
Sejak kepergian kedua orang tua Kinar, suasana menjadi canggung.
Mereka tak tahu harus bicara apa??.
Kinar yang biasanya ceriwis didepan Adam kini nampak pendiam membuat Adam jadi serba salah
"Mas, terima kasih sudah menjagaku, maaf merepotkan" ucap Kinar membuka percakapan.
Kinar tahu kini Adam sedang malu karena peryataan cintanya ia ketahui, ya walau itu di ucapkan ketika ia koma
"Tak perlu berterima kasih, sudah tugasku" ucap Adam
"Sudah tugasku menjagamu, dan aku akan melindungi mu mulai sekarang”ucap Adam dalam hati
"Kinar, apa keputusanmu sudah bulat??" tanya Adam masih ragu. Seperti halnya kedua orangtua Kinar, sangat senang dengan perpisahan Kinar, namun kembali ke Kinar, Kinar yang menjalani hidup, mereka hanya ingin kebahagiaan untuk Kinar.
"Aku sangat yakin mas.
Aku tak ingin hidup dalam fatamorgana saja.
Aku harus melepaskan mas Dimas bahagia dengan wanita yang ia cintai, sekalipun...." Kinar menghapus bulir air mata yang lolos dari matanya yang sayu
"Sekalipun kamu sangat mencintai dia??" tanya Adam.
Ada rasa nyeri yang terasa saat Kinar mengangguk membenarkan ucapan Adam,
"Jika kamu mencintainya, kenapa kamu malah memilih melepaskannya?" tanya Adam penasaran
Kinar menatap kosong ke arah jendela kamar rawatnya yang baru, karena kesehatannya berangsur membaik, kini ia bisa tinggal di ruang perawatan biasa, VVIP khusus yang merupakan ruangan yang di khususkan untuk keluarga pemilik rumah sakit dan pejabat
”Terkadang kita harus rela melepaskan,Jika sesuatu yang kita genggam menyakiti kita. Seperti hal nya hubungan, jika terus tersakiti untuk apa kau pertahankan???"
"Tapi Kinar, mungkin saja suamimu khilaf”
"Seorang selingkuhan dan seorang penyelingkuh ada, bukan karena salah satu, tapi karena keduanya setuju. Tidak mungkin ada perselingkuhan jika pria itu bisa menahannya, dan tak ada seorang pelakor, jika ia tak mengizinkan dirinya merebut yang bukan miliknya.
__ADS_1
Apapun alasannya.
namun dalam kasus mas Dimas dia memiliki anak dari perselingkuhannya"
"Bagaimana jika itu bukan anaknya" tanya Adam menduga,, Adam sudah meminta anak buah Mamanya untuk mencari informasi kekasih wanita itu di Paris, dan informasinya baru beberapa waktu lalu ia terima, Adam menduga jika Dimas di jebak.
Kinar terlihat bingung, ia tak tahu harus bagaimana, tak pernah terpikirkan jika Dimas di jebak, Emosi dan cemburu membuatnya mengambil keputusan dengan cepat, ia kini merasa bingung
"Itu tidak mungkin" ucap Kinar bergetar, ia memiliki sedikit keraguan di hatinya, namun ia sudah memutuskan, apakah keputusannya salah??
"Jika kamu masih ragu dengan keputusanmu, aku akan menyampaikannya pada om dan Tante" ucap Adam tersenyum walau hatinya kecewa setelah melihat reaksi Kinar
"Mas , tidak usah, aku melihat mama dan papa menginginkan perceraian kami, kalaupun kami rujuk, papa dan mama tak akan bisa menerima mas Dimas lagi, mereka terlanjut sangat kecewa, aku tak tega menyakiti hati mereka mas" ucap Kinar lirih
"Kamu memikirkan perasaan orangtuamu, tapi bagaimana perasaanmu??? kamu yang menjalani hidup bukan mereka" ucap Adam, namun Kinar yang sedari tadi menunduk langsung menatap tajam Adam
"Kamu tidak tahu apapun tentangku mas, mereka, papa dan mamaku rela merawat dan membesarkan ku yang notabene nya bukan anaknya, menyayangiku ku sepenuh hati mereka, kamu mungkin tak tahu siapa aku sebenarnya, aku hanya anak seorang ****** yang mencoba menghancurkan kehidupan papa Satria, aku anak yang ada di luar pernikahan, aku anak istri pertama papa yang selingkuh dengan kekasihnya dan menyebabkan mama Anggi dan papa terpisah lama karena suatu kesalahpahaman, aku anak yang tak diinginkan, namun mereka merawatku dengan cinta, seolah aku anak mereka.
Aku yang melihat ketulusan di mata mereka saat pertama mereka mengadopsi ku, aku yang melihat kesakitan mereka saat aku tersakiti, coba beritahu aku mas, apa aku masih punya hak atas diriku???" Kinar berteriak dan meraung, ia meluapkan semua uneg-unegnya, asal-usulnya yang kelam yang tak seorangpun tahu, kini ia mengatakan semua pada Adam.
