Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Awal Bencana


__ADS_3

Kinar menoleh kearah toilet, sudah satu jam suaminya tidak kembali dari sana, awalnya Kinar mengira Dimas menerima telepon disana karena memang sebelumnya ada beberapa kali panggilan masuk yang ia merima, namun setelah ditunggu suaminya tidak juga muncul, kinar juga sampai menghabiskan makan malamnya dan desert nya, namun yang ditunggu tak juga muncul batang hidungnya.


Dengan penasaran Kinar berjalan ke arah kamar mandi pria, meminta tolong pada seorang pelayan pria untuk melihat keberadaan Dimas didalam sana, karena tidak mungkin juga ia masuk ke dalam toilet pria, namun setelah pelayan itu keluar dan memberitahu bahwa tidak ada seorangpun di dalam sana Kinar makin bingung, dimana suaminya berada


"Kamu dimana sih mas??? kok menghilang begitu saja" ucap Kinar khawatir


Seorang pelayan yang mendengar temannya mengatakan jika pelanggan mereka mencari suaminya mendatangi Kinar


" Maaf nyonya sedang mencari suami nona yang satu jam lalu masuk ke toilet ya?" tanya si pelayan ramah menggunakan bahasa Inggris karena ia tahu Kinar adalah turis


"Benar tuan, apa tuan melihatnya?" tanya Kinar


"Saya kebetulan melihatnya, beliau memakai jas biru Dongker, dengan tinggi 180centi ......." ucap si pelayan menerangkan ciri-ciri Dimas


"Terima kasih tuan" ucap Kinar kembali ke bangku nya, memanggil pelayan meminta bill, membayarnya lalu keluar dari restoran tersebut


Kinar tak tahu harus bagaimana, tapi ia malu jika masih berada di dalam restoran itu, menerima tatapan penuh selidik yang terarah padanya


Kinar memandangi indahnya menara Eiffel, dimana harusnya ia menikmati moments romantis candle light dinner dengan suaminya, namun justru ia menerima malu dan ditinggalkan begitu saja oleh suaminya saat makan malam, Kinar merasa sangat amat kecewa dan sakit hati.


Kinar mengira hubungannya selama ini membaik, namun nyatanya ia masih belum berarti apapun bagi Dimas, bahkan untuk mengabarinya Dimas tak punya waktu, Kinar hanya istri yang terabaikan, tak bernilai sama sekali Dimata Dimas.


Air mata Kinar tumpah begitu saja, ia berjalan menuju bangku yang berada di sana, menatap kosong ke depan.


Kinar kini bingung ia harus kemana, pikirannya buntu dan bodohnya ia tak tahu jalan pulang ke apartemen barunya. Kinar juga tak bisa menghubungi Dimas karena ponselnya tertinggal di mobil.


Jika saja ia belum pindah dari hotel, akan sangat mudah ia menuju kesana,namun kini alamat apartemennya pun ia tak tahu. Miris


Kinar menangis dalam hati, sesekali air matanya menetes dari sudut matanya, Kinar ingin berteriak asanya, jika saja ia tak bodoh dan mencatat alamat apartemennya ia bisa kembali kesana tanpa menjadi bodoh disini, berharap Dimas kembali dan menjemputnya.

__ADS_1


Namun jika pun ia tahu apartemen mereka ia tidak bisa masuk, karena Dimas membawa kunci apartemennya.


Kinar bangkit dari duduknya , ia mulai merasa risih mendapati pandangan orang terarah padanya.


Kinar menghapus air matanya, ia berjalan tak tentu arah, hingga akhirnya ia berhenti di sebuah mini market, Kinar melihat tubuhnya yg mungil mulai menggigil karena cuaca dingin malam ini dan kini ia hanya mengenakan dress selutut dengan, tangannya kaku, mukanya yang cantik kini pucat.


Kinar memutuskan memasuki mini market tersebut membeli kopi , ia meminumnya sambil menatap lalu lalang mobil yang kian jarang karena hari makin malam.


Beruntungnya pelayan mini market tersebut berkebangsaan Indonesia, ia merupakan pelajar dari Indonesia yang bekerja paruh waktu di mini market tersebut, namanya Amanda.


"Mas kamu tega banget sama aku, aku tahu kamu tidak cinta padaku, tapi bukan begini juga caramu memperlakukanku" ucap Kinar dalam hati, menatap kosong ke depan


Amanda yang merasa kasihan pada Kinar memberikan jaket pada Kinar, kebetulan ia baru selesai me laundry pakaiannya sebelum berangkat kerja.


