
Setelah pagi yang melelahkan akhirnya terbebas juga, mereka kini sedang menikmati sarapan pagi yang kesiangan di ruang makan hotel tersebut.
Kinar dan Dimas menikmati makanan mereka karena mereka sangat kelaparan, tenaga mereka terkuras akibat aktivitas mereka.
Setelah selesai makan , Dimas mengajak istrinya mengelilingi kota Paris.
Tempat yang setiap orang ingin kunjungi pertama kali pasti menara Eiffel, Dimas membawa Kinar kesana.
mereka menikmati suasana di menara Eiffel.
Tanpa sepengetahuan Kinar, Dimas sengaja melakukan reservasi di restoran yang berada di menara itu untuk dinner mereka nanti malam.
Kemudian perjalanan mereka berlanjut dengan menyusuri keindahan sungai Seine , mereka lalu makan siang di sana.
menikmati sunset di pinggir sungai.
Setelah itu mereka kembali untuk membersihkan diri, malam nya Dimas membawa Kinar makan malam di menara Eiffel.
Senyum tak pernah lekang dari wajah cantik Kinar, wanita sederhana yang membuatnya sangat nyaman, terlebih lagi ketika ia tersenyum.
Sepanjang perjalanan mereka bergandengan tangan, hingga acara makan malam mereka pun saling melempar pandang.
Tanpa Dimas sadari kebersamaan mereka menumbuhkan benih-benih cinta diantara mereka, hanya saja Dimas belum menyadari hal tersebut.
Yaang Dimas tahu ia merasa nyaman dan bahagia dekat dengan kekasihnya itu.
Mereka makan malam dengan santai, Dimas jika memotong kan steak untuk Kinar agar istrinya itu mudah memakannya, Kinar sangat bersyukur suaminya itu sangat perhatian padanya.
Setelah makan malam, mereka kembali ke hotel.
duduk di balkon kamar hotel mereka, menikmati wine sambil memandang indah nya kota Paris malam hari, Dimas menggenggam tangan Kinar menatap lurus pada mata benih itu
”Aku berjanji akan selalu berusaha. menjadi suami yang terbaik untukmu, walau awal hubungan kita tidak baik, namun percayalah, aku akan berusaha menjadi suami yang kamu inginkan” Dimas mengecup lembut punggung tangan istrinya
”Aku berjanji akan mencintai ,menghormati dan mengabdikan diriku sebagai istrimu.
Aku akan berusaha menjadi istri yang terbaik seperti yang kamu inginkan mas” ucap Kinar membalas suaminya, ia mengecup punggung tangan suaminya lembut
"Apa kamu bahagia?" tanya Dimas lirih
__ADS_1
”Sangat bahagia, terima kasih mas” jawab Kinar dengan mata berkaca-kaca, awalnya ia mengira akan menderita karena awal pernikahan mereka buruk.
situasi yang menyudutkan sehingga Dimas memperlakukannya buruk, namun Kinar memaklumi itu semua.
Kini seperti mimpi, ia berdiri sambil berpelukan menatap keindahan kota nan romantis bersama suaminya Dimas.
Mereka berciuman, lembut dan penuh perasaan hingga kemudian ciuman mereka menuntut dan berujung dengan penyaluran hasrat masing-masing, hingga mereka terlentang di kasur dengan nafas tak beraturan, namun terlihat kebahagian di wajah keduanya, mereka lalu menarik selimut dan tertidur dengan tubuh saling berpelukan.
Keesokan harinya
Pagi ini Dimas akan mengajak Kinar mengunjungi pont Des art atau jembatan gembok cinta, dimana sepanjang jembatan itu penuh gembok bertuliskan nama pasangan dari seluruh dunia yang di kaitkan pada kawat di jembatan ini. lalu membuang kuncinya ke sungai yang berada di bawahnya.
Mitosnya agar pasangan itu makin awet hubungannya.
Kinar sangat antusias mendengar itu, setelah mereka sampai di sana ,mereka lalu melakukan hal yang sama seperti pasangan lain dan membuang kuncinya ke bawah sungai.
Dimas sebenarnya tidak percaya dengan hal yang menurutnya tidak masuk akal, namun demi membahagiakan istrinya ia menuruti Kinar,
Setelah mendengar seorang penjual cinderamata mengatakan mereka harus ke ke mur Des ke t'aime atau dinding cinta, Dimas menolak mentah-mentah, ia tak mau terlihat bodoh hanya karena hal itu.