"Maafkan, maafkan mas yang tak tahu apapun tentangmu, maafkan mas yang menyinggung perasaanmu, tenang lah mas ada disini, jangan menangis. mas akan selalu berada di sisimu" ucap Adam memeluk Kinar yang menangis tersedu-sedu
Dengan lembut Adam membelai rambut Kinar, merapihkan anak rambut Kinar yang berantakan, memegang wajah wanita yang amat ia cintai.
Tak perduli ia siapa, Adam akan tetap mencintainya sepenuh hati.
"Maafkan aku mas" ucap Kinar lirih, ia menyadari jika ia sudah membentak Adam karena emosi
" Tak apa-apa, mas yang harusnya minta maaf, satu hal yang harus kamu ingat, mas akan selalu cinta kamu, tak perduli siapa kamu, karena mas cinta pribadi Kinar, mas cinta Kinar apapun yang terjadi.
Mas tahu Kinar masih mencintai Dimas, dan mas akan menunggu sampai kamu membuka hatimu untukku"
"Mas, aku..." Dimas menempelkan jari telunjuknya di bibir Kinar, ia merasakan bibir Kinar yang lembut, tanpa sadar ia menyentuh bibir Kinar. Keduanya saling menatap, wajah Adam semakin dekat, ia membelai wajah Kinar lembut membuat Kinar terhanyut dalam kelembutan sentuhan Adam, nafas Adam menerpa wajahnya membuatnya merona merah, detik berikutnya, Adam menciumnya dengan lembut, ia berhenti sejenak menunggu reaksi Kinar, namun wanita itu tak menolak.
Adam melanjutkan ******* bibir Kinar yang terasa manis dan kenyal, ia menumpahkan semua perasaanya yang selama ini terpendam. Di lihatnya mata Kinar terpejam, membuat Adam makin memperdalam ciumannya namun masih lembut dan menuntut, hingga keduanya kehabisan nafas dan menghentikan pergulatan bibit mereka
__ADS_1
"Aku mencintaimu dan akan menunggumu" ucap Adam langsung mencium kening Kinar
Kinar yang tersadar malu menundukkan kepalanya, entah mengapa ia menikmati sentuhan Adam yang begitu lembut,
Hatinya terasa hangat di dekat Adam.
ada perasaan aneh yang merayap dalma hatinya
Tok Tok Tok
Suara ketukan membuat mereka terkejut, beruntung mereka sudah melepaskan pangutan bibir mereka, keduanya nampak tersipu-sipu malu dan kikuk
"Mama bawakan makanan untuk nak Adam dan buah untuk kamu sayang" ucap Anggi tersenyum penuh arti memandang kedua orang dalam ruangan tersebut
Sementara Satria menaikan sebelah matanya menyelidik.
Satria memperhatikan Adam lalu ke putrinya
"Terima kasih Tante" ucap Adam malu-malu
"Terima kasih ma" ucap Kinar gugup
"Sayang, apa kamu alergi obat?? kenapa bibirmu bengkak?? " tanya Satria yang melihat bibir anaknya sedikit bengkak.
Kinar terlihat merona merah karena ucapan papanya, begitu juga Adam yang terlihat gelisah dan serba salah.
Anggi rasanya ingin tertawa terbahak-bahak melihat kebodohan suaminya, namun ia tak bisa lakukan karena itu akan membuat Adam dan Kinar malu.
Anggi langsung memotong ucapan suaminya, mengalihkan pembicaraan untuk menetralkan suasana
"Sayang, cepat cuci buahnya, mama mau kupas kan untuk Kinar, anggur nya juga ya sayang, terima kasih" ucap Anggi mendorong suaminya ke wastafel
Sementara ia mengedipkan sebelah matanya ke arah Adam sambil tersenyum penuh arti, Adam terbatuk-batuk di buatnya
"Apa Tante Anggi tahu ya kami habis berciuman, aaaaarrrgghhh malu, sial. Adam bodoh banget sih loe gak pelan-pelan, jadi bibir Kinar bengkak dan merah gitu” gumam Adam dalam hati, ia melihat Kinar juga terlihat malu meraba bibirnya sendiri dan menggigitnya, jika saja tak ada kedua orang tua Kinar, Adam ingin sekali merasakan bibir Kinar yang sangat kenyal dan lembut itu, rasanya manis dan membuat ia candu.
__ADS_1
"Mas Adam sedang apa sih liatin aku terus?? mengapa tubuhku tak menolak saat mas Adam mencium ku, malah aku menikmatinya, apa kata mas Adam nanti????. Kinar, kok kamu gak tahu malu!!" gerutu Kinar yang malu-malu melihat ke arah Adam