
Bella Calling......
”*Mau apa lagi sih wanita ini???” gerutu Dimas dalam hati, ia melempar pandangan pada istrinya, terlihat Kinar sedang asik menikmati makanannya, dengan berat hati Dimas mengangkat telepon itu
"Harus berapa kali aku bilang sih jangan pernah hubungi aku lagi" bentak Dimas marah, dengan suara lirih
"Maaf pak Dimas, Bella bunuh diri, dan sekarang dia sedang ditangani dokter, tapi.."
"Lalu apa hubungannya denganku" cibir Dimas, ia tahu pria yang menelponnya adalah Kristian, dokter yang selama ini menemani Bella
"Bella mengamuk dan membuat luka sayatan ditangannya terbuka kembali, ia ingin mati.
Aku mohon, aku tahu bapak sudah punya istri, namun demi kemanusiaan bisakah bapak menolongnya ,membujuknya sekali ini saja, saya yakin dia mau mendengarkan ucapan bapak” ucap Kristian dengan suara lemah
”Aku tak perduli" ucap Dimas menutup panggilan telepon*
Dimas kembali duduk , Namun terlihat sekali ekspresi nya berubah, ia terlihat bengong dan hanya mengaduk-aduk makannanya"
”Mas, Mas...." panggil Kinar
"Ah iya, maaf" ucap Dimas gelagapan
"Apa ada sesuatu yang terjadi, aku lihat kamu gelisah sekali" ucap Kinar
"Tidak ada apa-apa" sanggah Dimas cepat
__ADS_1
"Mas kita sudah menikah dan sepakat akan terbuka, aku gak akan memaksa kamu bercerita jika kamu tidak mau mengatakannya” ucap Kinar kembali memakan makan malamnya
"Aku permisi ke toilet sayang" ucap Dimas yang di balas anggukan Kinar
Dimas berjalan menuju toilet, ia memandang bayangan dirinya di depan cermin, lalu membasuh wajahnya, ucapan Kristian terus mengganggu pikirannya, walaupun cinta itu sudah tergantikan dengan datangnya sosok Kinar, namun Bella masih memiliki tempat di hatinya yang berusaha ia hapus.
"Argh sial, mengapa dia harus datang di saat gue udah berusaha melupakannya, Kenapa dia harus mengusik hidup gue" ucap Dimas lirih mencengkram rambut kepalanya , pikirannya kusut.
Dimas meraih rokok dan mulai menyalahkannya, ia tak tahu harus berbuat apa, pikirannya buntu.
Dimas meraih benda pipih dari kantong celananya, mengaktifkan kembali benda itu setelah beberapa waktu lalu ia sengaja matikan setelah menerima panggilan telepon dari Dimas
Notifikasi langsung masuk beruntun, panggilan telepon dari Kristian, pesan singkat dari nomor WhatsApp Bella membanjiri ponsel Dimas, Dimas menghela nafas kesal, ia sadar kedepannya ini akan sangat mengganggu.
Bella Calling......
"Mau apa lagi sih manusia ini, menyebalkan"gerutu Dimas
Dimas dengan enggan mengangkat panggilan tersebut, belum sempat ia mendamprat si penelpon terdengar suara serak Kristian di ujung telepon membuat Dimas mengurungkan niatnya
"Dimas gue mohon, Bella sekarat, dia kehabisan banyak darah" ucap Kristian parau
Deg
Jantung Dimas terasa berhenti berdetak, ia terbengong beberapa saat sampi suara Kristian terdengar memanggilnya
__ADS_1
"Dima, Dimas, loe masih disana????” teriak Kristian di ujung telepon
"Gue kesana" ucap Dimas langsung memutuskan panggilannya. ia lalu berjalan keluar menuju parkiran, melajukan kendaraannya menuju rumah sakit, tangannya mencengkram erat kemudi, menahan kecemasan yang melanda hatinya.
Sesampainya di rumah sakit, ia langsung menuju ruangan Bella di rawat, Kristian sebelumnya memberikan informasi dimana Bella kini di rawat, karena sebelumnya Bella sudah kembali kerumah satu hari lalu.
”Terima kasih loe mau datang"ucap Kristian menyambut kedatangan Dimas, ia sebenarnya tak Sudi Dimas dekat dengan kekasihnya, namun entah mengapa ia tak tega melihat Bella kesakitan tapi memaksa ingin Dimas datang.
Kristian tidak tahu lagi apakah Bella sedang berakting atau memang ia ingin mengekang Dimas dengan mengancam menggunakan nyawanya, ini sungguh sangat menakutkan.
Jika ini hanya akting, betapa mengerikan kekasihnya itu, ia bisa dengan mudah menyakiti dirinya hanya demi mencapai tujuannya. Kristian merinding sendiri memikirkannya.
"Dimana Bella?" tanya Dimas cuek
"Dokter sedang memeriksa lukanya , luka sayatan ditangannya terbuka kembali karena ia terus memberontak.
"Kristian, aku mohon ini yang terakhir kalinya kamu menghubungiku, jangan pernah menghubungiku lagi, karena aku sudah menikah kini.
apa yang terjadi pada Bella bukan jadi urusanku lagi, aku dan Bella sudah berakhir” ucap Dimas dengan nada mengancam
"Akan aku ingat” ucap Kristian getir
Jika boleh memilih ia juga tak ingin melihat Dimas, ia cemburu dan sakit hati melihat Bella bergelayut manja di lengan kokoh Dimas.
Tak berapa lama.kemudian dokter keluar, Kristian dan Dimas langsung menghampiri dan menanyakan kondisi Bela, kini bella.dmasih dalam pengaruh obat penenang,Setelah itu dokter tersebut pamit, Dimas dan Kristian langsung masuk dan melihat Bella yang tertidur dengan wajah pucat pasi, bajunya terdapat bekas darah
__ADS_1