
Demi menyelamatkan hubungannya dengan Kinar, Michael terpaksa berdalih dinas keluar negeri pada putri semata wayangnya, ia tak mau jika dengan tinggal satu atap dengan Caroline akan membuat kesalahpahaman antara dirinya dan Kinar makin runyam.
Cukup sekali ia membuat wanita itu menangis. dan rasa bersalah itu masih membekas hingga saat ini.
Michael tak mau melakukan kesalahan bodoh lagi, Ia harus tegas menarik garis antara dirinya dan Caroline.
Wanita itu hanya mama kandung Freya dan masa lalu yang bagai mimpi buruk yang kembali..
Setelah merapihkan pakaiannya, besok Michael akan mulai pisah rumah dari putrinya walau berat, ini demi kenyamanan semua orang karena Freya memilih Caroline tinggal, maka ia harus keluar dari rumah.
Michael juga tak tidur di kamarnya, ia memilih tidur di ruang kerjanya hingga keesokan paginya ia bangun dan menjalankan kewajibannya sebagai muslim.
Ya, Michael seorang mualaf.
Beberapa waktu lalu kepergiannya keluar negeri adalah ke sebuah negara di mana nuansa Islam kental. Dia bukan pergi untuk bisnis, tapi pergi untuk meyakinkan dirinya bahwa ia memilih keyakinan yang sama dengan Kinar bukan karena Kinar, namun murni karena dorongan hatinya.
Michael juga mengucapkan syahadat di negara itu dan resmi menjadi mualaf, namun hanya Lucky yang tahu, karena ia pergi dengan kakak tirinya yang seperti papanya itu. Lucky membimbing adik tirinya dengan memberikan pengetahuan, dan pemahaman tentang keyakinan nya.
Di sana pula Michael mengutarakan keinginannya untuk meminang Kinar pada Lucky, jauh sebelum mereka bertengkar, Michael sudah mempersiapkan semuanya.
Mengenai keputusan nya untuk keluar dari rumah, lucky sebenarnya sedikit kurang setuju. Namun karena keponakanya ingin Caroline tetap tinggal, tak ada jalan lain, daripada Kinar makin salah paham karenanya.
Setelah sarapan Michael langsung pamit pada putrinya, ia tak menghiraukan keberadaan Caroline yang seakan berharap di lihat oleh Michael. Jika bukan karena wanita itu, ia tak akan meninggalkan putrinya sendirian di rumah.
Michael menuju sebuah apartemen milik lucky, Jika ia pergi ke apartemennya sendiri, lucky khawatir Caroline akan menyusul ke sana dan semuanya akan semakin berantakan.
Sementara di kediaman Ridwan
Kinar masih mengurung diri di kamarnya, ia tak keluar kamar sejak kepulangannya sore itu.
Rasya hanya menghela nafas, ia meminta asisten rumah tangga untuk mengantarkan makanan untuk Kinar, Rasya tahu jika sementara waktu Kinar pasti perlu sendirian.
Sudah dua hari berlalu, dan kondisi masih sama, Kinar tidak keluar kamar.
Ridwan, Irine dan Rasya khawatir dengan kondisi Kinar.
Ridwan meminta putranya untuk melihat kondisi Kinar di kamarnya, karena Kinar adalah tanggung jawabnya.
Ridwan juga sangat marah ada Michael karena membuat Anak keponakanya seperti ini.
Ia tak perduli penjelasan Rasya yang terkesan memihak Michael.
Sementara di kediaman Michael, Freya terlihat bosan dan tak mengerti dengan jalan pikiran mama kandungnya.
Sejak hanya mereka berdua di rumah itu, kelakuan Caroline membuat Freya tercengang.
__ADS_1
Caroline kerap kali memarahi para pembantu rumah, tak terkecuali nani Tum, pengasuh yang sudah mengasuhnya sejak bayi.
Yang membuat Freya kesal adalah mamanya main tangan pada wanita tua itu, jika ia mengomel saja mungkin Freya tidak kesal, namun wanita itu...
Apa dia benar mama kandungnya??? mengapa jauh sekali dari khayalannya?
Ia membayangkan sifat mamanya lemah lembut seperti Kinar, bahkan Kinar sangat baik pada siapapun tanpa melihat status sosial, sangat berbanding terbalik dengan sifat Caroline yang arogan, cerewet dan kejam.
Freya merasa kecewa.
Mama.kandungnya tak sesuai impian ya selama ini.
"Sayang, kamu sedang apa???" tanya Caroline yang melihat putri kandungnya sedang bengong di pinggir kolam renang dengan kaki yang masuk ke dalam air kolam
"Freya kangen papa ma" ucap Freya lirih.
