Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Salah Paham II


__ADS_3

Freya yang baru membuka matanya terkejut papanya di pukul oleh lucky


"Papa lucky, jangan pukul papa Freya.


Ini semua bukan salah papa. Freya yang loncat ke kasur dan kena pinggiran ranjang, itu semua karena keteledoran Freya" ucpa Freya menangis melihat dari sudut mulut papanya keluar darah, sepertinya lucky memaparkannya dengan kekuatan penuh


"Maafkan kakak... kakak..."


"Aku pantas mendapatkannya kak" ucap Michael lirih


menunduk lesu.


Selama ini ia sudah membaut putrinya menderita, dan saat ia ingin serius memulai lembar baru, wanita itu langsung menolaknya dengan keras.


Padahal hanya dengan Kinar ia merasakan hatinya berdebar, mungkin ini karma karena ia sudah banyak mematahkan hati para wanita, ia selama ini hanya mencari kesenangan tanpa mau lebih.


"Sayang jangan menangis lagi ya, maafkan papa lucky ya???" ucap lucky lembut


Amara memeluk keponakannya dan mengusap kepala Freya dengan penuh kasih sayang.


"Lian kali Freya harus hati-hati ya, gak boleh melakukan sesuatu sembarangan, terlebih kaki Freya masih sakit, kan Freya sendiri yang merasakannya bukan mama Amara atau papa lucky atau juga papa kamu." ucap Amara menasihati Freya


"Maafin Freya ya ma, pa, papa lucky, Freya udah buat kalian sedih dan khawatir" ucap gadis kecil itu menunduk


"Yang penting ga boleh di ulangi ya sayang"


"Iya ma"


Setelah satu jam menemani, akhirnya Freya tertidur walau sesekali ia meringis kesakitan


"Sepertinya kamu memang harus segera memiliki istri, Freya sangat kesepian dan dia perlu seseorang untuk mengawasinya.


Usiamu juga tak muda lagi, kau harus mencari pendamping yang menerima Freya serta menyayangi nya. Bagaimana hubunganmu dengan Kinar"


"Buruk" ucap Michael tak mau menutupi


"Sudah kakak katakan kalau kau harus perlahan, yakinkan ia jika kau serius"


"Aku...


Aku akan berusaha kak" ucap Michael pada akhirnya


"Ingat jangan pernah menyakiti Kinar, kalau kau tidak serius, jangan mengejarnya" ucap lucky memberi peringatan pada adiknya


"Aku tak punya waktu main-main.


Sesungguhnya aku beneran serius dengan Kinar


Klotak


Terdengar suara benda terjatuh yang berasal dari depan pintu, lucky dan Michael menoleh ke arah sumber suara, nampak seorang gadis dengan wajah merona merah berdiri dengan kikuk di depan pintu setelah mengambil kunci mobilnya yang terjatuh.


Pakaiannya santai, hanya memakai celana Levis dan kaus berwarna putih, namun tak menutupi kecantikannya yang alami, dia terlihat seperti wanita berumur pertengahan dua puluhan.


"Kinar, kapan kamu datang??" sambut Amara langsung menghampiri Kinar yang terlihat malu, mungkin ia mendengar ucapan Michael dan suaminya

__ADS_1


"Ba..baru Tan, tadi saat aku menelpon Bu tum, beliau mengatakan jika Freya kembali dirawat dan habis menjalani operasi keduanya, bagaimana keadaanya?" tanya Kinar khawatir


"Dia baru saja tertidur, tapi terkadang ia merintih, mungkin ia merasakan sakit tapi berusaha kuat agar tak membuat khawatir papa nya atau kami"


"Ya Allah kasian Freya" ucap Kinar lirih


"Kami mau pulang dulu, besok kembali lagi" ucpa Amara bangkit dan mengangguk pada suaminya


"Kinar, Michael kami pamit dulu ya, ingat pesan kakak" ucap Michael sebelum pergi


"Kakak tak perlu khawatir" ucap Michael


"Sayang, Tante pamit ya"


Amara dan kinar berpelukan sebentar


"Hati-hati di jalan Tante, om"


Amara dan suaminya mengangguk, mereka lalu meninggalkan rumah sakit.


Kini tinggal Kinar dan Michael. dalam ruangan itu, sementra Freya tertidur pulas.


benar yang Amara katakan jika tidur Freya terlihat gelisah, terdengar ia merintih seperti kesakitan


"terima kasih sudah datang menjenguk putriku"


"Gak masalah, bagaimana bisa seperti ini" tanya


Kinar tak melepaskan pandangan matanya dari freya


jelas Michael pada Kinar


Kinar hanya mengangguk berjalan mendekati Freya ,lalu duduk di bibir ranjang, membelai rambut Freya dengan penuh kasih sayang


Michael tak mengatakan apapun lagi, suasana menjadi canggung, terlebih karena kejadian siang itu.


