Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Mariska Sadar


__ADS_3

"Kak, apakah kita harus kembali???" tanya Reyhan mengekor kakaknya yang sedang berkemas


"Iya Rey, mama Mariska sudah siuman, kakak harus segera menemuinya" ucap Kinar memasukkan pakaiannya ke dalam koper


" Kakak akan segera bercerai, untuk apa kakak menemuinya, toh sebentar lagi ia akan jadi mantan mertua kakak, tak akan ada yang berubah" ucap Reyhan duduk di tempat tidur


"Reyhan, mama matiska selalu baik pada kakak, ia memperlakukan kakak seperti putrinya sendiri, seburuk apapun hubungan kakak dengan anaknya, beliau tidak bersalah. Kakak masuk ke dalam keluarganya dengan baik-baik maka akan keluar dengan baik-baik.


Dan satu lagi, operasi mama juga karena kebaikan beliau" ucap Kinar lirih


"Tapi itu kan imbalan karena kakak menyelamatkan harga dirinya, menyelamatkan nama keluarga besar mereka dengan menikahi si b*j*Ngan Dimas" ucap Rey penuh emosi


"Astaghfirullah Rey, istighfar de, kakak gak suka kamu berbicara kasar gitu, orang tua tetap orang tua , kita harus menghormati mereka, ingat itu"


"Iya kak, maaf" ucap Rey lirih


"Cepat berkemas kalau kamu mau ikut pulang sama kakak, kalau tidak tak apa" ucap Kinar menutup kopernya sudah selesai memasukkan semua pakaiannya


Dengan malas Reyhan menuju kamarnya, sementara Kinar langsung mandi dan bersiap.


Satu jam kemudian mereka sudah rapi dah langsung menuju ke bandara.


Dua jam kemudian mereka sudah sampai di Jakarta.


Mereka sudah di jemput oleh pak selamet supir keluarga Kinar


"Pak, kita langsung ke rumah sakit ya" ucap Kinar


"Kak, apa gak sebaiknya kita istirahat dulu, sore baru kita kerumah sakit"protes Reyhan


"Kamu pulang aja duluan, kakak harus segera bertemu dengan mama Mariska"


"Ah baiklah aku ikut kakak saja" ucap Rey pasrah, ia memejamkan matanya sejenak, sejak semalam ia belum tidur, jika ia memilih pulang kerumah pada akhirnya ia tak kan bisa tidur karena khawatir dengan kakaknya, ditambah ia akan dapat Omelan mama dan papanya karena tidak menjaga kakaknya.


Reyhan sudah dididik sejak kecil untuk melindungi saudara perempuannya, dan adik-adiknya sebagai anak laki-laki paling besar di keluarga Satria.


Reyhan sempat tertidur sekitar empat puluh menit, perjalanan dari bandara ke rumah sakit, kini mereka udah berada di depan rumah sakit dan langsung masuk ke dalam, terlihat Kelvin sudah menunggu di lobby


"Mas kelvin" ucap Kinar menyapa sopan kelvin

__ADS_1


"Bu Kinar" ucap Kelvin menjawab sapaan Kinar


"Gak usah kaku, panggil nama aja, lagian kakak gue sebentar lagi gak jadi istri bos loe, jadi loe gak punya kewajiban terlalu formal gitu" ucap Reyhan langsung merangkul Kelvin, membuat pemuda itu terkejut


"Rey, soon dikit" ucap Kinar


"Maaf ya mas, Rey memang orang yang suka ceplas-ceplos " ucap Kinar tak enak hati


"Titidak apa-apa" Kelvin tergagap , wajahnya memerah karena malu.


Biasnaya ia hanya berbicara seperlunya dengan Kinar


"Bagaimana keadaan mama Mariska??? apa beliau sudah tahu kalau..."


"Belum" jawab Kelvin singkat


Mereka lalu langsung menuju keruangan Mariska.


Sesampainya di depan kamar rawat, Kinar mengetuk pintu, Kinar membuka pintu, ia melihat Mariska sedang berbicara dengan Dimas, senyum Mariska langsung mengembang begitu ia melihat menantu kesayangan ya datang,


"Kinar sayang"


"Hei, anak mama kenapa menangis??" tanya Mariska menangkup wajah Kinar


"Kinar sangat bahagia ma, Kinar amat sangat bahagia" ucap Kinar lirih


"Senyum dong, mama tak suka melihatmu menangis, itu tak baik untuk .....


