Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Salah Paham


__ADS_3

"Semoga saja lelaki brengsek itu mencari keberadaan Kinar melalui pihak berwajib, jika tidak maka ini terakhir kalinya ia melihat istri dan anaknya.


aku akan memisahkan mereka!!!!" geram Adam dalam hati


”Iya, mas Dimas pasti khawatir mencari ku"ucap Kinar lirih, walau dalam hatinya ia tak yakin suaminya itu mencarinya. Ditinggalkan begitu saja tanpa berkata apa-apa saat mereka candle light dinner, jika saja Dimas memberi kabar padanya lewat ponsel , ah ia lupa jika ponselnya tertinggal di mobil.


Kinar tak tahu harus berkata apa, namun ia tak mau Dimas menilai jelek suaminya, aib suami adalah aibnya juga, itu lah pesan yang di sampaikan Anggi, dan sebagai istri Kinar harus menjaga aib suaminya.


Akhirnya karena pengaruh obat Kinar kembali tertidur, wajahnya sudah tidak pucat seperti sebelumnya, namun ia mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi makanan karena mual muntah tak henti.


dokter juga sudah memberikan obat pengurang rasa mual.


Adam masih tidak bergeming dari sisi tempat tidur Kinar, rasanya ia tak mau jauh dari wanita ini. Setiap kali bertemu Kinar pasti dalam keadaan buruk dan kesusahan, sejak kecil selalu seperti itu, sudah berulang kali Adam membantunya keluar dari kesusahan , itulah sebabnya Kinar menyebutnya my Hero, ucapan kekanakan yang seiring waktu menumbuhkan benih cinta di hati Adam, namun tidak bagi Kinar.


Kinar sejak dulu hingga kini hanya menganggap Adam adalah kakaknya, pahlawan yang ia kagumi, tidak lebih dan tidak kurang.


Saat sedang melamun tiba-tiba saja ponsel Adam berdering


"Assalamu'alaikum ma, maaf Adam lupa kasih kabar mama, ada ada di rumah sakit"


"Wa'alaikum salam, kamu kenapa sayang??? apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Caroline panik


"Enggak ma, Adam gak sengaja ketemu Kinar, dia sakit " ucap Adam


"Kinar??? Kinar si hitam manis? teman kecilmu nak? atau Kinar yang lain???" tanya Caroline antusias


"Teman Adam Kinar kan cuma dia aja ma" ucap Adam tersenyum


"Astaga, mama akan kesana, berikan alamatnya, segera nak. mama tunggu" Caroline langsung mengakhiri panggilan nya tanpa menunggu jawaban putranya, ia sangat menyayangi Kinar seperti putrinya sendiri.


Ia jadi teringat jika si kecil Kinar kerap diajak ke rumah sakit oleh Ridwan dan disana lah ia melihat mata jeli gadis itu yang antusias sellau bertanya mengenai banyak hal di rumah sakit tersebut.


ingatannya melayang kepada Nugraha, mantab suaminya, hatinya terasa sakit.


Alasan mereka bercerai juga karena Caroline kehilangan putri mereka karena perselingkuhan Nugraha.


Caroline menghela nafas dan menghembuskan ya kasar, ia mengambil mantelnya lalu langsung mengendarai mobilnya, tak lama kemudian pesan singkat masuk dari putranya, Caroline langsung menuju rumah sakit tempat dulu Adam bekerja.


sementara di Rumah sakit.


Adam menunggu mamanya di lobby, kebetulan jarak rumah sakit dan rumahnya hanya beberapa menit, sebelumnya ia membeli kopi untuk menghalau rasa kantuknya.

__ADS_1


Adam melirik jam tangan yang melingkar di tangannya, sudah jam tiga sore, ia belum makan apapun sehingga akhirnya ia memutuskan menunggu mamanya di cafe tersebut sekaligus mengisi perutnya yang keroncongan.


Tak selang berapa lama, mamanya datang


"Bagaimana Kinar??? tanya Caroline setelah memeluk putranya


"Ma, jika mama seperti itu, orang akan mengira jika anak mama adalah Kinar bukan aku, apa mama tidka ingin menanyai keadaanku???” tanya Adam memasang wajah kecewa


"Mama sudah lihat kamu baik-baik saja, dan Kinar juga putri mama, sayangnya Kinar tak bisa jadi Putri mama sesungguhnya" ada guratan kekecewaan di wajah Caroline


"Ma, please jangan mulai" ucap Adam lirih


"Semua karena mama punya anak bodoh sepertimu, cinta di pendam, umbi di pendam numbuh, kalau cinta di pendam jadi busuk, siapa yang tahu hatimu??? apa kau pikir Kinar itu cenayang bisa tahu hatimu???


Ah andai saja dia menikah denganmu, sungguh mama akan tenang di masa tua mama" ucap Caroline merajuk


”Ma...."


”Iya, iya, huh" desah kesal Caroline terdengar.


