Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Fans Dadakan Michael


__ADS_3

Lucky mengerutkan keningnya melihat ada panggilan masuk dari adiknya, Amara yang melihat suaminya hanya memandangi ponselnya jadi penasaran, siapa sebenarnya yang menelpon suaminya sehingga ekspresi lucky seperti itu


"Sayang, kenapa kamu aneh gitu??? bukan di jawab malah cuma dipelototi.


emang siapa sih yang menelpon?" tanya Amara penasaran


"Michael, tumben itu anak telepon siang-siang begini" ucap lucky lirih.


"Sini biar mama yang angkat" ucap Amara langsung merebut ponsel suaminya


"Hallo Michael,"


"Hallo kak, kak lucky ada???" tanya Michael di ujung telepon


Lucky menggeleng tidak mau menerima, ia mau tahu apa yang akan Michael sampaikan pada istrinya


"Kakakmu sedang BAB, dia di toilet" ucap Amara menahan tawa karena suaminya melotot tak terima di katakan BAB


"Owh mungkin masuk angin kali kak"


"Ho oh, ada apa nih tumben kamu menghubungi kami siang-siang begini???


bagaiman. keadaan Freya???"


"Freya sudah baikan, kami sudah pulang hari ini" ucap Michael


"Alhamdulillah""


"Tadinya ada yang mau aku bicarakan dengan kak lucky, tapi ..."Michael terdengar ragu


"Pasti mengenai Kinar, iya kan???" tebak Amara tersenyum lebar


"Itu, hehehe kakak tuh paling tahu" ucpa Michael cengengesan


"Iya dong, apa sih yang gak kakak tahu" ucap Amara bangga


"Iya deh, kakakku yang cantik ini memang tahu segalanya" puji Michael tulus, namun ponsel langsung di rebut lucky


"Mau apa kau bocah tengik, siang-siang merayu kakak ipar mu, ingat dia wanitaku" ucap lucky posesif.


Terdengar tawa nyaring di ujung telepon. kakaknya itu sudah tua tapi masih sangat cemburuan.


mereka benar-benar pasangan yang akan membuat siapapun iri, walau sudah lama menikah, mereka masih mesra dan kompak.


"Iya, iy tahu wanita mu, aku hanya kalah cepat denganmu.


kalau kau lebih dulu kenal dengan kakak ipar, aku gak kan se-sengsara ini" ucap Michael sengaja memanasi kalanya


"Kalau kau kenal duluan juga wanitaku tak akan mau denganmu karena kau masih ingusan.


Amara hanya akan jatuh cinta padaku" ucap lucky penuh percaya diri


"Aku pikir gak juga" ucap Amara meledek suaminya


"Hahaha kau dengar kan, dia saja ragu, jadi jangan kepedean" ucpa Michael senang di bela kakak iparnya


"Kalau kau menelponku hanya untuk menggangu kemesraan kami, aku tutup" ancam lucky kesal


"Hahaha, kak, maaf kak, aku hanya bercanda.


Kakak adalah satu-satunya kakakku, jangan marah-marah, nanti cepat tua duluan dan kakak ipar tetap cantik"


"Michael Joshua "


"Iya, iya maaf


Kak, aku mau minta pendapatmu" ucap Michael


"Huh, minta pendapat sama orang lain saja" Dengus lucky masih kesal di permainkan adiknya


"Kak, kau kakak ku yang paling bijaksana.

__ADS_1


Kalau bukan ke kakak, kemana lagi???"


"Cepat katakan" ucpa lucky tak senang


"Aku menyatakan perasaanku pada Kinar"


"Dan ditolak" ucap lucky tepat sasaran


"Kok kakak tahu???"


"Iya lah, kau ini benar-benar bodoh.


Wanit amana yang mu menerima lamaran pria yang baru di kenalny abeberapa hari, terlebih pria itu genit dan punya anak"


Jlebbb...


kalimat lucky langsung menancap di ulu hati Michael


"Apa kau benar kakakku?? mengapa kau kejam sekali mengatakan aku genit???"


"Kau duda aneh, kau tahu itu??? kau langsung mengikuti Kinar sejak pertama melihatnya, menggodanya tanpa malu dan taktik.


Lalau beberapa hari kemudian kau melamarnya, wanita normal mana yang mau" tawa lucky bergema


"Maaasss" Amara memukul bahu suaminya


"Jadi begitu ya kak"


"Tentu saja" jawab lucky cepat.


Amara langsung meraih ponsel suaminya dan melotot pada suaminya tersebut


"Jangan dengarkan kakakmu, dia hanya kesal dan membalasnya.


Dengar Michael apa yang akan kakak katakan.


benar kamu jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi untuk menyatakan perasaanmu secepat itu, kamu butuh waktu yang tepat.


wanita butuh keyakinan untuk menambatkan hati, wanita butuh waktu intinya,


biarkan kalian saling mengenal dulu,


Jika ia jodohmu tak akan kemana" ucap Amara menasihati


"Baik kak, terima kasih atas masukannya"


"Tak usah ragu jika mau bertanya, kau bisa bertanya kepada kami, kami keluargamu"


"Aku sayang kakak" ucap Michael


"Woi... sana kau menggangu" ucpa lucky ingin mengakhiri panggilan telepon dari adiknya


"Oh ya kak, apa aku bisa belajar agama? maksudku, aku mau lebih mengenal tentang keyakinan kakak"


Amara dan lucky saling pandang, awalnya mereka mengira Michael hanya sedang kepincut Kinar, sepertinya mereka salah.