Sayang? berapa lama mama koma???" tanya Mariska bingung melihat perut Kinar, ia meraba perut Kinar, alisnya berkerut tanda ia berpikir keras


"Mama tak sadarkan diri dua bulan" ucap Kinar mengigit bibirnya, ia tak tahu bagaimana harus menyampaikan berita duka itu pada Mariska


"Dua bulan?? lalu, lalu, kemana....?" Mariska tak meneruskan ucapannya, ia melihat Kinar menangis dalam diam, tubuhnya tergoncang hebat


"Kinar, apa yang terjadi dengan cucu mama??? Apa yang terjadi padamu???" ucap Mariska mencoba mencerna sikap Kinar


Kinar tak menjawab, tangisnya pecah, ia menangis pilu, terlihat dari sorot matanya yang sangat sedih dan hancur.


Mariska memeluk menantunya dan ikut menangis,

__ADS_1


"Apa...???" Mariska tak bisa meneruskan kata-katanya, kalimatnya menggantung, seolah tercekat di tenggorokan tak mampu keluar, melihat Tangi Kinar yang makin kencang, Mariska merasa sangat hancur


"Sabar sayang, sabar, Allah lebih sayang pada anakmu Kamu masih muda dan bisa hamil kembali, ikhlaskan sayang.


Mama tahu ini berat namun jangan kau buat langkah anakmu berat, ikhlaskan ia, karena anakmu adalah tabunganmu kelak di akhirat" ucap Mariska lirih, ia menepuk-nepuk punggung menantunya lembut.


Dimas ikut menangis, ia memilih keluar dari ruang perawatan, melihat istrinya begitu terluka dengan kehilangan anaknya, hati Dimas sakit.


"Maafkan mas sayang, mas sudah menyakitimu begitu dalam, maafkan mas" gumam Dimas lirih.


Sementara di dalam ruangan, Kinar sudah kembali bisa menguasai dirinya, menyisakan Isak kan kecil


Kelvin menyodorkan air mineral ke arah Kinar tanpa mengatakan apapun, Kinar tak menolak dan langsung mengambilnya


"Terima kasih" ucap Kinar parau


"Apakah ku sudah siap menceritakan pada mama, apa yang terjadi??? tanya Mariska penasaran


Kinar menghela nafas panjang, ia memejamkan matanya sejenak, angannya melayang saat ia terjatuh dan selebihnya ia tak ingat apapun


Kinar mulai menceritakan kejadian, ia tak mengatakan penyebab kejadian itu karena Dimas menikah lagi, ia hanya menceritakan jika ia terjatuh dan kehilangan anaknya , setelah itu ia koma selama sebulan.


Mariska tak bisa berkata apa-apa, ia memeluk Kinar sebagai ungkapan kesedihannya.


Setelah Mariska tidur, Kinar berniat pulang ,namun Dimas menarik tangannya, ia tak mau Kinar pergi lagi


"Mas, tolong lepaskan, aku lelah" ucap Kinar pelan.


Kelvin dan Reyhan ingin membantu, namun Dimas tanpa di duga langsung melepaskan Kinar, ia menatap sayu kepergian Kinar


"Sebaiknya loe pendam keinginan loe untuk balik sama Kinar. Itu saran gue sebagai sahabat loe" ucap Kelvin melangkah pergi, Dimas hanya bisa mengumpat dalam hati dengan sikap Kelvin.


Damar datang tergesa-gesa, ia langsung masuk ke ruang perawatan mamanya, melewati Dimas begitu saja.


Sejak ia tahu Dimas menikah lagi, ia sangat kecewa dengan Dimas, jika bukan karena memikirkan kesehatan mamanya, ingin rasanya damar menghajar Dimas hingga pria itu terkapar di rumah sakit.


Damar mencium punggung tangan mamanya, ia merapihkan rambut mamanya yang menutupi wajahnya


"Mama Damar kangen mama" ucap Damar lirih, ada cairan bening keluar dari sudut matanya.

__ADS_1


Damar merebahkan kepalanya di kasur sambil menatap mamanya yang tertidur pulas karena pengaruh obat tidur, Ada kelegaan terpancar di wajah Damar, ia sangat takut kehilangan mamanya.


__ADS_2