Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Canggung


__ADS_3

Seminggu sudah Kinar bolak balik rumah sakit dan rumah orangtua Albert, kini kondisi Albert sudah lebih baik, ia sudah tidak merasakan kram perut lagi.


Selema seminggu itu Kinar merasa dalam neraka, ia selalu mendapat letusan Albert bahkan sindirannya yang mengatakan ia tidak kompeten, dokter gadungan.


Namun Kinar menganggap itu angin lalu saja, ia tak mau menggubrisnya.


Hari ini merupakan hari terakhir Kinar merawat Albert, setelah ini ia bisa bernafas lega, melakukan rutinitas seperti biasanya dengan riang, karena ia sangat menyukai profesinya.


Kinar bersemangat menuju kediaman orangtua Albert, seperti biasa ia di sambut oleh Amara yang sudah menantinya di eras depan rumah, sejak pertama bertemu Kinar memang Amara sangat menyukainya, dan setelah beberapa hari mengobrol dengan Kinar, Amara menjadi tahu sifat Kinar.


Ia sangat menyenangkan di ajak bicara, perhatian, sederhana dan smart.


Ia tak mendapatkan itu semua dari Miki.


Kalau saja Miki memiliki sifat tersebut, mungkin saja Amara akan mempertimbangkan membujuk suaminya untuk menerima Miki bukan sebagai anak angkat, tapi sebagai anak menantunya,


"Ayo masuk sayang, Tante sudah menantimu" ucap Amara antusias menggandeng tangan Kinar menuju ruang makan


"Tan, kok kesini??" tanya Kinar penuh tanda tanya


"Duduk dulu, nanti Tante akan jelaskan.


Tante perlu bantuan mu, tenang aja Tante udah izin sama Ridwan mengenai ini" ucap Amara yang melihat Kinar ragu


"Kalau boleh tahu apa itu Tan?"


"Tunggu di sini, Tante akan membawa sesuatu" ucap Amara lalu berjalan menuju dapur dan tak lama kemudian ia membawa cake ditangannya, seperti cake ulang tahun, tapi entah mengapa bentuknya sangat berantakan


"Dua hari lagi Albert ulang tahun dan Tante berfikir untuk memberinya kejutan cake buatan Tante sendiri.


Tante dengar dari Ridwan kamu pintar masak dan buta kue. Kinar sayang, ajari Tante ya, please" ucap Amara menangkup kedua tangannya


"Tapi Tan, aku gak pinter buat kue, hanya bisa sedikit DNA itu kue kampung"


"Gak maslaah, ga masalah, ajari Tante" Amara antusias.


"Oh ya ini coba kue buatan Tante, kasih masukan ya, jangan di hina, ini ... kata om Lucky rasa dan tampilan sama-sama menyeramkan" ucap Amara sedih

__ADS_1


Kinar memotong sedikit cake dan mulai merasakannya, ia mengerutkan alisnya dan menyapa kue yang tampak buruk di depannya


"Rasanya tidak terlalu buruk hanya saja kurang benar pembuatannya.maaf"


"Tante malah senang kau berkata buruk, sehabis periksa Albert, ajari Tante buat kue" ucap Amara membuat Kinar terkejut, namun melihat wajah Amara yang penuh hrapp akhirnya Kinar tak tega dan mengangguk pelan.


Setelah itu Amara mengantar Kinar menuju kamar putranya, susah lima hari yang lalu Albert bisa berjalan lagi tanpa infus merasa pusing. ia kini sedang duduk dengan laptop di depannya dan kacamata yang menghias wajahnya,


mimik mukanya serius, ada kharismatik tersendiri kala pria itu bekerja, namun mengingat mulutnya yang pedas sepedas ucapan mertua, Kinar bergidik dan menggeleng pelan


"Sayang, dokter Kinar ingin memeriksanya" ucap Amara memecah lamunan Kinar


"Ku kira kemarin terakhir ia kesini, aku sudah sehat seperti yang mama lihat" ucap Albert kembali fokus pada laptopnya


"Periksa dulu, atau mama ambil laptop kamu" ucap Amara kesal. helaan kesal lolos dari bibir pria itu.


"Cepat aku banyak kerjaan" ucap Albert menatap tajam Kinar.


