Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Dia papanya???


__ADS_3

Keesokan harinya Kinar mengunjungi anak itu, itu memeriksa kondisinya juga, namun masih dengan ucapan sinis nya anak itu mengusir Kinar.


Kinar hanya tersenyum. dan mengelus puncak kepala anak itu, Freya terdiam namun berapa saat kemudian ia menghempas tangan Kinar


"Jangan membelai kepalaku seperti itu, aku bukan si putih" ucapnya merenggut


Kinar mengerutkan alisnya tak mengerti


"Si putih kucing non Freya dokter" ucap asisten rumah tangga yang belakangan Kinar ketahui bernama Tumini.


wanita paruh baya yang mengadu nasib kerja di negeri orang


"Oh jadi kau punya kucing sayang??" tanya Kinar, namun Freya mengabaikannya


Bu Tumini yang melihat kelakuan Freya menggelengkan kepala, ia menjadi tak enak dan kasian pada Kinar yang selalu dapat ucapan sinis dan perilaku buruk Freya.


"Nona Freya, dokter bertanya padamu sayang, anak baik gak boleh begitu ya" bujuk Bu Tumini lembut


"Aku gak suka sama dia Nani Tum, dia berpura-pura baik padaku, semua orang tak ada yang benar baik kecuali Nani Tum dan papi" ucpa Freya dengan suara bergetar


Kinar melihat Freya yng terlihat terluka, anak sekecil itu sudah mengalami masa yang sulit.


ia jadi teringat akan dirinya sendiri saat masih kecil.


"Sayangku, tidak semua orang seperti itu, kamu tidak bisa berburuk sangka ada semua orang.


Dokter tugasnya membantu menyembuhkan dengan pengetahuan yang kami peroleh dari pendidikan kami.


kalau Freya merasa tak nyaman, dokter ngerti kok.


Tapi Freya bisa percaya sama dokter.


Kita temenan dulu, kalau menurut Freya dokter gak baik, Freya bisa mutusin pertemanan kita, bagaimana??" tanya Kinar.


terlihat gadis kecil itu terlihat bingung, lalu menatap Bu Tumini yang mengangguk padanya


"Baiklah, kita lihat saja nanti" ucap Freya cuek, walau terlihat ada rona senang di wajahnya.


Gadis itu berusaha defensif untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang menyakitinya.


"Bagaimana bonekanya???suka?" tanya Kinar yang melihat Freya sedang memeluknya tanpa sadar.


Freya lalu meletakkannya dan membuang pandangannya ke arah lain.


"Bisa aja, koleksiku lebih banyak.


Asal dokter Kinar tahu ya, aku tadi memeluknya karena hanya ada boneka itu disini" ucap Freya beralasan.

__ADS_1


"Iya, iy. dokter tahu kok.


Obatnya di minum y air cepat sembuh"


"Uhmmm" ucap Freya mengangguk


"Dokter, kapan Freya bisa jalan sama gerakan tangan, ini sakit" ucapnya dengan wajah memelas


"Semua butuh proses sayang, Freya masih dalam masa pertumbuhan, jadi sembuhnya akan cepat.


jadi ingat ya makan makanan yang di anjurkan sama minum obatnya"


"Tapi masakan rumahan akut gak enak dok, Freya gak suka" ucap Nye cemberut, betapa imutnya anak ini membuat Kinar dengan gemas mencubit pipi Freya


"Tante , ah maksudnya dokter Kinar jangan cubit pipi Freya, nanti kendor"


"Siapa yang bilang gitu?" tanya Kinar terkekeh


"Mama yang bilang, wanita harus menjaga penampilannya" ucapnya seperti anak besar saja.


Kinar terkekeh mendengarnya.


entah mengapa sejak pertama melihat Freya ia sudah jatuh cinta pada gadis cilik ini.


Bukan hanya karena wajahnya yang sangat imut, tapi juga karena ada kemiripan dirinya dan Freya.


