Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Pergi II


__ADS_3

Kinar memandangi kamarnya, ia mengedarkan pandangannya sekali lagi karena hari ini ia akan pergi menuntut ilmu ke negeri orang, pasti akan lama lagi kembali.ia tersenyum dan menarik nafas


"Bismillah, semoga langkahku membawa berkah" ucap Kinar lirih.


ia menarik kopernya keluar dari kamar, Reyhan langsung menyapanya ketikan berpapasan dengan Kinar saat ingin turun tangga


"Pagi kakakku tersayang, sini biar adikmu yang ganteng ini yang bawa" ucap Reyhan dengan lagak tengilnya


"Gak ada yang muji, muji diri sendiri" ucpa Kinar cekikikan


"Emang kak, dia tuh alay, sok iyes banget" timpal Aisyah yang secara tak sengaja keluar dari kamarnya, Aisyah juga sudah berpakaian rapih


"Gini nih orang syirik, makannya Gaol biar loe gak kuper kaya katak dalam tempurung" sindir Reyhan


"Ih ga nyambung loe" balas Aisyah dongkol


"Lah iya kalau loe gaol, loe tahu seberapa populernya gue, dan berapa banyak cewe yang ngebet jadi pacar gue" ucap Reyhan sombong


"Cih mereka matanya katarak semua, ngebet??? bisul kali hahahhaa" tawa Aisyah pecah, sementara Kinar hanya tersenyum melihat pertengkaran kedua saudaranya


"Kalian nih ya, kalau ketemu bisa gak sih yang akur, selalu aja berantem.


Rey dengar kakak, wajah tampan mu bukan untuk kau manfaatkan menggoda wanita dan membuat patah hati mereka, jangan pernah menjadi Playboy, kakak tidak pernah suka.


ingat hargai wanita seperti kau menghargai saudarimu, apa kamu mau saudarimu di permainkan pria di luaran sana???"


"Enggak kak, Rey janji gak akan jadi playboy"


"Iya gak jadi playboy tapi jadi buaya darat buntung" ucap Aisyah lalu berlari menuruni tangga sambil tertawa penuh kemenangan


"Aisya bawel, rese loe ya" teriak Reyhan kesal di katai Buaya Darta buntung. Kinar sebenarnya ingin tertawa, namun ia tahan.


"Rey bisa kakak minta tolong padamu???, selama kakak pergi jaga adik-adikmu dengan baik, patuh lah sama ma dan papa dan satu lagi, berhenti bertengkar dengan Aisyah, tanpa kamu tahu, Aisyah sangat sayang padamu, setiap pagi dia yang memasakkan sarapan buatmu, hanya saja kamu tahunya itu mbok Jum yang masak. Sedikit hormati dia, walau usia kalian terpaut satu tahun dia kakakmu Rey, seperti hal nya kak Kinar"


ucap Kinar mengelus kepal adiknya yang tingginya jauh diatas Kinar. Hanya saja posisi mereka diatas tangga, sehingga Kinar dapat menjangkau kepala Reyhan karena Reyhan ada di anak tangga di bawah Kinar


"Rey mengerti kak, kakak tahu Rey sayang kalian semua.

__ADS_1


Rey hanya suka menggoda Aisyah karena ia terlalu bawel"


Sesampainya mereka di bawah, suasana sudah ramai, terdengar suara tawa dan orang ngobrol.


Reyhan menarik koper Kinar dan di sana sudaha da satu koper lagi yang entah punya siapa


"Loh mas Adam sudah sampai???" tanya Kinar yang melihat Adam berada diantara keluarganya


"Hallo princess kakek" sapa Ridwan yang entah kapan datangnya


"Kakek??? kapan kakek sampai???" tanya Kinar langsung memeluk Ridwan


"Hei kamu seperti anak kecil saja, kakek kan memang belum pulang ke Jerman, kemarin kakek ke Singapore, ketika mendengar kamu akan bersekolah ke Jerman, kakek langsung terbang ke sini, kita kesana bareng.


nenek Irine senang sekali apa lagi Rasya, dia gak sabaran nunggu kedatanganku" cerocos Ridwan sambil mengelus rambut Kinar


"Jadi... aku gak sendirian nih, ada bodyguard yang mendampingi" ucap Kinar menggoda kakeknya


