
Berbeda dengan Michael Freya anaknya memakan makanan tak layak itu dengan ceria, hati Michael teriris, begitu inginnya Freya memakan masakan Caroline yang terlihat mengerikan itu.
Michael merasa sedih, harusnya ia tak menunda apapun untuk menikah dengan Kinar, melihat Freya yang merindukan keluarga lengkap, Michael bertekad jika Minggu ini juga ia akan melamar Kinar secara resmi.
Mengenai keyakinan, Michael sebenarnya sudah belajar dan memperdalam wawasannya.
Ia siap pindah agama.
Bukan karena Kinar, tapi karena ia tergerak hatinya.
"Mas, kok gak di makan??? makan dong aku sudah susah-susah buatkan loh.
Itu Bu Tum asih tidur dan kau berusaha masak untuk sarapan pagi.
Apa mereka selalu begitu???" ucap Caroline tersenyum lebar.
Michael hanya menaikan sebelah alisnya tanpa berkata apa-apa, perkataan Caroline seperti ingin membuat Bu Tumini salah di depan nya, pasti Caroline , wanita licik ini mempunyai rencana di balik itu semua.
Pasalnya sudah lebih dari sepuluh tahun Bu Tumini bekerja padanya, dan selama itu pula Bu Tumini tidak pernah melalaikan pekerjaannya.
Jelas Caroline memfitnah Bu Tumini.
Michael meminum kopinya tapi ia langsung berjalan ke wastafel dan memuntahkannya, jelas ini bukan kopi buatan Bu Tum, ia melihat di wastafel cucian itu ada kopi masih utuh yang di masukkan Caroline ke wastafel.
"Apa kau yang membuat kopinya?"
"Iya babe, kamu kan suka kopi"
"Kau but kopi atau manisan??? apa kau mau membuatku diabetes???
please Caroline , kau tak pernah benar-benar mengenalku, tak pernah.
Jadi jangan sok tahu apa yang aku suka, karena apapun yang kamu lakukan atau masak, aku tak selera.
Berhentilah menghabiskan waktumu untuk memperhatikan ku" ucap Michael dengan suara dingin
"Papa......"
Michael lupa jika ada Freya, gadis kecil itu terlihat sedih melihat dirinya memarahi Caroline
"Maaf sayang, papa sudah memiliki mam aKinar.
Papa tidak suka mamamu melakukan apapun untuk papa, tapi jika ia mau melakukan atau menyenangkan mu itu kewajiban nya" ucap Michel dengan suara lirih
"Tapi mama Caroline mama Freya" ucap Freya protes
"Sayang, gak apa-apa, semua salah mama ucap Caroline dengan wajah sedih.
__ADS_1
Michael juga melihat panci disudut dapur, namun aromanya ia bisa cium, Michael berjalan mendekati panci tersebut dan membukanya, aroma bubur ayam yang harum menyeruak keluar dari panci yang masih panas itu
Michael menatap tajam ke arah Caroline membuat wanita itu merasa tengkuknya merinding
"Babe , itu...."
"Kau bilang Bu Tum masih tidur?? dan Bu Siti juga??
lalu siapa yang memasak ini? kamu?"
"Ah iya aku lupa, iya aku yang memasaknya" ucap Caroline menutupi kebohongannya
"Mama, Freya mau bubur aja, sosisnya pahit, Freya gak suka.
Mama kok tahu Freya suka bubur??? makasih ya ma" ucap Freya mengecup pipi mamanya
Michael melotot kesal, anaknya terlalu polos untuk masuk ke dalam kebohongan wanita itu.
Makin lama freya bergaul dengan Caroline, Michael khawatir freya akan mengikuti sifat buruk Caroline.
"Kau bisa membohongi putriku, tapi aku tidak.
Berhenti berbohong atau pintu rumah ini tak akan pernah ada untukmu" ucap Michael lirih penuh ancaman
Bu Tumini yang melihat itu juga geram, wanita siluman ini benar-benar licik.
#Flash Back
"Heh babu, sana pergi dari sini.
Mulai hari ini aku yng akan memasakkan makanan untuk suami dan putriku"
"Tapi..."
"Enggak usah tapi-tapian ya, aku masih ingat kamu yang mengsuirku tempo hari.
