Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Mengejar mu


__ADS_3

Wawan dan Miko mengantar Amanda menuju Jakarta, tujuan mereka adalah rumah orangtua Reyhan, Wawan dan Miko yakin jika Adam dan Reyhan kembali ke rumah orangtua Reyhan.


Sejam berangkat, ia sudah beberapa kali menghubungi Reyhan, namun Pons Reyhan tidak aktif, sedang no telepon Adam, Wawan tidak punya.


Wawan merutuki kebodohannya yang lupa meminta nomor ponsel Adam


Dua jam sudah perjalanan mereka, hari sudah siang, Wawan dan Miko sangat kelaparan, mereka belum sempat sarapan pagi, karena tegang mengejar waktu mereka langsung bergegas menuju Jakarta


"Jui, kita mampir dulu ya, aku yakin kamu juga belum sarapan, aku lapar sekali" ucap Wawan dengan wajah melas


Manda awalnya ingin menolak, karena ia ingin segera bertemu dengan Adam, namun ia juga tak bisa. memaksakan mereka karena dirinya juga sangat kelaparan


"Ayo kita makan" ucap Amanda membuat wajah Miko dan Wawan langsung berbinar senang, mereka lalu menepikan mobil mereka di sebuah restoran di pinggir jalan, langsung memesan makanan dan makan dengan khidmat karena mereka semua sudah sangat kelaparan


Satu jam kemudian mereka langsung melanjutkan perjalanannya, Wawan langsung menghubungi sahabatnya itu, dan kali ini Reyhan langsung mengangkat panggilan telepon nya


"Astaga bro, kemana aja baru loe angkat dari tadi"


"Sorry hape gue lowbat, ini gue lagi sambil carger bandara"


ucap Reyhan


"Bandara??? loe ngapain di bandara????" tanya Wawan , perasaanya tak enak mendengar Reyhan di bandara


"Siang ini Adam langsung kembali ke Paris, jadi gue di minta bokap gue suruh antar dia"


"Apaaaaa??????" teriak Wawan terkejut


"Woi, kuping gue budeq, kalau nelpon gak usah nelen toa masjid dulu loe bro" gerutu Reyhan di ujung telepon


"Tahan Adam Rey, tahan dia jangan jalan dulu, ini masalah hidup dan mati" ucap Wawan, beruntung posisi mereka masih di jalan tol, Wawan melihat pergelangan tangannya dan langsung tancap gas


"Apa sih maksud loe???" tanya Reyhan tak sabaran


"Pokoknya kalau loe sampai gak bisa nahan dia, loe sama.aja bunuh dua orang di Bandung" ucap Wawan langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi

__ADS_1


"Pakai sabuk pengaman kalian, Adam sudah di bandara" ucap Wawan, ia terus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, tak memperdulikan beberapa kali ponselnya berdering, panggilan masuk dari Reyhan, pikirannya hanya satu ingin segera sampai bandara,


Sementara di bandara


Adam yang habis dari toilet menatap bingung pada Reyhan yang sedang memaki-maki ponsel di tangannya


Reyhan sangat kesal karena Wawan menelponya hanya separuh-separuh membuatnya penasaran, apa lagi Wawan mengatakan harus menahan Adam sekitar tiga puluh menit, apa mereka sedang menuju kemari????


"Rey, loe sehat???" tanya Adam bingung


"Itu penerbangan loe masih dua jam, ayo kita makan sebentar" ucap Reyhan berusaha mengulur waktu, walau ia tak mengerti mengapa ia menuruti kemauan Wawan yang tak jelas, yang ia tahu harus menahan setengah jam, jika sahabatnya itu datang lebih dari tiga puluh menit, bukan urusan Reyhan.


"Gue makan di dalam aja" ucap Adam lirih, walau wajahnya masih lembab biru, namun Adam masih terlihat tampan


"Tega nya loe, makan perpisahan kapan lagi loe ke Indonesia??? gue belum bisa kemana-mana, papa masih mau gue belajar bisnis" ucap Reyhan pasrah


" Baiklah, ayo" ucap Adam merangkul sahabat kecilnya itu, ia langsung menyeret kopernya


Mereka lalu memesan makanan dan makan


Reyhan berkali-kali juga berusaha menghubungi Wawan namun nihil, membuat hatinya bertanya-tanya


"Awas saja kalau ketemu, gue jitak sampai pitak tuh bocah, sialan bikin gue kesel" gerutu Reyhan dalam hati


"Kamu kenapa Rey?? ada masalah??" tanya Adam yang melihat Reyhan gelisah


"Enggak ada bro, cuma merasa gak nyaman di perut, sepertinya maag gue kambuh" ucap Reyhan yang kebetulan merasa maafnya kambuh, namun ia susha biasa dan tak akan mengeluh karena ia paling malas di paksa minum obat.


Semua Reyhan lakukan karena ia melihat waktu sudah setnhah jam dan Wawan masih belum bisa ia hungi


"Sialan, gue berkorban banyak, pake bohong.


Awas aja tuh bocah kalau alasan dia nyuruh nahan gue cuma buat masalah sepele, habis dia gue jadiin samsak hidup" gerutu Wawan


Dengan cekatan Adam mengeluarkan stetoskop nya memeriksa Wawan, sebagai dokter, ia selalu membawa alat itu kemana-mana.

__ADS_1


Adam langsung membuka tas nya, ia selalu menyediakan obat untuk berjaga-jaga dan terbukti itu ampuh.


"Nih minum, maaf udah buat loe sakit, gara-gara gue kita balik tanpa sarapan tadi pagi" ucap Adam merasa bersalah


" Gak apa-apa bro gue maklum" ucap Reyhan, kini sudah lewat empat puluh menit, Reyhan tidak bisa lagi menahan Adam atau ia akan ketinggalan pesawat


Adam juga sudah terlihat merapihkan peralatannya


"Ok bro, gue masuk dulu ya, thanks banget ya udah ngerepotin loe, pesawat gue bentar lagi berangkat.


Salam buat om sama Tante ya" ucap Adam memeluk sahabat nya itu, Reyhan juga menepuk bahu Adam, ia tahu Adam sedang sedih


"Sabar bro, semua ada hikmahnya"


"Gue udah ikhlas, semua karena kesalahan gue sendiri"ucap Adam lirih


"Ya dah masuk sana, nanti loe ketinggalan pesawat" ucap Reyhan tersenyum


"Ok, sampai ketemu lain waktu Rey"


"Siap" ucap Reyhan mengacungkan jari jempolnya


Adam mengangguk dan langsung menarik kopernya menuju loket pemeriksaan, setelah selesai ia berjalan menuju pintu masuk bandara


"Mas Adaaammm" teriak seroang wanita engan nafas terengah-engah


Adam yang mendengar seseorang memanggilnya, ia berhenti, namun ia menggelengkan kepalany


"Ah aku sungguh berhalusinasi mendengar suara Amanda" gumam Adam merutuki kebodohannya


Adam meneruskan langkahnya


"Mas Adam"


Adam langsung menghentikan langkahnya, ia tak berhalusinasi, Adam langsung menoleh dan melihat wanita yang ia cintai berada di sana dengan nafas masih terengah-engah

__ADS_1


"Mas, jangan pergi aku mohon" ucap Amanda memohon


"Ma...Manda???"


__ADS_2