
"Aku menolak ok??? aku belum gila untuk langsung menerimanya.
terlebih aku pernah gagal dalam rumah tangga, aku perlu selektif memilih pasangan hidup" ucap Kinar .
Tanpa mereka sadari Michael yang niatnya mau menanyakan toilet mendengar percakapan kakak beradik itu, ia membeku di tempat.
" Apa Kinar tak menyukaiku??? aku sadar aku terlalu terburu-buru sehingga wajar saja reaksi Kinar seperti itu.
Gagal??? apa maksudnya? apa dia pernah menikah???
sebenarnya bagaimana kehidupannya sebelum ke negara ini?
Beribu pertanyaan berputar di kepala Michael ia kehilangan minat untuk buang air kecil, ia kembali ketempat Freya
"Papa, kok cepet banget???
Baru juga lima menit udah kembali, pipisnya cepet ya pa????" tanya Freya bawel seperti biasanya
"Siap yang pipis sayang???" tanya Kinar datang dengan nampan berisi ice lemon tea dan cemilan
"Papa katanya mau pipis tadi ma, eh balik nya cepat"
Adu Freya
Mas Michael kebelakang apa dia mendengar percakapanku dengan Rasya????
"Freya asal bicara" ucap Michael singkat
"Tapi tadi...."
"Ayo Freya di minum airnya terus kita langsung pulang, ingat kamu masih sakit" ucap Michael membuat Freya langsung cemberut
"Kita kan Baru sampai pa, masa mau langsung pulang???" protes Freya kesal, namun melihat raut wajah papanya, ia hanya bisa menelan kalimatnya bulat-bulat, dalam hatinya bingung mengapa raut wajah papanya berubah muram.
Pasti terjadi sesuatu ketika ia ke dapur menyusul Kinar.
"Tante, Freya pulang dulu ya"
"iiiya sayang, lain kali min lagi ya" ucap Kinar mencium pipi cubby Freya.
"Permisi" ucap Michael singkat sambil menganggukkan kepalanya.
Kinar mengerutkan alisnya, ia bingung mengapa sikap Michael jadi sedatar itu.
Setelah mereka meninggalkan kediaman Kinar, Freya baru membuka suara
"Papa nih kenapa sih??? tadi aja senyam senyum bahagia, baru beberapa menit kemudian kaya baju belum di cuci.
Kusut jelek tau"
Michael hanya menoleh dan menghela nafas
tanpa mau menjawab pertanyaan putrinya
"Papaaaaaa, kalau orang nanya itu di jawab tahu.
Papa yang ngajarin, tapi papa juga yang kasih contoh gak bener" ucap Freya bersedekap dada.
Michael menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Maaf sayang, mood papa lagi buruk"
"Freya juga tahu"ucap Freya judes
"Kita makan ayam krispi aja yu???"
"Maaf papa, gak baik anak kecil terlalu banyak makan junk food" tolak Freya, walau sebenarnya ia ingin memakannya, namun ia masih kesal pada papanya tersebut
"Kalau minum Boba trus nonton gimana???"
"Freya kakinya sakit papa!!!!" teriak Freya kesal
__ADS_1
"Ah sayang banget, padahal papa tuh mau belikan Freya baju baru, itu tuh yang kemarin Andin beli yang Freya mau.
Terus papa juga mau belikan Freya handphone baru, handphone Freya kan rusak karena jatuh kemarin dari tangga" ucpa Michael dengan wajah menyesal
"Karena papa maksa, Freya terpaksa deh mau" ucap Freya malu-malu
"Maafin papa deh gak jadi maksa kamu, ayo kita pulang dan makan masakan Nani Tum"
"Freya gak kepaksa kok, ayo pa beli hape baru sebelum Freya berubah pikiran" Michael tertawa dalam hati, putrinya ini gengsinya terlalu tinggi.
ia malu mengakui. sungguh sikap anak ini sepertinya.
"Tapi papa beneran gak mau maksa"
"Papa ihhh, nyebelinnmnnn" ucap Freya memajukan bibirnya yang imut.
Michael tertawa puas melihat putrinya ngambek.
ia dengan gemas mencubit pipi Freya yang chubby
"Papa sayang Freya, makasih ya nak sudah menjadi penerang dalam hidup papa"
"Papa kok ngomongnya gitu??? Freya juga sayang Allah.
harusnya Freya yang ucapin makasih sama papa krena udah sayang dan perhatian sama Freya, walau kadang Freya suka ngambek dan manja.
Freya juga mau di sayang dan di perhatikan lebih.
Freya tahu papa kerja banting tulang demi Freya.
makasih ya pa" ucap Freya mencium pipi Michael
""Itu Freya ngaku kalau manja dan tukang ngambek hehe, ayo sudah Melo nya, papa laper nih, kita makan pizza aja yukk"
"Suatu kehormatan buat saya tuan Michael Duncan" ucap Freya membuat Michael makin gemas dengan putrinya ini.
pikirannya yang sedih langsung hilang begitu mendengar tawa Freya
Michael memesan satu porsi jumbo pizza dengan extra Mozarella dan sosis.
Ia justru makan paling banyak.
setelah selesai makan, Michael mengajak Freya menuju konter ponsel, ia membelikan Freya ponsel baru, karena ponsel lama Freya ikut terjatuh ketika musibah yang menyebabkan tangan dan kaki Freya patah.
