Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Mengerjai


__ADS_3

Damar dan mbok Iyah terlihat canggung memilih menunggu di dapur, mbok Iyah membuatkan kopi untuk Damar, mereka memilih berbincang di dapur sambil menunggu Bella menyelesaikan aksinya, bisa saja Damar langsung melabrak Bella, namun menurut penjelasan mbok Iyah kondisi Bella sudah berantakan tanpa busana, dan Dama tak Sudi matanya ternodai oleh wanita rendahan seperti Bella


Satu jam sudah mereka berbincang-bincang, damar juga menanyakan keadaan Dian, karena Damar tak melihat keberadaan gadis ceria itu


Mendengar Dian kini ikut Kinar tinggla di rumah orangtua Kinar, Damar merasa lega, ia ikut prihatin dengan musibah yang dialami Dian karena tangan enteng Bella


"Mboook' teriak Bella dari arah kamar utama, tak lama terdengar langkah kaki Bella, masih dengan wajah berkeringat dan tercium bau ba*Lin tajam, bua khas pelepasan pria, pakaian Bella pun masih belum rapih, ia hanya asalan saja memakai pakaian karena berfikir jika hanya ada mbok Iyah di dalam rumah


"Mau apa kamu disini??? bukannya kamu sudah ulang tadi??" tanya Bella jutek


"Suka-suka aku, ini rumah kakak ku, jadi aku bebas berada di rumah ini"


"Tapi aku tidak suka" ucap Bella sinis


"Kau hanya istri kedua kakakku, kau tidak punya hak, perlu ku ingat, tak ada bekas adik tapi bekas istri banyak ahhahaa" damar tertawa senang berhasil menyudutkan Bella, sementara Bella hanya bisa mengeram kesal lalu kembali masuk ke kamar dan membanting pintu kamar kencang


"Dasar wanita gila" ucap Damar masih cengengesan


"Den dia marah besar itu" ucap mbok Iyah mengkeret ketakutan


"Mbok tenang saja, dia gak akan berani macam-macam padaku, mbok sebaiknya bawa makanan kak Dimas ke kamar, hari ini aku akan menginap disini mungkin beberapa hari kedepan"


"Mbok siapkan kamar ya den, oh ya jangan lupa kabari nyonya takut khawatir" ucap mbok Iyah lembut


"Siap komandan" ucap Damar dengan gaya militer


Mbok iyah dengan sayang mengacak-acak rambut Damar.


Damar memang di asuh oleh mbok Iyah sejak byai, sehingga hubungan mereka dekat, dibanding dengan Dimas yang memang keras kepala sejak kecil, Dimas lebih memilih tinggal dengan Tante Winda, jadi sifat buruknya tertular Tante Winda.


Saat Damar sedang nonton televisi sambil menikmati kacang kulit , Bella keluar dan memandang sinis pada Damar, namun Damar masih cuek menikmati film sambil makan kacang


"Ngapain loe dah tengah malam kaga pulang" tanya Bella sengit


"Terus masalah buat loe???nyinyir aja sih kerjaan loe, mending nih ya gue saranin sama loe.


Loe siapkan diri, siapa tahu kebusukan loe akan tebongkar dan masalah loe kedepak dari sini, tinggal nunggu waktu aja"


"Jangan sotoy loe, urus aja hidup loe yang gak jelas itu, loe kulihat buang-buang uang kelurga doang, gak pernah bener" ucap Bella menyindir


"Gue tanya sama loe ya, salah gue dimana????, uang, uang orangtua gue, gak minta juga kan sama loe, terus kalo gue mau hambur-hambur kan bukan urusan loe juga, kan bukan uang loe.


Apa loe berkhayal kaya raya cuma dengan menumpang hidup sama kakak gue???, tapi loe harus sadar itu cuma mimpi, gue kan akan biarin hidup loe semulus itu bahkan enggak akan pernah terjadi

__ADS_1


"Sialan loe, gue benci loe" ucap Bella melempar sesuatu di dekatnya


"Gue gak perduli" senyum sinis Damar


"Sialaaaaan" teriak Bella kembali masuk ke kamarnya membuat Damar tertawa cekikikan senang


"Den Damar, ya Allah seneng banget ngerjain wanita itu" ucap mbok Iyah membawa mangkuk berisi mie rebus yang uap panasnya masih mengepul


"Hahaha hiburan mbok, biar gak stress seperti dia ahahhaha" tawa Damar menggelegar hingga ia terselek


air liurnya sendiri


"Tuh kan kamu kualat, minum nih" ucap mbok Iyah menggeleng melihat kelakuan Damar, ia sebenarnya terhibur melihat wajah Bella yang kesal berkali-kali di kerjai oleh Damar


Hingga....