Ia memang biasa di tinggal Michael keluar negeri untuk urusan bisnis, tapi entah mengapa perasaanya ada yang berbeda. Freya merasa sangat merindukan papanya.
"Kalau kangen telepon dong"
"udah ma tadi, tapi Freya mau papa pulang cepat" ucap Freya dengan mimik sedih
"Papa sudah lama gak keluar negeri, jadi Freya lupa rasanya di tinggalin papa kerja" tambah Freya lirih.
Memang sejak mengenal Kinar, Michael membatasi pekerjaannya.
"Kamu yakin papa kamu keluar negeri??? atau papa cuma mau biar hubungannya gak di ganggu" tanya Caroline
"Maksud mama????" tanya Freya bingung
"Mama sih gak maksud macam-macam, hanya heran saja. Karena nomor ponsel papamu masih nomor Negera ini.
Mama curiga, ini perintah Kinar, ia tak mau kamu mengganggu hubungannya dengan papamu.
Nak mama bukanya menghasut mu, tapi Kinar wanita licik. Dia hanya pura-pur baik di depan mu, tapi di belakangku, siapa yang tahu" ucap Caroline memancing perpecahan diantara anak dan mantan suaminya.
Freya terlihat berfikir dan terdiam
"Kamu pasti gak percaya kan? wajar saja kamu ga percaya ucapan mama karena buat kamu mama gak penting" ucap Caroline sedih
"Bukan, bukan gitu ma, Freya hanya sedang berfikir, bukan gak percaya" ucap Freya lirih
"Bagus, curigai lah, bencilah Kinar.
Dengan begitu aku akan mudah merebut Michael dari tangan wanita kampung itu.
__ADS_1
Gak menyangka semudah ini aku kembali padamu mas" gumam Caroline dalam hati.
Apa mereka sadari, Bu Tumini mendengar percakapan ibu dan anak itu, ia ingin sekali menyumpal mulut berbisa Caroline.
Bagaimana bisa seorang ibu meracuni anaknya untuk membenci calon mama barunya demi menentang pernikahan mantan suaminya.
Bukankah dia dulu yang meninggalkan Michael yang miskin demi lelaki kaya, dan kini setelah Michael kaya raya dan terkenal dengan seenak hatinya ia ingin kembali, dimana otaknya????
Bu Tumini mengepalkan tangannya karena geram, ia mengusap pipinya yang masih terasa sakit karena tamparan Caroline. seumur-umur dia bekerja sebagai pengasuh dan asisten rumah tangga, belum pernah ada yang menamparnya, dan orang yang menamparnya bahkan bukan anggota keluarga yang mempekerjakan ya, betapa sakit hatinya Bu Tum.
Bu Tumini merasa harus menggagalkan rencana wanita jahat itu, ia tak mau pikiran Freya yang masih polos teracuni oleh Caroline.
Tiba-tiba ponsel Bu Tum berbunyi.
Rupanya Kinar yang menghubunginya.
Entah mengapa Bu Tumini sudah suka dengan Kinar sejak pandangan pertama.
Ia yakin Kinar adalah calon mama yang baik untuk Freya.
"Assalamu'alaikum Bu, apa kabar???"
"wa'alaikum salam nak Kinar, Alhamdulillah baik" ucap Bu Tum
"Bu, Freya ap kabarnya, tolong sampaikan permintaan maaf saya sama Freya ya Bu, saya masih sedikit sibuk beberapa waktu ini" ucap Kinar diujung telepon
"Anu, Freya baik-baik saja.
Maaf sebelumnya ya nak Kinar, ibu bukan membela Tian Michael tapi ibu harus mengatakan bahwa beliau tidak bersalah, semua adalah jebakan Wanita ular itu"
"Wanita ular???" tanya Kinar heran
"Iya si Caroline.
dia ular berbisa. sekarang saja sedang mempengaruhi non Freya dengan menjelek-jelekkan non sama mengadu domba non sama Freya"
"Masa sih Bu? hanya perasan ibu saja mungkin" ucap Kinar merasa kasian pada Freya
"Bener, sejak tuan keluar dari rumah, dia semena-mena, ibu saja kena tampar, sakit hati ibu" adu Tumini
"Astaghfirullah, Kinar kesana ya Bu, tapi Kinar gak masuk, gak enak sama mba Caroline nya"
"Baik non, ibu tunggu" ucap Bu Tum sigap
"Bu tum, bisakah ajak Freya keluarga bentar, saya kangen Freya" ucap Kinar pada akhirnya tak bisa membendung rasa rindunya pada gadis kecil itu
__ADS_1
"Tentu , tentu saja"