
"Mas Adam"
Adam langsung menghentikan langkahnya, ia tak berhalusinasi, Adam langsung menoleh dan melihat wanita yang ia cintai berada di sana dengan nafas masih terengah-engah
"Mas, jangan pergi aku mohon" ucap Amanda memohon
"Ma...Manda???" ucap Adam mengerjapkan matanya tak percaya, namun sosok Amanda tetap berdiri disana, ia terdiam di tempat, dilema
"Pa, saya izin menemui teman saya dulu" ucap Adam keluar kembali menyeret kopernya
"Mas jangan pergi," ucap Amanda langsung memeluk Adam
"Manda, maaf aku harus pergi, aku doakan kamu bahagia dengan suamimu" ucap Adam tak membalas pelukan Amanda
"Aku, aku tak jadi menikah mas, mas Arfan tidak jadi menikahi ku" ucap Amanda melepas pelukannya dan menatap Adam
"A.. apa yang kamu bicarakan?? jangan bercanda Manda, aku ikhlas asal kamu bahagia"
"Benar kata Juwita( Manda), dia tidak jadi menikah dengan kak Arfan, kak Arfan tahu jika Amanda mencintaimu.
Ia berharap kamu bisa menggantikan posisinya???
"Ini...." Adam bingung
"Apa perkataan mu kemarin hanya bohong mas??? kamu tidak mau menikahi ku??? tanya Amanda kecewa
"Kau sudah membuat adikku dan Arfan membatalkan pernikahannya demi Amanda , sebagai hukumannya kamu harus menikahi Manda atau jangan pernah temui adikku lagi selamanya" ancam Miko yang kesal dengan reaksi Adam
"Ayo Manda kita kembali, sepertinya pria yang kau cintai terlalu bodoh untuk kau perjuangkan" Dengus Miko menarik tangan Amanda
Amanda berjalan mengikuti kakaknya, hatinya sakit, tanpa sadar air matanya menetes, ia sudah membayangkan Adam akan berlari memeluknya setelah melihat dirinya, terlebih setelah tahu ia batal menikah,
Amanda menyesal mempercayai Adam , Adam tidak benar-benar mencintainya
"Tunggu, siapa yang bilang aku tak mau menikahi Amanda???" ucap Adam membuat langkah Amanda dan Miko berhenti, Amanda menoleh ke arah Adam, pria itu tersenyum lebar
"Aku hanya shock dan bahagia sehingga tak bisa berkata apa-apa"
Adam berjalan menghampiri Amanda dan tiba-tiba ia berjongkok di depan Amanda, meraih cincin di jaket nya, sebuah cincin bermata berlian berwarna ungu, warna kesukaan Amanda
cincin yang ia persiapkan sebelum ke Indonesia, cincin yang awalmya akan di berikan saat pertama kali bertemu Amanda, kini cincin itu ia berikan sekaligus melamar wanita yang diam-diam sudah mencuri hatinya ini
"Amanda Juwita, maukah kamu menemani lelaki bodoh ini mengarungi hidup bersama???, menemaniku baik suka maupun duka, menjadi ibu dari anak-anakku???" tanya Adam dengan suara bergetar
Amanda mengangguk , ia menangis bahagia.
__ADS_1
Tak terkecuali Miko yang terharu melihat kejadian itu, ia tahu jalan cerita kisah cinta Amanda, dan Miko bersyukur akhirnya cinta adiknya terbalas, walau telat, tapi setidaknya kini mereka akhirnya bersatu
"Aku mau mas" ucap Amanda lirih, Adam langsung menyematkan cincin di jari manis Amanda, ia mencium punggung tangan wanita yang ia cintai itu, memeluknya erat,
Ia bersujud sukur dalam hati akhirnya ia dan Amanda bisa bersama
Momen lamaran Adam di bandar tak ayal menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada disana, mereka langsung mengabadikan momen langka itu, dan bertepuk tangan, ikut merasa senang dan mengucapkan selamat pada kedua insan yang sedang jatuh cinta itu
"Pak, pesawat anda mau berangkat" tegur seorang petugas bandara
"Aku tidak jadi pergi" ucap Adam
"Jadi ini...."
"Thanks bro, kalau bukan karena loe, Amanda pasti udah mewek sambil guling-guling karena pria yang di cintai kabur" ucap Wawan cengengesan, sementara Miko menatap tajam ke arah sahabatnya itu
"Aaaawwww" pekik Wawan memegangi perutnya yang kena cubit Amanda
"Bro, hati-hati loe punya istri galak" ucap wawan menggoda Amanda ia memilih menjauh agar tidak kena cubitan Amanda lagi, sementara Adam hanya tersenyum tipis
"Kak Mikooo" Dengus Amanda kesal meminta bantuan kakaknya untuk membungkam wawan
"Wan, udan jangan godain Jui, liat mukanya udah kaya kepiting rebus" ucap Miko justru menimpali godaan Wawan
"Kakak, sebel" ucap Amanda yang kesal kakaknya ikut-ikutan membullynya.