Aku bisa membuatmu menyesal, tapi kalau ini aku ampuni kami asal ku patuh.
Tahu tidak, sebentar lagi aku akan jadi nyonya rumah ini.
Sudah sepatutnya kalian pelayan rendahan mendengarkan perkataan ku" ucap Caroline menatap asisten rumah tangganya satu persatu.
Tumini hanya bisa menahan kekesalannya, ia sejak dulu tak menyukai wanita ini, sebab ia lah yang merawat Freya sejak wanita ini pergi dengan kekasihnya.
Rekan Bu Tumini mendengus kesal mendengar perkataan Caroline, Bu Tumini hanya bisa menggenggam tangan rekannya menenangkan.
"Di ajak ngomong diem lagi? tuli ya?? cepat pergi.
__ADS_1
Lagian dapur itu bukan tugasmu.
Tugasmu hanya merawat putriku" ucpa Caroline mengusir Bu Tumini dari dapur seperti mengusir ayam dengan mengibaskan tangannya.
Tumini dan rekannya memilih mengalah, karena tak mungkin juga mereka melawan, takut-takut perkataan wanita itu benar, takdir siapa yang tahu.
Wulaupun mereka sangat tahu Michael mencintai Kinar, tapi putri Michael ingin dekat dengan ibu kandungnya, bagaimana jika Freya meminta Michael kembali pada Caroline??? Tumini tahu dengan jelas wanita seperti apa Caroline, wanita yang licik dan pandai memanipulasi keadaan.
Caroline menyingkirkan masakan Tumini dan mulai memasak, namun lagi dan lagi masakannya gagal, kadang asin, kadang gosong dan beberapa kali tangannya teriris.
tempat sampah menjadi penuh bekas makanan gagal Caroline yang i. buang ketempat sampah,
lengannya pun tak luput dari cipratan minyak dan terkena wajan.
Ia mengumpat tak henti-hentinya membuat Tumini DNA rekanya yang sejak tadi bersembunyi dan merekam cekikikan tak Kuta menahan tawa.
"Dasar pembantu gila, majikan lagi sibuk masak mereka malah bergosip" maki Caroline mengira Tumini dan rekanya sedang bergosip.
"Mama.... Mama masak untuk sarapan pagi Freya dan papa ya???" tanya Freya dengan mata berbinar penuh harap, melihat Freya melihatnya dengan mata senang, Caroline tidak jadi menyerah karena ia harus bisa mengambil hati Freya, melalui Freya, ia bisa mendapatkan Michael lagi.
Michael harapan satu-satunya, alasan ia kembali ke negara itu
"Ah sayang, kamu sudah bangun??" tanya Caroline tersenyum lebar
"Mama masak apa??? ya Tuhan tangan mama" pekik Freya terkejut melihat tangan mamanya yang merah-merah dan banyak plaster di jarinya
"Itu sedikit lecet, mama kurang hati-hati"ucap Caroline
"Aku obati ma" ucap Freya langsung turun dari kursinya lalu berjalan menuju kotak p3k
Tak lama ia kembali dan langsung mengobati mama kandungnya, gadis kecil itu terlihat serius dan perhatian sekali.
Ia terlihat sangat menyayangi Caroline, senyum lebar terpasang di wajah gadis kecil tersebut, sayangnya Caroline hanya memanfaatkanya, Caroline menyunggingkan senyum sinis.
Ia dengan mudah bisa mengambil hati gadis kecil itu.
Awalnya Caroline ragu mengira Freya akan membencinya karena telah meninggalkannya sewaktu bayi, tapi di luar dugaan Freya sangat merindukannya.
Itu merupakan keuntungan buta Caroline.
Di tambah wanita itu, wanita yang merupakan kekasih Michael dengan bodohnya memberikan ia kesempatan dekat dengan Freya, apa dia idiot atau naif??
Tapi ia harus berterima kasih, bukan salah Caroline jika ia akan merebut Michael kembali.
Caroline akhirnya menyerah memasak sesuatu yang seperti orang-orang makan saat sarapan.
Pilihannya jatuh pada sosis dan telor ceplok itupun sedikit gosong.
__ADS_1
#Flash Back Off