Mereka berdua menghabiskan waktu berdua, berkeliling mall, namun saat Michael mengajak Freya membeli baju, ia menolak terus menerus.
Padahal beberapa waktu sebelum kecelakaan Freya menangis minta di belikan baju yng seperti Andin teman sekelasnya.
Tanpa Michael ketahui, ia punya rencananya sendiri.
Ia mau Kinar yang menemani, entah bagaimana caranya, ia akan membawa Kinar untuk memilihkan pakaian untuk dirinya.
Sesampainya di rumah, Freya langsung berteriak mencari Nani Tum, wanita paruh bay. yang selama ini merawatnya sejak bayi, Nani Tum juga yng biasanya mempersiapkan semua keperluan Freya sejak ia kecil
"Naniiii, kemana sih Nani nih" teriak Freya kesal
"Ono opo toh Cha ayu???"
"Ih Nani ngomong bahasa planet lagi, Frey gak ngerti.
Nani mana hape Nani, Freya mau simpan nomor mama Kinar" ucap Freya semangat.
sebab ia sejak kecelakaan tak memegang ponsel.
jadi ia tak memiliki nomor Kinar.
Setelah menyimpan nomor Kinar di ponsel barunya, Freya langsung berjalan masuk ke kamarnya sambil bersenandung, ia langsung meloncat ke atas kasurnya dan memeluk boneka Winnie the Pooh pemberian Kinar, namun tiba-tiba kakinya terasa ngilu yang amat sangat, ia sampai meringis kesakitan.
Kakinya menghantam keras pinggiran ranjangnya
Freya lupa jika ia masih dalam tahap pemulihan
__ADS_1
"Papa.... naniii...." panggil Freya lirih keringat dingin keluar dari dahinya. Freya sampai mengigit bibirnya karena sakit, dan kesadarannya akhirnya hilang.
Freya tak sadarkan diri.
"Freya sayang, minum obatnya dulu ndo" ucpa Tumini membuka kamar anak majikanya
"Loh, baru juga sampai malah tidur, mana sepatunya belum di buka lagi, ckckck ndo-ndo" kalo Nani pulang ke Indonesia kamu sama siapa?" ucap Tumini mendekati putri majikanya itu
Mbok Tum mengerutkan alisnya, ia melihat bibir Frey yang berdarah dan keringat dingin, tubuh Freya dingin
"Freyaaa, ya Allah kamu kenapa nak??" tanya Nani Tum menepuk pelan pipi Freya, namun Freya tak bergeming
Dengan cepat Tumini mengangkat tubuh Freya, walau berat ia sekuat tenaga membawanya keluar sambil berteriak
"Tuan, Tuna Michael tolong" teriak Tumini keras, Michael yang baru membuka jaketnya terkejut.
Ia keluar dari kamar dan melihat Tumini mengangkat putrinya dengan susah payah
"Kenapa Freya Bu??"
"Saya gak tahu tuan, begitu saya masuk Freya sudah tak sadarkan diri dan keringat dingin"
"Bawakan jaket saya dan jaket Freya kita kerumah sakit" ucap Michael berusaha tenang
"Freya, Freya sayang, bangun sayang ini papa" ucpa Michael dengan mata memerah
Freya membuka matanya pelan, ia meringis tapi tidak menangis.
Ia tak mau papanya khawatir
"Kaki Freya sakit pa" ucapnya lirih.
"Tahan ya nak, kita kerumah sakit"
Michael langsung mengendarai mobilnya secepat mungkin menuju rumah sakit.
sesampainya di rumah alit Freya langsung di tangani
ia sengaja ke rumah alit di mana Freya sebelumnya di rawat, agar memudahkan dokter untuk mencari rekam medis Freya
Tiga puluh menit kemudian seorang suster memanggil Michael menghadap dokter yang menangani.
Dokter menghela.nafas dan mengabarkan bahwa tulang kaki Freya bergeser lagi.
Michael sangat shock ia mengusap wajahnya kasar.
Jika saja ia tak mengajak Freya ke mall, itu tak akan terjadi.
Dokter mengatakan akan mengoperasi kaki Freya lagi, Michael merasa dunianya runtuh.
ia sungguh merasa tak berdaya dan sangat sedih.
Satu jam kemudian Freya sudah di dorong ke ruang perawatan, ia masih tertidur karena pengaruh obat bius.
wajahnya yang beberapa sat lalu ceria dan segar, kini kembali pucat pasi bahkan luka di bibirnya mengering.
Freya masih menggunakan alat bantu pernafasan dan selang infus tertancap di tangannya yang mungil
"Freya maafkan papa sayang"ucap Michael lirih
"Michael kamu orangtua macam apa membuat Freya seperti ini"
Plakkkkk
Lucky yang emosi melayangkan sebuah tamparan ke wajah tampan Michael pria itu hanya diam sambil menangis
Freya yang baru membuka matanya terkejut papanya di pukul oleh lucky
"Papa lucky, jangan pukul papa Freya.
Ini semua bukan salah papa. Freya yang loncat ke kasur dan kena pinggiran ranjang, itu semua karena keteledoran Freya" ucpa Freya menangis melihat dari sudut mulut papanya keluar darah, sepertinya lucky memaparkannya dengan kekuatan penuh
__ADS_1
"Maafkan kakak... kakak..."
"Aku pantas mendapatkannya kak" ucap Michael lirih