Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Salah paham II


__ADS_3

Dimas makin di bakar api cemburu, imaginasinya liar bayangkan istrinya berada dalam pelukan Adam dan bermesraan, membuat darahnya makin mendidih, Dimas hanyut dalam khayalannya sendiri, hingga suara klakson mobil di belakangnya membuatnya kembali ke dunia nyata


Dilihatnya Adam sudah melaju jauh di depannya, ia langsung tancap gas menyusul Adam, tak lama kemudian ia sudah mensejajarkan mobilnya di samping Adam, Adam hanya melirik sekilas sambil menaikan sebelah alis matanya, melempar pandangan merendahkan yang membuat Dimas menggeram marah.


Tak lama kemudian mereka memasuki halaman sebuah rumah sakit. Adam segera memarkirkan mobilnya diikuti Dimas, ia terus berjalan tanpa menoleh, sekarang sangat yakin pria di belakangnya akan mengikutinya tanpa ia suruh.


Tiba di lobby mereka langsung menuju ruangan di mana Kinar di rawat.


Tiba-tiba Dimas mempercepat langkahnya dan tiba-tiba mendorong Adam ke tembok


tatapan penuh permusuhan


"Apa-apaan Loe" ucap Adam terkejut


"Kalau terjadi sesuatu dan itu ulah loe, gue gak akan lepasin loe” ancam Dimas


namun Adam justru tertawa, ia sungguh tak mengerti jalan pikiran Dimas, jelas-jelas ia bersalah malah menyudutkan dirinya, sungguh aneh.


Tidakkah dia tahu jika Kinar wanita yang setia???


Adam sungguh menyayangkan Kinar harus berakhir dengan pria seperti Dimas.


"Seharusnya disini gue yang marah, loe pasti gak lupa apa yang gue ucapkan terakhir kali kita ketemu????


Gue akan rebut Kinar kalau loe sampai menyakiti Kinar lagi, dan loe.....” Adam menahan emosinya, ia terlalu waras meladeni orang di depannya karena mereka sedang di lingkungan rumah sakit. Adam tak mau ribut yang ujungnya nanti mereka akan di depak dari rumah sakit ini.


”Dari pada loe mikir yang gak-gak, sebaiknya loe punya alasan bagus kenapa loe ninggalin istri loe tanpa kata-kata"ucap Adam mendorong Dimas lalu kembali melangkah menuju ruangan Kinar berada


Dimas memukul tembok di depannya karena kesal, ia memang belum tahu apa yang harus ia sampaikan pada Kinar, tak mungkin jika Dimas mengatakan ia lupa karena mendapat panggilan darurat tentang mantannya dan menunggui mantannya di rumah sakit hingga lupa Kinar, itu tak mungkin!!!!!


Melihat Adam sudah menjauh, Dimas langsung berjalan, ia tak mau ketinggalan jejak Adam, laki-laki itu jelas tak akan menunggunya, sambil berjalan, ia terus memikirkan alasan untuk Kinar, hingga Adam berhenti di sebuah ruangan dan masuk tanpa menoleh


Langkah kaki Dimas terhenti, ia mendengar suara tawa istrinya, apa sebahagia itu melihat Adam?? Dimas makin dibakar api cemburu


Dimas melangkah masuk, dan terlihat Adam sedang berbicara, kemudian Kinar menatap ke arah pintu masuk, matanya menatap sendu sosok Dimas yang berdiri disana, tak terasa air mata jatuh di pipinya, Kinar buru-buru menghapusnya, ia melupakan keberadaan Tante Caroline dan Adam.


Melihat suasana canggung, Carolline menarik putranya keluar dari ruangan tersebut setelah berpamitan pada Kinar.

__ADS_1


Saat melewati Dimas terlihat sorot ketidaksukaan Caroline, sementara Adam berbisik pelan


”Gue harap loe punya alasan bagus, jangan sampai loe sakiti Kinar atau gue akan rebut dia" ucap Adam tersenyum sinis lalu keluar dan menutup pintunya kembali, kini di ruangan tersebut tinggal Kinar dan Dimas, keduanya diam


Kinar mengalihkan pandangannya, ia tak mau Dimas melihatnya menangis, ia tak mau pria itu tertawa bahagia melihat betapa rapuhnya ia.


Kinar mengigit bibirnya agar tak terisak, ia menghapus air matanya dengan punggung tangannya.


suara langkah kaki Dimas makin mendekat.


Awalnya Dimas sangat cemburu, namun melihat istrinya dengan tangan terinfus, hatinya sakit.