Adam menatap wajah mamanya yang kecewa, membuat hatinya terasa tak enak


"Apa mama menyukai Kinar???" tanya Adam tiba-tiba


"Tapi mama sudah lama tidak bertemu dengannya" ucap Adam


"Apa kau pikir mama tidak bisa mendapat informasi tentangnya??? sayangnya dia sudah menikah dan kesempatan itu hilang" ucap Caroline kemudian


"Kinar sedang mengandung" ucap Adam membuat gerakan anggun Carolline terhenti, ia sampai menghentakan gelasnya kembali ke meja


"Maa, orang melihat kita" ucap Adam mengingatkan


”Anak pria sialan itu???" tanya Caroline dengan tatapan membunuh. Melihat putranya hanya diam, Caroline makin kecewa.


"Kali ini apa yang terjadi padanya??”tanya Caroline to the point, mustahil tiba-tiba bertemu dengan Kinar, pasti sesuatu telah terjadi.


Setelah Adam menceritakan semuanya, wajah Caroline makin muram, ia sampai mengepalkan tangannya kesal.


Adam dan mamanya seperti sahabat, mereka akan saling curhat dan bertukar pikiran.


Caroline orang yang berfikiran terbuka dan sangat fleksibel, namun di saat tertentu ia akan tegas, membuat Adam sangat dekat dengan sosok mamanya itu.

__ADS_1


"Apa yang mau kamu lakukan nak?" tanya Caroline sambil meneguk kopi"


"Adam akan mencari Dimas, dimulai dengan mencari informasi ke pihak berwajib.


Jika lelaki itu tak berusaha mencari istrinya, Adam sendiri yang membawa Kinar kembali ke tanah air" ucap Adam lirih


"Mama setuju dengan rencana mu, sekarang, ayo kita temui Kinar" ajak Caroline langsung meriah tas nya dan berdiri, Adam mengikuti langkah mamanya, mereka langsung menuju ruangan dimana kInar di rawat.


Sesampainya disana, Kinar sudah terbangun, matanya berbinar melihat kedatangan Caroline, mereka langsung berpelukan melepas kerinduan.


Setelah itu bercerita panjang lebar, Caroline sengaja tak membahas masalah kenapa ia di negara ini, ia tak mau Kinar bersedih.


Sementara di sudut ruangan, Adam hanya diam, duduk sambil memperhatikan wanita yang di cintai nya tertawa bahagia dengan mamanya, andai saja ia mempunya keberanian mengakui perasaannya setidaknya mungkin ada harapan baginya mengejar cinta wanita itu.


Keesokan harinya


Seperti yang Adam utarakan pada mmanya , hari ini ia menuju kantor polisi terdekat mencari informasi, sementara Caroline memilih menemani Kinar di rumah sakit, ia juga membuatkan makanan untuk Kinar, dengan penuh perhatian Caroline menyuapi Kinar membuat wanita itu malu sekaligus senang karena Tante kesayangannya tak pernah berubah, selalu menyayanginya seperti waktu ia kecil dulu.


Di Kantor polisi


Setelah Dimas berbincang-bincang ia memiliki informasi jika memang ada seorang pria yang mencari keberadaan Kinar, laporannya sudah masuk dua Minggu lebih, yang artinya setelah Kinar menghilang ia langsung mencarinya.


Ada rasa kecewa menerima kenyataan itu, namun Adam juga bersyukur karena laki-laki itu masih ingat istrinya, namun mengapa ia bisa meninggalkan Kinar seorang diri tanpa memberi tahu istrinya tersebut.


Sepertinya ada kejadian yang tak sesederhana seperti laporannya pada petugas.


Setengah jam kemudian Dimas sampai di kantor polisi tersebut, rahangnya mengeras tanda ia tak suka melihat kenyataan bahwa pria di depannya merupakan orang yang ingin bertemu dengannya membahas masalah istrinya.


Spekulasi miring langsung berseliweran di kepala Dimas, ia tersenyum sinis melihat ke arah Adam.


Setelah petugas kepolisian meninggalkan mereka, terlihat kedua nya tegang, menampilkan wajah ketidaksukaan.


"Apa maksudnya ini??? ucap Dimas kentara tak sukanya


"Kinar dirumah sakit, sebaiknya kamu ikut aku"ucap Adam malas berbicara dengan pria di depannya, mengingat ucapan Kinar darahnya mendidih, ingin menghadiahkan bogem mentah pada wajah sombong di depannya itu


Tiba-tiba Dimas mencengkram kemeja Adam, ia sungguh kesal sekaligus panik bagaimana istrinya bisa berada di rumah sakit


"Lepas,.... gue datang cuma karena Kinar, jika bukan karena dia, gue gak sudi ketemu loe" geram Adam tertahan, ia melirik melihat petugas kepolisian berjalan ke arah mereka, Dimas yang melihat arah pandangan Adam langsung melepaskan cengkeramannya pada Adam, ia tak mau berujung panjang, yang utama adalah menemukan Kinar


Terlihat senyum mengejek di wajah Adam.

__ADS_1


merek lalu meninggalkan kantor polisi.


Dimas m ngikuti mobil Adam dari belakang, dalam kepala Dimas Ia memikirkan jika istrinya meninggalkan Restoran dan hilang beberapa pekan karena kabur dengan Adam, Dimas membayangkan Kinar yang berpelukan dan berciuman dengan Adam membuatnya mencengkram kemudi mobilnya dengan kencang


__ADS_2