"Mbok, buatkan aku mie rebus" teriak Bella dari jarak jauh, ia menatap sinis Damar dan enggan mendekati mereka karena ia tak mau kesal lagi karena ulah Damar


"Masak sendiri sih, manja" teriak Damar masih berniat mengusili Bella


"Bodo amat, mbok bawa ke kamar ya" teriaknya sambil berlalu


"Bodo amat" bales Damar namun Bella sudah berjalan tak perduli.


"Hus nanti mbok kena omel, sudah diem-diem makna mie mu, nanti keburu dingin gak enak" ucap mbok Iyah lalu meninggalkan Damar.


Keesokan harinya


Dimas bangun dengan kepala sakit seperti mau pecah, ia memegangi kepala, terlihat pakaiannya sudah berganti, ia tak ingat siapa yang membawanya pulang, semalam ia seperti melakukan S*x or*l dengan seorang wanita, namun Dimas tak ingat jelas siapa wanita itu.


Dimas menoleh kesamping ya, terlihat Bella tidur dengan pulas, rahang Dimas mengeras marah, wanita itu bisa jadi adalah wanita yang melakukan sesuatu adanya tadi malam, Dimas sangat marah dan frustasi.


Ia hendak membangunkan Bella, namun kepalanya marah berputar, sakit.


Pintu kamar di ketuk,


"Masuk" teriak Dimas serak suara khas orang bangun tidur


"Saya membawakan air jahe untuk mas Dimas" ucap mbok Iyah


Mbok Iyah juga membawakan bubur untuk Dimas,setelah itu mbok Iyah kembali keluar kamar. Dengan malas Dimas memakan bubur dan meminum jahe hangat buatan mbok iyah, setelah merasa kondisinya stabil, Dimas lalu mandi , setelah itu ia membangunkan Bella.


Ia harus segera membujuk Bea.mencabut gugatannya walau proses pengadilan tetap berjalan namun jalan damai sudah di tempuh.

__ADS_1


"Bella, kita harus bicara" ucap Dimas berhasil membuat Bella langsung duduk masih dengan mengucek matanya yang masih mengantuk


"Aku akan menceraikan Kinar tapi sebagai balasannya kamu cabut laporan gugatan mu, bagaimana???” tanya Dimas membuat bola mata Bella yang tadinya mengantuk melotot


"Apa kau sedang mengerjai ku??" selidik Bella


"Tidak, aku akan menelpon pengacaraku untuk memasukan gugatan cerai ku ke pengadilan agama, Siang kemarin aku sudah menandatanganinya,"


"Tapi aku mau kamu menikahi ku resmi"


"Baik, segera telepon pengacaramj" ucap Dimas tak sabar


"Aku tak mau begitu saja percaya, bisa saja kau menipuku" senyum licik Bella keluar


Bella lebih berpengalaman mengelabuhi orang, sehingga ia tak mau masuk jebakan Dimas begitu saja


"Kita buat perjanjian hitam diatas putih jika kau tak percaya" ucap Dimas


"baik. sebentar" ucap Bella berjalan santai menuju meja yang terletak di sudut ruangan, lalu kembali dengan sebuah kertas, sepertinya Bella sudah mempersiapkan semuanya, Bella tersenyum lebar, Dimas tak bisa mengelak lagi


"Silahkan tanda tangan dulu, baru aku" ucap Bella tersenyum licik


Mereka berdua lalu menandatangani kertas bermaterai yang ternyata sudah di siapkan oleh Bella, Bella mengipas-ngipas kertas tersebut ke wajahnya seolah melambangkan kemenangannya atas Dimas.


"Rasakan kau Kinar, kini Dimas milikku seorang ahahahhahaha" tawa Bella dalam hati


Tok tok tok


Pintu kamar di ketuk, lalu munculah mbok Iyah dengan wajah tegang


"Ada apa mbok?? menganggu saja" celetuk Bella sinis


"Bella, belajar bersikap sopan lah" ucap Dimas kesal, membuat Bella langsung diam


"Ada apa mbok?" tanya Dimas


"Anu, itu mas, ada tamu" ucap mbok Iyah ragu


"Minta tunggu sebentar ya mbok, saya akan segera menemuinya, saya mau mandi dulu"


"Anu , itu tamunya nyonya Bela"ucap mbok Iyah


"Siapa????" tanya Bella pemasaran, ...

__ADS_1


__ADS_2