Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
peringatan


__ADS_3

Setelah sukses mengajari Amara membuat cake, ia kembali direpotkan dengan permintaan Amara yang meminta di ajari memasak, padahal orang sekelas Amara bisa saja memanggil chef terkenal dan meminta mengajarinya, dan lagi-lagi Ridwan seolah sengaja membiarkan Kinar dekat dengan keluarga itu.


Seiring berjalannya waktu, hubungan Kinar dengan keluarga itu makin dekat, namun juga menimbulkan kebencian yang mendalam pada diri Mikhayla karena merasa di saingi dan ia jadi diabaikan oleh Amara, karena Amara terus saja menyanjung Kinar yang merupakan menantu idamannya.


Hingga tanpa sengaja Mikhayla mengenal seseorang yang berasal dari Indonesia, orang tersebut mengenal Kinar dan menceritakan semua tentang Kinar saat ia mabuk.


Mikhayla seperti mendapatkan angin segar, ia langsung merekam ucapan pria itu dan menyimpannya, ia memiliki kartu as agar keluarganya menjauh dari Kinar, dan yang terpenting Albert bisa membenci wanita itu, karena belakangan ini sikap Albert pada Kinar melunak.


pria itu juga beberapa kali kepergok oleh Mikhayla mencuri pandang ke arah Kinar.


Mikhayla harus segera menghancurkan Kinar sebelum wanita itu benar-benar berhasil masuk ke dalam hati Albert dan juga kehidupan Albert.


Mikhayla mengantarkan pria mabuk itu ke hotelnya, lalu ia kembali kekediaman orangtua angkatnya.


Mikhayla berjinjit agar tak menimbulkan suara, ia selama ini selalu menyembunyikan kebiasaan buruknya yang suka keluyuran malam, hanya asisten rumah tangga yang tahu, namun mereka memilih menutup.mulut di bawah ancaman Mikhayla.


bahkan ada seorang asisten rumah tangga yang tak menurut dan berakhir di balik jeruji besi karena Mikhayla memutar balikkan fakta, ia membuat asisten rumah tangga itu seolah pencuri.


Bukan barang miliknya yang ia ambil dan sembunyikan di kamar asisten rumah tangga itu, tapi barang kesayangan Amara.


Mikhayla menggunakan sarung tangan sehingga sidik jarinya tidak terdapat di barang bukti.


hanya sidik jari si asisten rumah tangga karena tanpa sengaja Mikhayla melihat wanita itu sedang memegang ,mengagumi perhiasan Amara di depan meja rias.


Amara adalah tipe tidak pernah berburuk pada orang sehingga ia bisa menggeletakkan perhiasannya di meja rias.


Walau Amara dan lucky akhirnya hanya memecat asisten rumah tangga yang sudah mengabdi bertahun-tahun padanya demi menentramkan gosip yang beredar, jika ia membiarkan begitu saja makan ia bisa di cemooh oleh para pekerja di rumahnya, namun diam-diam Amara memberikan sejumlah uang dan tempat yang layak untuk asisten rumah tangga tersebut, mereka memiliki rasa curiga pada Mikhayla, namun tak memiliki bukti sehingga mereka hanya mengabaikan begitu saja.


Cekrek

__ADS_1


Lampu ruang tamu menyala dan lucky sedang duduk sambil menghembuskan rokoknya, tatapan matanya lurus memandang Mikhayla, ada guratan kekecewaan disana


"Pa..papa, kok bbbelum tidur???" tanya Mikhayla tergagap


"Dari mana kamu??? apa kau selalu pulang menjelang pagi serta ini?? dan dalam kondisi mabuk."


"Maaf pa, aku terlalu asik hingga lupa waktu.


ini pertama kalinya aku keluar malam" ucap Mikhayla berkelit


"Apa kau pikir saya buta tak bisa melihat siapa kamu sebenarnya??? sebelum kamu masuk dalam keluarga ini, saya sudah mencari tahu siapa kamu.


