
Beberapa hari ini Kinar sangat penurut, itu semua karena ia berharap Dimas akan menyetujui permohonannya, Walau terkadang Kinar kena semprotan kemarahan Dimas, ia menahan , demi meluluhkan hati Dimas.
Kinar menantikan kedatangan suaminya, namun Dimas belum juga pulang sampai jam makan malam, berkali-kali Kinar berusaha menghubungi ponselnya tidak aktif
Hingga ia ketiduran di beranda rumahnya, bersandar pada bangku kayu jati yang memang dia sediakan di sana untuk bersantai.
Dimas akhirnya tiba dirumahnya, wajahnya terlihat kusut karena kelelahan, pakaiannya pun sudah berantakan. Dimas langsung menyuruh asisten pribadinya Kalvin untuk pulang begitu ia sampai depan rumah, namun langkah Kalvin terhenti begitu matanya menangkap sosok seorang wanita yang tertidur sambil duduk di teras rumah
"Bos, bukankah itu istri bos?? sedang apa dia sampai tertidur di sana? apa ia sedang menanti kedatangan bos?" cerocos Kelvin
Dimas menaikkan alisnya sebelah, itu memang Kinar istrinya, namun Dimas hanya melihatnya dari jauh tak berkeinginan untuk menghampiri Kinar yang pulas tertidur
"Apa perlu saya bangunkan bos?" tanya Kelvin karena merasa kasian dengan istri bos nya tersebut.
"Kamu pulang saja biar aku yang urus istriku"ucap Dimas pelan lalu perlahan menghampiri Kinar
Kelvin bernafas lega, ia khawatir bos nya tersebut tak peduli pada istrinya, karena Kelvin tahu jika Dimas membenci Kinar, istrinya sendiri.
Kelvin sudah mengenal Dimas sejak mereka masih sekolah menengah pertama. Kelvin adalah anak yatim piatu yang di biayai oleh ayah Kelvin sebagai donatur tetap di panti asuhan ya, sebagai balas budinya, Kelvin berjanji akan mengabdi pada kelurga Dimas, dan sekaranglah ia berada, ia bekerja bersama Dimas sebagai asisten pribadinya juga sebagai temannya karena Dimas orang yang kaku dan tertutup, hanya kelvin lah yang mau menjadi temannya.
Setelah Dimas melihat mobil Kelvin menjauh ia membungkukkan badannya, menepuk pipi Kinar, namun Kinar tetap tak bangun. wajahnya terlihat kelelahan.
Dimas menghela nafas kesal, ia tak mungkin meninggalkan Kinar begitu saja di luar sini, walau bagaimanapun ia adalah suaminya dan Kinar disini karena sudah menunggunya pulang.
Dimas kemudian membuka jas nya kemudian dia menunduk, menarik Kinar ke bahu nya, Dimas menggendongnya, sementara tangan satunya memegang tangan Kinar tangan satunya memegang tas dan jaketnya
"Sial, makan ap.wanita ini berat seperti karung beras, apa perlu aku suruh dia diet agar tak menyusahkan ku saat ku gendong???
Ah Shit, bagaimana aku bisa berfikiran untuk menggendongnya lain kali??? tidak ada lain kali huh menyebalkan, sudah lelah harus mengangkat baby .
punggungku sakit" keluh Dimas mengomel sepanjang jalan ia beberapa kali terlihat menarik nafas karena kelelahan.
Kinar menggeliat dalam gendongan Dimas seolah tak terganggu sama sekali, ia malah terlihat menyunggingkan senyum saat tidur.
Dimas terus ngedumel sepanjang jalan terutama ketika menaiki tangga
"Sial, berat sekali, sepertinya aku harus membuat lift agar memudahkan ku naik. benar-benar hari sial, apa aku harus meninggalkan dia di anak tangga ya? gumam Dimas berhenti untuk menyeka keringatnya.
Dimas bukan tipe yang suka olah raga, ia hanya akan melakukan trackmil itupun jika ia mau, wajar saja ia tak punya tenaga dan nafas kuat saat mengangkat beban.
beruntung tubuhnya bisa diatur dan Dimas sangat pilih-pilih makanan
#Flash Back
__ADS_1
Sejak selesai makan malam Kinar berjalan mondar mandir di kamar, ia gelisah karena suaminya belum juga pulang dan ponselnya tak aktif, begitu juga ponsel Kelvin.
Kinar semakin was-was karenanya ia memilih menunggu Dimas di teras rumah, awalnya ia membaca buku novel kegemarannya, namun lama kelamaan rasa kantuknya tak tertahankan dan akhirnya ia tertidur.
Entah sudah berapa lama ia tertidur, ia merasa pipinya di tepuk seseorang, Kinar membuka matanya sedikit , mengintip.
ia melihat suaminya sedang ngomel sendiri, timbullah pikiran jahilnya, ia sengaja berpura-pura tertidur pulas, Kinar mau tahu apakah Dimas masih memiliki sisi kemanusiaan atau sisi itu sudah mati.
Diluar dugaannya, Dimas mengangkatnya walau dengan mengomel sepanjang jalan, Dimas juga memakinya karung beras, baby gemuk membuat Kinar mau marah namun ia urungkan, Kinar sangat menikmati menyiksa suaminya, kapan lagi ia bisa semena-mena seperti ini.
