Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Introgasi Raysa


__ADS_3

Michael bersikap sangat gentleman, ia membukakan pintu untuk Kinar, memastikan Kinar sudah duduk dengan benar , baru menutup pintu mobil.


setelah itu ia berlari kecil menuju kemudi,


Michael tiba-tiba mendekat pada Kinar membuat Kinar sontak tegang, ia memundurkan tubuhnya hingga duduk tegak.


Aroma mint yang segar tercium dari tubuh pria tersebut, membuat Kinar merasa tenang, namun beberapa detik kemudian ia sadar dan merona merah, wajah mereka terlalu dekat.


Kinar bisa melihat bola mata abu-abu Michael yang memiliki daya magnet


"Pakai sabuk mu" ucapnya lirih.


kedua mata mereka bertemu lalu setelah ia memasangkan sabuk, Michael kembali duduk dan memasang sabuknya sendiri.


"Aku, aku bisa memakai nya sendiri" ucap Kinar.


ketenangan yang selama ini ia pertahankan goyah di depan pria ini.


Benar kata Mira jika pria ini memiliki pesonanya sendiri, pesona yang kuat yang membuat hati Kinar berdebar.


"Wake up Kinar, dia gak bisa loe miliki!!!!


kalian beda keyakinan, jangan memulai sesuatu yang tidak bisa berujung bahagia!!!" ucap Kinar memperingati dirinya sendiri dalam hati


"Aku akan mengantarmu pulang, tapi bisakah aku mampir kerumah dulu??? Freya merengek minta di belikan pancake"


"Baik" ucap Kinar singkat, ia tak berani menatap wajah Michael, ia takut khilaf lagi.


"Apa kau tidak suka ku antar jemput???" tanya Michael yang melihat Kinar melihat ke arah jendela sepanjang perjalanan mereka


"Bu.bukan begitu, aku hanya tak tahu harus berbicara apa" ucap Kinar menunduk malu.


ini pertama kalinya otaknya serasa blank.


Ia memaki pada mulutnya sendiri yang berkata jujur


"Apa kau takut jatuh cinta padaku jika berbicara banyak denganku???"


"Kau terlalu banyak berfikir mister Michael" sangkal Kinar


Akhirnya mereka terlibat pembicaraan santai,


Michael membahas Freya, sehingga mereka tidak canggung satu sama lainnya.


Michael mengikuti saran Amara, ia tak mau menekan bahkan terkesan memaksa Kinar menerimanya, biarkan keseriusannya membuat hatinya tergerak.


Setelah mereka membeli pancake pesanan Freya, mereka mampir ke kediaman Michael, namun terlihat Freya sedang menangis


"Sayang, sayang kamu kenapa???" tanya Kinar dan Michael serentak, keduanya saling pandang sebentar lalu kembali menatap Freya.


"Aku bosan dirumah sendirian pa, aku mau ikut Tante Kinar kerumahnya" ucap Freya merajuk


"Sayang, Tante Kinar cape, besok-besok aja ya???"

__ADS_1


"Enggak mau, pokoknya sekarang!!!" ucap Freya keras kepala.


Michael memijit pelipisnya yang berdenyut.


Freya terlalu memaksakan diri, ia takut Kinar malah menjauh karena sikap Freya


"Freyaaaa!!! jadilah anak baik.


kamu sudah besar jangan merengek saja.


papa bilang besok ya besok" ucap Michael menaikan suaranya satu oktaf


Freya yang di bentak Michael langsung menangis keras, membuat Kinar langsung memeluknya


"Mass"


"Maafkan aku, terkadang Freya sulit ku mengerti" ucap Michael lirih


"Freya mau mengantar mama Kinar pulang ya???" tanya Kinar lembut yang di balas anggukan Freya yang masih menangis


"Kalau mau ikut gak boleh nangis, nanti kalau ketemu om Rasya malu kan???"


ucapan Kinar berhasil, Freya langsung berhenti menangis, ia menghapus air matanya sendiri


"Kita mandi dan ganti baju dulu ya, Freya kan bangun bobo.


terus makan pancake nya enak hangat-hangat, baru deh anter mama Kinar pulang"


"Ayo ma, mandikan Freya" ucap Freya manja.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Freya duduk manis memakan pancake nya, wajahnya terlihat berseri-seri.