Sejak awal saya tidak pernah menyetujui keinginan Amara, namun demi membuatnya bahagia terpaksa saya meluluskan keinginannya dengan berat hati.


Jadi saya mau memperingati kamu, saat kakimu melangkah masuk ke keluargaku, aku harap kau bisa berprilaku selayaknya seorang Wanita terhormat, bukan wanita liar yang tahu hanya mabuk-mabukan dan dugem.


Ini peringatan pertama dan terakhir, jika saya melihatmu berprilaku seperti ****** lagi, saya pastikan, saya sendiri yang akan mendepaknya keluar dari keluarga ini" ucap lucky dingin, ia mematikan rokoknya dan berjalan menuju kamarnya


ia sudah berusaha sekuat tenaga masuk ke keluarga ini dan bersikap patuh, namun semua imagenya hancur di mata lucky, pria itu terlalu cerdik untuk di bohongi.


Mikhayla berjalan menuju kamarnya, ia melempar bantalnya menarik sprei yang menutupi kasurnya lalu membuka bajunya dan membuatnya sembarangan, masuk ke kamar mandi.


Mikhayla Membiarkan air dingin yang mengalir pada shower membasahi kepalanya, ia harus mendinginkan otaknya karena emosi, bagaimanapun tujuannya belum sepenuhnya tercapai.


Keesokan harinya


seluruh keluarga sudah berkumpul di ruang makan, terkecuali Mikhayla


"Bi Jeny, kemana Miki kok gak sarapan bareng kami?" tanya Amara pada kepala asisten rumah tangga

__ADS_1


"Nona Miki masih di kamarnya, sepertinya masih tidur" ucap Jeny melirik sekilas pada lucky, ia tahu jika semalam lucky menemui wanita itu untuk memberi peringatan.


"Anak gadis jam segini masih tidur, mungkin dia habis melalui malam panjang dengan bersenang-senang" cibir lucky tak bisa menutupi ketidaksukaannya


"Pa, cukup ini masih pagi, mama tak mau berselisih dengan papa , ok???"


"Sekali-kali buka mata mama, wanita seperti apa dia yang selalu kau bela.


kita boleh baik, tapi kita tak boleh menutup mata" ucap lucky menghela nafas.


"Pa, ma, aku duluan ada miring pagi ini, aku berangkat dulu" ucap Albert mencium pipi mama dan papanya, selera makanya menguap melihat pertengkaran di meja makan.


Albert melihat mamanya sekilas, sejak kepergian Gabby mamanya tak pernah tersenyum, namun begitu Mikhayla masuk ke dalam keluarga mereka, Amara bisa melupakan kesedihannya dan belajar menata hidupnya lagi.Albert tak bisa menyalahkan mamanya yang menyayangi Mikhayla, walau Albert merasa Mikhayla memanfaatkan kebaikan orangtuanya.


Albert langsung menuju kantornya, begitu masuk terlihat Bernard sendang serius mengerjakan bahan untuk meeting pagi ini


"Kenapa muka loe di tekuk gitu??" tanya Bernard tanpa menoleh


"Bisa mama sama papa adu omongan"


"Tumben, kenapa???" tanya Bernard lagi


"Karena Mikhayla


papa sejak awal tidak menyukainya"


"Gue juga gak suka, wanita itu penuh kepalsuan" ucap Bernard melirik saudara angkatnya lalu kembali sibuk dengan berkas di depannya.


"Entahlah, gimana udah siap belum???" tanya Albert Engan membahas masalah keluarganya

__ADS_1


"Udah nih, ayo" ucap Bernard, mereka lalu menuju ruang meeting.


di ruangan tersebut sudah duduk seorang klien yang datang dari negeri yang sama dengan Kinar, pria itu terlihat kurang tidur memberi kesan kurang baik di mata Albert.


__ADS_2