"Tentu, kakek siap menjadi bodyguard mu" semua orang tertawa


"Kami tunggu di ruang makan ya Kinar, itu nak Adam sudah menunggumu sejak tadi" ucap Ridwan langsung mendorong Satria dan Anggi menuju ruang makan , diikuti semua orang


"Baru aja kok, gimana persiapannya???" tanya Adam basa-basi


"Kalau persiapan lahir sudah, namun batin Masih bismillah" ucap Kinar tersenyum lebar


"kamu masih bisa mundur"


"Enggak mas, ini sudah keputusanku, jik aku takut melangkah, kapan aku bisa berdiri tegak lagi????"


"Aku akan mendukungmu, apapun keputusanmu, jika aku ada waktu aku kan mengunjungimu"


"Terima kasih mas,"


"Kinar, apa sebelum pergi mas bisa mendapatkan kepastian?? mas sangat mencintaimu, bisakah kamu memberi kesempatan mas?" tanya Adam kembali mengungkit perasaanya


"Untuk saat ini Kinar tak mau menjanjikan apapun mas, Kinar akan berada jauh dari sini, itu tak adil untuk mas, bisakah mas memberi Kinar waktu?" ucap Kinar menundukkan kepalanya merasa bersalah

__ADS_1


"Jangan meminta maaf please, jangan.


Mas yang salah terlalu memaksakan mu, mas hanya takut kehilanganmu" ucap Adam lirih


"Jika kita berjodoh, kita akan bersatu mas.


Saat ini aku hanya ingin fokus menata masa depanku, aku harap mas bisa mengerti"


"Aku mengerti, ayo kita susul mereka sudah menunggu kita di ruang makan" ajak Adam, mereka lalu menuju ruang makan sarapan pagi bersama.


satu jam kemudian beberapa mobil meninggalkan kediaman rangtua Kinar, mereka langsung menuju ke bandara melepas kepergian Kinar.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di bandara, Anggi memeluk dan menciumi anakanya, baru dua bulan Kinar kembali kerumah, kini sudah harus pergi lagi, namun kali ini untuk meneruskan cita-citanya, Satria mengepung punggung istrinya menguatkannya


"Mama sama papa pasti akan mengunjungimu nanti, kamu baik-baik di sana ya, jangan telat makan, turuti perkataan kakek dan nenekmu, mama menyayangimu" ucap Anggi kembali memeluk Kinar.


Anggi juga sudah menyiapkan satu koper beberapa keperluan Kinar termasuk beberapa sweater yang ia rajut sendiri untuk putrinya.


"Maa..." panggil Satria lirih.


Anggi melepaskan pelukannya, rasanya berat melepaskan Kinar pergi, namun ia harus tegar agar Kinar tak goyah, ini demi kebaikan Kinar.


Anggi menghapus air matanya, kini Satria gantian memeluk Kinar


"Ingat yang mamamu katakan sayang, Papa sayang kamu" ucpa Satria mengecup puncak kepala Kinar, lalu bergantian Reyhan, Aisya, Raffa dan Raffi serta si kecil Amera memeluk kakak mereka.


"Hati-hati dijalan, jangan lupa mengabari ku jika sudah sampai disana" ucap Adam memeluk Kinar.


Setelah itu Ridwan pamit pada semuanya, mereka mendorong troli masuk ke dalam bandara.


Kinar menatap sendu kedua orangtuanya yang melambai, Adam, serta adik-adiknya, ia berusaha tersenyum lebar masuk ke dalam bandara.


"Selamat tinggal Indonesia, selamat tinggal masa lalu" ucap Kinar menatap keluar jendela saat pesawat lepas landas.


Mereka menempuh perjalanan selama kurang lebih Lima belas jam tiga puluh menit dari bandar internasional Soekarno Hatta menuju bandara Dusseldorf, Jerman.


pesawat yang mereka tumpangi transit dulu di bandara Changi, Singapura lalu di lanjutkan lagi selama kurang lebih tiga belas jam tiga puluh menit menuju bandara Dusseldorf Jerman.

__ADS_1


Selama perjalanan Kinar memili tidur karena i sudah terbangun sejak jam tiga dini hari, lebih tepatnya tkk bisa tidur karena gelisah dengan keberangkatannya.


__ADS_2