Kinar sedang menguncir rambut blonde Freya dan memberikan hiasan pada rambutnya, kini putrinya terlihat imut dan cantik


"Mama Kinar aaaa" ucap Freya menyuapi Kinar, tanpa berfikir panjang Kinar langsung memakan suapan Freya.


Michael merasa momen ini sangat indah, seolah ia melihat gambaran lengkap interaksi ibu dan anak.


Setelah selesai makan pancake nya Kinar menggandeng Freya menuju mobil, mereka duduk di kursi penumpang, sementara Michael duduk di depan kemudi, ia seperti seorang supir yang mengantar majikan dan anaknya.


Freya mengganggu acara pendekatan Michael.


Akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah yang terlihat asri, walau ukuran rumah tersebut tak sebesar kediaman mereka, namun Michael dapat melihat jika rumah itu terlihat nyaman.


Begitu penjaga rumah membiakkan pintu gerbang, mereka lalu memasuki kediaman Ridwan, Rasya menyambut di pintu masuk.


"Hallo gadis cantik, selamat datang di rumahku" sapa Rasya merentangkan tangannya.


Freya menatap papanya meminta persetujuan.


Ia diajarkan tak boleh berkontak langsung dengan pria asing, namun sebenarnya Rasya bukan orang asing, mereka sudah bertemu satu kali saat Kinar menjenguknya.


Setelah Michael mengangguk, Freya lalu berlari keperluan Rasya.

__ADS_1


Wajahnya memerah karena malu.


Walau usianya masih sangat belia, ia bisa membedakan mana pria tampan dan tidak dan wajah Rasya seperti opa-opa Korea, idaman Freya.


"Bagaimana kaki dan tanganmu??? apa sudah baikan???" tanya Rasya penuh perhatian


"Susah om, walau masih kadang sakit" ucap Freya bersemangat


"Cepat sembuh ya, lain kali kamu harus hati-hati gadis kecil"


"Aku sudah besar om" protes Freya tak terima di panggil gadis kecil


"Iya kau gadis kecil yang imut" ucap Kinar mencubit hidung bangir Freya


"Mama Kinar, aku sudah besar" protes Freya


Mendengar Freya memanggil Kinar mama membuat sebelah alis, menatap Kinar dalam, seolah bertanya mengapa gadis kecil itu memanggilnya mama


"Aku akan menjelaskan nanti" ucap Kinar lirih


"Hallo bro" sap Michael mencoba akrab pada Rasya, mata Rasya memicing, ia menangkap ada sesuatu yang mencurigakan disini.


Setelah mempersilahkan mereka masuk, Kinar segera membuatkan minuman untuk mereka, Rasya mengikuti Kinar ke dapur, ia sudah tak sabar meminta penjelasan pada kakak sepupunya itu.


"Jelaskan???"


"What???"


"Jelaskan mengapa gadis kecil itu memanggilmu mama, apa kalian akan membentuk sebuah keluarga yang sakinah mawadah warahmah dalam waktu dekat ini???" goda Rasya menaik turunkan alisnya


"Gak lucu Rasya" Dengus Kinar


"Lalu??? bagaimana bisa berakhir menjadi mama Kinar???"


"Intinya anak itu malang, ia sudah di tinggal pergi oleh mamanya sejak masih bayi


Aku merasa....


Rasya aku pernah kehilangan putri kecilku yang malang yang tak sempat melihat dunia.


melihat gadis itu, naluri keibuanku muncul.


Aku langsung merasa sedih melihat anak itu sedih, bahkan ia mendambakan bisa melakukan kegiatan seperti anak-anak yang lain dengan ibu mereka"


"Apa kau tidak berlebihan kak, jika kau tidak menikahi papanya, kau tidak bisa menyematkan status singgle.mu sebagai mama Freya.


"Papanya sudah melamar ku"


"Apaaaa???, bagaimana....."


"Aku menolak ok??? aku belum gila untuk langsung menerimanya.


terlebih aku pernah gagal dalam rumah tangga, aku perlu selektif memilih pasangan hidup" ucap Kinar .

__ADS_1


Tanpa mereka sadari Michael yang niatnya mau menanyakan toilet mendengar percakapan kakak beradik itu, ia membeku di tempat.


__ADS_2