Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Periksa Kandungan


__ADS_3

Siang itu Kinar sudah membuat janji untuk periksa kandungan, namun karena Dimas ada meeting di perusahaanya sehingga mereka sepakat bertemu di rumah sakit.


Kinar sudah mengambil nomor antri, ia terus menatap ke arah pintu masuk, menunggu kedatangan Dimas, sebenarnya Mariska ingin mengantar mantu kesayangannya untuk cek up kandungan, namun Kinar menolak dengan halus, ia ingin suaminya sendiri yang melihat perkembangan anak mereka dari awal, itu kebahagiaan tersendiri bagi Kinar.


Awalnya Kinar ragu Dimas akan mengantarnya, namun diluar dugaan Dimas berjanji akan datang setelah selesai meeting, kini sudah satu jam Kinar menunggu, nomor antrian dirinya pun akhirnya di panggil, masih dengan mata menatap pintu masuk Kinar masih sangat berharap suaminya akan tiba, ia sudah menghubungi Dimas beberapa kali, namun ponselnya tida aktif.


Dengan berat hati akhirnya Kinar masuk kedalam ruang pemeriksaan


"Selamat siang dokter" sapa Kinar ramah


"Selamat siang ibu Kinar, kok periksa perdana suaminya gak ikut Bu? lain kali diajak ya Bu bapaknya , biar beliau bisa membantu ibu melewati tri semester pertama kehamilan. Karena ibu muda yang baru mengalami hamil akan kesulitan di masa trisemester pertama” ucap dokter itu ramah


"Baik dok, nanti saya akan ingatkan suami saya" ucap Kinar menutupi malu karena harus datang periksa sendiri


"Baik, silahkan ibu ikut suster tidur di bed itu, saya akan periksa"ucap Dokter Anggraini


Setelah Kinar duduk, dokter mengoleskan gel dingin ke perut Kinar lalu sebuah alat di tempelkan di perut Kinar, dokter Anggraini menunjukkan janin Kinar yang masih berbentuk bulat


”Janin ibu sehat, perkembangannya bagus, bulan depan kita lihat lagi perkembangannya ya, Sekarang saya akan meresepkan vitamin dan obat penguat kandungan" ucap dokter Anggraini menyudahi pemeriksaannya, Kinar duduk kembali di depan meja kerja dokter Anggraini


"Bagaimana dengan mual muntahnya Bu?”


"Masih dok, saya kadang sulit untuk mengisi perut karena terus berulang mual dan muntah"ucap Kinar lirih


"Baik saya juga akan memberikan ibu obat pereda mualnya, tapi ibu harus terus berusaha makan ya walau akan terasa mual dan muntah lagi, jangan sampi kosong.


biasanya makanan yang sedikit masam dan buah-buahan segar bisa mengurangi rasa mual ibu” terang dokter Anggraini


" Baik dok, terima kasih"ucap Kinar menjabat tangan dokter Anggraini lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Kini Kinar merasa ingin buang air kencing, ia berjalan menuju toilet yang berada tak jauh dari poli kandungan, karena tak hati-hati, ia menabrak seseorang di depannya

__ADS_1


"Maaf, maaf saya terburu-buru"ucap Kinar memegang perutnya karena ia sangat khawatir dengan anak dalam kandungannya, beruntung Pria tersebut berhasil menarik tangan Kinar hingga tubuh Kinar tak terjelembab ke belakang


"Kinar???” panggil orang yang ditabrak Kinar


"Mas Adam??? kok bisa ada disini?" tanya Kinar terkejut sekaligus senang bisa bertemu Adam lagi di sini


”Apa kamu baik-baik saja? apa yang kamu lakukan disini?" tanya Adam beruntung


"Aduh mas, Kinar kebelet ke toilet, sebentar ya" ucap Kinar berjalan menuju toilet di dekatnya, adam hanya tersenyum dan menggeleng pelan.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan, bahkan orang itu mengabadikan moment saat Kinar hampir terjadi terjatuh dan di tolong Adam, entah apa maksud dari orang tersebut, yang jelas senyum licik terpasang di wajah orang tersebut


"Rupanya ini hari keberuntunganku, gak sia-sia aku berobat dan tak sengaja melihat istri mas Dimas.


aku penasaran dan mengikutinya,


Jadi wanita itu sedang hamil??? uhmmm ternyata benar mas Dimas belum mencintai istrinya, aku masih punya kesempatan dan aku anggap takdir berpihak padaku, hehehe" ucap Wanita tersebut tersenyum licik


"Ya Tuhan mba , dokter Adrian sudah menunggu Anda di ruangannya, tadi mba bilang mau ke toilet tapi lama kembali jad dokter Adrian meminta saya mencari mba Bella"ucap Seroang perawat yang diba-tiba menepuk bahunya, membuat wanita itu terkejut,, untuk saja ia segera menutup mulutnya agar Kinar tak melihatnya.


