Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Sidang


__ADS_3

Irine membulatkan matanya melihat apa yang ada dalam ponsel suaminya, ekspresinya tak jauh berbeda dengan Ridwan, shock sekaligus senang, tapi juga khawatir.


Shock karena melihat posisi Kinar yang tidur dengan seorang anak dan pria tampan, senang karena Kinar akhirnya bisa membuka hatinya untuk pria lain, namun di saat bersamaan mereka juga khawatir, apakah pria itu bisa menerima masa lalu Kinar yang memberi Kinar trauma mendalam


"Pa, lihat gadis kecil ini, betapa cantiknya pa.


Seperti boneka Barbie" ucap irine membuat Ridwan meloot tak senang, alih-alih membahas bagaimana kedepannya, irine malah mengomentari anak dalam foto tersebut, ya walau Ridwan juga setuju dengan perkataan istrinya, namun saat ini bukan waktunya membahas gadis kecil itu yang terlihat sedang di rawat di rumah sakit


"Ah maaf sayang, jangan kau meloto padaku, matamunitu sipit, itu seperti kamu menahan pup, jelek" cibir irine tanpa ampun


"Irine!!!!!"


"Iya, iya maaf, aku kan mengatakan yang sebenarnya" gerutu irine lirih, namun Ridwan masih dapat mendengar


"Bukankah Lucky yang mengirim pesan?? apa kita akan berbesan dengan lucky pa???"


"Lebih baik kau ambilkan aku obat, kepalaku tiba-tiba berdenyut dan tutup mulutmu, kau membuatku makin pusing" ucpa Ridwan memejamkan matanya


"Huh gitu aja marah, sensitif amat sih" gerutu irine menuju ruang tengah mengambil kotak p3k yang memang sengaja di letakkan di sana


"Mama kenapa sih ngedumel aja, nanti cantiknya hilang loh"


"Eh anak ganteng mama, sudah bangun nak??" sapa irine yang biasa memperlakukan Rasya seperti anak kecil


"Belum ma, ini tidur berjalan" ucap putranya cuek berjalan sambil menyelipkan tangannya di kantung celana panjangnya


"Astaga anak sama bapak, sama-sama nyebelin" ucap irine dengan wajah sedih


"Loh papa kenapa?? tumben masih ngantuk" ucap Rasya asal karena melihat papanya bersandar di sofa sambil memejamkan matanya


"Ngantuk gundulmu itu, papa lagi pusing tahu"


ada PT


"Owh gaya pusing papa kaya gitu???" ucap Rasya polos sambil meneguk susu yang sudah di siapkan oleh Irine.


"Rasya katakan, apa kau mengetahui sesuatu tentang kakakmu???" tanya Ridwan langsung duduk tegak


"Apa nih maksud papa, jelaskan secara rinci" tanya Rasya meniakan sebelah alisnya sambil mengunyah sarapan paginya


"Ini, apa kau tahu sesuatu???" tanya Ridwan menyodorkan ponselny


"Oh, tahu pa.


Anak kecil cantik itu namanya Freya, trus di sebelah Freya itu papanya Freya, namanya Michael gitu deh kenapa???"


"Kenapa kamu gak bilang ke papa???" Dengus Ridwan


"Papa kan gak nanya"

__ADS_1


"Kamu.... hal sepenting ini harusnya kamu beritahu sama papa, ini penting!!!!" ucap Ridwan kesal


"loh kan benar anakmu pa, kamu gak nanya" ucap Irine yang datang dengan membawa obat dan segelas air putih di tangannya


"Iya juga sih, tapi kan harusnya kamu kasih tahu papa juga"


"Bener tuh sayang, kamu harusnya kasih tahu paa" ucap Irine- kini membela suaminya


"Mamaaaaa" ucap Ridwan dan Rasya serentak


"Kalian berdua, pria es batu yang nyebelin" ucap Irine dengan mata memerah mau nangis karena di bentak putra dan suaminya


"Maaf sayang, papa gak sengaja" ucpa Ridwan merasa bersalah


"Maafin Rasya juga ya ma, Rasya gak sengaja,


"Bodooooo" ucap irine bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamarnya


"Ya kamu si Rasya, alamat papa tidur di luar deh"


"Selamat ya pa" goda Rasya yang di beri tatapan tajam papanya, namun Rasya sudah biasa dan cuek saja terus tertawa.


"Papa numpang tidur di kamar kamu deh kalau di usir mamamu ya Rasy??"


