Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Pikiran Amanda


__ADS_3

Kinar keluar dari ruang perawatan, ia mencari keberadaan Amanda, namun ia tak menemukannya, hanya tiga orang tua Yangs Edang berbicara serius duduk di bangku tunggu yang memang di sediakan di luar ruangan karena pasien hanya bisa di tunggu satu orang saja


"Pa, papa liat wanita yang tadi di alam bersama Tante Caroline???" tanya Kinar


"Papa gak lihat sayang" ucap Satria menggeleng pelan


"Amanda maksudmu nya?" tanya Nugraha


"Iya om, tadi dia di luar, Kinar cari enggak ada"


"Dia sudah pulang, tadi pamit sama om" ucpa Nugraha


"Ah kenapa dia tidak bilang padaku kalau pulang" Desah Kinar kecewa, pasalnya ia merindukan wanita mungil yang pernah menyelamatkan dirinya itu, ia berhutang Budi pad Amanda.


"Kenapa sayang???" tanya Ridwan yang melihat anak keponakannya itu terdiam dan bergumam lirih..


"Ah enggak apa-apa " ucap Kinar lalu berjalan masuk ke dalam ruang perawatan lagi, kini Dimas gantian keluar ruangan, terlihat Kinar sedang berbicara sesuatu dan Caroline tertawa kecil.


Nugrah Adan Dimas menatap senang melihat orang yang mereka cintai tertawa lepas setelah lama tak terlihat tertawa dan tersenyum


Setelah dua jam di rumah sakit, Caroline meminta Kinar untuk pulang ke rumah mereka, daripada menginap di hotel, awalnya Kinar ingin tetap berada di sana namun Caroline mengancam tidak akan memperbolehkan Kinar menjenguknya lagi jika ia tak pulang dan istirahat.


Kini tinggal Nugraha dan Caroline di ruangan tersebut, sementra Ridwan, Satria, Kinar dan Adam pulang kekediaman Caroline untuk istirahat memulihkan energi mereka setelag perjalanan panjang


"Mas, bagaimana jadinya, apa mereka...


Maksud aku apa Kinar menerima lamaran Adam???" tanya Caroline berbinar senang


"Sayang, apa kamu sangat ingin Kinar menjadi menantu kita???" tanya Nugraha penasaran


"Tentu saja , aku sangat berharap ia bisa menjadi bagian dalam keluarga kita.


Jika aku mati, aku bisa tenang karena putra kita berada di orang yang tepat"


"Hati tak bisa di paksakan sayang, seperti hal nya kota, takdir mempermainkan kita hingga kita harus berpisah, maukah kamu memikirkan lagi permintaanku???

__ADS_1


Aku sungguh tak bisa jauh darimu lagi, cukup aku bersabar dan menahan rinduku selama ini.


Aku sudah berdosa, sangat berdosa membuatmu terluka dan susah"


"Mas kita sedang membahas masa depan anak kita satu-satunya, lagi pula semua bukan murni kesalahanmu, aku sudah Memaafkanmu sejak dulu"


"Terima kasih sayang, kamu selanya satu-satunya wanita yang kucintai, dan aku serius memintamu untuk kembali padaku"


"Mas aku tidak mau bercanda aku ini sekarat mas, sekarat, aku tak tahu kapan tuhan menyabut nyawaku, dokter sudah memprediksi usiaku tinggal tiga tahun saja, aku tak mau ketika meninggal nanti melihatmu menderita karena kepergian ku" pekik Caroline, ia menitikkan air mata, walau sesungguhnya dalam Lubuh hati nya yang paling dalam ia sangat mencintai pria di depannya ini, mantan suaminya dulu


"Please Carol, aku sangat mencintaimu, kamu akan hidup seribu tahun lagi, dokter bukan tuhan.


Allah yang menentukan semua" ucap Nugraha memegang tangan Caroline, sementara Wanita


itu menangis


"Izinkan aku bersanding di sampingmu.


aku yang akan mati dengan penuh penyesalan jika aku tidak bisa mendampingi mu . please beri aku kesempatan" ucap Nugraha dengan muka penuh harap.