Dimas pria yang berfikiran logis dan tidak menyukai hal-hal konyol.
Baginya melakukan seperti yang di jembatan gembok cinta saja sudah membuatnya malu sendiri, dan ini????
Kinar terlihat kecewa, namun kemudian Dimas menyodorkan ponselnya, ia memperlihatkan sebuah museum dan sebuah gereja
Kinar mengerutkan alisnya bingung dengan maksud Dimas
"Ini tujuan kita selanjutnya, katakan kamu mau kemana dulu" ucap Dimas
"Mas gereja?? apa tak apa kita kan muslim?” tanya Kinar ragu
"Banyak kok yang kesana, kalau kamu tidak mau masuk cukup berada di sekitarnya, disana sangat indah” ucap Dimas penuh keyakinan
"Apa mas pernah kesini sebelumnya sampai tahu?" selidik Kinar
Dimas hanya nyengir kuda, ia memang pernah ke Paris beberapa tahun lalu saat ulang tahun Bella kekasihnya, dan mereka berjanji kan ke tempat ini lagi ketika mereka bulan madu.
Kinar masih menanti jawaban suaminya, kini kedua tangannya bersedekah dengan sorot mata yang tajam meneriti wajah suaminya
"Owh aku pernah kesini waktu liburan kuliah, cepat kamu pilih kita mau kemana???" tanya Dimas mengalihkan pembicaraan, namun Kinar bisa melihat jika Dimas terlihat serba salah
mereka segera memasuki mobil , sepanjang perjalanan Dimas hanya diam fokus dengan jalanan
__ADS_1
Sementara Kinar menatapnya menyelidik
”Mas kesini sama siapa?” tanya Kinar tiba-tiba
”Teman” ucap Dimas singkat tidak berani menatap istrinya
”Owh teman, sayang sekali ya cuma teman.
Tempat ini sangat indah dan cocok untu pasangan karena tempat ini menyuguhkan suasana romantis.
Mas yakin dengan teman bukan dengan seseorang???” sindir Kinar membuat Dimas makin serba salah.
Jika ia jujur ke Paris dengan Bella, mungkin Kinar akan berfikiran tidak -tidak, atau mungkin juga akan berfikir jika honeymoon mereka ia hanya sosok pengganti.
Namun jika ia berbohong, ia tak tega membohongi wajah tanpa dosa Kinar, bagaimanapun mereka sudah berjanji akan saling terbuka.
beruntung pertanyaan Kinar terhenti ketika mereka sudah dekat gereja yang di bicarakan.
sebuah gereja yang di bangun kokoh dan megah dengan arsitektur nya yang indah.
Kinar sangat terpukau. ia melupakan pertanyaannya, dalam hati Dimas mengelus dada lega.
Mereka lalu turun, mengabadikan pemandangan itu, merkea berdua mengabadikan momen kebersamaan mereka, hingga ekor mata Dimas menangkap sesuatu yang ia kenal.
Dimas merasa sangat familiar dengan wanita yang sedang berjalan bersama pastor.
Ia tak melepaskan pandangannya, bahkan tidak mengedipkan matanya barak sedetik, Dimas takut sosok yang ia kenal menghilang
Kinar bingung dan menatap suaminya, ikut melihat kemana arah pandang suaminya. ia mengerutkan keningnya karena hanya melihat seorang pastor yang menaiki mobi.
Namun pemandangan itu begitu menarik untuk suaminya, hingga perkataan nya pun ia abaikan.
”Mas, kamu lihat apa sih????” ucap Kinar menepuk punggung suaminya, membuat kesadaran Dimas kembali.
"Anu sepertinya aku melihat kawan lamaku tadi, maaf kamu tanya apa sayang?” tanya Dimas kemudian
”Aku tanya habis dari sini mau kemana???
Perasaan aku hanya melihat seorang pastor menaiki mobil, disana tidak ada orang lain lagi
Mas punya teman seorang pastor? Sepertinya pria itu sudah tua mungkin seumuran papa, gak mungkin kan itu teman mas” ucap Kinar menjawab pertanyaannya sendiri
"Sudah ayo kita menuju tempat selanjutnya.
__ADS_1
Mas mungkin salah lihat” ucap Dimas mengalihkan pembicaraan namun dalam hatinya ia yakin melihat seseorang yang amat ia kenal, seseorang yang pernah sangat berarti dalam hidupnya.