
"Dokter istri saya sakit apa???" tanya Dimas begitu melihat dokter Brian selesai memeriksa Bella
Ada sakit terasa di hati Kinar saat mendengar suaminya sendiri mengakui keberadaan Bella sebagai istrinya, walau kenyataanya memang Bella adalah istri Dimas juga, Istri kedua suaminya.
Namun tetap saja Kinar tidak merasa nyaman, ia melihat Bella meraih tangan suaminya, ingin sekali Kinar menghempas tangan Bella, tapi walau bagaimanapun Bella punya hak yang sama dan suaminya harus adik pada istri-istrinya, walau Dimas berkata dia tidak mencintai Bella, tapi tetap saja dada Kinar sesak melihat itu semua.
Dimas yang melihat perubahan ekspresi Kinar, berusaha melepas genggaman tangan Bella, namun alih-alih melepaskan, Bella malah makin mempererat genggaman ya, Bella melirik ke arah Kinar dan tersenyum licik, sungguh sangat licik.
Namun saat suami dan dokter Brian menatap Kinar, Bella langsung memasang wajah tak berdaya, seolah ia wanita yang lemah.
"Sayang, perutku sakit" ucap manja Bella membuat Dimas serba salah, Dimas tersenyum canggung pada dokter Brian, sementara dokter Brian melempar pandangan ke arah Kinar, ia merasa kasihan dengan wanita itu.
Kinar terlihat membuang pandangannya ke arah lain.
"Bu Kinar, mumpung ibu di sini, kenapa ibu tidak sekalian memeriksa kondisi ibu, bukankan ibu sudah melewati jadwal cek up ibu tempo hari??" tanya dokter Brian, sedetik Kinar tak mengerti, namun beberapa detik kemudian ia mengangguk
"Mas , aku keruangan dokter Brian dulu ya"
"Aku ikut sayang, aku juga harus tahu kondisimu" ucap Dimas , namun tangan Bella menariknya
"Mas, aku juga istrimu, saat ini aku lebih membutuhkan kamu dari pada wanita itu" ucap Bella mulai menangis
"Dia istri sah ku, dan namanya Kinar, apa kamu sudah lupa???" ucap Dimas sinis
Kini mereka masih berada di ruang IGD menunggu kamar VIP kosong, sehingga banyak pasang mata yang menatap ingin tahu ke arah mereka
"Bella sengaja banget ingin membuat aku dan mas dimas jelek di mata orang-orang, dia sengaja memainkan perasaan orang agar bersimpati padanya, dan aku pasti di cap istri yang tak tahu diri dan ingin memiliki suamiku sendiri, sungguh Bella aktris yang pintar bersandiwara, tak sia-sia profesinya selama ini sebagai model" gumam Kinar yang melihat sekelilingnya dan tersenyum masam
"Mas, aku hanya ingin memeriksa kondisiku ku by setelah keguguran, aku lebih kuat dari Bella, jadi sebaiknya mas rawat dia karena kondisi dia SANGAT MEMPRIHATINKAN" ucap Kinar sengaja menekankan kalimat akhirnya, itu seolah memberitahu pada Bella jika ia tahu kondisi Bella, membuat Bella pucat dan mengepalkan tangannya
"*Ternyata istri keduanya jahat" ucap seorang pasien yang berada tak jauh dari mereka berbisik
" iya istri pertamanya baik bener, kasian di madu, kalau aku mana mau dimadu" ucap pasien di sebelahnya*
"iya, biasanya istri kedua itu egois, serakah. sok menguasai.
Gak sadar status kalau dia cuma benalu.
pelakor dimana-mana mana tahu diri ya kan Bu ibu" ucap temannya yang sedang menjenguknya menatap sinis ke arah Bella.
__ADS_1
Bella yang mendengar itu menundukkan kepala menahan amarah, ia mengepalkan tangannya
Sementara Kinar tersenyum samar,
"Jangan kamu kira aku Kinar yang sama yang bisa kamu permainkan" ucap Kinar dalam hati.
"Mas , aku pergi dulu" ucap Kinar tanpa menunggu jawaban Dimas, keluar dari ruangan tersebut di ikuti dokter Brian yang mengangguk hormat lalu menyusul Kinar keluar kamar.
Dimas emosi, ia menghempaskan tangan Bella dan menatap Bea tajam.
"Aku tak tahu apa yang ada di otakmu Bell, asal kamu tahu aku sangat mencintai istriku, aku baik padamu hanya karena kamu sakit, camkan itu" ucap Dimas langsung ngeloyor pergi dengan marah
Bella.memukul kasur dengan kesal, Dimas lebih memilih Kinar di banding dirinya, padahal ia sudah berakting sebagai wanita yang lemah tak berdaya, namun sepertinya semua itu gagal karena Kinar.
