Enggak baik gadis cantik nangis sendirian di pinggir sungai" ucap seseorang tiba-tiba dengan bahasa indonesia fasih. Kinar yakin itu seseorang dari negaranya.
Dan begitu ia membalikkan tubuhnya ia melihat seseorang yang ia kenal, tepatnya kenal sekilas.
"Kamu...."
"Hai, apa kabar??? udahan sedihnya???" tanya pria itu menggoda Kinar
"Bukan urusanmu" ucap Kinar sinis
"Euy dokter Kinar, galak nya gak hilang-hilang"
"Kau...
Selamat tinggal" ucap Kinar langsung melangkah pergi.
Ia tak mau berdebat dengan pria itu.
Di samping itu ia tak mengenal baik pria itu, jadi tak ada alasan ia harus meladeni pria itu
"Kinar tunggu, masa ketemu kenalan lama sikapmu begitu???"
"Kenalan lama??? aku tak merasa mengenalmu dengan baik??? kita bukan teman juga" ucap Kinar menaikan sebelah alisnya
"Oke kalau begitu, Arfan" ucap pria tersebut yang ternyata Arfan, kakak dari Wawan yang merupakan calon suami Amanda yang tak jadi
Arfan menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan, namun Kinar hanya memandang tangan Arfan yang terulur
"Katanya Bu dokter kita gak kenal, jadi kita kenalan dulu"
"Kau...." Kinar kehilangan kata-kata.
Pria ini sejak pertama bertemu sangat menyebalkan.
Tak pernah meninggalkan kesan baik di mata Kinar.
Bahkan pria ini pernah sinis dengannya dan berfikiran buruk tentang Kinar di masa lalu.
Alasan apa yang Kinar punya untuk mengenalnya???
Kinar tak suka pria picik yang hanya memandang seseorang dari sudut pandangnya sendiri
"Aku beritikad baik loh, apa kau masih punya dendam padaku??" goda Arfan membuat Kinar mendengus kesal, ia bukan orang yang pendendam.
Dengan terpaksa Kinar menyambut uluran tangan Arfan
"Kinar" ucap Kinar lirih lalu cepat-cepat menarik kembali tangannya.
"Aku baru sampai di negara ini beberapa hari lalu" ucap Arfan seolah memberi pengumuman karena Kinar tak bertanya, ia hanya duduk memandang sungai di depannya
"Trus??? apa kau berusaha memberitahuku??"
"Kurang lebih begitu" ucap Arfan Tan tersinggung dengan ucapan sinis Kinar
"Lalu apa urusannya denganku???"
__ADS_1
"Sebagai tuan rumah yang baik, aku hanya berharap kau bisa mengajakku berkeliling kota" ucap Arfan
masih dengan senyumnya.
Jika saja Kinar tak tahu betapa menyebalkan ya pria ini.
Kinar pasti akan mengatakan jika senyum Arfan sangat manis. Saat ia tersenyum, ketampanan wajahnya bertambah.
Sayangnya Kinar membenci pria itu karena kesalahpahaman di masa lalu, ia kehilangan respeknya pada pria itu.
"Dan aku memilih menjadi tuan rumah yang tidak baik" ucap Kinar langsung melangkah pergi
"Kinar tunggu, setidaknya kita bisa bertukar no telepon"
"Maaf kita tidak sedekat itu untuk bertukar nomor" ucap Kinar langsung masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi.
Kepalanya berdenyut dan mood nya tambah buruk.
Ia sedang kesal marah dan sedih, tapi nasib seakan mempermainkannya.
Ini merupakan hari paling naas karena bertemu dengan Arfan. Ia membenci pria itu.
Kinar tak langsung pulang ke rumah, ia mengaktifkan ponselnya dan terlihat beberapa panggilan masuk serta pesan singkat dari Michael lalu Rasya.
Kinar kembali mematikan ponselnya dan meluncur ke suatu tempat yang biasa ia datangi.
Ia sebenarnya malas makan, tapi maag nya mendadak kambuh sehingga ia memilih restoran yang biasa ia datangi saat mood nya sedang buruk.
Restoran yang menyajikan makanan pedas.
Kinar memarkirkan kendaraannya, ia langsung mencari tempat dan memesan makanan kesukaannya, tak lama kemudian makanan yang ia pesan datang, Kinar langsung melahapnya, peluh membasahi dahinya karena pedas.