"Owh jadi si Reyhan sampai acting maag cuma karena nahan gue???" tanya Adam menatap Reyhan
"Sorry bro, Habis bocah sialan ini gak ngasih tahu cuma suruh nahan loe, kalau maag emang gue lagi kambuh, tapi demi nahan loe gue bela-belain minum obat sialan itu" gerutu Reyhan bergidik
"Dasar anak kecil, minum obat aja takut" cibir Wawan
"Loe juga takut jarum....mmmpphhmmm" mulut Reyhan di bekap Wawan
namun semua orang sudah tahu kelanjutannya, mereka semua tertawa
"Sesama.anka kecil di larang mendahului" cibir Amanda membuat Wawan dan Reyhan langsung diam
"Udah ayo kita pulang ke rumah Reyhan aja, gak enak kita jadi bahan tontonan orang karena berisik, bentar lagi kota bisa di usir security bandara" ucap Adam membuat semua orang tersadar
"Jadi, loe gak niat gitu traktir kita makan apa gitu???" ucap Reyhan menggoda Adam
"Kita nongkrong di cafe dulu. sebelum balik ke rumah Rey, besok baru ke Bandung" ucap Adam yang di balas anggukan semuanya,
Mereka lalu menghabiskan sore di cafe dan menjelang malam baru kembali ke rumah Reyhan
__ADS_1
Sepanjang jalan Adam dan Amanda terus bergandengan tangan seolah takut terpisahkan lagi, Adam juga berani mengelus rambut Amanda dan mencium kening gadis itu
"Cie yang baru jadian, kaya truck gandeng gak mau lepas hahaha" tawa reyhan menggoda Adam
"Cih, bilang aja loe ngiri" sindir Adam
" Gue gak ngiri, kasian loe yang jomblo menahun , jadi biar loe kawin duluan" balas Reyhan sambil melirik Adam dan Amanda yang berada di kursi penumpang
"Tau begini mending loe bawa mobil sendiri, gue numpang Wawan, apes-apes, obat nyamuk, onta nyamuk" cerocos Reyhan yang membuat wajah Amanda merah padam
"Bawel loe, nyetir yang bener, jangan hiraukan majikan di belakang" ucap Adam tersenyum lebar
"Sueeeeek" ucap Reyhan kesal, ia ingin buru-buru sampai rumahnya dan terlepas dari suaasana yang menyebalkan ini.
Beberapa waktu lalu Adam sudah mengabarkan kedua orangtuanya, mereka bahagia mendengar Adam sudah memutuskan menikah dengan Amanda, dan mereka akan ke Indonesia dengan kedua orangtuanya Reyhan dan Kinar juga tentunya.
Kinar sampai tak henti-hentinya bersyukur Adam dan Amanda akhirnya bersatu, sementara ada rasa sedih di hatinya memikirkan masa depannya nanti, namun itu pilihannya, dan kinar tidak menyesali keputusannya mendorong Adam untuk Amanda, tok Adam akhirnya sadar jika cintanya pada Kinar adalah obsesi semata.
Sesampainya di kediaman Orangtua Reyhan, mereka di sambut Aisyah,
"Aisya, loe.masih kenal gue gak???" tanya Wawan yang senang melihat adik Reyhan yang pernah ia taksir dulu
"Siapa ya??? maaf lupa" ucap Aisya tersenyum canggung
"Ridwan, Alisa Wawan, teman kakak kamu SMA sampai kuliah" ucap Wawan antusias
"Owh kak Wawan yang suka numpang makan ya???" ucap Aisya polos membuat semua orang tertawa terbahak-bahak
"Kwkwkw kasian loe wan, cuma diinget numpang makanya doang" sindir Miko, sementara ia tak lepas memandang Aisya tak berkedip
"Woi, mata bisa aja, lap tuh iler ngeces" ucap Wawan kesal
Miko langsung mengalihkan pandangannya, walau sesekali melirik kearah Aisya yang terlihat merona merah.
"Kayanya bakal ada yang nyusul Adam nih" ucap Reyhan memberi kode dengan alis
"Langkahi dulu mayat Abang kalau adik cantik ada yang naksir" ucap Wawan memukul dadanya
"Ih kak Wawan emang siapa???" ucap Aisya lalu pergi, ia dan Wawan memang tak pernah akur.
sebenarnya Aisya ingat siapa Wawan,hanya saja ia males mengaku kenal.
"Hahahhaa mamp*s" ucap Reyhan dan Miko bersamaan
"Aisya, jangan begitu, hati Abang sakit "
__ADS_1
"Bukan hati aja yang sakit, otak Abang juga sakit" ucap Aisya sengit lalu menuju ke kamarnya daripada mendengar rayuan Wawan yang basi ala-ala tahun enam puluhan