"Aku benci sekali dengan wanita itu, aku benci" gumam Bella meremas sprei
"Makannya mba, jadi orang jangan jahat, ditinggalkan sama suaminya, sadar diri dong cuma pelakor" celetuk pasien yang berada di sebelahnya
"Kalian.... Tahu apa kalian tentang aku???? gak ngaca apa muka kalian???" teriak Bella marah
"Kenapa dengan muka kami??? setidaknya kami lebih terhormat dibandingkan kamu yang cantik tapi mau jadi pelakor, siapa yang lebih hina??? kami menikah dengan suami yang single, bukan suami ornag seperti kamu.
Mba-mba, kalau mau kaya, kerja bukan cari suami orang yang kaya lalu kamu rayu" ucap pasien disebelahnya yang merasa tersinggung karena bawa-bawa wajah, kebetulan pasien itu habis terjatuh dan wajahnya lembab
"Sialan kalian orang rendahan aku gak Sudi sekamar dengan kalian" teriak Bella melempar bantal ke arah pasien tersebut
"Suster-suster tolong, pasien di sebelah ibu itu gila, dia melempari bantal" teriak pasien di sebelah ibu-ibu tadi
Beberapa suster dan perawat datang, mereka melerai Bella yang hendak mencengkram ibu-ibu di sebelahnya, kemarahan membuatnya melupakan keanggunan dan ekspresi lemahnya yang ia pasang beberapa waktu lalu
Seorang pasien memberitahukan kejadian tersebut pada Dimas yang duduk di koridor menunggu Kinar.
Dimas segera kembali ke kamar rawat Bella dan mendapati Bella dengan keadaan berantakan karena ia saling menjambak dengan pasien di sebelahnya
"Astaghfirullah Bella, apa kamu sudah gila??? kamu disini buat di rawat bukan bertengkar.
Rasanya aku tak percaya jika kamu benar-benar sakit, kamu bahkan bisa membuat onar" teriak Dimas begitu masuk ke ruang perawatan
" Mas, bukan begitu, itu, ibu-ibu itu yang memulai duluan" ucap Bella gemetaran, baru pertama kali dia melihat Dimas begitu marah padanya.
__ADS_1
ibu-ibu tersebut bergumam lirih menyangkal ucapan Bella, membuat Bella melotot kesal, dan Dimas makin emosi di buatnya.
Malu, ia merasa sangat malu dengan ulah Bella.
Seumur hidup, ia tak pernah mendapatkan malu seperti saat ini.
"Tutup mulutmu,. dan segera minta maaf pada mereka" ucap Dimas sambil memijit pelipisnya yang berdenyut
"Aku gak salah mas, mereka..."
"Aku bilang minta maaf pada mereka, belajarlah menghormati yang lebih tua Bella!!!!!" perintah Dimas
"Sampai matipun aku tak mau minta maaf" geram Bella.
Dimas menggeleng, ia tahu betapa keras kepala dan sombongnya seorang Bella.
"Mas, mas mau kemana???" tanya Bella yang melihat suaminya ngeloyor pergi
"Aku lelah Bella, kamu minta maaf, atau aku dan kinar pulang, tak perduli pada keadaanmu" ucap Dimas mengancam
"Huh, maaf" ucap Bella mengalah, membuang egonya demi Dimas
"Kamu dengar???” tanya pasien di sebelahnya
"Enggak" ucap temannya yang di balas anggukan pasien disampingnya, mereka seakan kompak mengerjai Bella
"Astaga ingin ku bunuh mereka rasanya" geram Bella dalam hati
"Maafkan saya" ucap Bella kencang, ia menutup matanya malu
"Kalau mau minta maaf yang ikhlas mba, terpaksa ya???” goda mereka
Bella menatap Dimas, raut wajahnya terlihat tak suka
"Ibu-ibu sekalian, maafkan sikap tidak sopan saya" ucap Bella menundukkan kepalanya.
"Nah gitu dong, Kita memaafkan ya kan Bu ibu??" ucap mereka saling mengangguk.
Dimas merasa kepalanya mau pecah, Dimas seakan menemukan sosok lain Bella, berbeda dengan Bella yang ia kenal dulu, aku ia memang tak mengenal Bella dengan baik????
__ADS_1
Kini Dimas ragu apakah dia dulu mencintai Bella dan mengenal pribadi Bella ataukah ia buta karena cinta, sehingga tak melihat keburukan Bella seperti yang mamanya katakan????