"Sudah ku duka kau disini kak" ucap seseorang dari arah belakang
"Uhuk uhuk" Kinar terkejut hingga ia tersedak
"Maaf, maaf aku gak sengaja" ucap Rasya langsung menyodorkan es teh manis pada Kinar
"Rasya, kau menyebalkan" ucap Kinar langsung menyeruput es teh manisnya
"Salah sendiri di hubungi malah gak aktif ponselnya, lain kali kalau mau sembunyi yang kreatif sedikit" ucap Rasya langsung menyuap bakso kedalam mulutnya
"Rasyaaaa.... bakso kakak" pekik Kinar kesal
"Pedessas, persen ah" ucap Rasya langsung memanggil pelayan dan memesan bakso.
Ya restoran ini merupakan restoran Indonesia satu-satunya di negara itu, dan kebetulan mereka menyediakan bakso, pengobat rindu bagi warga negara Indonesia yang tinggal di negara itu jika rindu masakan khas negara mereka.
Rasya langsung asik memakan baksonya, ia tak membahas masalah kenapa ia mencari Kinar, dan kinar pun tak bertanya, kedua nya asik menikmati makanan mereka.
Tapi, tanpa Kinar ketahui, Rasya mengirim pesan singkat pada Michael memberitahu keberadaan sepupunya itu.
"Kak, kau darimana saja gak bisa dihubungi?" tanya Rasya di tengah kegiatan makan mereka
"Kenapa?"
__ADS_1
"Nanya aja" ucap Rasya santai
"Oh,...."
"Kak Michael tadi mencari kakak di rumah"
ucap Rasya pelan, Kinar hanya memandang Rasya sekilas tanpa mengatakan apapun
"Kakak gak penasaran atau bertanya gitu???" Tanya Rasya penasaran, ia memiringkan kepalanya menatap reaksi Kinar
"Gak" jawab Kinar singkat
"Apapun masalahnya, gak akan selesai kalau kakak menghindar. Selesaikan dengan kepala dingin.
Hati boleh panas tapi pikiran harus dingin.
Satu hal yang Rasya tahu, kak Michael sungguh mencintai kak Kinar" ucap Rasya penuh keyakinan.
Kinar hanya menatap Rasya tanpa berkata apa-apa
"Rasya berkata begitu bukan berarti Rasya membela dia kak, sama sekali bukan.
Tapi Rasya berkata begitu karena insting Rasya sebagai sesama Pria. Kak Michael tulus mencintai kakak.
Mungkin ada kesalahpahaman yang terjadi diantara kalian. Selesaikan semuanya dengan baik.
Jika kalian memutuskan berpisah maka berpisah lah secara baik-baik, tapi sebelum kakak memutuskan, pikirkan semuanya dengan kepala dingin.
Kalian bertemu secara baik-baik, maka berpisah pun tidak ada salahnya baik-baik pula.
Mantan bukan berati musuh, Right????" Kinar kembali menatap sepupunya, pemuda ini tak pernah banyak berbicara. Ini kalimat terpanjang yang Rasya ucapkan sepanjang mereka berbicara.
Ditambah perkataan Rasya terdengar dewasa, dalam diam Kinar mengakui jika ucapan Rasya ada benarnya.
Kinar harus mendengar penjelasan Michael.
"Baiklah, aku sudah kenyang, kak tolong bayarkan ya hehehe", ucap Rasya bangkit membuat Kinar melongo
"Kamu mau kemana??? gak pulang bareng aku???" tanya Kinar bingung
"Enggak, kakak udah di tunggu tuh, bye aku pulang duluan ya. Ingat apa ucapan ku tadi kak.
Sabar" ucap Rasya menepuk bahu sepupunya dan langsung berdiri pergi , ia melewati Michy yang berdiri tak jauh dari Kinar dan hanya mengangguk.
Michael lalu menghampiri Kinar, wajah Michael terlihat pucat pasi dan bibirnya bengkak, pecah.
"Apa permainan mereka sangat ganas sehingga bibir Michael sampai pecah seperti itu??? menjijikkan" gumam Kinar dalam hati
"Sayang kita perlu bicara" ucap Michael lirih menatap sendu wanita yang ia cintai.
Ia sangat takut Kinar membencinya.
"Baik" ucap Kinar langsung bangkit dan berjalan ke kasir. ia membayar bill makanan yang ia dan Rasya pesan lalu berjalan keluar, tak sedikitpun menoleh pada Michael, hati Michael serasa hancur berkeping-keping, ia ingin memeluk Kinar dan mengatakan semuanya namun ia menahan diri. Saat ini Kinar sedang marah, kesal, dan kecewa padanya, sikapnya saat ini ekspresi dari kekecewaannya, Michael memahami itu.
Tujuan yang terpenting adalah menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi.
__ADS_1