Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Rencana Freya II


__ADS_3

Satu jam kemudian mobil mereka memasuki sebuah perumahan elit, Kinar tak pernah menyangka jika Michael tinggal di kawasan elit ini, ia pernah membaca jika harga satu rumah di kawasan ini berkisar diatas delapan ratus milyar,


Kinar juga tak pernah tahu Michael bekerja di mana, karena mereka hanya beberapa kali bertemu dan itupun saat pertama di rumah Amara dan sisanya di rumah sakit saat merawat Freya, selebihnya mereka tak pernah berbincang masalah pribadi, hanya tentang Freya.


Sebelum mereka sampai di rumah, Freya sudah meminta Bu Tumini untuk keluar rumah refreshing, karena hari ini mereka akan menjadikan Bu Tumini alasan Freya ingin bersama Kinar.


Bu Tumini yang mendengar rencana Freya dan majikanya setuju, ia bisa meluangkan waktu mengunjungi anaknya yang bekerja di kota sebelah.


di samping itu ia mendukung jika Kinar menjadi mama Freya.


Tumini sangat yakin jika Kinar akan menjadi ibu sambung yang baik untuk Freya.


Mobil yang mereka kendaraan akhirnya berhenti di sebuah rumah yang terlihat lebih megah dari pada beberapa rumah yang mereka lewati, pintu gerbang berwarna hitam dengan tembok tinggi berwarna putih memberi kesan tersendiri.


Kinar hanya diam dalam takjub, ternyata Michael sekaya ini. Kinar merasa malu dan merasa rendah diri.


Setelah mereka masuk, didepan pintu utama beberapa asisten rumah tangga berderet rapih menyambut mereka bertiga


"Selamat datang Tuan, nona muda dan nona Kinar" ucap mereka serentak sambil membungkukkan badan


Kinar merasa sedang di dalam film-film yang biasa ia tonton,


Begitu masuk Kinar di manjakan dengan desain interior Eropa klasik, sangat memanjakan mata dan artistik.


dipadukan dengan sofa-sofa dengan ukiran bercita rasa seni tinggi


"Tante apa kau suka rumahku???" tanya Freya yang melihat Kinar takjub


"Rumahmu sangat indah sayang, Tante suka" ucap Kinar tanpa sadar, beberapa saat kemudian ia merasa malu


"Kalau suka maka tinggallah dengan kami" ucap Freya dengan manja bergelendot di bahu kinar.


Tubuh Freya yang tinggi melebihi anak seusianya membuatnya terlihat seperti berumur belasan, padahal ia masih kecil.


Mendengar ucapan Freya, Kinar menjadi kikuk


"Freya, Tante Kinar kan masih single, gak bisa dong tinggal di tempat kita, sementara papa kan duda, apa kata orang nanti" ucap Michael memberi pengertian putrinya


"Benar sayang apa kata papamu"Freya terlihat sedih, wajahnya yang ceria terlihat murung


"Nanti Tante akan sering main kok" ucap Kinar mengelus puncak kepala freya


"Aku hanya ingin Tante tinggal bersamaku dan membacakan dongeng sebelum tidur seperti anak-anak yang lain" ucpa Freya dengan mata berkaca-kaca ingin menangis.


Kinar kehabisan kata-kata, hatinya merasa sakit melihat kesedihan Freya


Kinar langsung memeluknya

__ADS_1


"Kenapa Tante tidak menikah saja dengan papaku, dan menajdi mamaku.


Aku sayang Tante Kinar, dan papa juga" ucpa Freya membuat tubuh Kinar menegang, ia melirik ke arah Michael dengan canggung, begitu pula Michael.


walau ini rencana Freya mendekatkan mereka, namun jika terlalu dipaksa bisa jadi Kinar akan kabur ketakutan alih-alih menerima nya.


"Sayang, itu...


Tate Kinar mungkin sudah punya pacar.


Lagi pula papa kan sudah tua, dan Tante Kinar masih mudah, masa dia suka sama papa" ucap Michael menggaruk kepalanya, ia merendah sekaligus melempar umpan


"Usia tak menjadi penghalang seseorang saling menyukai mas.


Aku bukan orang yang memandang dari usia.


asal ia se akidah denganku, jujur dan bertanggung jawab serta mencintaiku apa adanya, aku bisa mempertimbangkannya.


Lagi pula mas juga belum tahu siapa aku, aku tak pantas untuk kalian..." ucap Kinar lirih, wajah Kinar terlihat sedih


"Jika aku melamar mu, apa kau mau menerimaku???" ucap Michael to the point


wajah cantik Kinar langsung bersemu merah, bagaimana pria ini sembarangan mengutarakan perasaanya di depan putrinya???