"Huh mentang-mentang model terkenal sombong banget, lagi bisa-bisanya dokter Adrian punya sepupu kaya dia sih, berbanding 360 derajat dengan sifat dokter Adrian"gerutu suster tersebut sambil mengekor wanita tersebut menuju ruangan dokter Adriana.


Sementara di depan toilet Adam dengan setia menunggui Kinar, terlihat beberapa wanita yang melewatinya melemparkan senyuman dan pandangan mata menggoda, namun Adam hanya tersenyum tipis membalas mereka semua, tak lama kemudian Kinar keluar, berpapasan dengan dokter Anggraini yang juga menuju toilet.


"Eh Bu Kinar belum pulang? loh suami anda menjemput??? pak,, lain kali kalau istrinya periksa kandungan sebaiknya temani ya pak, jangan mau buatnya saja tapi tidak bertanggung jawab”ucap dokter Anggraini memasang wajah tegas


"Dok itu, bukan.."


"Baik dok, akan saya ingat. terima kasih dok” ucap Adam sopan membuat dokter Anggraini tersenyum lalu menanggung pamit masuk ke dalam toilet


"Mas, kenapa mas jawab begitu, bagaimana jika dokter itu salah paham?" tanya Kinar dengan wajah yang memerah karena malu

__ADS_1


"Jadi dia tidak menemanimu?”tanya Adam kecewa


"Ah , mas Dimas tadinya mau menemaniku, tapi dia ada meeting penting mas”ucap Kinar lirih, ia tak mau menjatuhkan Dimas, walau jujur dihatinya Kinar merasa sangat kecewa pada Dimas.


"Itu bukan alasan untuk mengabaikan istrinya bukan, terlebih kamu sedang hamil muda, sangat berbahaya jika kamu bepergian sendirian” ucap Dimas kesal


"Aku wanita kuat mas, jangan khawatir" ucap Kinar tersenyum lebar


"Tapi...., ah sudahlah, ayo aku antar pulang"ucap Adam kemudian


"Aku mau makan dulu mas, perutku rasanya sangat lapar” ucap Kinar mengelus perutnya


"Baiklah tuan putri, tolong tunjukkan jalannya”ucap Adam sambil menunduk hormat ala bangsawan membuat Kinar tertawa kecil melihat kekonyolan sahabatnya itu, mereka lalu menuju parkiran.


setelah itu meninggalkan area rumah sakit.


Setengah jam kemudian mereka tiba disebuah rumah makan ala Sunda, Kinar dengan semangat berjalan duluan meninggalkan Adam


Kinar merasa makin lapar karena mencium aroma masakan, ia membayangkan memakan udang bakar saus padang, ikan asin jambal, kangkung balacan , oseng oncom dan sambal dadak ya, air liurnya sudah menetes


"Mas Ayo cepetan"ucap Kinar menari Adam yang menurutnya berjalan sangat lambat.


setelah mencari tempat yang strategis, setelah itu langsung memesan beberapa masakan, Adam hanya menggeleng melihat banyaknya makanan yang di pesan Kinar


"Dari semua pesanan mu tak ada nasi, apa kamu lupa?"tanya Adam bingung


"Enggak mas sejak kehamilanku, aku benci masih, sebenarnya sih bukan benci, tapi mencium bau nasi aku langsung merasa mual" ucap Kinar menjelaskan.


"Baiklah, mas akan cancel nasi yang mas pesan" ucap Adam melambaikan tangan pada pelayan


"Mas jangan, aku gak keberatan mas makan nasi di depanku"ucap Kinar tak enak hati

__ADS_1


"Tak apa, itu lebih baik, mas akan makan tanpa nasi juga, mba tolong tambahkan tahu kwalik ya satu porsi"ucap Adam


setelah pelayan pergi, Kinar jd merasa bersalah membuat Adam tak makan nasi gara-gara dia


__ADS_2