"Baiklah mama tinggal dulu ya, mau minta asisten rumah tangga buatkan minum untuk dokter Kinar" ucap Amara tersenyum penuh arti.


Kinar berjalan dengan gugup mendekati Albert, namun ia tak melihat jika di depannya ada pulpen Albert yang terjatuh sehingga ia tergelincir kedepan, dengan sigap Albert menangkap Kinar, hingga kini posisi Kinar dalam peluknya.


Baru kini Albert melihat dari dekat wajah mulus Kinar yang sawo matang, mata Kinar jernih dan meneduhkan siapapun yang memandangnya dan bibirnya, membuat Albert menelan Saliva nya, bibir itu seakan memanggilnya untuk mengecupnya.


Keduanya terpana


"Tante lupa, kamu......" Amara membeku di tempatnya, ia melihat putranya memeluk Kinar dan mereka saling tatap, senyum lebar langsung menghias wajahnya


"Ah... itu Kinar jatuh, beruntung Albert menangkap Kinar" ucap Kinar menjelaskan yang makin membuat Amara terkekeh


"Teruskan, Tante ga akan ganggu" ucap Amara mengedipkan sebelah matanya


"Tan, ini ...."


"Percuma menjelaskan, mama memang selalu halu jika menyangkut tentang kau" ucap Albert, biar bermulut sambal ini tumben sekali tak memaki atau mencibirnya, sikapnya sedikit lunak.


sementara Kinar merona merah karena malu.

__ADS_1


Diam-diam Albert mencuri lihat dan melihat wanita itu terlihat menggemaskan saat malu seperti itu.


"Ehem ehem, Itu periksa saya, saya masih banyak pekerjaan.


mengapa kamu jadi melamun" ucap Albert berusaha mencairkan kecanggungan diantara mereka.


Kinar lalu mulai memeriksa Albert, baru Albert sadari jika Kinar memilki bulu mata lentik alami, ia juga terlihat natural tanpa make up, sesuatu yang langka di jaman sekarang.


Albert merasa jantungnya berdesir aneh, detak jantungnya berpacu dan ada rasa tersengat di tangannya kala Kinar menyentuhnya


"Kenapa sama gue??? kenapa jantung gue deg degan gini di dekat dia??? sial senyum itu membuat gue gak karuan" gumam Albert dalam hati


"Kondisi kamu sudah baik, tapi ingat jangan minum alkohol lagi, masalah tidaka kan selesai hanya dengan meminum minuman keras. kalau kamu muslim itu di larang dalam agama kita.


lebih baik kau perbanyak sholat dan istighfar" ucap Kinar menasihati


Albert hanya diam dan mengangguk membuat Kinar heran


"Trik apa lagi yang mau di pake macan bawel ini??? tumben jinak, apa dia kelaparan sampai tak ada tenaga mengomeli ku atau mencibirku?, tapi terlihat aneh.


dan lihat wajahnya menatapku seperti mau memakan ku, apa dia sudah sadar dan merasa bersalah padaku ya???" gumam Kinar dalam hati


"Kinar, mkaasih ya sudah merepotkan mu dan maf atas kelakuan saya selama ini. seharusnya saya tidak bersikap buruk padamu" ucap Albert tiba-tiba hingga membuat Kinar melongo.


"pria yang terkenal bermulut pedas itu bisa mengucapkan terima kasih dan meminta maaf , apa gue gak salah denger?????? apa dia salah makan pagi ini??? apa kepalanya terbentur sesuatu???" gumam Kinar dalam hati


"Kamu gak mau maafin saya?" tanya Albert membuat Kinar tergagap


"Iya, lupakan saja" ucap Kinar tersenyum


"Sayang, Tante bawakan kamu juice alpukat, "ucap Amara tiba-tiba datang membuat kedua orang itu kembali canggung.


"Mama juga buatkan kamu juice alpukat" ucap Amara mengedipkan sebelah matanya


"Makasih ma" Albert meminum juice nya sambil melirik ke arah Kinar membuat Kinar serba salah.


Amara yang melihat interaksi antara mereka dalam hati meloncat senang, mungkin saja Kinar bisa menjadi menantunya dan berbesan dengan Ridwan, mungkin.

__ADS_1


jika perasaan mereka bisa di pupuk agar semakin besar.


__ADS_2