"So Kinar, bisa kamu ingat alamat apartemennya? mengapa kamu sampai lupa? ini kota besar, negara orang, kamu harus berhati-hati” ucap Amanda penuh perhatian


"Aku gak inget alamatnya, kami baru pindah beberapa hari lalu, temanku malah tergesa-gesa dan meninggalkanku, jadi lah aku disini sekarang" ucap Kinar, ia sengaja berbohong sedikit pada Amanda, tak mungkin juga ia mengatakan jika ia ditinggalkan di sebuah restoran oleh suaminya sendiri.


"Memang sialan temanmu itu, kalau aku bertemu dengannya, aku pastikan dia menerima ganjaran yang setimpal" ucap Amanda mengepalkan tangannya, Kinar hanya bisa tersenyum kecut


"Sekarang jam kerjaku sudah berakhir, sebaiknya kamu ikut aku tinggal di apartemenku, jika kamu tak keberatan.


Aku tak tega membiarkanmu bergentayangan di jalan dalam kondisi seperti ini, terlebih ini sudah malam dan sangat rawan” ucap Amanda


"Aku ... terima kasih Amanda" ucap Kinar terharu..


tadinya ia sudah putus asa, mungkin pilihan terakhirnya adalah tinggal di hotel, namun ia juga tak punya uang banyak paling hanya untuk dua sampai tiga hari saja, jika lebih dari itu ia tak punya uang.


Semenjak menikah dengan Dimas, ia tak pernah di beri uang oleh Dimas sepeserpun.

__ADS_1


Sedang uang pemberian Mariska sudah habis, ia serahkan pada papanya untuk pengobatan mamanya.


"Sudah jangan sungkan, kita kan satu negara, anggap saja aku adikmu ayo" ajak Amanda menarik tangan Kinar, Kinar bangkit dan langsung memeluk Amanda, ungkapan terima kasih yang terdalam.


Kemudian kedua wanita cantik itu meninggalkan mini market, Amanda membawa skuter sendiri, Kinar naik skuter yang di kendarai Amanda menuju apartemennya.


Sementara di rumah sakit


Dimas masih duduk di samping Bella, setelah Bella siuman ia tak mau Dimas meninggalkannya, ia akan berteriak dan menangis histeris membuat Dimas pasrah.


sudah dua jam setengah ia berharap Bella tertidur lagi, sehingga ia bisa meninggalkan rumah sakit itu, tiba-tiba ia teringat sesuatu dan langsung bangkit, ia tak menghiraukan panggilan manja Bella, mengambil ponsel dan langsung menelpon Kelvin


"Kelvin, tolong gue bro, Kinar di restoran yang berada di menara Eiffel" ucap Dimas tanpa basa-basi, ia sampi lupa meninggalkan Kinar begitu saja


"Apaaaa, dia sama siapa, kenapa dia disana???” cecar Kelvin di ujung telepon


"Gue lupa tadi gue tinggalin dia..."


"Ah sialan, loe emang gila Dim, istri sendiri loe lupain, baji***n loe" sumpah serapah Kelvin meluncur begitu saja


"Dengan Dim, kalau terjadi sesuatu pada Kinar, gue gak akan maafin loe" ucap Kelvin marah dan langsung memutuskan panggilan teleponnya.


Dimas juga merutuki kebodohannya, karena Bella ia jadi bodoh dan otaknya kosong hingga tega meninggalkan istrinya disana.


Dimas menghampiri Kristian dan menjelaskan semuanya, ia pergi bergegas tanpa peduli Kristin menahannya, pikirannya kalut dan cemas, bagaimana Kinar disana, bagaiman ia menyakiti Kinar, lagi dan lagi.


Dimas langsung mengendarai kendaraannya seperti orang gila, membela kesunyian malam kota Paris, tujuannya satu ingin segera sampai di tempat dimana ia meninggalkan istrinya, sengaja ia menelpon Kelvin karena jarak apartemennya dengan tempat Kinar dekat.


Dimas juga menghubungi Kinar, namun rupanya ponselnya tertinggal di mobil

__ADS_1


Dimas memukul kemudi karena kesal, ia benar-benar laki-laki yang kejam dan bodoh, kini ia tak tahu apa yang akan Kinar lakukan padanya.


bayangan masa lalu menghancurkan masa depannya.


__ADS_2