"Ogah ah, emang Eike cowok apaan?" ucap Rasya dengan gaya ngondek membuat Ridwan kesal


"Ah anak durhaka kamu Rasy" ucap Ridwan tak berdaya.


"Papa mau tanya kamu mengenal mereka yang ada di foto itu???" tanya Ridwan


"Kenal lah pa, mereka itu pasien kak Kinar,


waktu itu aku diajak menjenguk mereka oleh kak kinar.


Gadis kecil itu sangat menyayangi Kinar, ia bersikap seolah Kinar mamanya" ucap Rasya masih menikmati sarapan paginya, sementara Ridwan hanya terdiam di tempat.


Dimana anak itu di rawat???


"Papa kaya detektif aja, ya kalau kak kinar yang merawat ya di rumah sakit kita pa"ucap Rasya memutar matanya malas


"Pa, mau kemana????" tanya Rasya yang melihat papanya meninggalkan ruang makan


"Mau menjewer kakakmu, mau ikut????"


"Ikut dong, kapan lagi kita kak kinar kena ceramah papa" ucap Rasya dengan senyum licik


Setelah berpamitan dengan Irine yang masih ngambek, Ridwan dan Rasya langsung menuju rumah sakit mereka, setelah sampai mereka di sambut oleh team dokter yang di beri kabar kedatanganya


"Selamat datang dokter Ridwan dan dokter Rasya" ucap kepala dokter hormat

__ADS_1


"Lupakan formalitas, dimana keponakanku sekarang???"


"Maksud anda dokter Kinar???"


"Menurutmu, siapa lagi keponakanku???" ucap Ridwan melirik tajam kearah dokter tersebut


"Maaf dokter, dokter Kinar berada di ruangan VVIP anak" ucap dokter tersebut menunduk


Tanpa menunggu Ridwan langsung berjalan di ikuti Rasya, menuju ruang perawatan anak, sementara di belakang mereka team dokter mengikuti mereka


Sesampainya di ruangan tersebut, Ridwan langsung masuk, nampak Kinar sedang menyuapi seorang gadis kecil dan disebelah mereka ada Amara yang terlihat berbinar senang.


Di sofa duduk Lucky dan seorang pria yang ada di dalam foto yang lucky kirim


"Eh besan, cepat sekali sampainya" ucap Lucky langsung bangkit dari tempat duduknya


"Pa..papa???" ucap Kinar tergagap


"Besan pala mu gundul, sejak kapan anakmu nikah dengan anakku???" ucap Ridwan kesal dengan tingkah sahabatnya itu


"Michael sini, kenalkan beliau pemilik rumah alit sekaligus kakek muda Kinar" ucap lucky memperkenalkan Ridwan, terlihat sorot mata tajam Ridwan


"Hai cantik, kenapa kamu di rawat lagi?" sapa Rasya mendekati Freya


"Om ganteng, om datang sama papanya ya??? kok papa om serem?? galak???" celetuk Freya membuat Amara dan Lucky tertawa sementara Rasya tersenyum lebar karena kena takut kena semprot papanya


"Kakek Ridwan Memeng galak, liat saja mama Kinar sampai takut" goda lucky membuat Freya menatap Kinar yang diam menunduk dan menyimpulkan jika perkataan lucky benar


"Sayang kau membuat Freya salah paham" ucap Amara meluruskan


"hallo om, saya Michael papa nya Freya" ucap Michael canggung, ia merasa nervous di tatap tajam oleh Ridwan.


ia lebih baik di suruh presentasi ketimbang di nilai oleh calon mertua


"Kinar kalau sudah selesai papa tunggu di ruangan papa, dan kamu juga" ucap Ridwan lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut


"Ih papa om galak" ucap Freya lagi membuat Rasya hanya nyengir kuda


"Apa Ridwan marah ya pa???" tanya Amara bingung dengan reaksi Ridwan


"Enggak, dia lagi panik hahahaha


sebentar lagi punya cicit" ucap lucky tertawa lepas, Rasya juga tersenyum canggung


"Maksud kak Lucky apa sih???


"Jadi sebenarnya Ridwan itu kakek dari Kinar, namun karena usia Ridwan hanya berbeda beberapa tahun dari orangtua Kinar, jadinya Kinar memanggil papa.


Terus kalau Kinar nikah lintas punya anak, anak Kinar manggil ridwan apa coba?? kakek buyut kan hahahaha," lucky tertawa puas mengejek sahabatnya

__ADS_1


Michael hanya melongo tak percaya, sementara Freya terlihat bingung dan menatap Kinar meminta penjelasan


.


__ADS_2