Kinar menahan tawanya saat lagi-lagi Dimas menggerutu seperti nenek-nenek kehilangan kacamatanya, mengomel tak henti-henti.
#Flash back off
Akhirnya mereka sampai di kamar, Dimas melepaskan Kinar begitu saja hingga tubuh Kinar terjatuh di kasur, beruntung kasur mereka sangat empuk, sementara Dimas langsung tepar di sampingnya dengan nafas ngos-ngosan dan peluh membasahi tubuhnya.
Kinar ingin bersorak kegirangan, ia melirik ke arah Dimas yang memejamkan mata masih dengan tersengal-sengal nafasnya.
Kinar puas sudah mengerjai Dimas, ia menggeliat seperti orang yang bangun tidur
"Aduh dimana aku" gumam Kinar pura-pura mengucek kedua matanya
"Di neraka” ucap Dimas ketus membuka matanya dan menatap tajam ke arah Kinar
"Habis mengangkat babi gemuk yang pingsan di jalan" ucap nya bangkit menuju kamar mandi, ia melempar kemejanya ke sembarang tempat
"Mas mau aku siapkan air hangat?” tanya Kinar
"Tidak perlu, aku habis berolah raga" ucap Dimas lalu membanting pintu kamar mandi.
Setelah pintu tertutup Kinar baru tertawa terkekeh namun ia engecilkan suara tawanya karena takut di dengar oleh Dimas
"Rasakan kamu mas, sekali-kali boleh dong mengerjai kami, lagi pula aku gak yakin kamu akan mengangkat ku tadi jadi sekalian saja ku teruskan sandiwara tadi xixixi" tawa Kinar lirih
sementara di kamar mandi Dimas merasa seluruh tubuhnya sakit, terutama punggungnya karena menggendong Kinar di belakang.
Dimas menyalahkan shower air panas, membuatkan air itu jatuh di bahunya, rasanya sangat nyaman.
setelah membasuh tubuhnya ia langsung menuju walking closet, di sana sudah tersedia piyama tidur, seperti biaya Kinar yang menyiapkan lalu ia melihat Kinar sedang membaca buku kesukaannya
”Aku lapar" ucap Dimas.
Karena jujur saja ia hanya makan siang tadi, meeting satu ke meeting lainnya hingga ia akhirnya lembur dan lupa makan.Kini Dimas baru merasakan sakit perut karena kelaparan
__ADS_1
"Mau makan apa mas?"tanya Kinar
"Apa saja asal cepat, perutku sudah perih" ucap Dimas memegangi perutnya
Kinar bangkit , meletakkan bukunya di sebelah tempat tidur lalu keluar kamar menuju dapur.
Dimas meraih buku yang di baca oleh Kinar, alisnya terangkat satu
"Buku kedokteran?? tau apa wanita itu tentang buku begini? ucap Dimas tersenyum sinis,
Dimas lalu berjalan ke arah rak buku yang berada di samping sofa, ia tak pernah perduli dengan buku-buku yang berada di sana, namun malam ini ia penasaran apa saja yang di baca oleh istrinya
"Hah semua buku-buku kedokteran??? apa dia bercita-cita jadi dokter bedah?" gumam Dimas lalu meletakkan kembali buku Kinar, ia bosan dan memilih menyusul Kinar ke dapur
Di dapur sudah tercium bau harum masakan, Kinar sedang memasak nasi goreng kampung, karena hanya masakan ini yang cepat dan praktis.
"Masak apa kamu, apakah masih lama?"tanya Dimas
"Sudah hampir siap mas, kamu duduklah dulu"ucap Kinar
Tak lama kemudian Kinar membawa satu piring nasi goreng telor ceplok yang di hias oleh Kinar menyerupai pria berkumis
”Apa kau pikir aku anak kecil sampai kaku kasih hiasan gitu???gerutu Dimas kesal, namun Kinar tidak menjawab ia hanya tersenyum lalu mengambilkan satu gelas air mineral untuk suaminya
Dimas nampak ragu memakan nasi goreng tersebut, ditambah Kinar memangku dagunya memperhatikannya, karena laper akhirnya Dimas memakan nasi goreng itu, ia menusuk sosis yang di kerat menyerupai cumi dan menggigitnya,
"Apa kau puas melihat orang kelaparan?"Dengus Dimas, Kinar mengangguk lalu menggeleng
"Apa enak mas?" tanya Kinar balik bertanya
"Lumayan, apa kamu mau?" tanya Dimas
"Gak mas, aku sudah makan” ucapnya, namun tiba-tiba Dimas menyodorkan sendok nya ke arah Kinar, Kinar menatap mata Dimas, Dimas mengangguk.
Ini pertama kalinya Dimas bersikap manis, Dimas menyuapinya dari piringnya sendiri.
Setelah makan mereka lalu menuju kamar tidur, Dimas merasa badannya sangat sakit, ia meminta Kinar memijitnya,dengan senang hati Kinar memijit tubuh Dimas, kulit mereka bertemu, ada sensasi yang tak bisa mereka ucapkan, mereka hanya diam, hingga akhirnya Dimas tertidur.
Kinar sangat lelah memijit tubuh Dimas, ia bangkit dan menuju sofa, tempatnya biasa tidur, menarik selimut, memandang wajah Dimas dari kejauhan dan tertidur.
__ADS_1