Kinar dalam hati mengumpat marah.


"Mas, kita tak se akidah" ucap Kinar membuat senyum di wajah Freya ilang


"Akidah apa Tante???" tanya nya bingung karena minta berulang kali mengucapkan kata itu


"Keyakinan sayang, Tante muslim sementara papamu Nasrani.


rumah tangga itu ibarat naik sebuah kapal yang sama dengan pasangan kita, jika kita tak sehati maka kapal tak jelas arahnya dan terombang-ambing , lalu karam"ucap Kinar berusha menjelaskan pada gadis kecil itu


"Kalau begitu...." Freya terlihat berfikir


"Sayang keyakinan itu tidak bisa di ubah, jangan karena hanya mau menikahi lalu pindah agama, dia rela menjual keyakinannya, iman nya., itu bukan yang Tante mau. Jika ia mau pindah keyakinan itu murni dari dalam diri karena iman dan keyakinan dalam hatinya, bukan karena alasan lain" ucap Kinar lembut


"Kalau begitu Freya akan selamanya gak punya mama" ucap Freya langsung menitikkan air mata, lama kelamaan tangisnya makin kencang .


Kinar kembali memeluk Freya mengecup puncak kepala anak itu melihat Freya menangis hatinya sakit, seolah Freya adalah anaknya sendiri


"Tante.... Freya.... ,Freya anak yang malang sekali...


Freya gak punya mama, Freya hanya punya papa dan papa selalu sibuk gak ada waktu buat Freya.


Freya iri dengan teman-teman lainnya yang selalu diantar atau di jemput mama mereka, di dongengkan sebelum tidur, pergi ke mall dengan mama mereka, ke salon dan bersama mereka, Freya ingin seperti itu Tante huhuhuhu"

__ADS_1


Kinar tanpa sadar menitikkan air mata, ia ikut sedih mendengar perkataan Freya


"Freya bisa anggap Tante mama Kinar, bagaimana???"


"Tapi itu gak sama Tan, Kinar mau mama sebenarnya" ucap Freya masih sesenggukan. Kinar tak tahu harus berbuat apa.


Michael lalu mendekati anaknya dan memeluknya


"Sayang, maafkan papa ya, ini semua salah papa.


maafkan papa yang selalu sibuk dan tak memperhatikan mu" ucap Michael lirih, bulir air mata menetes di sudut mata pria itu, Kinar tertegun.


pria itu sangat mencintai putrinya, jika saja ia seiman, tentu Kinar akan memikirkan lamarannya.


"Freya sayang, Tante Kinar sayang banget Freya, tapi kita gak bisa memaksakan keadaan.


Freya bisa kok panggil Tante mama kalau Freya mau.


Freya bisa kok kapan-kapan kalau mau bobo Tante bacakan dongeng atau kita ke mall, ke salon atau kemanapun berdua Tante.


Freya bisa menginap di rumah Tante dan kita lakukan apapun yang Freya mau, termasuk diantar atau di jemput Tante, bagaimana???" tanya Kinar


bulu mata Freya yang panjang mengerjap beberapa kali, ia menatap Kinar seakan mencari kebenaran di sana


"Beneran Tan??? beneran Kinar bisa panggil Tante mama???" tanya Freya tak percaya


Kinar mengangguk sambil membenarkan anak rambut Freya dan menyisir nya kebelakang


"Asik, Freya punya mama....


Mama Kinar, Freya sayang mama" ucap Freya langsung mencium pipi Kinar, Freya sangat menyukai aroma tubuh Kinar yang membuatnya nyaman di peluk oleh Kinar


Kinar tersenyum melihat Freya yang kembali ceria, ia melirik sekilas pada Michael, pria itu mengangguk sambil mengucapkan kata "Thanks you" tanpa suara


"Kalua begitu Freya istirahat yuk di kamar, kamu kan masih sakit.


Ayo Tante temenin kamu ke kamarmu"


"Katanya boleh panggil mama, mama dong"


"Iya, iya, mama temani ke kamar ya" ucap Kinar lembut.


Michelle makin menyukai Kinar, wanita itu sangat penyabar dan terlihat sayang sekali dengan putrinya.


Freya anak yang sulit di dekati, namun Kinar berhasil mendekatinya bahkan mendapat kepercayaan Freya


Satu jam kemudian Kinar keluar dari kamar Freya, ia mencari keberadaan Michael untuk menjelaskan ucapnya beberapa waktu lalu, ia takut Michael salah paham padanya.

__ADS_1


Setelah bertanya pada sistem rumah tangga, ia melihat Michael sedang duduk di meja bar, meneguk wine di tangannya, ia terlihat sedang berfikir


__ADS_2