Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Sidang


__ADS_3

Michael yang sudah mendengar penjelasan Kinar tersenyum simpul, ia tak menyangka jika Ridwan sudah menjadi kakek di usia semuda itu, di tambah ia akan langsung memiliki cicit saat menikah dengan Kinar, bukanlah hal yang tak beralasan jika Ridwan kesal.


Kinar hanya tersenyum canggung, setelah itu ia harus segera menuju ruang kerja Ridwan yang berada di lantai teratas gedung rumah sakit ini, sementara Freya masih merengek minta di temani.


Setelah Kinar memberi penjelasan bahwa ia akan kembali, baru Freya tenang dan bermain dengan Amara.


Michael dan Kinar langsung menuju ruang kerja Ridwan, ia harus siap semua konsekuensi dari kedekatannya dengan Michael, terlebih di negara ini Ridwan adalah orangtua keduanya, yang artinya tanggung jawab Ridwan berat karena di titipkan anak oleh Satria.


Sementara di ruang kerja Ridwan


Ridwan terlihat dalam mood yang buruk, Rasya hanya diam saat papanya memarahinya, entah apa yang membuat mood papanya seperti itu, apa karena Kinar berpacaran atau karena kena omel Irine, entahlah.


yang jelas Rasya kesal karena ia kena imbasnya, Kinar memiliki hutang pada Rasya.


"Pa, udah dong masa Rasya yang papa omel, emangnya salah aku apa pa??? tanya Rasya dengan muka memelas, teraniaya


Ridwan tertegun dan menyadari kesalahannya, ia tak seharusnya memarahi putranya, namun kepada siapa ia melampiaskan kekesalannya?? Hanya ada Rasya di sebelahnya


Ridwan berdehem beberapa kali dan melirik putranya sekilas, ia terlalu gengsi mengakui kesalahannya.


"Salahmu sendiri dekat papa, papa lagi bad mood" ucap Ridwan santai


"What??? alasan papa menyebalkan" gerutu Rasya


"Papaaaaa... papa kaya abege yang labil, nyebelin" ucap Rasya memilih keluar dari ruang kerja papanya, dari pada kupingnya bengkak kena omel terus


"Rasya kamu mau kemana???"


"ke bulan, mau ikut??" ucpa Rasya asal berjalan


"Titip alien satu ya" goda Ridwan


"Iya nanti Rasya bawain, Rasya mau cari alien yang paling galak, biar bisa di cekik sekalian" ucap Rasya sebal


"Nanti papa koit dong" seringai lebar tersungging di wajah Ridwan yang awet muda


"Biar Rasya bisa ganti papa baru" ucap Rasya lalu berjalan cepat menjauh dari papanya


"Anak durhaka" teriak Ridwan kesal, Rasya cekikikan tertawa


"Rasain " gumamnya pelan


"Siapa yang rasain Rasy? tanya Kinar yang berpapasan di jalan,


"Kak kinar bikin kaget aja ih" ucap Rasya mengelus dadanya karena terkejut


"Ish lebay, kamu aja yang jalan bengong"


"Kak, lihat gak?? kuping Rasya bengkak, Papa ngomel ga berhenti, Kaya petasan cabe rawit, bunyi nyaring bikin sakit kuping" ucap Rasya membuat Kinar tertawa sementara Michael hanya melongo tak tahu apa yg mereka berdua bahas


"Tenang, nanti kakak traktir makan deh, maaf ya"

__ADS_1


"Bener ya kak, obat kuping kau nih karena denger ceramah papa"


"Iya, iya, terus kamu mau kemana??? tanya Kinar menatap adiknya


"Mau ke bulan kak, cari alien" ucap Rasya segera masuk ke dalam lift menuju lantai dasar.


ia perlu menaikan moodnya dan di lantai dasar terdapat banyak makanan serta coffee shop.


"Adikmu masih waras kan???" tanya Michael hati-hati


"Sedikit, mungkin otaknya cidera akibat kena gelombang suara papa" ucpa Kinar terkekeh


Michael menggaruk kepalanya apakah kekasihnya ikutan error seperti adiknya???,


"Apa kau bis. ikutan error juga?" tanya Michael menaikan sebelah alisnya menggoda


"Mas kau gak akan error tapi jantungan. siapkan dirimu.


sebentar lagi kau akan menuju ke ruang sidang papa Ridwan.


Pastikan jantung dan hatimu kuat ya" goda Kinar, namun Michael menganggapnya serius.