Wajah itu terlihat pucat dan Kinar terlihat sangat kurus, namun tetap cantik seperti biasa


"Kinar, maafkan mas" ucap Dimas lirih meraih tangan Kinar, Kinar tetap diam tak berkata apa-apa


"Sayang maafkan mas, mas salah" ucap Dimas kemudian membuat Kinar menoleh kearah suaminya itu


"Apa cuma itu yang mas mau katakan???" tanya Kinar dingin menatap lurus suaminya


"Mas sungguh khilaf, mas mabuk dan lupa mengabari mu" ucap Dimas, entah dari mana ia bis mempunyai alasan konyol seperti itu, dia yakin Kinar tak akan percaya


Aku jadi tontonan orang-orang seorang istri yang ditinggalkan begitu saja oleh suaminya” Kinar tertawa sinis, ada kesedihan di sana


"Mas menyesal” ucap Dimas lirih


"Mas, aku sadar aku tak akan pernah bisa menggantikan kekasihmu, apalagi bisa membuatmu mencintaiku, tapi jangan kamu jatuhkan harga diriku di depan orang. Aku gak berharap kamu perlakukan aku bak putri, cukup hargai aku selagi aku istrimu" ucap Kinar pedih


"Kinar kamu salah sangka sayang" Dimas terkejut Kinar berfikiran seperti itu


”Dicampakkan bagai sampah, aku harus bilang apa???” sindir Kinar


"Sayang..."


Tok tok tok


Suara ketukan terdengar, membuat keduanya terdiam, lalu masukkan seorang dokter dengan senyum menghiasai wajahnya

__ADS_1


”Selamat siang, saya akan memeriksa kondisi nyonya"ucapnya sopan yang dibalas anggukan Kinar


Setelah dokter itu memeriksa ia terlihat lega


"Syukur lah kondisi Nyonya sudah membaik, saya sarankan nyonya banyak istirahat dan jangan stress, itu tidak baik untuk kandungan nyonya terlebih di usia muda.


Tuan tolong jaga kondisi istri anda, jangan biarkan emosinya tidak stabil, dan saya akan memberikan resep vitamin dan obat penghilang mual, jangan lupa konsumsi buah untuk mengurangi efek mual nya, kalau begitu saya permisi" ucap dokter


"Terima kasih dok” ucap Kinar, beruntung dokter tersebut adalah sahabat Adam, ia menggunakan bahasa inggris.


Dimas ternganga di tempatnya, ia mencerna kalimat dokter tersebut, dan mencari kebenaran dari wajah istrinya


Kinar mengelus perutnya yang masih rata tanpa perduli dengan tatapan menyelidik Dimas.


Dalam rahimnya kini terdapat janin buah cintanya dengan Dimas, walau suaminya itu tak mencintainya, namun Kinar mencintai Dimas,


"Ki..Kinar aapaa....?????” Dimas merasa tenggorokannya tercekat tak mampu meneruskan kalimatnya


”Aku tak akan menggugurkan kandunganku, walupun kamu memaksaku.


Jika kamu tidak menginginkan anak ini, aku rela kamu ceraikan" ucap Kinar tanpa ada keraguan


"Bukan begitu maksud mas" desah Dimas, ia masih belum siap, terkejut, bahagia.


Namun kemudian pandangan matanya muram, ia ragu apakah anak itu anaknya atau anak Kinar dengan Adam????


”Sejak kapan kamu hamil???" tanya Dimas


"Aku juga tak tahu, tapi dokter mengatakan dia baru jalan dua bulan" ucap Kinar bahagia


Dimas terdiam, sebulan lebih?? selama itu Kinar tak pernah jauh dari nya, tak pernah keluar rumah, apakah itu anaknya???? tapi saat di negara ini ia menghilang selama dua Minggu, apakah dalam masa itu ia bisa hamil dengan pria lain????


Kinar melihat raut wajah Dimas yang suram, hatinya teramat sakit, jika pasangan diluar sana akan sangat bahagia mendapat berita kehamilan, namun suaminya malah memasang wajah buruk seperti itu, Kinar terluka.


"Mas, anak ini ada karena Allah percaya pada kita,


Aku tahu mas tidak pernah mencintaiku, tapi anak kita tidak bersalah, mas setuju atau tidak aku akan tetap mempertahankannya” sebuah tekat terlukis di wajah Kinar yang pucat

__ADS_1


"Anak kita???.....”


__ADS_2