Nyatanya Michael serius


"Datanglah kerumah jika kau senggang, kau dimana sepertinya sedang di luar"


"Aku sedang di kampusnya Kinar" ucap Michael


"Wow, semangat bro, kakak mendukungmu.


ya sudah lanjutkan perjuanganmu. Ingat jangan permainkan Kinar, dan juga salam buat keponakan ku tercinta"


"Siap kak" ucpa Michael lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


Sudah satu jam setengah dan Kinar belum juga keluar dari kampus.


Badan Michael pegal karena terus duduk di dalam mobil selama satu jam lebih.

__ADS_1


Ia membuka pintu mobilnya dan keluar, merenggangkan ototnya yang kaku.


Beberapa mahasiswi yang lewat melirik ke arah Michael dan tersenyum, bahkan ada yang memintanya kenalan, intinya banyak mahasiswi yang mendekati Michael.


Ia menjadi kesal, karena merasa terganggu, tapi ia juga tak bisa kasar mengingat wanita yang ia sukai kuliah disini juga.


Tubuh Michael yang atletis tercetak jelas di kaus oblongnya yang berwarna putih, i memakai celana Levis membuat style nya terlihat muda dan energik.


Tak akan ada yang mengira bahwa pria itu sudah berusia lebih dari tiga puluh tahun, ia masih terlihat dua puluh lima tahun.


Dengan sepasang mata berwarna abu-abu dan wajah yang sangat tampan, siapa yang tak akan tergoda dengan kehadirannya, dalam sekejap ia jadi pusat perhatian para wanita


Sementara Kinar berusaha secepatnya menyelesaikan semua keperluannya, ia takut pria itu menunggunya lama dan mati kebosanan.


"Kinaaarrr... tebak apa yang gue liat??" tanya Mira yang berkebangsaan sama dengan Kinar


"Mana gue tahu" ucap Kinar cuek masih memilih buku yang akan ia pinjam


"Ih nih orang, di bawah ada foto model, gantengnya bikin hati meleleh" ucap Mira antusias


"Es kali meleleh, ada-ada aja, emang loe gak ada jam kuliah apa, mikirin cowok aja"


"Gue habis dari kantin, terus penasaran deh liat mahasiswi pada mengerumuni apa, eh gak taunya cogan(cowok ganteng)


sumpah ganteng bener, macho lagi, mana badannya gede...


Kalau itu cowok gue, gak akan gue kasih keluar rumah" ucap Mira menghayal sambil cekikikan sendiri


"Loe nyari pacar apa piaraan? masa gak boleh keluar aneh.


Kalau dia bener sayang kita walau banyak yang goda, dia gak akan tertarik. tapi kalau dia b*j*Ngan, mau di jaga kaya gimana, b*j*Ngan tetap aja b*j*Ngan"


"Iya juga sih" ucap Mira menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Gue duluan ya, "


"Loe gak mau bareng sama gue?? katanya agak bawa mobil" ucap Mira mengekor di belakang Kinar


"Iy. gak bawa, tapi gue diantar.


Lagian loe bilang masih ada kelas jam dua siang ini" ucap Kinar tanpa menoleh


"Gue males, loe diantar siapa sih?" tanya Mira penasaran, pasalnya Kinar tak pernah terlihat dekat dengan seorang pria pun.


"Teman" ucap Kinar yng kebingungan mencari Michael, pasalnya ia hanya melihat kerumunan mahasiswi yang bergerombol.


"Mana Michael ya??" gumam Kinar mencari sosok Michael


"Maaf ladies, kekasih saya sudah tiba" ucap Michael langsung menghampiri Kinar.


nampak beberapa sorot mata iri terlihat , bahkan ada yang langsung mencibir terang-terangan


"Cih, apa dia punya selera burik, kekasihnya jelek sekali" ucap wanita berambut panjang


"Mungkin wanita itu sudah menjual dirinya sehingga pria itu mau dengannya" timpal yang lainnya


"Hai Kinar, sudah selesai?" tanya Michael tersenyum lebar


"Sudah, kamu sepertinya banyak punya fans ya" ucap Kinar tersenyum lembut


"Mereka hanya pengganggu" ucap Michael terlihat kesal


"Kinar, itu cowok loe???" ucpa Miri setengah berbisik


"Ah iya, mich kenalkan Mira temanku"


"Hai Michael" sapa Michael ramah


"Mira kami duluan ya" ucap Kinar lalu mereka lalu berjalan menuju mobil Michael yang terparkir


"Pantes dia gak ngelirik cowok kampus, pacarnya aduhai, pria idaman" ucap Mira tak berkedip.

__ADS_1


__ADS_2