"Aku tinggal dulu, ada yang perlu aku lakukan" ucap Michael, ia merasa tak nyaman satu ruangan dengan Kinar, terlebih saat wanita itu mengatakan jika ia gila jika menerima dirinya, ego dalam diri Michael terasa hancur.


Kinar Anya mengangguk walau dalam hatinya bingung mengapa sikap Michael berubah seperti itu.


Namun Kinar tak menemukan alasan ya, ia hanya berfikir jika pikiran Michael terlalu picik, ia hanya butuh waktu, semuanya terlalu cepat dan ia butuh teryakin kan.


Kinar duduk sambil memegang tangan Freya yang terasa dingin, dia terus seperti itu selama satu jam lebih hingga akhirnya Freya membuka matanya dan berbinar senang melihat kedatangan Kinar


"Mama Kinar, kapan mama datang???"


"Anak nakal, mengapa tidak hati-hati, apa sakit???" tanya Kinar mencubit hidung bangir Freya


"Mama Kinar, ini sangat sakit ma, kaki Freya rasanya mau patah" ucap Freya mulai menangis


"Cup cup cup, mama Kinar kan disini, lain kali lebih hati-hati ya???" ucap Kinar memeluk Freya,


"Sekarang sudah malam, Freya bobo lagi ya"


"Freya gak mau sendirian ma, Freya takut" ucap Freya menyertakan pelukannya

__ADS_1


"Uhm mama akan jaga Freya, jadi sekarang Freya bobo ya, biar cepat sembuh.


Katanya mau di ajak mama ke salon, terus jalan-jalan ke mall beli ice cream"


"Freya mau ma"


"Kalau begitu bobo ya, istirahat biar cepat sembuh ok" freya mengangguk, ia menggenggam tangan Kinar erat, seolah takut Kinar pergi.


Michael kembali dengan membawa dua cup kopi dan beberapa cemilan


Hatinya terenyuh melihat putrinya begitu manja pada Kinar, bagaimana jika ia tahu Kinar tak mau menjadi mamanya??? Michael di selimuti rasa frustasi


"Dokter Kinar, silahkan di minum kopinya" ucap Michael formal


Alis Kinar berkerut, ia makin bingung dengan sikap Michael yang terasa kaku, seakan kembali ke awal perkenalan mereka


"Terima kasih mas" ucap Kinar lirih, ia mengambil kopi yang di sodorkan Michael


"Sayang bobo ya, kamu istirahat.


itu kasihan tangan Bu dokternya pasti pegal"


"Papa kok panggil mama Kinar Bu dokter lagi, papa lupa ya??? ini calon mama Freya!!!" ucap Freya tak suka


"Sayang, mama Kinar tidak bisa di paksa, Freya harus bisa menerima keputusan mama Kinar ok???"


"Mama Kinar mau kok jadi mamanya Freya, ya kan mama??? bilang sama papa mama Kinar mau kan???"


"Itu..., Freya istirahat dulu, kita bahas nanti" ucap Kinar bingung


karena Freya menangis kencang akhirnya Kinar pasrah dan mengatakan akan menjalani dulu, Michael mengusap wajahnya kasar, ia hanya diam hingga Freya tertidur


"Terima kasih karena menemani anak saya, kedepannya kamu gak perlu terlalu dekat dengan Freya.


Freya berbeda dengan anak lainnya, ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari mamanya, aku takut kau memberi harapan palsu lalu kemudian membuat anakku patah hati"


"Mas, aku gak ngerti deh ucapan mu ke mana, aku tulus menyayangi Freya.


Kamu begini karena aku minta waktu berfikir kan???"


"Terserah apa anggapanku" ucpa Michael datar


"Mas, aku pernah menikah, aku pernah gagal dalam pernikahanku, dan aku tak mau gagal untuk kedua kalinya.


Aku hanya ingin meyakinkan hatiku jika akan menjalin suatu hubungan, salahkah aku memintamu waktu mas???? terlalu banyak perbedaan diantara kita, apa aku harus menerima kamu saat aku masih belum kenal siapa kamu dan kamu tidak kenal siapa aku???


aku ingin memulainya perlahan, sampai trauma itu hilang dalam hatiku.


masalah Freya, aku sangat menyayangi anak itu, dia seperti putriku sendiri, karena aku pernah kehilangan seorang putri, aku tahu rasanya sakit itu, permisi" ucap Kinar menyambar tasnya dan pergi.


Michael hanya berdiri mematung mendengar ucapan Kinar.


dia ingin menjalin perlahan, apa artinya ia mau belajar menerimanya???? lalu siang tadi ....???


Michael mengusap wajahnya kasar, memang hanya mendengar sepenggal ucapan Kinar dan menyimpulkannya, betapa bodoh dan piciknya ia

__ADS_1


Michael langsung berlari mengejar Kinar, ia harus meminta maaf pada Kinar.


__ADS_2