"Itu benar, oma kamu pintar.


nanti seperti ini nih, jelek kan??? Freya mau begini???" tanya Kinar menarik wajahnya kebawah membuat Freya tertawa geli melihat wajah Kinar


"Dokter Kinar jelek" ucap Freya memegangi perutnya sambil tertawa


" Makannya jangan cemberut Mulu, kita sedih juga jangan tunjukkin sedih kita, karena kalau kita terlihat sedih, orang di sekitar kita juga ikutan sedih" ucap Kinar,


Freya terlihat berfikir dan mengangguk


"Jadi Freya gak boleh sedih sama gak boleh cemberut dan marah ya dokter??"


"Iya dong, gak boleh, masa cucu kesayangan Oma cemberut sama marah-marah aja kerjanya" ucap seseorang di depan pintu, suaranya tak asing buat Kinar, saat menoleh Kinar terkejut, pemilik suara itu adalah Amara.


"Mamaaaaaaa Amara, Freya jatuh terus tangan sama kaki Freya jadi mumi" adu nya pada Amara


"Makanya Oma udah bilang jangan lari-lari an bahaya, untuk kamu cuma patah tangan sama kaki, kalau terjadi sesuatu sama kamu Mama bisa shock" ucap Amara memeluk keponakannya


"Tante, dia keponakan Tante?" tanya Kinar penasaran


"Iya sayang, dia Freya keponakan Tante, makasih ya sudah merawat Freya.

__ADS_1


maaf anak ini sedikit ketus sama orang yang baru di kenalnya, semua karena kehidupannya yang rumit" ucap Amara sedih


Kinar memandang gadis kecil yang menangis di pelukan Amara


"Mama tangan Freya sakit , kaki Freya juga sakit* ucapnya kini terlihat rapih, padahal beberapa saat lalu gadis kecil itu terlihat biasa saja, rupanya Freya berusaha kuat dan tegar, saat ia melihat orang yang ia percaya, ia baru menunjukkan betapa rapuhnya ia


"Iya sayang, mama tiup-tiup ya biar sembuh" ucap Amara meniup tangan keponakanya yang masih terbalut gips dan perban.


"fryaaaa, freyaaa" teriakan seorang pria menerobos masuk dan langsung memeluk Freya dan menangis, Kinar melongo tak percaya pria yang beberapa waktu lalu mengganggunya dan tiba-tiba menghilang, kini berada di depan matanya dan menangis????


"pria menyebalkan itu menangis??? apa hubungannya dengan Freya???


apa jangan- jangaaannn....????"


"Kamu itu bagaimana sih ,mic, anak sudah di rawat dua hari kok baru jenguk.


untung Kinar yang merawat dan menunggui anakmu.


Kakak kecewa sama kamu" ucap lucky yang sejak tadi hanya diam


"Kinar??? tanya Michael terkejut, ia mengedarkan pandangannya dan menangkap sosok Kinar sedang berada tak jauh darinya dan menatapnya.


Michael tertegun. wanita yang belakangan ini mencuri hatinya berada di sana, Kinar jadi tahu jika ia punya seorang putri, sebelum hubungan mereka lebih dekat, apakah ia masih punya kesempatan untuk mendekati wanita itu???


"Iya?" kamu??"


"Saya papanya Freya" ucap Michael jujur


Entah mengapa Kinar merasa perasaanya rumit, pria itu ternyata papa Freya, lalu dimana mama nya Freya???


tanya Kinar dalam hati


"Oh, baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya Tante, om, tuan Michael" ucap Kinar


"Dokter, besok kesini lagi gak??? Freya gak mau sendirian cuma sama Nani Tum, Freya bosan soalny Nani Tum kalau diajak ngomong suka gak nyambung" ucap freya polos


"Freya.." Michael memperingati putrinya


"Tapi kalau dokter sibuk.."


"Tentu dong, besok dokter kesini lagi ya sayang, cepet sembuh ya, dokter mau pulang dulu" ucap Kinar lembut.


Freya dengan patuh mengangguk dan tersenyum


Amara dan lucky saling pandang, begitu juga Michael tak percaya Freya bisa dekat dengan orang yang baru di kenalnya


"Makasih ya dokter Kinar cantik" ucap Freya, Kinar mengelus puncak kepala Freya lalu pamit pada semua orang

__ADS_1


"Kinar, biar Michael mengantar kamu sayang" ucap Amara


"Gak usah Tan, Kinar bawa mobil sendiri, sore semuanya"


__ADS_2