Kini ia merasa mungkin saatnya ia memberi kesempatan bagi dirinya maupun untuk Nugraha


"Baiklah, tapi aku mohon rahasiakan ini mas, aku saat ini ingin melihat anak kita bahagia, dan Kinar adalah calon menantu yang ideal untuk Putra kita mas"


"Sayang, Kita serahkan sama Adam, dengan siapa nanti dia bersanding, kita harus merestui dan menghormati keputusannya.


Kita jug atk bisa memaksakan Kinar menerima Adam, walau kita menginginkan Kinar menjadi bagian dari keluarga kita"


"Tapi mas, Kinar kesini bersama Adam saat Adam kesana melamarnya" ucap Caroline berbinar


"Kinar datang untukmu, psikologis Kinar masih belum stabil selepas kehilangan anak dan di khianati suaminya lalu bercerai, Tak mudah bangkit dari traumanya itu, ia tak mau menerima Adam saat ia tak tahu perasaanya" ucap Nugraha


Caroline terdiam mencerna ucapan suaminya, dalam hati ia mengerti kondisi Kinar, sangat mengerti, sebagai wanita sekaligus seorang ibu.


"Mas rasa sebenarnya ada seorang wanita yang mungkin sudah lama mencintai putra kita dalam diam,

__ADS_1


Hanya saja Adam tak pernah peka, walau wanita itu sudah mencurahkan perhatian dan waktunya, aku rasa kamu sebagai seorang wanita tahu sayang"


"Maksud kamu Amanda mas???" tanya Caroline bisa menebak kemana arah pembicaraan suaminya.


Nugraha mengangguk


"Adam hanya menganggapnya adik, tidak lebih"


"Tak ada salahnya Adam membuka diri, cinta bisa datang seiring waktu, atau Adam saja yang tak tahu perasaanya. Jangan sampai setelah wanita itu pergi ia menyesal.


Mas pikir cintanya pada Kinar seperti obsesi masa kecilnya"


"Mas, jangan sampai Adam dengar apa perkataan mas barusan" ucap Caroline tak suka


"Aku tau sayang, itulah mengapa aku hanya mengatakan padamu" Caroline dan Nugraha hanya menghela nafas, entah mengapa asumsi keduanya sama, walau jujur jik Caroline berusaha membuang pikiran itu


Sementara di kediaman Caroline, Kinar sudah berganti pakaian, mereka lalu makan malam, setelah itu ia memilih masuk kamar karena lelah


"Aku mau menelpon Amanda, kenapa dia tiba-tiba meninggalkan rumah sakit tanpa pamit"


Kinar lalu mencari kontak Amanda di ponselnya, setelah itu ia langsung menghubungi Amanda.


Terdengar nada sambung, namun setelah beberapa kali tidak juga diangkat oleh Amanda, Kinar mengerutkan alisnya, bingung karena ini untuk pertama kalinya Amanda tak mengangkat panggilan telepon ya


"Apa Amanda sudah tidur ya??? tapi masih jam sepuluh" gumam Kinar, kemudian Kinar memilih merebahkan tubuhnya di kasur dan tak lama kemudian ia terlelap tidur


Sementara di Apartemen Amanda


Amanda masih memandangi ponselnya yang beberapa waktu lalu berdering beberapa kali, panggilan masuk dari Kinar, saat ini ia sedang menangis, Amanda takut Kinar tahu dari suara Amanda yang parau.


beberapa jam lalu saat melihat kebersamaan Adam, dan Kinar yang sama-sama merawat Caroline, Amanda merasa tersingkirkan otomatis.


Awalnya Amanda sedikit lega ketika Kinar kembali pada suaminya, namun begitu mendengar Kinar bercerai dan Adam memilih menetap di indonesia, hati Amanda kalut, ia takut Kinar menerima Adam, dan saat Adam di minta kembali oleh Caroline, hati Amanda penuh harap, tapi saat ia kembali dengan Kinar, beribubpikiran berputar di kepalanya,, apakah Kinar menerima Adam?? pria yang sangat ia cintai.


Jika ya, Amanda bisa berkata apa??? cinta tak bisa di paksakan

__ADS_1


__ADS_2