Ia berhenti berjalan, menutup matanya sejenak dan menghirup udara sebanyak- banyaknya lalu menghembuskan ya


"Mas kamu lagi apa???" tanya Kinar bingung


"Mengumpulkan nyawa dan keberanian sebelum ke Medan perang" ucpa Michael tersenyum manis lalu i menggandeng tangan Kinar erat, seolah dengan menggenggam tangan Kinar ia memperoleh energi dan semangat tambahan.


"Masuk" suara Ridwan yang tegas dan berwibawa terdengar dari balik pintu.


Michael menelan Saliva nya dengan sulit, ini lebih menegangkan dari pada presentasi dengan klien.


Kinar membuka pintu tersebut, terlihat Ridwan sedang duduk di sofa dengan kedua tangan bersedekap dada, auranya terlihat dingin, sepertinya ia sedikit marah.


"Duduk" ucap Ridwan singkat


"Pa, apa yang mau papa bicarakan" ucap Kinar lirih


"Papa mau bicara dengan calon pacarmu, bisakah kamu membelikan papa kopi di coffee shop bawah?" tanya Ridwan, Kinar melirik ke arah Michael karena khawatir. Papanya sengaja memintanya meninggalkan mereka karena sepertinya Ridwan ingin membicarakan hal yang penting dengan Michael.


Michael mengangguk , walau Kinar ragu, ia tak bisa tetap tinggal di sana atau Ridwan akan lebih marah lagi


"Baik pa" ucpa Kinar lirih, ia segera meninggalkan ruang kerja Ridwan dan berjalan cepat menuju lift.


Di dalam lift ia seger menghubungi Rasya, kebetulan Rasya berada di sana.


Kinar meminta Rasya membelikan tiga cup kopi, satu untuk Ridwan dua lagi untuk Kinar dan Michael, setelah itu Kinar bergegas menuju tempat Rasya.


sementara di ruang kerja Ridwan


"Nama kami Michael???

__ADS_1


Kamu adik dari lucky???" tanya Ridwan masih dengan suara tegas


"Iya om, say adik tiri kak lucky" jawab Michael menjelaskan


" Sejak kapan kamu kenal sama Kinar ???"


"Sudah sebulan yang lalu"Jawab Michael


"Kamu punya anak?? apa statusmu? duda? single tanpa menikah??? bertunangan????" Michael merasa tenang, apakah statusnya nanti mempengaruhi keputusan Ridwan, pasalnya Lucky mengatakan jika Ridwan hanya kesal karena ia akan menjadi kakek buyut


"Duda cerai hidup"


"Apa kau tahu masa lalu Kinar??? apa kau bisa membahagiakan Kinar???"


"Tahu om, dan sayang tidak merasa keberatan.


Saya bisa membahagiakan Kinar, saya janji"


"Kamu tahu saya keberatan???? Kinar bagi kami adalah putri kesayangan, permata hati kami.


Kami tak ingin ia salah memilih pasangan lagi.


Kamu sudah tahu masa lalunya bukan??? saya hanya ingin memastikan bahwa pasangan yang Kinar pilih baik.


Masa lalunya terlalu menyakitkan dan kami tidak ingin itu terulang kembali, jadi kau mengerti mengapa sikapku begini bukan"


"Saya memaklumi om, tapi saja sungguh serius dengan Kinar" ucap Michael mantab


"Apa kau tahu kami muslim??? bagi kami pasangan hidup adalah pendamping sekaligus kompas, kami menikah karena ibadah , bukan sekedar menikah.


Kami berharap pasangan Kinar seiman dengan kami.


itu adalah syarat utama dari kami.


Bukan kami kolot atau berpikiran sempit, saya harap kamu maklum"


"Jangan memulai sesuatu yang tak kamu tahu ujungnya, karena cinta tak berujung akan membuat kedua belah pihak tersakiti, tolong renungkan itu"


"Saya mengerti" ucap Michael dengan senyum kecut.


Kinar sudah mengingatkan ya, hanya saja ia bersikukuh menjalin hubungan, jika Ridwan saja tak setuju bagaimana kedua orangtuanya???


"Pikirkan apa yang saya katakan.


Saya tak pernah melarang siapapun dekat dengan Kinar, namun saya melarang jika hanya akan membuatnya terluka. kamu mengerti kan??? saya menyayangi Kinar"


"Mengerti om"


"Bagus, terima kasih" ucap Ridwan. bertepatan dengan Ridwan selesai bicara pintu di ketuk dan masuklah Kinar membawa tiga cup kopi di ikuti oleh Rasya di belakangnya


"Kok tegang gitu sih pada, kaya habis nonton film horor" seloroh Rasya yang langsung mendapat tatapan tajam Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2